YouTube Facebook Twitter RSS
19 Feb 2019, 0

Nusantara

Kapolda Jambi Sebut 8.587,9 Hektare Hutan-lahan Terbakar

Saturday, 02 January 2016 | View : 394
Tags : Jambi

siarjustisia.com-JAMBI.

"Kepolisian Daerah (Polda) Jambi mencatat ada 8.587,9 hektare hutan dan lahan yang terbakar sepanjang 2015 di Provinsi Jambi," ungkap Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jambi (Kapolda) Jambi, Brigjen Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M.

"Kondisi itu yang menyebabkan musibah kabut asap yang pekat terjadi di penghujung tahun lalu sehingga mengganggu aktivitas," imbuh mantan Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Kepolisian Daerah (Polda) Jambi, Brigjen Pol. Drs. Lutfi Lubihanto, M.M. di Kota Jambi, Sabtu (2/1/2016).

Ia mengemukakan, kebakaran hampir terjadi di seluruh kabupaten dan kota dalam Provinsi Jambi, dan ada enam tersangka dari perusahaan dan 27 tersangka perorangan.

"Kasusnya masih tetap dilanjutkan dan terus berproses," jelas mantan Panglima Tinggi (Pati) Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, Brigjen Pol Lutfi Lubihanto.

Menangani kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolda Jambi menegaskan bahwa tidak ada upaya lain untuk menghentikan kasus yang menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.

Penyidik Polda Jambi masih perlu memeriksa saksi yang banyak dan pihaknya sudah didukung personel Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, agar proses hukumnya segera terselesaikan.

Perambahan hutan negara di Sungai Tebal, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, oleh masyarakat kian marak namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) kesulitan menangani kasus itu.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi Irmansyah mengatakan, Dishut Provinsi Jambi tidak bisa menangani kasus itu sendiri. Perambahan hutan di kawasan tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2007 lalu, dan tidak dilakukan oleh warga asli Sungai Tebal.

"Itu perambahan dilakukan oleh warga Pagar Alam, Sumsel. Dan itu sudah terjadi sejak sekitar tahun 2007 lalu," kata Irmansyah di Jambi, Selasa (15/12/2015).

Persoalan ini, menurutnya melibatkan dua Provinsi yakni Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel). Sehingga tidak bisa persoalan ini diselesaikan oleh Pemprov Jambi sendiri atau Pemprov Sumsel sendiri. Campur tangan pemerintah Pusat menurutnya sangat dibutuhkan.

"Apalagi hanya diatasi oleh satu kabupaten saja, tidak mungkin terselesaikan," katanya.

Irmansyah mengatakan bahwa hutan Negara yang dirambah dan dicaplok masyarakat tersebut merupakan hutan yang berfungsi sebagai hutan konservasi. Bahkan tingkat illegal logging di hutan itu tinggi.

"Kultur masyarakat yang merambah itu sangat berbeda sekali dengan masyarakat sekitar. Sehingga jika tidak ditangani secara hari-hati, akan sangat berpotensi mengakibatkan situasi yang tidak kondusif," katanya menjelaskan.

Menurutnya, warga Pagar Alam yang sudah melalukan perambahan dan mencaplok lahan tersebut cukup banyak. Yakni mencapai 15 ribu orang, dengan jumlah Kepala Keluar LGA sebanyak 3000.

"Sudah cukup banyak. Untuk berapa luas yang sudah dikuasai, itu belum termonitor," kata Irmansyah.

Irmansyah mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan persoalan ini kepada tim penyelesaian konflik di Pusat. Dan Berdasarkan Kepres No 1 Tahun 2013, persoalan ini membutuhkan bantuan dari pusat.

"Ditambah lagi hutan yang dirambah adalah hutan negara yang berfungsi sebagai hutan konservasi. Jadi memang harus pusat yang selesaikan, ini menjadi PR juga buat kita," ujarnya.

Disinggung apakah perambahan ini bisa dipidana, Irmansyah mengatakan akan disesuaikan dengan aturan yang ada. Akan ada peninjauan sejauh mana kesalahan yang dilakukan oleh para perambah-perambah tersebut.

"Nanti akan ditinjau. Namun yang jelas ini berhubungan dengan pengrusakan hutan," katanya menambahkan.

See Also

Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
Dandim 0716/Demak Pimpin Sertijab Pasiops
Babinsa 11/Sayung Hadiri Sosialisasi Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga
Wujudkan Sinergitas, Kapolres Demak Sempatkan Diri Berkunjung Ke Koramil 04/Dempet
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.410.282 Since: 07.04.14 | 0.6713 sec