YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Internasional

Larangan Perjalanan Ke New York Terkait Badai Salju Dicabut

Monday, 25 January 2016 | View : 468

siarjustisia.com-NEW YORK.

Larangan melakukan perjalanan di wilayah New York dicabut pada Minggu (24/1/2016), namun tidak demikian dengan Washington D.C./District of Columbia setelah badai salju melumpuhkan wilayah bagian Timur Laut Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (23/1/2016) hingga menewaskan sedikitnya 19 orang.

Badai tersebut merupakan terbesar kedua dalam sejarah New York, dengan ketebalan salju 26,8 inci (68 centimeter) di Central Park pada Sabtu (23/1/2016) tengan malam. Angka itu kurang sedikit dibandingkan dengan ketebalan 26,9 inci pada 2006, kata Badan Cuaca Nasional, lapor Reuters.

Sebanyak 30 orang meninggal dalam kecelakaan mobil yang disebabkan oleh cuaca buruk di Arkansas, Carolina Utara, Kentucky, Ohio, Tennessee, dan Virginia, Sabtu (23/1/2016).

Satu orang tewas di Maryland dan tiga lainnya di New York saat membersihkan salju. Dua orang meninggal akibat hipotermia di Virginia, kata petugas.

Pada Minggu (24/1/2016) pagi badai berhenti di wilayah pesisir, tinggal sisa-sisanya di Long Island dan Cape Cod. Beberapa wilayah di Timur Laut diprediksi akan mendapatkan sinar matahari diselingi awan pada Minggu (24/1/2016), dengan temperatur di atas titik beku.

Jalanan di Washington D.C. pada Minggu (24/1/2016) pagi terlihat sepi, sebagian besar jalan arteri di pusat kota sudah dibersihkan dan dibatasi dengan gundukan salju.

Para pekerja membersihkan trotoar sertagang, dan Wali Kota Washington D.C., Muriel Bowser meminta 4.000 orang untuk membantu mengeruk salju di kota. Lebih dari dari 2.000 tenaga sukarelawan sudah mendaftar.

Dinas Perhubungan Wilayah Metropolitan Washington, yang juga mengelola sistem perkeretapian bawah tanah tersibuk kedua di AS itu, menunda pengoperasian kereta sampai Minggu (24/1/2016).

Gubernur New York City Andrew Cuomo mencabut larangan perjalanan di wilayah New York dan Long Island, Minggu (24/1/2016) pukul 07.00 waktu setempat. Status darurat masih tetap diberlakukan oleh Gubernur New York City Andrew Cuomo.

Jembatan-jembatan dan terowongan menuju kota juga telah dibuka kembali sementara kereta api yang melintas di atas tanah akan mulai beroperasi pada Minggu (24/1/2016) pagi.

Layanan kereta api trayek Long Island masih dihentikan dan jalan kereta api Metro-North akan beroperasi secara penuh pada petang hari, kata petugas.

Badan Cuaca Nasional mengatakan bahwa salju setebal 17,8 inci (45,2 cm) melanda Washington D.C., menjadi hujan salju terbesar keempat dalam sejarah kota itu.

Menurut dinas prakiraan cuaca setempat, Badai Musim Dingin Jonas bergerak ke arah Northeast pada Sabtu (23/1/2016), dengan badai salju terus menyerang wilayah itu. Banjir yang tak pernah terjadi sebelumnya di pantai dan angin kencang dengan kecepatan lebih dari 112 kilometer per jam diramalkan menerpa sebagian daerah pantai.

Peringatan mengenai badai salju masih diberlakukan pada Sabtu (23/1/2016) kepada 38 juta orang di Virginia Utara, Washington D.C., Baltimore, Philadelphia, dan New York City.

Sejauh ini, para Gubernur dari 11 negara bagian AS telah mengumumkan keadaan darurat sementara salju tebal, angin dengan kekuatan topan dan banjir pantai tak memperlihatkan tanda akan reda.

Di Washington D.C., topan telah membuat salju bertumpuk setebal 13 inci, atau 33 centimeter, kata Wali Kota Washington Distict of Columbia Murial Bowser dalam satu taklimat di Washington D.C.

Salju setebal 25,4 centimeter diperkirakan turun selain angin kencang dalam beberapa jam, kata Wali Kota Washington Distict of Columbia Murial Bowser.

Sejauh ini, tak ada laporan mengenai korban jiwa di Washington D.C., kata polisi setempat, sebagaimana diberitakan Kantor Berita Xinhua.

Namun, di negara bagian yang berada di jalur topan, sedikitnya 12 orang tewas akibat cuaca ekstrem, kebanyakan karena kecelakaan lalu lintas.

Tak lama setelah tengah hari pada Sabtu (23/1/2016), Gubernur New York Andrew Cuomo mengumumkan larangan bepergian di New York City. Menurut larangan itu, semua kendaraan yang bukan kendaraan darurat tak boleh berada di jalan setelah pukul 14.39 waktu setempat.

Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan polisi akan menerapkan larangan tersebut. Ia juga mendesak Broadway Theater dan restoran segera tutup.

"Tiba waktunya untuk menutup kegiatan dan pegawai berhak untuk pulang secepatnya," kata Bill De Blasio.

Bill De Blasio, yang menyebut topan itu "salah satu badai salju terburuk dalam sejarah New York City" dan saljunya diperkirakan bertumpuk sampai 76 centimeter.

Bandar Udara Internasional Baltimore-Washington menorehkan catatan ketebalan salju 29,2 inci (74,2 cm) dan yang paling tebal, yaitu 42 inci (106,7 cm), terjadi di Glengarry, West Virginia.

Seorang juru bicara Bursa Efek New York (NYSE) menyatakan bahwa bursa rencananya dibuka seperti biasa pada Senin (25/1/2016).

Sekitar 3.750 jadwal penerbangan tertunda, Minggu (24/1/2016), dan 700 lainnya untuk Senin (25/1/2016) dibatalkan, menurut laporan FlightAware.com, laman tentang data dan jejak penerbangan.

Pesawat-pesawat sudah mulai mendarat di Bandara Internasional John F Kennedy dan pemberangkatan pesawat juga akan segera dapat dilaksanakan, kata Gubernur New York City Andrew Cuomo dalam konferensi pers.

United Airlines tidak mengoperasikan armadanya di bandara-bandara wilayah Washington D.C., Minggu (24/1/2016), dan akan secara bertahap memulai lagi operasi pada Senin (25/1/2016). Maskapai tersebut berencana memulai "operasi sangat terbatas" pada Senin (25/1/2016) sore di pangkalan utamanya di Newark, New Jersey.

Sekitar 150.000 pelanggan listrik di Carolina Utara dan 90.000 lainnya di New Jersey mengalami pemadaman selama badai berlangsung.

Di pantai New Jersey, kawasan yang luluh lantak akibat Topan Sandy pada 2012, badai salju mengakibatkan banjir air laut pasang.

Gelombang diperkirakan akan mencapai 91 cm di atas batas normal yang melintasi pantai New Jersey, kata Mitchell Gaines, ahli meteorologi dari Badan Cuaca Nasional.

"Bahaya akan cukup besar dengan datangnya air laut pasang," ujarnya.

Beberapa warga di sepanjang pantai New Jersey terpaksa dievakuasi, Sabtu (23/1/2016), saat air meninggi. Di Kota Wildwood, pekerja kegawatdaruratan dengan menggunakan perahu karet menyelamatkan sedikitnya 100 orang dari rumah-rumah mereka, kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Christopher DAmico.

Pada Minggu (24/1/2016), banjir sedang di pantai masih menjadi perhatian pemerintah Atlantic County, namun perubahan arah angin tidak akan berdampak terlalu besar dibandingkan pada hari Sabtu (23/1/2016), kata Linda Gilmore, petugas informasi publik daerah itu.

Badai terus melanda sepanjang wilayah Pantai Teluk ketika cuaca hangat dan udara lembab dari Samudera Atlantik berbenturan dengan udara dingin untuk membentuk sistem musim dingin secara masif, kata para ahli meteorologi. (xinhua/reuters)

See Also

Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
Satgas Malaysia Akan Selidiki Skandal Mega Korupsi 1MDB
Malaysia Ringkus 7 Anggota Terduga Jaringan IS
Sekolah Di Ghouta Timur Dihantam Rudal
Pasar Di Suriah Dihantam Roket
Arab Saudi Dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Pembelian Jet Tempur
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Presiden Suriah Tegaskan Serangan Di Ghouta Timur Akan Terus Berlanjut
Skandal Seks Wakil PM Australia Dan Staf Picu Usulan Larangan
Hujan Salju Tebal Lumpuhkan Paris
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia Di Suriah
Kurdi Irak Tahan 4.000 Ekstremis
Kereta Tabrak Ke Kereta Di Amerika Serikat
Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine Di Perth
Fosil Dinosaurus Baru Ditemukan Di Gurun Mesir
Pemimpin Oposisi Zimbabwe Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter Di Amerika Serikat
2 WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Bom Ganda Bunuh Diri Tewaskan 38 Orang Di Baghdad
Myanmar Bebaskan Dua Jurnalis Asing
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.176.227 Since: 07.04.14 | 0.6286 sec