YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2017, 0

Ekonomi

Bursa Saham Tokyo Dibuka Melemah Tajam

Thursday, 14 January 2016 | View : 1249

siarjustisia.com-TOKYO.

Bursa saham Tokyo dibuka melemah tajam pada Kamis (14/1/2016), menyusul aksi jual besar-besaran di Wall Street yang memukul harapan pembalikan berkelanjutan di pasar keuangan global.

AFP melaporkan, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo jatuh 3,74 persen atau 661,92 poin menjadi 17.053,71 dalam transaksi awal, sementara indeks Topix dari seluruh saham papan utama turun 3,44 persen atau 49,59 poin menjadi 1.392,50.

Saham-saham AS jatuh pada Rabu (13/1/2016) karena laporan utama stok minyak dan survei kondisi ekonomi daerah oleh Federal Reserve menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS melamban.

Dow Jones Industrial Average/IndexDJX/DJIA jatuh 2,21 persen, sedangkan S&P 500 kehilangan 2,50 persen dan Nasdaq Stock Market merosot 3,41 persen.

Bursa saham Tokyo naik pada Rabu (13/1/2016) untuk pertama kalinya pada 2016, karena data resmi pada hari sebelumnya menunjukkan ekspor China pada Desember mengalahkan ekspektasi, mengurangi kekhawatiran atas ekonomi nomor dua dunia itu pendorong utama pertumbuhan global.

Namun, para investor mengabaikan angka positif dan hanya terfokus pada laporan persediaan minyak mingguan, yang menunjukkan lonjakan dalam stok bahan bakar dan mengirim minyak mentah Brent di bawah 30 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak April 2004.

"Sentimen negatif mendominasi pasar," Michael McCarthy, seorang kepala analis di CMC Markets di Sydney, mengatakan kepada Bloomberg News.

"Fokus pasar terus bergeser setiap kali ada berita positif," Michael McCarthy menambahkan.

"Kami melihat angka perdagangan yang sangat baik dari China kemarin dan kita telah melihat rebound berumur pendek karena fokus bergeser ke komoditas."

Fed Beige Book, survei kondisi ekonomi daerah di AS, agak kurang menggembirakan dibandingkan Desember.

Di pasar uang, dolar melemah terhadap yen, jatuh ke 117,42 yen dari 117,72 yen pada Rabu (13/1/2016) di New York.

Euro bervariasi, diambil 1,0889 dolar dan 127,86 yen dari 1,0874 dolar dan 128,00 yen di perdagangan AS.

Saham-saham Tokyo melemah tajam pada pembukaan perdagangan pada Selasa (12/1/2016), karena kinerja lemah di pasar saham Shanghai, China, pada hari sebelumnya.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks Nikke 225 kehilangan 272,46 poin atau 1,54 persen dari Jumat (8/1/2016) menjadi 17.425,50, kerugian menandai penurunan hari keenam Nikkei dalam memulai tahun baru.

Indeks Topix dari seluruh saham papan utama di Bursa Efek Tokyo turun 20,34 poin atau 1,41 persen menjadi 1.426,98.

Pasar saham Tokyo ditutup pada Senin (11/1/2016) untuk hari libur nasional, seperti dilaporkan Xinhua.

Saham-saham Tokyo merosot ke penutupan terendah mereka sejak akhir September pada Selasa (12/1/2016), terpukul penguatan yen ketika para investor kembali dari hari libur untuk mengejar ketinggalan di tengah aksi jual regional akibat kekhawatiran China.

Indeks acuan Nikkei 225 memperpanjang rekor penurunan beruntun dari minggu lalu, menghapus lebih banyak dari keuntungan yang dibuat tahun lalu, karena turunnya harga minyak membebani saham-saham yang berkaitan dengan energi.

Pasar saham unggulan (blue-chip) Jepang merupakan indeks berkinerja terbaik pada 2015 memulai 2016 dengan enam kerugian beruntun untuk pertama kalinya setelah aksi jual melanda ekuitas China mengirim ketakutan ke lantai perdagangan global.

"Para investor mempertanyakan kapan pelemahan yuan dan penurunan di pasar saham China akan berhenti dan kekhawatiran atas perekonomian China sedang memperburuk sentimen pasar," Toshihiko Matsuno, kepala analis SMBC Friend Securities Co, mengatakan kepada Bloomberg News sesaat sebelum pasar dibuka pada Selasa (12/1/2016).

Indeks Nikkei turun 2,71 persen atau 479,00 poin menjadi 17.218,96, sementara indeks Topix dari seluruh saham papan utama kehilangan 3,13 persen atau 45,37 poin menjadi 1.401,95.

Shanghai kehilangan 5,3 persen pada Senin (11/1/2016), sementara Wall Street berakhir dengan keuntungan moderat.

Pasar keuangan di Tokyo ditutup pada Senin (11/1/2016) untuk hari libur nasional.

Sesaat sebelum pasar Tokyo dibuka pada Selasa (12/1/2016), pemerintah mengatakan Jepang mencatat surplus transaksi berjalan untuk bulan ke-17 berturut-turut pada November, memberikan dukungan bagi upaya Perdana Menteri Shinzo Abe meningkatkan ekonomi nomor tiga di dunia itu.

Surplus mencapai 1,14 triliun yen pada November, naik dari 440,2 miliar yen setahun sebelumnya, kata Kementerian Keuangan.

Saham Toyota kehilangan 1,58 persen menjadi 6.755 yen, sementara saham operator Uniqlo, Fast Retailing, kelas berat pasar, turun 1,33 persen menjadi 37.630 yen, dan Sony merosot 5,29 persen menjadi 2.675 yen.

Saham perusahaan eksplorasi energi Inpex turun 5,82 persen menjadi 1.035 yen, sementara JX Holdings turun 5,60 persen pada 441,6 yen.

Raksasa ritel Aeon merosot 9,97 persen menjadi 1.602 yen setelah pada Jumat (8/1/2016) mengumumkan kerugian kuartal ketiga, demikian laporan AFP.

Saham-saham Tokyo berakhir lebih rendah setelah begerak maju-mundur pada Selasa (5/1/2016), memperpanjang penurunan tajam hari sebelumnya karena investor cemas atas perekonomian global dan ketegangan di Timur Tengah.

Putaran lemah lain data manufaktur dari China memicu aksi jual tajam di Asia pada Senin (4/1/2016), mengirim mata uang "safe-haven" yen menguat, pada gilirannya memukul para eksportir Jepang. Indeks Nikkei berakhir turun lebih dari tiga persen pada Senin (4/1/2016), mengikuti kerugian hampir tujuh persen di Shanghai.

Sebuah data manufaktur mengecewakan di Amerika Serikat pada Senin (4/1/2016) menambah rasa takut, sehingga memukul pasar saham Eropa dan Wall Street.

"Hari ini kita melihat koreksi dalam langkah penghindaran risiko," Masashi Akutsu, analis di SMBC Nikko Securities, mengatakan kepada Bloomberg News.

"Saham-saham Shanghai dengan bersusah payah berhasil menambah keuntungan minimal sebelumnya, tapi kecemasan terus bertahan."

Setelah berayun antara keuntungan dan kerugian sepanjang hari, Nikkei ditutup turun 0,42 persen, atau 76,98 poin, menjadi 18.374,00.

Indeks Topix dari seluruh saham papan utama turun 0,33 persen, atau 4,96 poin, menjadi ditutup pada 1.504,71.

"Indikator-indikator ekonomi di China dan AS lemah," Toshihiko Matsuno, kepala analis di SMBC Friend Securities, mengatakan sebelum pasar dibuka pada Selasa (5/1/2016) pagi.

"Karena mereka adalah dua ekonomi terbesar dunia dan dampaknya sangat besar, setiap data baru mempertahankan pasar saham dalam ketegangan," tambahnya.

Sebuah yen yang kuat, yang pada Senin (4/1/2016) sempat turun di bawah 119 yen untuk pertama kalinya sejak Oktober, adalah hambatan bagi para eksportir. Pada Selasa (5/1/2016), dolar dibeli 119,39 yen dari 119,42 yen di New York.

Yen juga menguat terhadap euro. Mata uang tunggal jatuh menjadi 129,32 yen dari 129,37 yen, dan juga turun dari 131,59 yen pada akhir tahun lalu.

Sony naik tipis 0,18 persen menjadi 2.962,5 yen, sementara perusahaan eksplorasi energi Inpex naik tipis 0,37 persen menjadi 1.216 yen dibantu oleh kenaikan moderat dalam harga minyak.

Namun, Toyota turun 1,51 persen menjadi 7.226 yen, Nintendo kehilangan 1,47 persen menjadi 16.410 yen dan raksasa perbankan Mitsubishi UFJ berakhir turun 0,21 persen pada 744,5 yen.

Operator Uniqlo Fast, Retailing, kelas berat pasar, turun 0,54 persen menjadi 40.430 yen dan raksasa telekomunikasi SoftBank tergelincir 0,40 persen menjadi 5.969 yen, demikian AFP melaporkan. (xinhua/afp)

See Also

Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama
Presiden Joko Widodo Resmikan Megaproyek PLTU Bernilai 5,87 Miliar Dolar
Pemerintah Akan Resmikan BBM Satu Harga Di Seram
Presiden Joko Widodo Ngopi Sore Bersama Pelaku Industri Kopi Indonesia
Presiden Joko Widodo Dorong Pengusaha Kopi Promosikan Sektor Hulu
Industri Kreatif Tas Potensial Dikembangkan
Bupati Kudus Sebut Tiga Tantangan Pembangunan Pertanian
Indeks CAC-40 Prancis Menguat
Yuan China Menguat Terhadap Dolar AS
Babinsa Koramil 05/Cepu Turun Sawah Pendampingan Petani
Pasi Ter Kodim 0721/Blora Monitoring Rastra
Opel Automobile GmbH Kembali Merugi
PLTU Jawa 4 Telan Investasi 4,2 Miliar Dolar AS
Pedagang Beras Menjual Di Atas HET Dicabut Ijin
Kodim 0721/Blora Gelar Rakor Pengendalian Harga Pangan
Peduli Warga, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Bantu Panen Jagung
Dolar AS Melemah
Petani Wilayah Kodim 0721/Blora Makmur
Babinsa Berikan Motivasi Petani
Wall Street Berakhir Jatuh
Indeks Nikkei-225 Melemah Ketika Yen Menguat
Harga Emas Berbalik Naik
Indeks Straits Times Turun Tipis
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.824.651 Since: 07.04.14 | 0.4408 sec