YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Hukum

Pesawat Lion Air Rute Pekanbaru-Medan Gagal Terbang Akibat Dugaan Bom

Saturday, 09 January 2016 | View : 364

siarjustisia.com-PEKANBARU.

Pesawat maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT141 rute Pekanbaru-Medan, Jumat (8/1/2016) siang, gagal terbang setelah salah satu penumpang menyebutkan membawa tas berisi bahan peledak atau bom.

Pejabat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, di Pekanbaru, menjelaskan pesawat yang seharusnya diberangkatkan pada pukul 15.15 WIB itu harus ditunda hingga pemeriksaan ulang penumpang dan bagasi selesai dilakukan.

"Sesuai SOP, seluruh penumpang dan kargo harus diturunkan dan diperiksa ulang," jelasnya di Pekanbaru, Ibu Kota dan kota terbesar di Provinsi Riau, Jumat (8/1/2016).

Ia menjelaskan, penundaan penerbangan akibat dugaan bom itu berawal saat pesawat terbang berisi 189 penumpang itu parkir di slot apron D6 Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dan siap lepas-landas.

Namun salah seorang penumpang yang duduk di bangku 18 B terlihat masih memegang tas. Pramugari lantas meminta kepada penumpang yang belakangan diketahui seorang anggota TNI berpangkat Mayor TNI itu meletakkan tas tersebut di kabin penyimpanan tas.

Selanjutnya saat pramugari berusaha memasukkan tas yang sebelumnya dipegang pria tersebut ke dalam kabin penyimpanan barang.

Tanpa alasan jelas pria itu lantas meminta kepada pramugari agar berhati-hati menyimpan tasnya, karena bisa meledak.

"Berawal dari ucapan itu pramugari lantas melaporkan ucapan pria itu ke pilot dan pilot memutuskan untuk menunda penerbangan," terangnya.

Pesawat maskapai Lion Air JT 141 tujuan Pekanbaru-Medan yang sedianya diberangkatkan pada pukul 14.25 WIB harus tertunda akibat salah seorang penumpang berkelakar membawa bahan peledak.

Akibatnya seluruh penumpang berikut bagasi terpaksa diturunkan kembali karena ada dugaan bom di dalam pesawat sesaat akan lepas landas.

Manager Operasi Bandara SSK II Hasturman Yunus menjelaskan seluruh penumpang, isi bagasi serta kargo diturunkan dan diperiksa ulang untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan.

Ternyata klaim bom itu semata candaan salah satu penumpang yang kini sudah diamankan. Menurut dia, dugaan tersebut ternyata adalah candaan salah satu penumpang yang kini sudah diamankan.

Hasturman Yunus menjelaskan bahwa hal itu terjadi pada saat pesawat parkir di area D6 Bandara Pekanbaru ketika proses boarding sekitar pukul 14.40 WIB, seorang penumpang pria yang duduk di kursi pesawat nomor 18B masih memegang tas sandangnya. Kemudian pramugari meminta agar tas itu disimpan di bagasi atas demi kenyamanan penumpang yang diketahui berinisial S itu.

"Saat pramugari berusaha menyimpan tas tersebut, pria itu bercanda dengan mengatakan agar berhati-hati karena jika terjatuh akan meledak," ungkap Hasturman Yunus.

Sementara itu, saat ini oknum yang mengaku TNI tersebut diserahkan kepada satuan Denpom TNI AD. Pria berinisial Mayor TNI S itu ditahan personel Detasemen Polisi Militer TNI AD setempat untuk diperiksa lebih lanjut. "Yang bersangkutan kini sudah diserahkan ke satuan TNI untuk pemeriksaan lebih lanjut," beber Hasturman Yunus.

Anggota TNI berinisial S yang membuat isu candaan bom di kabin pesawat Lion Air nomor penerbangan JT-141 di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Provinsi Riau, terus diperiksa intensif di Detasemen Polisi Militer, TNI AD, Pekanbaru.

"Hingga malam ini kita masih terus memeriksa yang bersangkutan dan kita belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena pemeriksaan masih berlangsung," jelas Komandan Detasemen Polisi Militer TNI AD Pekanbaru Letkol CPM Johny JP Pelupessy kepada awak media di Pekanbaru, Jumat (8/1/2016) malam.

Dia mengatakan dari pemeriksaan itu nantinya disimpulkan apakah perwira TNI berpangkat Mayor itu bersalah atau tidak. Dia menegaskan, jika terbukti bersalah maka dia pasti  dikenakan sanksi tegas.

Terkait rencana penerbangan tujuan Mayor S ke Medan Jumat (8/1/2016) siang tadi, Letkol CPM Johny JP Pelupessy mengatakan masih terus menelusuri apakah tujuan itu bagian dari tugas atau tidak.

"Tentunya jika bagian dari tugas, maka akan ada surat jalan," pungkas Letkol CPM Johny JP Pelupessy.

Manager Operasi Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Hasturman Yunus mengatakan sesuai Undang-undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009, penumpang yang sengaja mengganggu atau membahayakan penerbangan diancam hukuman satu tahun penjara.

"Yang bersangkutan bisa diterapkan dengan UU Penerbangan Tahun 2009. Namun, kita percayakan pemeriksaan itu ke Denpom TNI," papar dia.

Sementara itu, pesawat yang sebelumnya tertunda keberangkatannya telah diterbangkan kembali pada pukul 17.35 WIB.

Manager Lion Group Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau menyatakan bahwa 187 penumpang Lion Air JT 141 telah diterbangkan dengan tujuan Kualanamu Medan setelah dipastikan isu bom di kabin pesawat hanya candaan.

"Tidak ada penumpang yang panik atau mengembalikan tiket. Dari 188 penumpang yang terdata seluruhnya telah diterbangkan, kecuali satu penumpang yang membuat isu candaan bom yang tidak bisa diberangkatkan," jelas Manager Lion Group Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Tri Mulyono kepada awak media di Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (8/1/2016).

Dia menjelaskan ke 187 penumpang yang diterbangkan pada pukul 18.00 WIB itu terdiri dari 174 penumpang dewasa, sembilan anak-anak dan empat bayi.

Lebih jauh, dia mengatakan jadwal penerbangan rute Pekanbaru-Medan tidak ada yang terganggu akibat tertundanya penerbangan itu.

"Penerbangan JT 141 itu merupakan penerbangan terakhir tujuan Medan. Setelah itu tidak ada penerbangan lainnya, jadi secara umum tidak mengganggu jadwal penerbangan Lion Air lainnya," tambah dia.

Hanya saja dia mengatakan ada salah satu penumpang tujuan Aceh yang transit melalui Kualanamu harus tertunda. "Untuk yang bersangkutan kita akan berikan akomodasi di sana (Medan)," tutur dia lagi. (ant/jos)

See Also

Berkas First Travel Dilimpahkan Ke Kejari Depok
Bareskrim Mabes Polri Bekuk Pembuat Dan Pengedar Uang Palsu
BNN Telusuri Keterlibatan Oknum Aparat Dalam Produksi PCC Di Sejumlah Daerah
BNN Sita 13 Juta Pil PCC Di Semarang
Operasi Pabrik PCC, BNN Endus Keterlibatan Oknum Aparat
KPK Terima Pengembalian Uang Suap APBD Jambi
KPK Geledah Kantor Gubernur Jambi Zumi Zola
Andi Narogong Berjanji Kembalikan Keuntungan Dari Korupsi E-KTP
Kejutan Pernyataan Andi Narogong Soal Proyek E-KTP
KPK Ajukan Kasasi Putusan Banding Terdakwa E-KTP Irman-Sugiharto
KPK Geledah Tiga Lokasi Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi 2018
KPK Akan Limpahkan Berkas Setya Novanto Pekan Depan
Polrestro Jakarta Selatan Tetapkan Ahmad Dhani Sebagai Tersangka
OTT Anggota DPRD Dan Pejabat Pemprov Jambi Terkait APBD 2018
KPK Amankan 10 Orang Terkait OTT Anggota DPRD Jambi
KPK Tangkap Tangan Pejabat Dan Anggota DPRD Jambi
Dua Sketsa Wajah Ciri-Ciri Penyerang Novel Baswedan Dirilis Polda Metro Jaya
KPK Harap Identitas Penyerang Novel Baswedan Segera Diketahui
Setya Novanto Diperiksa Sebagai Saksi Untuk Tersangka Anang Sugiana Sudihardjo
Polda Metro Jaya Rilis Dua Sketsa Diduga Penyerang Novel Baswedan
Polda Metro Jaya Tunggu Hasil Tes Kejiwaan Dokter Ryan Helmi
KPK Akan Periksa Setya Novanto Sebagai Tersangka
Istri Setya Novanto Dicekal
Dugaan Korupsi Buku Perpustakaan SD Di Sampang Mulai Diproses Kejati Jatim
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.007.975 Since: 07.04.14 | 0.6562 sec