YouTube Facebook Twitter RSS
16 Aug 2018, 0

Hot News

Intoleransi Terjadi Lagi Di Sleman

Monday, 02 June 2014 | View : 481

siarjustisia.com-SLEMAN.

Belum selesai pengusutan kasus penyerangan dan perusakan rumah Direktur Penerbitan Galang Press Julius Felicianus (54 tahun) di Desa Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, aksi intoleransi beragama kembali terjadi.

Kali ini, aksi kekerasan bernuansa agama kembali terjadi di Dusun Pangukan, Desa Tridadi, Kabupaten Sleman, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (1/6/2014). Sengketa warga yang dipicu penggunaan sebuah rumah sebagai tempat peribadatan terjadi di Pangukan RT03/RW10 Tridadi, Kabupaten Sleman, DIY, Minggu (1/6/2014) pagi.

Massa yang berjumlah puluhan orang merusak sebuah bangunan di Dusun Pangukan, Desa Tridadi, Kabupaten Sleman, yang dipakai sejumlah umat Kristen untuk menjalankan kebaktian.

Bangunan yang dirusak itu berupa rumah milik seorang pendeta berinisial NL sedang digunakan untuk kegiatan ibadat umat Kristen. Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, kejadian itu bermula saat pendeta Niko Robby Lomboan dan sejumlah jemaahnya menjalankan ibadah di bangunan itu, rumah nomor 41 tersebut pada Minggu (1/6/2014) sekitar pukul 08.30 WIB pagi. Sekitar setengah jam kemudian, belasan warga sekitar datang untuk memprotes kegiatan itu.

Setelah itu, sekitar pukul 11.30 WIB, sejumlah massa datang lalu melempari bangunan itu. Massa mengenakan kain penutup wajah. Namun, beberapa menit kemudian, saat terdengar azan zuhur, massa membubarkan diri.

Sekitar satu jam kemudian, massa kembali ke lokasi dengan jumlah yang lebih banyak. Massa kembali melempari bangunan itu dengan batu. Massa juga memukuli bangunan itu dengan palu.

Rumah NL yang berada di samping bangunan itu juga sempat dirusak. Puluhan polisi dan tentara yang berjaga tak berbuat banyak. Puluhan aparat tersebut hanya berupaya mengimbau massa untuk menghentikan perusakan.

Akibat penyerangan itu, bangunan dan rumah milik NL mengalami kerusakan cukup parah. Kaca-kaca pecah dan pintu bangunan itu berlubang. "Massa yang merusak itu bukan dari warga Pangukan. Mereka orang luar," tutur salah satu warga.

Meskipun, tak ada korban jiwa dalam aksi kekerasan dan perusakan itu, rumah tersebut mengalami kerusakan. Beberapa kaca pecah lantaran dilempar batu.

Pemerintah Kabupaten Sleman akan melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menyelesaikan sengketa tersebut.

Ketegangan antara warga dan jemaat kemudian mereda setelah aparat dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Kodim, dan Polres mendatangi lokasi.

Aparat kemudian meminta kedua kelompok warga untuk bernegosiasi. Kapolres Sleman, AKBP Ihsan Amin sempat mempertemukan Pendeta Niko Lomboan (NL) dengan perwakilan massa yang dikomando Ustadz Turmudi.

Dalam pertemuan itu, Ustadz Turmudi menyampaikan tuntutan agar rumah Pendeta Niko Lomboan (NL) tidak digunakan untuk kegiatan ibadat.

Alasan Ustadz Turmudi, rumah tersebut telah disegel dan pembangunannya melanggar hukum.

Atas kejadian itu, Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin menyatakan tetap melakukan proses hukum terhadap pelanggaran yang terjadi di tempat kejadian perkara.

Setelah situasi dianggap kondusif oleh aparat keamanan, satpol PP dibantu polisi dan TNI menutup area dengan pagar seng dan menempelkan tanda segel sekitar pukul 15.25 WIB.

Kasus itu diduga merupakan buntut perkara lama.

Warga setempat menolak rumah warna abu-abu tersebut dijadikan tempat ibadat.

Penolakan makin keras setelah rumah itu direnovasi pada tahun 2010 dan diubah menjadi Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) El Shaddai.

Pada Februari 2011, pemilik gereja dan warga dipanggil ke Gedung DPRD Sleman untuk menyelesaikan perseteruan tersebut.

Saat itu diambil kesepakatan bahwa Pendeta NL harus melengkapi izin sebelum gereja digunakan.

Untuk sementara tempat ibadat dipindah ke rumah jemaat.

Namun, pada April 2011, pihak Gereja kembali mengadakan peribadatan di lokasi yang sama. Warga kembali menyegel tempat tersebut.

Ketua RW02, Erwin Sugito menjelaskan, peristiwa Minggu (1/6/2014) bermula saat warga yang tengah bekerja bakti membersihkan lingkungan mendengar orang melantunkan puji-pujian di rumah Pendeta NL.

Saat itu, ada sekitar 50 jemaat yang sedang beribadat. Warga lantas membubarkan kegiatan ibadat 15 menit kemudian.

Dikonfirmasi mengenai peristiwa tersebut, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengungkapkan pihaknya akan melibatkan FKUB untuk menyelesaikan sengketa antarwarga. Forum tersebut telah dibentuk sebelumnya yang terdiri dari aparat pemerintah, penegak hukum, warga, akademisi, dan pemuka agama. "Kita upayakan kerukunan umat beragama, FKUB kita libatkan," ungkapnya.

Hingga Minggu (1/6/2014) sore, puluhan polisi dan tentara masih berjaga-jaga di lokasi kejadian. Hingga petang, puluhan anggota sabhara dari Polres dan Brimob Polda DIY serta TNI berjaga di area Gereja yang dipasangi police line. Setidaknya pasukan yang diangkut dalam 8 truk dan 1 minibus bersiaga.

Gereja El Shaddai didirikan pada tahun 1995. Pendeta Niko Robby Lomboan mengatakan tak ada masalah sejak saat itu hingga Gereja direnovasi pada 2010. Pendeta Niko Lomboan mengakui, ada komplain dari warga yang menganggap renovasi Gereja mempersempit area pemakaman.

Pendeta Niko Lomboan lantas mengajukan permohonan kepada Bupati Sleman Sri Purnomo agar diperkenankan menggunakan Gereja untuk menyambut hari Paskah. Bupati Sleman tersebut menyarankan agar umat Gereja beribadat di kantor Kecamatan setempat demi menjaga situasi tetap kondusif. (jpnn/kom/jos)

See Also

Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban KM Sinar Bangun
Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Musibah KM Sinar Bangun Di Perairan Danau Toba
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Pendiri Matahari Group Ditemukan Meninggal Di Sungai Ciliwung
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Kodim 0716/Demak Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Julia Perez Meninggal
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Kapolri Beri Penghargaan Ke 5 Kapolres Terbaik
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Marie Muhammad Berpulang
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.433.205 Since: 07.04.14 | 0.6265 sec