YouTube Facebook Twitter RSS
17 Nov 2018, 0

Ekonomi

Nilai Yuan China Melemah Terhadap Dolar AS

Wednesday, 09 March 2016 | View : 1265

siarjustisia.com-BEIJING.

Tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan melemah 65 basis poin menjadi 6,5106 terhadap dolar AS pada Rabu (9/3/2016) menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua.

Sebelumnya, tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan, jatuh 108 basis poin menjadi 6,5273 terhadap dolar AS pada Selasa (23/2/2016), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Menurut Xinhua, di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (AS) atau Chair of the Board of Governors of the Federal Reserve System, Janet Louise Yellen mengatakan pada Rabu (10/2/2016) bahwa kebijakan tidak jelas China atas mata uangnya, yuan, memicu turbulensi di pasar global dan memperburuk kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global.

Penurunan yuan baru-baru ini "telah meningkatkan ketidakpastian tentang kebijakan nilai tukar China dan prospek ekonominya," terang ekonom Amerika Serikat (AS) tersebut dalam kesaksiannya di Kongres, lapor AFP.

"Ketidakpastian ini menyebabkan peningkatan volatilitas di pasar keuangan global dan, dengan latar belakang pelemahan terus-menerus di luar negeri, memperburuk kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan global," papar mantan Vice Chair of the Board of Governors of the Federal Reserve System (2010-2014), Janet Louise Yellen.

Meskipun, alumnus Yale University pada tahun 1971 tersebut menyatakan keyakinannya bahwa perekonomian China tidak sedang menghadapi penurunan mendadak, Gubernur Bank Sentral AS itu mengatakan ketidakpastian secara keseluruhan berasal dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu, di balik beberapa penurunan tajam dalam harga-harga komoditas global, yang pada gilirannya menekankan ekonomi para eksportir.

"Indikator-indikator ekonomi baru-baru ini tidak menunjukkan pelambatan tajam dalam pertumbuhan China," jelas alumnus Brown University dalam teks kesaksian yang disiapkan.

Tetapi dampak negatif ketidakpastian kebijakan yuan pada ekonomi global "berkontribusi terhadap penurunan baru-baru ini dalam harga minyak dan komoditas lainnya".

Pada gilirannya, alumnus Pembroke College ini berujar, "harga komoditas rendah bisa memicu tekanan keuangan di negara-negara pengekspor komoditas" serta di perusahaan-perusahaan penghasil komoditas di seluruh dunia.

Jika masalah-masalah tersebut terwujud, ekonom kelahiran Brooklyn, New York itu menambahkan, "kegiatan dan permintaan luar negeri untuk ekspor AS bisa melemah dan kondisi pasar keuangan bisa mengetat lebih lanjut."

Sebelumnya, tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan, menguat lima basis poin menjadi 6,5528 terhadap dolar AS pada Kamis (28/1/2016), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

Tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan, menguat 15 basis poin menjadi 6,5557 dolar AS pada Senin (25/1/2016), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja. (afp/xinhua)

See Also

Sinergitas Babinsa 13/Karangawen Dengan PPL Saat Dampingi Petani Tanam Kedelai
Danramil 01/Demak Kota Hadiri Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Babinsa Pos Koramil Kebonagung Bersama Warga Bahu Membahu Buat Sumur Penampungan Air
Babinsa 03/Wonosalam Himbau Petani Untuk Segera Persiapkan Lahan Pertanian
Babinsa 01/Demak Kota Turun Langsung Ke Sawah Tebar Benih Padi
Finishing Pembuatan Jalan Beton TMMD Sengkuyung III Tahun 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Petani Tanam Padi Dengan Sistem Gogorancah MT1
Menjalin Keharmonisan, Babinsa Dan Masyarakat Laksanakan Kerja Bakti Pengecoran Jalan Desa
Babinsa Turun Ke Sawah Bantu Petani Siapkan Lahan Pertanian
Anggota Saka Wira Kartika Ikut Bantu Satgas TMMD Bangun Jalan
Babinsa Koramil 10/Guntur Bergotong Royong Bantu Rehab Rumah Warga
Babinsa 12/Mranggen Bantu Panen Padi Perdana
Bursa Asia Melemah
The Fed Naikkan Suku Bunga
Babinsa 12/Mranggen Bantu Petani Sukseskan Swasembada Pangan
Dandim 0716/Demak Bersama LBB Panen Raya Dan Masyarakat Desa Ruwit
Panen Padi L-58 Aromatik Kodim 0716/Demak Dan Lumbung Banyu Bumi
Dandim 0716/Demak Bersama Masyarakat Panen Raya Demlot
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Koperasi Dinilai Penting Untuk Menunjang Pengembangan Usaha Batik Bakaran
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Kembangkan Jenis Usaha Yang Unik Dan Berbeda
Harga Pertalite Naik Rp 200 Per Liter
Usaha Sergab Kodim 0716/Demak Di Kala HPP Lebih Rendah Dari Pasar
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.962.597 Since: 07.04.14 | 0.6279 sec