YouTube Facebook Twitter RSS
27 Mar 2019, 0

Nusantara

Segel GKI Yasmin Dibuka Kembali Jika Prabowo-Hatta Terpilih

Tuesday, 03 June 2014 | View : 814

siarjustisia.com-JAKARTA.

Penyegelan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Bogor, provinsi Jawa Barat, masih berlanjut sampai saat ini. GKI Yasmin hingga hari ini masih disegel Pemerintah Kota Bogor. Namun, para jemaat dijanjikan dapat melaksanakan ibadah di gerejanya jika Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa segel GKI Yasmin akan dibuka kembali jika Prabowo Subianto terpilih menjadi presiden.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, mengaku langkah Prabowo Subianto membuka GKI Yasmin setelah menemui puluhan pendeta. Pernyataan Hashim Djojohadikusumo ini terlontar saat diskusi di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ), Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014). "Prabowo sudah mengatakan di depan puluhan pendeta. Ia akan perintahkan Kapolri untuk membuka GKI Yasmin," ungkap Hashim Djojohadikusumo.

Pernyataan Hashim Djojohadikusumo sekaligus jawaban atas pertanyaan salah satu peserta diskusi soal sikap Prabowo Subianto terkait penyegelan GKI Yasmin.

Pada 2005 lalu, Gereja ini sudah mengantongi IMB. Saat pembangunan berlangsung, sekelompok orang mengaku warga sekitar protes dan menuding GKI Yasmin telah memalsukan tanda tangan warga dalam surat persetujuan pembangunan Gereja.

Atas protes tersebut, IMB yang sudah dipegang pun dibekukan. Pemalsuan tersebut kemudian dibuktikan di Pengadilan Negeri (PN) Bogor pada tahun 2011 lalu, dan IMB pun dicabut.

Pemerintah memberi jemaat GKI Yasmin opsi untuk beribadah di Gedung yang disiapkan Pemkot Bogor, namun ditolak.

Dalam kesempatan itu Hashim Djojohadikusumo mengaku sebagai jemaah Gereja Kristen Indonesia (GKI). Dan GKI Yasmin adalah salah satu bagian dari gereja GKI. Karena ia berkomitmen memperjuangkan pembukaan GKI Yasmin yang selama ini disegel. "Saya tahu dia (Prabowo) komit untuk Pancasila," tuturnya.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo kemudian menekankan komitmen kakaknya terhadap Pancasila tidak perlu diragukan lagi karena menurutnya, Prabowo Subianto hidup dengan keluarga yang memiliki beragam keimanan.

Adik Prabowo Subianto ini bercerita, keluarganya sangat pluralis. Hashim Djojohadikusumo sendiri menganut Kristen Protestan, mengikuti agama ibunya Dora Marie Sigar. "Adik Prabowo Kristen, ibunya Kristen, tidak perlu diragukan komitmen Prabowo terhadap Pancasila. Yang biayai Partai Gerindra itu saya dan saya mendukungnya karena saya tahu dia berkomitmen terhadap Pancasila," tegas Hashim Djojohadikusumo.

Sedangkan Prabowo Subianto memeluk Islam, agama yang diyakini ayahnya Soemitro Dojojohadikusumo.

“Di keluarga kami, dari dulu agama tidak jadi masalah. Ada keluarga kami yang Islam, ada yang Protestan. Keluarga kami adalah keluarga Pancasila, dari dulu sampai dan yang akan datang,” terang ayah tiga anak ini.

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menghapus kalimat pemurnian agama dalam manifestonya. Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo, menegaskan pihaknya akan menghapus kalimat pemurnian agama dalam manifesto perjuangan Partai Gerindra yang sempat dipertanyakan sejumlah pihak. "Kalimat pemurnian agama sudah dihapus dari manifesto," kata Hashim Djojohadikusumo seusai sarasehan ‘Kedaulatan Energi Syarat Mutlak Ketahanan Bangsa’ yang diselenggarakan Partai Gerindra di Hotel Sahid, Senin (2/6/2014).

Meskipun, menurut Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Hasjim Djojohadikusumo, banyak pihak salah mengartikan maksud dari pemurnian agama.

Dia mengaku sudah menjelaskan secara tertulis kalimat pemurnian agama kepada Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) maupun pihak lain. "Saya sudah jelaskan secara tertulis bahwa latar belakang kalimat pemurnian agama, tidak seperti yang dicurigai banyak orang," kata Hasjim Djojohadikusumo dalam Diskusi Publik yang digelar PGI bertajuk "Gereja Mendengar Visi-Misi Capres 2014", di Jakarta, Senin (2/6/2014).

Dia menjelaskan, makna pemurnian agama bertujuan agar pemerintah dapat melarang aliran sesat. Dia mencontohkan bahwa Pemerintah Jerman melarang aliran Church of Scientology. "Church of Scientology itu bukan gereja. Negara Jerman ikut intervensi dalam urusan seperti itu. Itulah yang dimaksud pemurnian agama," terangnya.

Akan tetapi, dia menyatakan bahwa partainya akan mengubah kalimat pemurnian agama. "Kalau itu disalahartikan kami akan mengubah kalimat pemurnian agama. Saya sudah bilang ke Ketua Umum PGI," pungkasnya.

Adapun manifesto Gerindra yang dipermasalahkan itu dimuat dalam buku berjudul Manifesto Perjuangan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pada halaman 40 bidang agama dalam buku itu, disebutkan negara dituntut menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui negara dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Hashim Djojohadikusumo mengatakan partainya akan menegakkan Pancasila di Indonesia. "Kami  kan partai Pancasila. Kami akan menegakkan hukum di Indonesia kalau ada diskriminasi terhadap suku, agama, dan ras tertentu," tambahnya lagi.

Mengenai sikap Partai Gerindra terhadap kaum minoritas dan marjinal, Hashim Djojohadikusumo mengatakan partainya akan menegakkan hukum untuk semua kelompok, suku, agama, dan ras minoritas. "Kami akan menegakkan hukum. Di Indonesia tidak boleh ada diskriminasi," tutur Hashim Djojohadikusumo.

Juru Bicara pasangan Jokowi-Jusuf Kalla, Luhut Pandjaitan, yang hadir dalam diskusi itu menyatakan kalimat pemurnian agama yang tertuang dalam manifesto perjuangan Partai Gerindra sebagai berbahaya, karena sejalan dengan salah satu doktrin yang dianut paham Wahabi.

Pernyataan Luhut Pandjaitan juga didukung tokoh agama Islam, Alwi Shihab yang hadir di sana. Alwi Shihab mengatakan apabila Partai Gerindra bersikeras bekerja sama dengan kelompok pemurnian agama, maka Nahdlatul Ulama  (NU) dikhawatirkan akan habis.

Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Andreas Anangguru Yewangoe juga mengaku khawatir dengan kalimat itu karena seolah-olah negara berhak mengklaim agama tertentu sebagai agama sesat.

Menjawab kekhawatiran itu, Hashim Djojohadikusumo lalu berjanji akan menghapus dan mengubah kalimat itu. "Ya kami akan hapus dan mengubah kalimat itu, tidak ada masalah," kata Hashim Djojohadikusumo usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk "Gereja Mendengar Visi-Misi Capres 2014" yang diselenggarakan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) di Jakarta, Senin (2/6/2014). "Mengenai pemurnian agama, itu sebenarnya di mana-mana negara mengaturnya. Kalau dipersoalkan kami akan ubah kalimat itu," kata dia lagi.

Hashim Djojohadikusumo lalu menyebut Prabowo Subianto bahwa sejak 2005 telah memperingatkan dirinya soal bahaya paham Wahabi. "Kami sangat sadar. Tapi yang penting sekarang menang dulu, nanti kita akan atur," kata Hashim Djojohadikusumo.

PGI menggelar diskusi bertajuk "Gereja Mendengar Visi-Misi Capres 2014" untuk mengetahui secara jelas visi dan misi kedua pasangan capres-cawapres.

Ketua Umum PGI Andreas Yewangoe mengharapkan paparan visi-misi itu dapat memberikan pemahaman bagi umat kristiani untuk selanjutnya menggunakan hak pilihnya secara bebas.

Dalam diskusi itu kubu Jokowi-Jusuf Kalla diwakili Juru Bicara Luhut Pandjaitan, sedangkan kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diwakili Hashim S. Djojohadikusumo. (tem/jos)

See Also

Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.580.211 Since: 07.04.14 | 0.9497 sec