YouTube Facebook Twitter RSS
23 Jul 2019, 0

Nusantara

Pemprov DKI Akan Hentikan Operasional Bus Jemputan PNS

Friday, 22 January 2016 | View : 463

siarjustisia.com-JAKARTA.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menghentikan operasional bus jemputan bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI yang bekerja di lingkungan Pemprov DKI mulai 25 Januari 2016.

"Betul, operasional bus jemputan untuk PNS DKI akan dihentikan, terhitung mulai tanggal 25 Januari 2016," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono di Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Menurut dia, penghentian operasional bus tersebut dilakukan karena adanya keluhan dari sebagian pegawai, terutama pegawai yang bekerja melebihi waktu sampai dengan pukul 18.00 WIB.

"Pegawai yang pulang naik bus pukul 16.00 WIB, sudah antre absen dari pukul 15.30 WIB karena takut ketinggalan bus. Sehingga, pegawai yang overtime sampai pukul 18.00 WIB protes karena tidak ada bus jemputan lagi," ujar Heru Budi Hartono.

Oleh karena itu, dia menuturkan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Gubernur yang digelar pada 18 Januari 2016, telah diputuskan bahwa operasional bus jemputan bagi para PNS DKI dihentikan.

"Karena sulitnya mengakomodir berbagai protes dari para pegawai. Sehingga, kami putuskan untuk menghentikan operasional bus jemputan saja. Lagi pula, take home pay pegawai DKI juga besar," tutur Heru Budi Hartono.

Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. menyebutkan ada beberapa alasan terkait keputusan penghentian operasional bus jemputan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

"Kebijakan penghentian operasional bus jemputan itu bukan tanpa alasan. Ada tiga alasan yang menjadi dasar pertimbangan kebijakan tersebut," beber mantan anggota Komisi II DPR RI, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI, Jl.Medan Merdeka Selatan No.8-9, Jakarta Pusat, Jumat (22/1/2016).

Alasan pertama, menurut pria yang lebih akrab disapa Ahok itu, yakni para PNS, terutama yang masih muda, kesulitan menggunakan bus jemputan tersebut karena sebagian besar bangku bus sudah ditempati oleh PNS yang lebih tua.

"Jadi, di dalam bus jemputan itu seperti sudah ada kelompok-kelompoknya. Sudah mirip seperti membership. PNS yang masih muda tidak bisa naik, karena kursi-kursinya punya PNS lain," ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta masa jabatan 15 Oktober 2012-16 Oktober 2014, Basuki Tjahaja Purnama.

Alasan kedua, dia menuturkan, yaitu karena PNS membayar uang iuran sekitar Rp 75.000 hingga Rp 100.000 per bulan agar dapat menggunakan bus jemputan tersebut. Padahal, bus jemputan itu disediakan untuk PNS secara gratis.

"Selain itu, bus-bus jemputan itu juga mengangkut penumpang biasa, yang bukan PNS, kemudian dipunguti uang bayaran. Padahal, sopirnya sudah digaji. Ini dia kesalahannya," tutur mantan anggota DPRD Belitung Timur Fraksi PPIB masa jabatan periode 2004-2005, Basuki Tjahaja Purnama.

Selanjutnya, dia mengungkapkan penghentian operasional bus jemputan itu dilakukan kerana banyaknya PNS yang bersiap-siap pulang sebelum waktu kerjanya berakhir, yakni pukul 16.00 WIB.

"PNS diperbolehkan absen pulang pukul 16.00 WIB. Namun, sebelumnya sudah siap-siap pulang, absen dan langsung duduk di bus. Berarti kan para pegawai itu tidak menyelesaikan tugasnya sampai akhir dengan alasan bus jemputan akan berangkat. Makanya, kami hentikan saja," ungkap mantan anggota DPR RI Fraksi Golongan Karya (Golkar) masa jabatan 1 Oktober 2009-26 April 2012, Basuki Tjahaja Purnama.

Penghentian operasional bus jemputan bagi PNS DKI Jakarta itu diketahui dari Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah.

Kemudian, para PNS diharapkan tetap masuk kerja tepat waktu sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sementara itu, terdapat sebanyak 18 unit bus jemputan yang disediakan bagi PNS DKI yang yang bekerja di lingkungan Balai Kota.

Sedangkan, di setiap wilayah, disediakan sekitar dua hingga tiga unit bus jemputan. Beberapa rute yang ditempuh oleh bus-bus jemputan itu, di antaranya Bekasi Barat, Depok, Bogor, dan Tangerang. (ant/jos)

See Also

Ritme Pekerjaan TMMD Terus Meningkat
Dandim 0716/Demak Matangkan Acara Pembukaan TMMD
Lestarikan Tradisi Leluhur Di TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Senyum Bahagia Bapak Nur Rochman Yang Rumahnya Akan Dibedah Di TMMD
Rumahnya Akan Dirobohkan, Mbah Warsini Bahagia
Danramil 01/Demak Kota Terjun Langsung Pasang Patok
Satgas TMMD Beri Motivasi Anak Atlet Sepak Bola
Tentara Akan Ciptakan Bangunan Berkualitas
Jelang Pembukaan TMMD, Bersama Warga TNI Kodim 0716/Demak Gelar Kerja Bhakti Bersama
Datangkan Bego Untuk Permak Lokasi Upacara Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Terus Dimatangkan, Persiapan Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Penentuan Warga Penerima Rehab RTLH Dijamin Selektif
Dansatgas TMMD Yang Dekat Dengan Warga
Berharap Ada Over Prestasi Di TMMD Kalikondang
Ternyata Pak Tentara Orangnya Ramah
Keakraban Warga Dan Satgas TMMD Terus Meningkat
Jaga Semangat TMMD Masih Panjang
TNI Wartawan Diminta Jaga Kesehatan Saat Handle Berita TMMD
TNI Dan Warga Adu Ilmu Operasional Molen
Demi Sukses TMMD, Ketua RW Rela Jadi Distributor Snack
Rakitan Besi Untuk Jalan TMMD Terus Dipersiapkan
Di Lokasi TMMD, Berat Sama Dipikul TNI Dan Warga
Santri Akan Total Bantu TMMD Hingga Tuntas
Dagangan Bakso Saya Laris Manis Sejak Ada TMMD
Bina Anak-Anak Desa TMMD Saat Berkesenian
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.123.898 Since: 07.04.14 | 0.5601 sec