YouTube Facebook Twitter RSS
26 Mar 2019, 0

Nusantara

Setya Novanto Mundur

Wednesday, 16 December 2015 | View : 467

siarjustisia.com-JAKARTA.

Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI periode 2014-2019. Pengunduran diri itu menyusul penanganan kasus dugaan pelanggaran kode etik Setya Novanto yang dilaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Surat pengunduran diri Setya Novanto dibacakan di penghujung sidang MKD DPR terkait kasus 'papa minta saham'. Di penghujung sidang kasus 'papa minta saham', Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI membacakan surat pengunduran diri Setya Novanto dari Ketua DPR RI periode 2014-2019.

Ketua DPR RI ke-16 periode 2014-2019 dari Partai Golongan Karya (Golkar) yang mulai menjabat sejak 2 Oktober 2014, Drs. H. Setya Novanto, Ak. (Setnov) langsung meminta maaf kepada rakyat Indonesia setelah mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR RI. Tetapi dalam ucapan permintaan maaf itu, dia tak mengakui kesalahan apa pun yang telah diperbuat.

Surat pengunduran diri Setya Novanto dibacakan di tengah sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pada Rabu (16/12/2015) malam. Seluruh anggota MKD yang berjumlah 17 orang menyatakan bahwa Setya Novanto bersalah.

Surat pengunduran diri Setya Novanto diberikan melalui Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H.

Menurut Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., surat tersebut diberikan pada pukul 19.45 WIB di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen.

Saat itu, kata Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., Setya Novanto tak ditemani pimpinan lain di DPR RI.

"Tadi dia bilang, saya titip surat pengunduran diri saya. Saya dengan besar hati mengundurkan diri untuk kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa dan negara," ujar Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., menirukan ucapan Setya Novanto di depan Ruang Sidang MKD DPR RI, Rabu (16/12/2015).

Saat itu, Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H. langsung menuju ke Gedung Nusantara III sesaat setelah dihubungi anggota stafnya bahwa ada hal penting yang berkaitan dengan sidang.

"Juga sudah diinfokan sedikit, ini berkenaan dengan pengunduran diri sehingga saya meluncur saja," kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Surat pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI dibacakan oleh Wakil Ketua MKD DPR RI, Ir. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H. pada sidang MKD DPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Kompleks Parlemen, Jl. Jend. Gatot Subroto No.6, Senayan, Kota Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2015) pukul 20.50 WIB.

Pengunduran diri Setya Novanto langsung menghentikan sidang putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Setya Novanto pun langsung menyampaikan permintaan maaf atas apa yang telah dia lakukan selama ini kepada seluruh rakyat Indonesia.

Saat melakukan jumpa pers di rumahnya, Jl Wijaya III, Jakarta Selatan beberapa jam setelah surat pengunduran diri dibacakan, Setya Novanto hanya menyebut alasan pengunduran dirinya karena dinamika politik. Padahal ada sidang etika terkait kasus 'papa minta saham' yang menjadi pemicu pengunduran dirinya.

"Saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas tugas-tugas yang saya jalani. Semuanya demi rakyat, demi bangsa Indonesia," kata Setya Novanto dalam jumpa pers di rumahnya, Jl Wijaya III, Jakarta Selatan, Rabu (16/12/2015).

Dia berharap kinerja dewan akan lebih baik untuk rakyat Indonesia ke depannya. Dirinya juga berjanji akan tetap berkomitmen sebagai wakil rakyat.

"Ya, ini tentu saya sudah melihat semuanya dengan situasi yang berkembang yang kita ketahui di dalam MKD yang sudah menjalankan tugas-tugasnya secara baik dan tentu saya menghormati dan menjalankan ini telah saya lihat yang berkembang dengan dinamika yang ada di masyarakat tentu saya menyadari bahwa demi kecintaan saya pada masyarakat Indonesia," ucap Setya Novanto.

Dalam surat yang dilayangkan ke MKD DPR RI, Rabu (16/12/2015) malam, Setya Novanto menyatakan, keputusan pengunduran diri ini dibuat lantaran dirinya ingin menjaga harkat dan martabat Dewan.

Selain itu, ia ingin agar masyarakat tidak gaduh atas kasus yang sedang menimpanya.

Dia menyebut telah menjalankan tugas sebagai Ketua DPR RI dengan sebaik-baiknya. Disebut pula pengunduran diri ini agar masa depan Indonesia lebih baik.

Setya Novanto mengaku telah menjalan tugas sebagai Ketua DPR RI sebaik-baiknya sesuai dengan amanah masyarakat. Dia kemudian menekankan pengunduran dirinya demi kepentingan masyarakat Indonesia.

"Di dalam tugas-tugas saya selama menjadi pimpinan DPR telah saya jalankan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan negara dan rakyat Indonesia dalam pemikiran yang saya lihat itu supaya semuanya berjalan dengan baik demi masa depan bangsa kita maka saya sudah menyatakan untuk mengundurkan diri. Untuk itulah mudah-mudahan bangsa kita akan lebih baik ke depan dan sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas tugas yang saya jalani, semuanya demi rakyat, demi bangsa Indonesia. Nah untuk itulah mudah-mudahan tetap saya memegang komitmen bekerja terus untuk kepentingan rakyat Indonesia, semoga apa yang kita cita-citakan dapat terlaksana dengan baik," ucap Setya Novanto kemudian.

Berikut isi surat pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI selengkapnya dan bunyi surat pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI sbb:

Perihal: Pernyataan Pengunduran Diri Sebagai Ketua DPR RI

Jakarta 16 Desember 2015

Kepada Yth Pimpinan DPR RI di Jakarta

Sehubungan dengan perkembangan penanganan dugaan pelanggaran etika yang sedang berlangsung di Mahkamah Kehormatan Dewan maka untuk menjaga harkat dan martabat serta kehormatan lembaga DPR RI serta demi menciptakan ketenangan masyarakat maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua DPR RI periode keanggotaan 2014-2019.

Demikian pernyataan pengunduran diri ini saya buat dengan tulus. Semoga bermanfaat demi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.

Hormat Saya
(tanda tangan di atas materai)

Drs Setya Novanto Akt.
Nomor Anggota A-300

Tembusan: Pimpinan Mahkamah Kehormatan DPR RI

See Also

Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.578.348 Since: 07.04.14 | 0.7067 sec