YouTube Facebook Twitter RSS
26 May 2019, 0

Ekonomi

Emas Naik Didorong Pelemahan Dolar AS

Thursday, 04 February 2016 | View : 371
Tags : Emas

siarjustisia.com-CHICAGO.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (3/2/2016) atau Kamis (4/2/2016) pagi WIB, karena dolar AS yang melemah memberi dukungan terhadap logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April meningkat US$ 14,1 atau 1,25 persen, menjadi menetap di US$ 1.141,30 per ounce, lapor Xinhua.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, turun 1,76 persen menjadi 97,08 pada pukul 17.55 GMT. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah.

Emas berada di bawah tekanan ketika Dow Jones Industrial Average AS turun 0,4 persen pada pukul 17.55 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.

Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun. Dalam beberapa minggu terakhir harga emas telah naik karena pasar saham global dan AS terpukul akibat harga minyak turun lagi.

Meskipun ada ketidakstabilan ekonomi, emas sedikit tertekan karena laporan yang dirilis pada Rabu (3/2/2016) oleh Automated Data Processing (ADP) yang berbasis di AS menunjukkan laporan pekerjaan, yang berfungsi sebagai perkiraan untuk laporan pekerjaan besar pada Jumat, datang pada angka 205.000, yang analis catat lebih baik dari yang diharapkan.

Tekanan dalam jangka panjang tetap karena pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Januari, bank sentral mengisyaratkan bahwa masih bisa menaikkan suku bunganya pada Maret.

Pasar tetap masih belum pasti kapan kenaikan suku bunga berikutnya, dari tingkat 0,50 persen ke tingkat 0,75 persen akan terjadi. Namun, pedagang bertaruh bahwa, di awal, The Fed akan menaikkan suku 0,50 persen ke 0,75 persen selama pertemuan FOMC April.

Menurut alat Fedwatch dari CMEGroup, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen adalah pada 12 persen untuk pertemuan Maret, dan 16 persen pada pertemuan April.

Perak untuk pengiriman Maret naik 44,5 sen, atau 3,11 persen, menjadi ditutup pada US$ 14,734 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik US$ 24,4 atau 2,85 persen, menjadi ditutup pada US$ 880,10 per ounce. (xinhua)

See Also

Bursa Asia Bervariasi
Bursa Asia Bervariasi
Wall Street Menguat
10 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia Tahun 2019
Boeing Tak Terima Pesanan Pesawat Sejak April 2019
Bursa Saham AS Turun
12 Pelabuhan & Bandar Udara Deklarasi Zona Integritas
Rabobank Indonesia Resmi Hengkang Dari Indonesia
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Bursa Saham AS Ditutup Turun
Bursa Saham AS Menguat
Tingkatkan Harga Yang Maksimal, Babinsa 13/Karangawen Bantu Petani Jemur Hasil Panen
Bantu Percepatan Pembangunan, Danramil 01/Demak Kota Hadiri Musrembangdes
Babinsa 09/Karangtengah Beri Motivasi Kepada Para Petambak Bandeng
Tingkatkan Motivasi Petani Swasembada Pajale, Babinsa 13/Karangawen Bantu Panen Jagung
Babinsa 01/Demak Dampingi Program Kotaku Di Desa Mulyorejo
Antisipasi Kelangkaan Dan Kestabilan Harga Pupuk, Babinsa 12/Mranggen Cek Langsung
Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Babinsa 09/Karangtengah Dampingi Pembangunan RTLH
Bursa Asia Dan AS Menguat
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.851.729 Since: 07.04.14 | 0.587 sec