YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Nusantara

Kapolda Jambi Sebut 8.587,9 Hektare Hutan-lahan Terbakar

Saturday, 02 January 2016 | View : 365
Tags : Jambi

siarjustisia.com-JAMBI.

"Kepolisian Daerah (Polda) Jambi mencatat ada 8.587,9 hektare hutan dan lahan yang terbakar sepanjang 2015 di Provinsi Jambi," ungkap Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jambi (Kapolda) Jambi, Brigjen Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M.

"Kondisi itu yang menyebabkan musibah kabut asap yang pekat terjadi di penghujung tahun lalu sehingga mengganggu aktivitas," imbuh mantan Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Kepolisian Daerah (Polda) Jambi, Brigjen Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M. di Kota Jambi, Sabtu (2/1/2016).

Ia mengemukakan, kebakaran hampir terjadi di seluruh kabupaten dan kota dalam Provinsi Jambi, dan ada enam tersangka dari perusahaan dan 27 tersangka perorangan.

"Kasusnya masih tetap dilanjutkan dan terus berproses," jelas mantan Panglima Tinggi (Pati) Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, Brigjen Pol Lutfi Lubihanto.

Menangani kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolda Jambi menegaskan bahwa tidak ada upaya lain untuk menghentikan kasus yang menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.

Penyidik Polda Jambi masih perlu memeriksa saksi yang banyak dan pihaknya sudah didukung personel Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, agar proses hukumnya segera terselesaikan.

Perambahan hutan negara di Sungai Tebal, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, oleh masyarakat kian marak namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) kesulitan menangani kasus itu.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi Irmansyah mengatakan, Dishut Provinsi Jambi tidak bisa menangani kasus itu sendiri. Perambahan hutan di kawasan tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2007 lalu, dan tidak dilakukan oleh warga asli Sungai Tebal.

"Itu perambahan dilakukan oleh warga Pagar Alam, Sumsel. Dan itu sudah terjadi sejak sekitar tahun 2007 lalu," kata Irmansyah di Jambi, Selasa (15/12/2015).

Persoalan ini, menurutnya melibatkan dua Provinsi yakni Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel). Sehingga tidak bisa persoalan ini diselesaikan oleh Pemprov Jambi sendiri atau Pemprov Sumsel sendiri. Campur tangan pemerintah Pusat menurutnya sangat dibutuhkan.

"Apalagi hanya diatasi oleh satu kabupaten saja, tidak mungkin terselesaikan," katanya.

Irmansyah mengatakan bahwa hutan Negara yang dirambah dan dicaplok masyarakat tersebut merupakan hutan yang berfungsi sebagai hutan konservasi. Bahkan tingkat illegal logging di hutan itu tinggi.

"Kultur masyarakat yang merambah itu sangat berbeda sekali dengan masyarakat sekitar. Sehingga jika tidak ditangani secara hari-hati, akan sangat berpotensi mengakibatkan situasi yang tidak kondusif," katanya menjelaskan.

Menurutnya, warga Pagar Alam yang sudah melalukan perambahan dan mencaplok lahan tersebut cukup banyak. Yakni mencapai 15 ribu orang, dengan jumlah Kepala Keluar LGA sebanyak 3000.

"Sudah cukup banyak. Untuk berapa luas yang sudah dikuasai, itu belum termonitor," kata Irmansyah.

Irmansyah mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan persoalan ini kepada tim penyelesaian konflik di Pusat. Dan Berdasarkan Kepres No 1 Tahun 2013, persoalan ini membutuhkan bantuan dari pusat.

"Ditambah lagi hutan yang dirambah adalah hutan negara yang berfungsi sebagai hutan konservasi. Jadi memang harus pusat yang selesaikan, ini menjadi PR juga buat kita," ujarnya.

Disinggung apakah perambahan ini bisa dipidana, Irmansyah mengatakan akan disesuaikan dengan aturan yang ada. Akan ada peninjauan sejauh mana kesalahan yang dilakukan oleh para perambah-perambah tersebut.

"Nanti akan ditinjau. Namun yang jelas ini berhubungan dengan pengrusakan hutan," katanya menambahkan.

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.972.224 Since: 07.04.14 | 0.6737 sec