YouTube Facebook Twitter RSS
16 Jul 2019, 0

Internasional

Pesawat Nir-awak AS Tewaskan Komandan Tertinggi Al-Qaeda Yaman

Thursday, 04 February 2016 | View : 499

siarjustisia.com-ADEN.

Komandan tertinggi cabang Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), Jalal Belaidi alias Abu Hamza, tewas pada Kamis (4/2/2016), akibat serangan pesawat nir-awak Amerika Serikat (AS), di Yaman.

Buron dengan hadiah tangkapan sebesar US$ 5 juta itu tewas bersama dua pengawalnya saat kendaraan yang mereka tumpangi terkena serangan pesawat nir-awak di wilayah Maraqesha, Provinsi Abyan, demikian seorang sumber dari pihak keluarga mengatakan.

Sumber lain juga membenarkan kematian Jalal Belaidi alias Abu Hamza setelah menjalin kontak dengan anggota AQAP di wilayah yang sama.

Amerika Serikat (AS) adalah satu-satunya negara yang mengoperasikan pesawat nir-awak di Yaman, basis dari AQAP, cabang paling berbahaya dari jaringan teroris internasional Al-Qaeda.

Amerika Serikat (AS) juga sempat menawarkan hadiah US$ 5 juta bagi informan yang membantu penangkapan Jalal Belaidi alias Abu Hamza, tokoh yang diduga terlibat dalam serangan bom dengan target pejabat diplomatik negara-negara Barat di Sanaa pada 2013 lalu.

Lahir di Abyan, Jalal Belaidi alias Abu Hamza pada merupakan mantan pemimpin Al-Qaeda di Zinjibar. Namun karirnya kemudian menanjak dan kemudian menjadi komandan utama AQAP.

Serangan pesawat nir-awak lain menewaskan enam anggota AQAP di dekat Provinsi Shabwa, demikian keterangan pejabat keamanan setempat.

Serangan pesawat nirawak dalam semalam menewaskan enam orang yang diduga anggota gerilyawan Al-Qaeda di Yaman Timur menurut sumber-sumber suku setempat, Kamis (4/2/2016).

Pesawat penyerang tak berawak yang diduga milik Amerika Serikat (AS) itu menyasar satu mobil yang melakukan perjalanan di Kota Rawda, Provinsi Shabwa, area gurun terpencil tempat gerilyawan Al-Qaeda diyakini beroperasi beroperasi.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, provinsi itu menjadi sasaran serangan-serangan pesawat nirawak tahun ini.

Al-Qaeda di Semenanjung Arab (Al Qaeda in the Arabian Peninsula/AQAP) mengambil keuntungan dari sengketa pemberontak Houthi dengan pasukan keamanan Presiden Abdur Rabbu Mansour Hadi untuk merebut wilayah dan mengelolanya lebih terbuka.

Puluhan anggota Al-Qaeda merebut kembali Kota Azzan di Provinsi Shabwa, Yaman, Senin (1/2/2016) lalu, menurut warga setempat, memanfaatkan kekosongan pasukan keamanan.

Pasukan Amerika Serikat (AS) terus melancarkan serangan pesawat penyerang nirawak, menambah serangan udara yang hampir setiap hari dilancarkan koalisi Arab Teluk pimpinan Arab Saudi, yang mengintervensi peperangan sejak Maret tahun lalu untuk mengusir gerilyawan Houti yang didukung pasukan Iran dan memulihkan pemerintahan Presiden Abdur Rabbu Mansour Hadi.

Amerika Serikat (AS) memang terus meningkatkan serangan terhadap AQAP di tengah pertempuran antara pasukan pro-pemerintah dengan gerilyawan Houthi yang saat ini menguanasi sebagian wilayah Yaman, termasuk Ibu Kota Sanaa.

Pesawat penyerang nirawak yang diduga milik Amerika Serikat (AS), yang biasa menggunakan rudal AGM-114 Hellfire atau air-to-surface missile (ASM), menewaskan beberapa pemimpin puncak AQAP termasuk pemimpin gerilyawan Nasser Al Wuhayshi pada Juni tahun lalu.

Sementara di sisi lain, pasukan pro-pemerintah yang didukung Arab Saudi menguasai kota terbesar kedua Aden, Lahj dan tiga lainnya di sejumlah Provinsi daerah Selatan.

Di tengah pertempuran keduanya, kelompok-kelompok radikal seperti Al-Qaeda dan kelompok teroris Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) atau Negara Islam atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau Islamic State (IS) atau The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State of Iraq and Syria atau Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) atau Negara Islam (IS) memanfaatkan situasi dan berhasil merebut beberapa wilayah di Selatan.

Al-Qaeda saat ini menguasai kota Azzan yang terletak di antara Ibu Kota Provinsi Shabwa, Ataq, dengan kota Mukall, Ibu Kota Provinsi Hadramawt yang juga direbut oleh kelompok yang sama pada April tahun lalu.

Selain itu, Al-Qaeda juga menguasai Ibu Kota Provinsi Zinjibar, Abyan, dan kota di dekatnya, Jaar. Al-Qaeda saat ini bisa berpindah tempat dengan bebas antara Hadrmawt, Shabwa, dan Abyan.

Koalisi negara Teluk pimpinan Arab Saudi memulai serangan udara ke Yaman pada 26 Maret untuk melemahkan pemberontak Houthi, yang merebut kekuasaan di Sana'a, Ibu Kota Yaman, setahun yang lalu.

Pemberontak Houthi bersekutu dengan unit tentara yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh. Mereka berperang mengusir pasukan yang setia kepada Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi.

Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi sepakat membentuk pos koordinasi perencanaan terpadu di pusat operasi Arab Saudi.

Menurut perhitungan PBB, perang saudara di Yaman telah menewaskan 5.800 orang sejak koalisi internasional memulai serangan udara dan darat untuk mengalahkan kelompok gerilyawan Houthi pada Maret lalu. (reuters)

See Also

Mantan PM Australia Bob Hawke Wafat
Filipina Tarik Dubes Dan Konsul Dari Kanada
17 Tentara Niger Tewas Diserang Teroris
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.093.631 Since: 07.04.14 | 0.3656 sec