YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Hot News

Katolik Roma Diserang, Ahmadiyah Ikut Khawatir

Saturday, 31 May 2014 | View : 386

siarjustisia.com-YOGYAKARTA.

Suasana aman dan tenang yang selama ini dirasakan warga Ahmadiyah di Kota Yogyakarta terusik dengan peristiwa penyerangan sekelompok massa berjubah gamis terhadap jemaat Katolik Roma yang tengah menggelar doa Rosario bersama di Kabupaten Sleman pada Kamis (29/5/2014) petang.

Peristiwa penyerangan tanpa alasan jelas di rumah Direktur Penerbitan Galang Press itu, Julius Felicianus, mengakibatkan sejumlah orang terluka, termasuk pemilik rumah dan seorang wartawan elektronik dari Kompas TV, Michael Ariawan. Julius Felicianus juga menjadi korban. Kepalanya berdarah-darah. Menurut Julius Felicianus, pemukulan juga terjadi terhadap para peserta kegiatan doa di rumahnya. "Ibu-ibu juga ada yang dipukuli. Total ada 7 korban, salah satunya wartawan," beber dia.

Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani kepolisian. Para saksi sudah dimintai keterangan. “Di Yogya, penyerangan itu seperti sebuah gerakan yang makin berani dan nekat jika benar itu dari organisasi radikal keagamaan. Lama-lama ini semakin mengkhawatirkan,” urai Sekretaris Gerakan Ahmadiyah Indonesia Kota Yogyakarta, Mulyono, kepada wartawan, Jumat (30/5/2014).

Sekretaris Gerakan Ahmadiyah Indonesia Kota Yogyakarta, Mulyono menuturkan penyerangan kelompok radikal ke tempat peribadatan selama ini bisa dikatakan jarang terjadi di Kota Yogyakarta, termasuk yang pernah dialami Ahmadiyah. “Karena Kanjeng Nabi pun selalu berpesan pada pasukannya, jangan pernah menyerang orang yang sedang berdoa sekali pun mereka tidak menyembah Allah,” jelas dia.

Namun, dengan peristiwa semalam, Mulyono menyatakan bukan kalangan minoritas atau terpinggir seperti Ahmadiyah saja yang seharusnya khawatir.

Umat mayoritas selayaknya juga merasa cemas lantaran aksi itu sudah brutal dan jauh dari nilai dan ajaran agama mana pun lantaran berani menyerang umat yang sedang beribadah. “Yang dipertaruhkan adalah sisi keamanan Yogyakarta dengan nilai keberagamannya. Hal itu akan ternoda jika peristiwa tersebut dibiarkan tanpa proses hukum,” terang dia.

Ahmadiyah di Yogyakarta sempat beberapa kali mengalami tekanan dari kelompok organisasi keagamaan garis keras, seperti Front Pembela Islam (FPI), dan lainnya. Namun, sejauh ini Mulyono menilai aksi itu tidak sampai mengancam atau berlarut-larut, apalagi sampai menganggu ibadah.

Warga Ahamdiyah berharap keberagaman Yogya dapat terjaga. Pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya serta dapat diproses secara hukum. “Kami pun berharap keraton sebagai penjaga dalam aspek tata nilai kehidupan masyarakat DIY dapat turun tangan mengatasi persoalan agar tak berlarut-larut,” harap dia. (tem/jos)

See Also

Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban KM Sinar Bangun
Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Musibah KM Sinar Bangun Di Perairan Danau Toba
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Pendiri Matahari Group Ditemukan Meninggal Di Sungai Ciliwung
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Kodim 0716/Demak Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Julia Perez Meninggal
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Kapolri Beri Penghargaan Ke 5 Kapolres Terbaik
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Marie Muhammad Berpulang
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.433.181 Since: 07.04.14 | 0.6277 sec