YouTube Facebook Twitter RSS
17 Jul 2019, 0

Ekonomi

Nilai Yuan China Melemah Terhadap Dolar AS

Wednesday, 09 March 2016 | View : 1349

siarjustisia.com-BEIJING.

Tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan melemah 65 basis poin menjadi 6,5106 terhadap dolar AS pada Rabu (9/3/2016) menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua.

Sebelumnya, tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan, jatuh 108 basis poin menjadi 6,5273 terhadap dolar AS pada Selasa (23/2/2016), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Menurut Xinhua, di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (AS) atau Chair of the Board of Governors of the Federal Reserve System, Janet Louise Yellen mengatakan pada Rabu (10/2/2016) bahwa kebijakan tidak jelas China atas mata uangnya, yuan, memicu turbulensi di pasar global dan memperburuk kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global.

Penurunan yuan baru-baru ini "telah meningkatkan ketidakpastian tentang kebijakan nilai tukar China dan prospek ekonominya," terang ekonom Amerika Serikat (AS) tersebut dalam kesaksiannya di Kongres, lapor AFP.

"Ketidakpastian ini menyebabkan peningkatan volatilitas di pasar keuangan global dan, dengan latar belakang pelemahan terus-menerus di luar negeri, memperburuk kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan global," papar mantan Vice Chair of the Board of Governors of the Federal Reserve System (2010-2014), Janet Louise Yellen.

Meskipun, alumnus Yale University pada tahun 1971 tersebut menyatakan keyakinannya bahwa perekonomian China tidak sedang menghadapi penurunan mendadak, Gubernur Bank Sentral AS itu mengatakan ketidakpastian secara keseluruhan berasal dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu, di balik beberapa penurunan tajam dalam harga-harga komoditas global, yang pada gilirannya menekankan ekonomi para eksportir.

"Indikator-indikator ekonomi baru-baru ini tidak menunjukkan pelambatan tajam dalam pertumbuhan China," jelas alumnus Brown University dalam teks kesaksian yang disiapkan.

Tetapi dampak negatif ketidakpastian kebijakan yuan pada ekonomi global "berkontribusi terhadap penurunan baru-baru ini dalam harga minyak dan komoditas lainnya".

Pada gilirannya, alumnus Pembroke College ini berujar, "harga komoditas rendah bisa memicu tekanan keuangan di negara-negara pengekspor komoditas" serta di perusahaan-perusahaan penghasil komoditas di seluruh dunia.

Jika masalah-masalah tersebut terwujud, ekonom kelahiran Brooklyn, New York itu menambahkan, "kegiatan dan permintaan luar negeri untuk ekspor AS bisa melemah dan kondisi pasar keuangan bisa mengetat lebih lanjut."

Sebelumnya, tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan, menguat lima basis poin menjadi 6,5528 terhadap dolar AS pada Kamis (28/1/2016), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

Tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan, menguat 15 basis poin menjadi 6,5557 dolar AS pada Senin (25/1/2016), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja. (afp/xinhua)

See Also

Bursa Asia Ditutup Tergerus
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Bervariasi
Bursa Asia Bervariasi
Wall Street Menguat
10 Maskapai Penerbangan Terbaik Di Dunia Tahun 2019
Boeing Tak Terima Pesanan Pesawat Sejak April 2019
Bursa Saham AS Turun
12 Pelabuhan & Bandar Udara Deklarasi Zona Integritas
Rabobank Indonesia Resmi Hengkang Dari Indonesia
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Bursa Saham AS Ditutup Turun
Bursa Saham AS Menguat
Tingkatkan Harga Yang Maksimal, Babinsa 13/Karangawen Bantu Petani Jemur Hasil Panen
Bantu Percepatan Pembangunan, Danramil 01/Demak Kota Hadiri Musrembangdes
Babinsa 09/Karangtengah Beri Motivasi Kepada Para Petambak Bandeng
Tingkatkan Motivasi Petani Swasembada Pajale, Babinsa 13/Karangawen Bantu Panen Jagung
Babinsa 01/Demak Dampingi Program Kotaku Di Desa Mulyorejo
Antisipasi Kelangkaan Dan Kestabilan Harga Pupuk, Babinsa 12/Mranggen Cek Langsung
Wall Street Menguat
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.097.454 Since: 07.04.14 | 0.7419 sec