YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2019, 0

Nusantara

Segel GKI Yasmin Dibuka Kembali Jika Prabowo-Hatta Terpilih

Tuesday, 03 June 2014 | View : 780

siarjustisia.com-JAKARTA.

Penyegelan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Bogor, provinsi Jawa Barat, masih berlanjut sampai saat ini. GKI Yasmin hingga hari ini masih disegel Pemerintah Kota Bogor. Namun, para jemaat dijanjikan dapat melaksanakan ibadah di gerejanya jika Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa segel GKI Yasmin akan dibuka kembali jika Prabowo Subianto terpilih menjadi presiden.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, mengaku langkah Prabowo Subianto membuka GKI Yasmin setelah menemui puluhan pendeta. Pernyataan Hashim Djojohadikusumo ini terlontar saat diskusi di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ), Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014). "Prabowo sudah mengatakan di depan puluhan pendeta. Ia akan perintahkan Kapolri untuk membuka GKI Yasmin," ungkap Hashim Djojohadikusumo.

Pernyataan Hashim Djojohadikusumo sekaligus jawaban atas pertanyaan salah satu peserta diskusi soal sikap Prabowo Subianto terkait penyegelan GKI Yasmin.

Pada 2005 lalu, Gereja ini sudah mengantongi IMB. Saat pembangunan berlangsung, sekelompok orang mengaku warga sekitar protes dan menuding GKI Yasmin telah memalsukan tanda tangan warga dalam surat persetujuan pembangunan Gereja.

Atas protes tersebut, IMB yang sudah dipegang pun dibekukan. Pemalsuan tersebut kemudian dibuktikan di Pengadilan Negeri (PN) Bogor pada tahun 2011 lalu, dan IMB pun dicabut.

Pemerintah memberi jemaat GKI Yasmin opsi untuk beribadah di Gedung yang disiapkan Pemkot Bogor, namun ditolak.

Dalam kesempatan itu Hashim Djojohadikusumo mengaku sebagai jemaah Gereja Kristen Indonesia (GKI). Dan GKI Yasmin adalah salah satu bagian dari gereja GKI. Karena ia berkomitmen memperjuangkan pembukaan GKI Yasmin yang selama ini disegel. "Saya tahu dia (Prabowo) komit untuk Pancasila," tuturnya.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo kemudian menekankan komitmen kakaknya terhadap Pancasila tidak perlu diragukan lagi karena menurutnya, Prabowo Subianto hidup dengan keluarga yang memiliki beragam keimanan.

Adik Prabowo Subianto ini bercerita, keluarganya sangat pluralis. Hashim Djojohadikusumo sendiri menganut Kristen Protestan, mengikuti agama ibunya Dora Marie Sigar. "Adik Prabowo Kristen, ibunya Kristen, tidak perlu diragukan komitmen Prabowo terhadap Pancasila. Yang biayai Partai Gerindra itu saya dan saya mendukungnya karena saya tahu dia berkomitmen terhadap Pancasila," tegas Hashim Djojohadikusumo.

Sedangkan Prabowo Subianto memeluk Islam, agama yang diyakini ayahnya Soemitro Dojojohadikusumo.

“Di keluarga kami, dari dulu agama tidak jadi masalah. Ada keluarga kami yang Islam, ada yang Protestan. Keluarga kami adalah keluarga Pancasila, dari dulu sampai dan yang akan datang,” terang ayah tiga anak ini.

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menghapus kalimat pemurnian agama dalam manifestonya. Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo, menegaskan pihaknya akan menghapus kalimat pemurnian agama dalam manifesto perjuangan Partai Gerindra yang sempat dipertanyakan sejumlah pihak. "Kalimat pemurnian agama sudah dihapus dari manifesto," kata Hashim Djojohadikusumo seusai sarasehan ‘Kedaulatan Energi Syarat Mutlak Ketahanan Bangsa’ yang diselenggarakan Partai Gerindra di Hotel Sahid, Senin (2/6/2014).

Meskipun, menurut Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Hasjim Djojohadikusumo, banyak pihak salah mengartikan maksud dari pemurnian agama.

Dia mengaku sudah menjelaskan secara tertulis kalimat pemurnian agama kepada Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) maupun pihak lain. "Saya sudah jelaskan secara tertulis bahwa latar belakang kalimat pemurnian agama, tidak seperti yang dicurigai banyak orang," kata Hasjim Djojohadikusumo dalam Diskusi Publik yang digelar PGI bertajuk "Gereja Mendengar Visi-Misi Capres 2014", di Jakarta, Senin (2/6/2014).

Dia menjelaskan, makna pemurnian agama bertujuan agar pemerintah dapat melarang aliran sesat. Dia mencontohkan bahwa Pemerintah Jerman melarang aliran Church of Scientology. "Church of Scientology itu bukan gereja. Negara Jerman ikut intervensi dalam urusan seperti itu. Itulah yang dimaksud pemurnian agama," terangnya.

Akan tetapi, dia menyatakan bahwa partainya akan mengubah kalimat pemurnian agama. "Kalau itu disalahartikan kami akan mengubah kalimat pemurnian agama. Saya sudah bilang ke Ketua Umum PGI," pungkasnya.

Adapun manifesto Gerindra yang dipermasalahkan itu dimuat dalam buku berjudul Manifesto Perjuangan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pada halaman 40 bidang agama dalam buku itu, disebutkan negara dituntut menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui negara dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Hashim Djojohadikusumo mengatakan partainya akan menegakkan Pancasila di Indonesia. "Kami  kan partai Pancasila. Kami akan menegakkan hukum di Indonesia kalau ada diskriminasi terhadap suku, agama, dan ras tertentu," tambahnya lagi.

Mengenai sikap Partai Gerindra terhadap kaum minoritas dan marjinal, Hashim Djojohadikusumo mengatakan partainya akan menegakkan hukum untuk semua kelompok, suku, agama, dan ras minoritas. "Kami akan menegakkan hukum. Di Indonesia tidak boleh ada diskriminasi," tutur Hashim Djojohadikusumo.

Juru Bicara pasangan Jokowi-Jusuf Kalla, Luhut Pandjaitan, yang hadir dalam diskusi itu menyatakan kalimat pemurnian agama yang tertuang dalam manifesto perjuangan Partai Gerindra sebagai berbahaya, karena sejalan dengan salah satu doktrin yang dianut paham Wahabi.

Pernyataan Luhut Pandjaitan juga didukung tokoh agama Islam, Alwi Shihab yang hadir di sana. Alwi Shihab mengatakan apabila Partai Gerindra bersikeras bekerja sama dengan kelompok pemurnian agama, maka Nahdlatul Ulama  (NU) dikhawatirkan akan habis.

Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Andreas Anangguru Yewangoe juga mengaku khawatir dengan kalimat itu karena seolah-olah negara berhak mengklaim agama tertentu sebagai agama sesat.

Menjawab kekhawatiran itu, Hashim Djojohadikusumo lalu berjanji akan menghapus dan mengubah kalimat itu. "Ya kami akan hapus dan mengubah kalimat itu, tidak ada masalah," kata Hashim Djojohadikusumo usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk "Gereja Mendengar Visi-Misi Capres 2014" yang diselenggarakan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) di Jakarta, Senin (2/6/2014). "Mengenai pemurnian agama, itu sebenarnya di mana-mana negara mengaturnya. Kalau dipersoalkan kami akan ubah kalimat itu," kata dia lagi.

Hashim Djojohadikusumo lalu menyebut Prabowo Subianto bahwa sejak 2005 telah memperingatkan dirinya soal bahaya paham Wahabi. "Kami sangat sadar. Tapi yang penting sekarang menang dulu, nanti kita akan atur," kata Hashim Djojohadikusumo.

PGI menggelar diskusi bertajuk "Gereja Mendengar Visi-Misi Capres 2014" untuk mengetahui secara jelas visi dan misi kedua pasangan capres-cawapres.

Ketua Umum PGI Andreas Yewangoe mengharapkan paparan visi-misi itu dapat memberikan pemahaman bagi umat kristiani untuk selanjutnya menggunakan hak pilihnya secara bebas.

Dalam diskusi itu kubu Jokowi-Jusuf Kalla diwakili Juru Bicara Luhut Pandjaitan, sedangkan kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diwakili Hashim S. Djojohadikusumo. (tem/jos)

See Also

Dandim 0716/Demak Pimpin Sertijab Pasiops
Babinsa 11/Sayung Hadiri Sosialisasi Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga
Wujudkan Sinergitas, Kapolres Demak Sempatkan Diri Berkunjung Ke Koramil 04/Dempet
Piket Koramil 13/Karangawen Aktif Patroli Malam Bersama Polsek Guna Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2019
Bermodal Tekad, Babinsa 02/Bonang Ajak Generasi Muda Binaannya Untuk Gemar Membaca
Babinsa 12/Mranggen Berikan Himbauan Kepada Siswa Yang Kedapatan Bolos Saat Jam Pelajaran
Melalui Jam Komandan, Dandim 0716/Demak Tekankan Netralitas TNI Dalam Pemilu
Gotong Royong Babinsa 12/Mranggen Dan Masyarakat Atasi Banjir Di Banyumeneng
Jumlah Korban Jiwa Tsunami Selat Sunda Capai 437 Orang
Dampingi Kegiatan Posyandu, Wujud Nyata Kepedulian Babinsa 11/Sayung Terhadap Kesehatan Masyarakat
Babinsa 12/Mranggen Bersama Warga Laksanakan Karya Bhakti Peninggian Tanggul
Babinsa 02/Bonang Kunjungi TK Di Desa Binaannya
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Jalan Gubeng Ambles Diduga Kesalahan Konstruksi Proyek
Jalan Gubeng Surabaya Ambles
Dandim 0716/Demak Serahkan Piala Dalam Rangka Peringati HUT Korpri Dan HUT PGRI
Dandim 0716/Demak Hadiri Upacara HUT PGRI Ke-73 Dan HUT Korpri Ke-47
Peran Aktif Koramil 11/Sayung Dalam Membantu Mengatasi Kesulitan Warganya
Semangat Tanpa Batas, Babinsa 01/Demak Bantu Petani Dukuh Gesik Tanam Padi
Semangat Prajurit Kodim 0716/Demak Dalam Mengisi Jadwal Minggu Militer
Kodim 0716/Demak Ikuti Apel Siaga Darurat Banjir Musim Penghujan
Bersinergi Dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Pundenarum Tangkal Banjir
Dandim 0716/Demak Bersama Forkopimda Kabupaten Demak Melepas Keberangkatan Banser Dan GP Ansor
Peringati HUT PGRI Dan KORPRI, Kodim 0716/Demak Ajak Masyarakat Bersihkan Sungai Pelayaran
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.247.810 Since: 07.04.14 | 0.6583 sec