YouTube Facebook Twitter RSS
19 Dec 2018, 0

Hukum

KPK Tetapkan Choel Mallarangeng Jadi Tersangka Korupsi Proyek Hambalang

Monday, 21 December 2015 | View : 373

siarjustisia.com-JAKARTA.

Menjelang habisnya masa jabatan pimpinan jilid 3, lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 'cuci gudang'. Di hari terakhir masa kerja para pimpinan, KPK menetapkan adik mantan Menpora Andi Mallarangeng, yakni Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan wisma atlet Hambalang.

"Dalam pengembangan penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait proyek pembangunan atau pengadaan atau peningkatan sarana prasarana pusat pendidikan dan sekolah olahraga di Hambalang Tahun Anggaran (TA) 2010-2012,  penyidik KPK menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan AZM (Andi Zulkarnain Mallarangeng) swasta sebagai tersangka," ungkap Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati di kantornya, Plaza Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said Kav.C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2015).

Choel Mallarangeng disangka memanfaatkan jabatan kakaknya sebagai Menpora untuk meraup untuk dari proyek Hambalang. Choel Mallarangeng mendapatkan keuntungan sekitar Rp 4 miliar dari proyek ini.

"Tersangka AZM diduga melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi terkait pembangunan atau pengadaan atau peningkatan sarana prasarana pusat pendidikan dan sekolah olahraga di Hambalang tahun anggaran 2010-2012," jelas Yuyuk Andriati.

Atas perbuatannya, Choel Mallarangeng disangka telah melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP.

Dalam putusan Andi Mallarangeng, Majelis Hakim menegaskan keterlibatan Choel Mallarangeng dalam proyek ini yang diawali dengan pertemuan di ruang kerja Andi Mallarangeng di lantai 10 Gedung Kemenpora dengan Wafid Muharam, Deddy Kusdinar dan Myhammad Fakhruddin membahas kesiapan PT. Adhi Karya dalam mengerjakan proyek di Kemenpora termasuk proyek Hambalang.

Choel Mallarangeng juga melakukan pertemuan dengan Wafid Muharram, Deddy Kusdinar dan Fakhruddin. Dalam pertemuan Choel Mallarangeng menyinggung kakaknya yang belum menerima apapun selama setahun menjabat Menpora.

Pada 28 Agustus 2010, Deddy Kusdinar bersama Fakhruddin mengantarkan uang US$ 550 ribu ke Choel Mallarangeng. Choel Mallarangeng menurut Majelis Hakim sempat menyampaikan keberatan mengenai jumlah uang yang diberikan karena dianggap tidak sesuai nominallnya.

Selain itu, Choel Mallarangeng membantu PT. GDM untuk mendapatkan pekerjaan proyek di Kemenpora. Pada Mei 2010, Fakhruddin memperkenalkan pemilik PT. GDM Herman Prananto dan Nani Ruslie ke Choel Mallarangeng dengan tujuan agar PT. GDM menjadi rekanan proyek Kemenpora.

Pada 18 Mei 2010, Herman Prananto dan Nani Ruslie menyerahkan uang Rp 2 miliar kepada Choel Mallarangeng di kantor FOX Indonesia. PT. GDM kemudian menjadi subkontraktor dari PT. Adhi Karya dalam pengerjaan proyek Hambalang.

See Also

Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.119.897 Since: 07.04.14 | 0.6248 sec