YouTube Facebook Twitter RSS
23 Jul 2019, 0

Nusantara

Presiden Sebut Pengembangan Borobudur Tingkatkan Kunjungan Wisman

Friday, 29 January 2016 | View : 351

siarjustisia.com-MAGELANG.

Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa “Jokowi”  berharap rencana pengembangan destinasi wisata Candi Borobudur dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

"Saya ke sini mau mendengar paparan di lapangan sehingga bisa memutuskan langsung, karena di sini ada badan pengelola, ada provinsi terkait, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan kementerian terkait," kata Presiden Jokowi di Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Jumat (29/1/2016).

Rencana pengembangan tersebut diharapkan dapat menambah jumlah kunjungan wisman pada 2019 menjadi 20 juta pengunjung atau dua kali lipat dari 2015.

Presiden mengatakan, jumlah kunjungan wisman ke Borobudur pada 2014 mencapai 250 ribu orang sementara pengunjung domestik sebanyak 2,2 juta orang.

"Data yang saya terima pada 2014 jumlah wisatawan yang datang sebesar 250 ribu orang dan wisatawan nusantara kurang lebih 2,2 juta orang," ucap Presiden.

Presiden menjelaskan, Borobudur adalah mahakarya budaya dunia yang harus terus dilestarikan.

Dengan adanya Borobudur, menurut Presiden, dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

Menurut Presiden, potensi pasar wisatawan mancanegara yang dapat mengunjungi borobudur sangat besar, terutama dari Malaysia, Taiwan, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Hongkong, Belanda, Jerman, Brunei, dan China.

"Saya melihat potensi pasarnya masih sangat terbuka, terutama berasal dari Malaysia, Taiwan, Singapura, Jepang, Amerika, Inggris, Hongkong, Belanda Jerman, Brunei, dan jangan dilupakan juga dari China," kata Presiden Jokowi.

Oleh karena itu, Presiden mengarahkan kepada para menteri dan pejabat terkait untuk mempersiapkan seluruh hal secara baik, dan meminta kementerian dapat berintegrasi dan koordinasi dengan pihak provinsi dalam memperbaiki aksesibilitas.

Presiden juga meminta keterhubungan sarana dan prasarana Candi Borobudur dengan kawasan wisata lain, yaitu Candi Prambanan dan situs manusia purba Sangiran dapat ditingkatkan.

Pemerintah tengah berupaya mengembangkan sepuluh kawasan pariwisata di Indonesia, yaitu Candi Borobudur, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo, Mandalika, Pulau Komodo, Wakatobi dan Morotai.

Presiden juga telah meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera) untuk mendukung pembangunan infrastruktur wisata guna mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta, agar Candi Borobudur dan kawasan di sekitarnya dilengkapi dengan fasilitas pendukung sekelas bintang empat.

Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas tentang Percepatan Pembangunan Daerah Pariwisata Nasional Candi Borobudur di sekitar Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, dan berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (29/2/2016).

Pada kesempatan itu, Presiden meminta agar dipersiapkan fasilitas dan pelayanan dengan standar internasional, termasuk juga memperiapkan toilet dengan standar bintang empat.

"Meskipun itu untuk umum, tapi bintang empat. Tapi, juga dijaga, dirawat, harian harus dikontrol. Standar-standar itu yang kita inginkan," ujar Presiden.

Terkait dengan atraksi seni budaya, Presiden meminta agar dipersiapkan koreografi yang baik, tentunya dengan koreografer yang berkualitas dan juga menggunakan kurator.

"Sehingga, yang dilihat di sini tidak hanya Borobudur, tapi juga atraksi seni budaya juga bisa dimunculkan," ucap Presiden.

Presiden mendapatkan informasi bahwa atraksi tarian hanya digelar satu kali dalam setahun. Sebaiknya, ucap Presiden, atraksi digelar setiap pekan.

"Saya kira kalau diurut kabupaten se-Jateng dan DIY sudah lebih dari cukup. Kalau mau melebar se-Indonesia. Lebih banyak lagi produk-produk atraksi yang bisa kita munculkan," ucap Presiden.

Presiden mengarahkan, agar pengelolaan kawasan Candi Borobudur diperbaiki manajemennya. Mesti belum mendengar secara jelas, tapi Presiden mendengar informasi secara sayup-sayup ada empat manajemen yang terlibat.

"Kalau kapal nahkodanya empat, biasanya memutuskannya bingung. Nah, ini yang harus kita putuskan, juga masalah yang berkaitan dengan zonasi dan lain-lainnya," ujar Presiden.

Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas tentang Percepatan Pembangunan Daerah Pariwisata Nasional Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah.

Presiden Jokowi dalam rapat yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Jumat (29/1/2016), tidak hanya membahas soal pengembangan Candi Borobudur saja.

Sebelum memulai rapat, Presiden Joko Widodo meninjau langsung Candi Borobudur dan sekitarnya.

"Borobudur adalah mahakarya budaya dunia dan sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia," ucap Presiden.

Saat memberi pengantar pada rapat, Presiden menyampaikan bahwa Candi Borobudur harus terus dilestarikan dan dijadikan destinasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Saya minta pengembangan Borobudur ini disiapkan dengan baik, terintegrasi antar kementerian dengan provinsi. Dan baik itu berkaitan dengan aksesibilitas, terintegrasi dengan kawasan wisata yang lain, seperti Prambanan, yang juga warisan budaya," kata Presiden.

Rapat terbatas itu diikuti dan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI ke-4 mulai menjabat 12 Agustus 2015, Dr. Rizal Ramli, Menteri Sekretaris Negara Kabinet Kerja sejak 27 Oktober 2014, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Indonesia ke-29 mulai menjabat 27 Oktober 2014, Tjahjo Kumolo, S.H., Menteri Luar Negeri Indonesia 2014-2019 dalam kabinet kerja Jokowi-JK, Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri Keuangan Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D., Menteri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi Indonesia ke-15 pada Kabinet Kerja (2014-2019) mulai menjabat 27 Oktober 2014, Dr. Yuddy Chrisnandi, serta Menteri Koperasi Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM) yang sejak tanggal 27 Oktober 2014 dijabat oleh AAGN Puspayoga.

Selain itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke-7 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Rini Mariani Soemarno Soewandi, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia pada Kabinet Kerja (2014-2019) Rudiantara, Menteri Pariwisata pada Kabinet Kerja Jokowi-JK, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Kepala Staf Kepresidenan Indonesia sejak 2 September 2015 Teten Masduki, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mulai menjabat 26 Januari 2015, Triawan Munaf.

See Also

Ritme Pekerjaan TMMD Terus Meningkat
Dandim 0716/Demak Matangkan Acara Pembukaan TMMD
Lestarikan Tradisi Leluhur Di TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Senyum Bahagia Bapak Nur Rochman Yang Rumahnya Akan Dibedah Di TMMD
Rumahnya Akan Dirobohkan, Mbah Warsini Bahagia
Danramil 01/Demak Kota Terjun Langsung Pasang Patok
Satgas TMMD Beri Motivasi Anak Atlet Sepak Bola
Tentara Akan Ciptakan Bangunan Berkualitas
Jelang Pembukaan TMMD, Bersama Warga TNI Kodim 0716/Demak Gelar Kerja Bhakti Bersama
Datangkan Bego Untuk Permak Lokasi Upacara Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Terus Dimatangkan, Persiapan Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Penentuan Warga Penerima Rehab RTLH Dijamin Selektif
Dansatgas TMMD Yang Dekat Dengan Warga
Berharap Ada Over Prestasi Di TMMD Kalikondang
Ternyata Pak Tentara Orangnya Ramah
Keakraban Warga Dan Satgas TMMD Terus Meningkat
Jaga Semangat TMMD Masih Panjang
TNI Wartawan Diminta Jaga Kesehatan Saat Handle Berita TMMD
TNI Dan Warga Adu Ilmu Operasional Molen
Demi Sukses TMMD, Ketua RW Rela Jadi Distributor Snack
Rakitan Besi Untuk Jalan TMMD Terus Dipersiapkan
Di Lokasi TMMD, Berat Sama Dipikul TNI Dan Warga
Santri Akan Total Bantu TMMD Hingga Tuntas
Dagangan Bakso Saya Laris Manis Sejak Ada TMMD
Bina Anak-Anak Desa TMMD Saat Berkesenian
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.123.903 Since: 07.04.14 | 0.5808 sec