YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Nusantara

Segel GKI Yasmin Dibuka Kembali Jika Prabowo-Hatta Terpilih

Tuesday, 03 June 2014 | View : 757

siarjustisia.com-JAKARTA.

Penyegelan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Bogor, provinsi Jawa Barat, masih berlanjut sampai saat ini. GKI Yasmin hingga hari ini masih disegel Pemerintah Kota Bogor. Namun, para jemaat dijanjikan dapat melaksanakan ibadah di gerejanya jika Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa segel GKI Yasmin akan dibuka kembali jika Prabowo Subianto terpilih menjadi presiden.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, mengaku langkah Prabowo Subianto membuka GKI Yasmin setelah menemui puluhan pendeta. Pernyataan Hashim Djojohadikusumo ini terlontar saat diskusi di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ), Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014). "Prabowo sudah mengatakan di depan puluhan pendeta. Ia akan perintahkan Kapolri untuk membuka GKI Yasmin," ungkap Hashim Djojohadikusumo.

Pernyataan Hashim Djojohadikusumo sekaligus jawaban atas pertanyaan salah satu peserta diskusi soal sikap Prabowo Subianto terkait penyegelan GKI Yasmin.

Pada 2005 lalu, Gereja ini sudah mengantongi IMB. Saat pembangunan berlangsung, sekelompok orang mengaku warga sekitar protes dan menuding GKI Yasmin telah memalsukan tanda tangan warga dalam surat persetujuan pembangunan Gereja.

Atas protes tersebut, IMB yang sudah dipegang pun dibekukan. Pemalsuan tersebut kemudian dibuktikan di Pengadilan Negeri (PN) Bogor pada tahun 2011 lalu, dan IMB pun dicabut.

Pemerintah memberi jemaat GKI Yasmin opsi untuk beribadah di Gedung yang disiapkan Pemkot Bogor, namun ditolak.

Dalam kesempatan itu Hashim Djojohadikusumo mengaku sebagai jemaah Gereja Kristen Indonesia (GKI). Dan GKI Yasmin adalah salah satu bagian dari gereja GKI. Karena ia berkomitmen memperjuangkan pembukaan GKI Yasmin yang selama ini disegel. "Saya tahu dia (Prabowo) komit untuk Pancasila," tuturnya.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo kemudian menekankan komitmen kakaknya terhadap Pancasila tidak perlu diragukan lagi karena menurutnya, Prabowo Subianto hidup dengan keluarga yang memiliki beragam keimanan.

Adik Prabowo Subianto ini bercerita, keluarganya sangat pluralis. Hashim Djojohadikusumo sendiri menganut Kristen Protestan, mengikuti agama ibunya Dora Marie Sigar. "Adik Prabowo Kristen, ibunya Kristen, tidak perlu diragukan komitmen Prabowo terhadap Pancasila. Yang biayai Partai Gerindra itu saya dan saya mendukungnya karena saya tahu dia berkomitmen terhadap Pancasila," tegas Hashim Djojohadikusumo.

Sedangkan Prabowo Subianto memeluk Islam, agama yang diyakini ayahnya Soemitro Dojojohadikusumo.

“Di keluarga kami, dari dulu agama tidak jadi masalah. Ada keluarga kami yang Islam, ada yang Protestan. Keluarga kami adalah keluarga Pancasila, dari dulu sampai dan yang akan datang,” terang ayah tiga anak ini.

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menghapus kalimat pemurnian agama dalam manifestonya. Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo, menegaskan pihaknya akan menghapus kalimat pemurnian agama dalam manifesto perjuangan Partai Gerindra yang sempat dipertanyakan sejumlah pihak. "Kalimat pemurnian agama sudah dihapus dari manifesto," kata Hashim Djojohadikusumo seusai sarasehan ‘Kedaulatan Energi Syarat Mutlak Ketahanan Bangsa’ yang diselenggarakan Partai Gerindra di Hotel Sahid, Senin (2/6/2014).

Meskipun, menurut Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Hasjim Djojohadikusumo, banyak pihak salah mengartikan maksud dari pemurnian agama.

Dia mengaku sudah menjelaskan secara tertulis kalimat pemurnian agama kepada Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) maupun pihak lain. "Saya sudah jelaskan secara tertulis bahwa latar belakang kalimat pemurnian agama, tidak seperti yang dicurigai banyak orang," kata Hasjim Djojohadikusumo dalam Diskusi Publik yang digelar PGI bertajuk "Gereja Mendengar Visi-Misi Capres 2014", di Jakarta, Senin (2/6/2014).

Dia menjelaskan, makna pemurnian agama bertujuan agar pemerintah dapat melarang aliran sesat. Dia mencontohkan bahwa Pemerintah Jerman melarang aliran Church of Scientology. "Church of Scientology itu bukan gereja. Negara Jerman ikut intervensi dalam urusan seperti itu. Itulah yang dimaksud pemurnian agama," terangnya.

Akan tetapi, dia menyatakan bahwa partainya akan mengubah kalimat pemurnian agama. "Kalau itu disalahartikan kami akan mengubah kalimat pemurnian agama. Saya sudah bilang ke Ketua Umum PGI," pungkasnya.

Adapun manifesto Gerindra yang dipermasalahkan itu dimuat dalam buku berjudul Manifesto Perjuangan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pada halaman 40 bidang agama dalam buku itu, disebutkan negara dituntut menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui negara dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Hashim Djojohadikusumo mengatakan partainya akan menegakkan Pancasila di Indonesia. "Kami  kan partai Pancasila. Kami akan menegakkan hukum di Indonesia kalau ada diskriminasi terhadap suku, agama, dan ras tertentu," tambahnya lagi.

Mengenai sikap Partai Gerindra terhadap kaum minoritas dan marjinal, Hashim Djojohadikusumo mengatakan partainya akan menegakkan hukum untuk semua kelompok, suku, agama, dan ras minoritas. "Kami akan menegakkan hukum. Di Indonesia tidak boleh ada diskriminasi," tutur Hashim Djojohadikusumo.

Juru Bicara pasangan Jokowi-Jusuf Kalla, Luhut Pandjaitan, yang hadir dalam diskusi itu menyatakan kalimat pemurnian agama yang tertuang dalam manifesto perjuangan Partai Gerindra sebagai berbahaya, karena sejalan dengan salah satu doktrin yang dianut paham Wahabi.

Pernyataan Luhut Pandjaitan juga didukung tokoh agama Islam, Alwi Shihab yang hadir di sana. Alwi Shihab mengatakan apabila Partai Gerindra bersikeras bekerja sama dengan kelompok pemurnian agama, maka Nahdlatul Ulama  (NU) dikhawatirkan akan habis.

Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Andreas Anangguru Yewangoe juga mengaku khawatir dengan kalimat itu karena seolah-olah negara berhak mengklaim agama tertentu sebagai agama sesat.

Menjawab kekhawatiran itu, Hashim Djojohadikusumo lalu berjanji akan menghapus dan mengubah kalimat itu. "Ya kami akan hapus dan mengubah kalimat itu, tidak ada masalah," kata Hashim Djojohadikusumo usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk "Gereja Mendengar Visi-Misi Capres 2014" yang diselenggarakan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) di Jakarta, Senin (2/6/2014). "Mengenai pemurnian agama, itu sebenarnya di mana-mana negara mengaturnya. Kalau dipersoalkan kami akan ubah kalimat itu," kata dia lagi.

Hashim Djojohadikusumo lalu menyebut Prabowo Subianto bahwa sejak 2005 telah memperingatkan dirinya soal bahaya paham Wahabi. "Kami sangat sadar. Tapi yang penting sekarang menang dulu, nanti kita akan atur," kata Hashim Djojohadikusumo.

PGI menggelar diskusi bertajuk "Gereja Mendengar Visi-Misi Capres 2014" untuk mengetahui secara jelas visi dan misi kedua pasangan capres-cawapres.

Ketua Umum PGI Andreas Yewangoe mengharapkan paparan visi-misi itu dapat memberikan pemahaman bagi umat kristiani untuk selanjutnya menggunakan hak pilihnya secara bebas.

Dalam diskusi itu kubu Jokowi-Jusuf Kalla diwakili Juru Bicara Luhut Pandjaitan, sedangkan kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diwakili Hashim S. Djojohadikusumo. (tem/jos)

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.345 Since: 07.04.14 | 0.6619 sec