YouTube Facebook Twitter RSS
17 Jul 2019, 0

Nusantara

Wali Kota Jayapura Hibahkan Lahan Untuk Umat Hindu

Tuesday, 08 March 2016 | View : 921
Tags : Hindu, Jayapura

siarjustisia.com-JAYAPURA.

Wali Kota Jayapura, Ibu Kota Provinsi Papua periode 2011-2016, yang mulai menjabat sejak 2011, Drs. Benhur Tommy Mano, M.M. berjanji menghibahkan sebidang lahan kepada umat Hindu ketika menghadiri upacara Tawur Kesanga di Taman Imbi, Gurabesi, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (8/3/2016).

"Saya akan berikan lahan untuk umat Hindu yang ada di kota ini, agar upacara Ngaben bisa dilakukan disini," kata Benhur Tommy Mano dalam sambutannya di hadapan ratusan umat Hindu Kota Jayapura.

Menurut dia, dengan adanya lahan untuk kegiatan kremasi bagi umat Hindu di Kota Jayapura, tidak perlu lagi melakukannya di kampung halaman.

"Harapannya umat Hindu tidak lagi menggelar kegiatan atau upacara sakral di luar Papua, tetapi bisa disini," ujarnya disambut tepuk tangan oleh ratusan umat Hindu yang hadir.

Drs. Benhur Tommy Mano, M.M. yang akrab disapa BTM, juga mengapresiasi keterlibatan warga Kota Jayapura, khususnya umat Hindu yang ikut serta memberikan sumbangan pembangunan dan menjaga kerukunan umat beragama sehingga tetap terjaga dan terjalin dengan baik.

"Saya ucapkan selamat dan terima kasih kepada umat Hindu Kota Jayapura, karena yang saya tahu, selama ini umat Hindu tidak ada yang berperilaku atau berulah macam-macam atau yang aneh-aneh," ucap BTM.

Usai memberikan sambutan, BTM memberikan bantuan senilai Rp 20 juta kepada panitia pelaksana upacara Tawur Kesanga dan mohon pamit untuk menghadiri kegiatan selanjutnya dengan panitia masuknya Injil di Pulau Mettu Debi, Kampung Tobati-Enggros.

"Ini sumbangan pribadi saya dan keluarga bagi pelaksanaan upacara hari ini," tuturnya yang langsung disambut oleh Mangku Gde IGM Sunarta, Pinandita Pura Agung Surya Bhuvana.

Sementara itu, sehari sebelum perayaan suci Nyepi umat Hindu melaksanakan upacara "Tawur Agung" sebagai bentuk penyucian alam semesta, khusus di Denpasar pelaksanaannya diselenggarakan di Lapangan Puputan Badung, Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Selasa (8/3/2016).

Kegiatan ritual itu dipimpin enam rohaniawan Hindu (Sarwa Sadaka) yakni Ida Pedanda Gede Telaga, Ida Padanda Istri Budha, Ida Resi Bhujangga Waisnawa Putra, Ida Jro Dukuh Udhalaka Dharma, Ida Sri Empu Dharma Sunu, dan Ida Pandita Empu Jaya Putra Pamuteran .

Pelaksanaan "Tawur Agung" terkait pelaksanaan hari raya suci Nyepi tahun saka 1938, dihadiri Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakilnya IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, pimpinan SKPD serta ribuan umat sedharma.

Tawur Agung ini tergolong upacara "Buta Yadnya" atau kurban suci dalam Agama Hindu, persembahan dalam bentuk upakara sebagai ciri "Tawur" adalah persembahan berbagai macam binatang menjadi korban suci.

Di antaranya lapisan dasar dipersembahkan ayam "manca sata" (lima ayam), untuk arah Timur dipersembahkan angsa, Selatan sapi, Barat Daya "asu blangbungkem", Barat kambing, Utara kucit butuan, di Tengah bebek blangkalung dan paling Atas kerbau. Sedangkan untuk di Depan "sanggar tawang" dipersembahkan kambing.

Semua Korban itu dipersembahkan kepada butha kala, agar buta kala menjadi somia (netral) dan kembali pada akikat dirinya yakni keaspek siwa" (Tuhan) yang penuh cinta kasih, kata ketua panitia kegiatan ritual sekaligus Kabag Kesra Setda Kota Denpasar IGN Bagus Mataram.

Sementara Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengharapkan agar pada pelaksanaan "pengerupukan" atau sehari menjelang Nyepi berjalan baik, kondusif, tenang dan lancar.

IB Rai Dharmawijaya Mantra menekankan kepada semua umat agar pada hari raya Nyepi, khususnya masyarakat Kota Denpasar dijadikan ajang mengintrofeksi diri agar menjadi lebih baik ke depannya.

"Dengan melaksanakan semua itu maka pelaksanaan hari raya Nyepi menjadi aman dan nyaman," tandas dia.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Komang Sri Marheni menambahkan "Tawur Agung Kesanga" ini merupakan penyucian alam semesta, sehingga unsur-unsur yang bersifat negatif menjadi netral. Dengan demikian dapat memberikan pengaruh positif kepada masyarakat Kota Denpasar.

Komang Sri Marheni berharap agar umat beragama meningkatkan rasa toleransi saling menghormati antarpemeluk agama. Sehingga pada perayaan Hari raya Nyepi tidak terjadi konflik.

"Mari kita junjung tinggi toleransi antaraumat beragama, sehingga terjadi keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya. (ant)

See Also

Ritme Pekerjaan TMMD Terus Meningkat
Dandim 0716/Demak Matangkan Acara Pembukaan TMMD
Lestarikan Tradisi Leluhur Di TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Senyum Bahagia Bapak Nur Rochman Yang Rumahnya Akan Dibedah Di TMMD
Rumahnya Akan Dirobohkan, Mbah Warsini Bahagia
Danramil 01/Demak Kota Terjun Langsung Pasang Patok
Satgas TMMD Beri Motivasi Anak Atlet Sepak Bola
Tentara Akan Ciptakan Bangunan Berkualitas
Jelang Pembukaan TMMD, Bersama Warga TNI Kodim 0716/Demak Gelar Kerja Bhakti Bersama
Datangkan Bego Untuk Permak Lokasi Upacara Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Terus Dimatangkan, Persiapan Pembukaan TMMD Kodim 0716/Demak
Penentuan Warga Penerima Rehab RTLH Dijamin Selektif
Dansatgas TMMD Yang Dekat Dengan Warga
Berharap Ada Over Prestasi Di TMMD Kalikondang
Ternyata Pak Tentara Orangnya Ramah
Keakraban Warga Dan Satgas TMMD Terus Meningkat
Jaga Semangat TMMD Masih Panjang
TNI Wartawan Diminta Jaga Kesehatan Saat Handle Berita TMMD
TNI Dan Warga Adu Ilmu Operasional Molen
Demi Sukses TMMD, Ketua RW Rela Jadi Distributor Snack
Rakitan Besi Untuk Jalan TMMD Terus Dipersiapkan
Di Lokasi TMMD, Berat Sama Dipikul TNI Dan Warga
Santri Akan Total Bantu TMMD Hingga Tuntas
Dagangan Bakso Saya Laris Manis Sejak Ada TMMD
Bina Anak-Anak Desa TMMD Saat Berkesenian
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.097.475 Since: 07.04.14 | 0.5748 sec