YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Ekonomi

Gubernur DKI Jakarta Ingin Ancol Berkelas Internasional

Wednesday, 16 March 2016 | View : 534

siarjustisia.com-JAKARTA.

Gubernur DKI Jakarta ke-17 yang mulai menjabat sejak 19 November 2014, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab disapa "Ahok" menginginkan agar Taman Impian Jaya Ancol/Ancol Dreamland, objek wisata yang berlokasi di wilayah Jakarta Utara, Jl. Lodan Timur No.7, Ancol Bay City, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta, Provinsi DKI Jakarta dapat menjadi wahana hiburan berkelas internasional.

"Saya ingin sekali Taman Impian Jaya Ancol itu jadi taman hiburan berkelas internasional. Maka dari itu, mulai sekarang kami akan pelajari strateginya," ungkap mantan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta masa jabatan 1 Juni 2014-22 Juli 2014 di Balai Kota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/3/2016).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana menjual saham PT. Pembangunan Jaya Ancol (PJA) Tbk. ke publik. ‎Pria yang karib disapa Ahok itu ingin saham Ancol dibeli perusahaan sekelas Disney.

Namun, mantan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar masa jabatan 1 Oktober 2009-26 April 2012 ini mengaku hanya akan melepas saham Ancol ke perusahaan luar negeri. Dia ingin Ancol memiliki standar internasional.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, salah satu cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu dengan menjual saham kepada dunia internasional.

Akan tetapi, untuk penjualannya tetap harus menunggu waktu yang tepat agar bernilai tinggi.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok berencana melepas saham salah satu BUMD yakni PT. Pembangunan Jaya Ancol (PJA) Tbk. Ahok, sapaan Basuki Tjahaja Purnama, tertarik menjual saham PT. PJA Tbk. ke pihak luar negeri seperti Disneyland.

"Saya lebih menginginkan ada strategic partner. Rencananya, kami ingin mengajak pengembang wahana hiburan kelas internasional, seperti Disney Land untuk menanam saham di PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk.," papar mantan anggota DPRD Belitung Timur Fraksi PPIB periode 2004-2005 itu.

"Kita akan pelajari, tapi intinya saya ingin perusahaan BUMD seperti Ancol itu kalau mau right issue strategic partner masuk. Misalnya Disneyland dari Jepang, dari Hong Kong, atau apa land dari Korea Selatan, dari Amerika Serikat, dan dari Eropa masuk, baru saya mau," tambah mantan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar masa jabatan 1 Oktober 2009-26 April 2012 ini, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2016).

Lebih lanjut, mantan Bupati Belitung Timur ke-1 masa jabatan 3 Agustus 2005-22 Desember 2006 itu mengaku tidak ingin saham hanya dijual kepada pengusaha dari dalam negeri saja. Dengan begitu, Taman Impian Jaya Ancol benar-benar bisa berubah menjadi taman hiburan berkelas internasional.

"Saya tidak mau kalau cuma dibeli oleh perusahaan dalam negeri. Saya maunya perusahaan dari luar negeri juga masuk, sehingga standarnya juga naik jadi berkelas internasional," terang mantan Bupati Belitung Timur ke-1 masa jabatan 3 Agustus 2005-22 Desember 2006, Basuki Tjahaja Purnama.

"Kalau cuma dibeli dari perusahaan dalam negeri saya tidak mau. Saya maunya uang luar negeri masuk, otomatis standar kita jadi internasional, ada jaringan internasional juga menarik turis, secara tidak langsung promosi turis," imbuh mantan anggota DPRD Belitung Timur Fraksi PPIB periode 2004-2005.

Selain itu, mantan politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengungkapkan cara tersebut juga sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai ajang promosi Taman Impian Jaya Ancol kepada dunia internasional untuk menarik wisatawan mancanegara.

Dengan menjualnya ke luar negeri, otomatis pihak asing akan membantu mengembangkan kawasan Ancol dengan menggunakan standar internasional. Dengan begitu, Ancol akan menarik turis mancanegara lebih banyak lagi. Sebab, perusahaan yang memiliki jaringan internasional itu secara otomatis langsung melakukan promosi ke sejumlah negara luar. Sehingga dapat berdampak positif terhadap objek wisata dan menarik turis asing untuk datang ke sana.

"Secara tidak langsung promosi turis. Otomatis Tokyo Disneyland akan bilang dong, kami punya standar yang mirip di Ancol (misalnya). Dia punya saham, dia juga setor modal. Konsepnya seperti itu sih," tutur mantan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta masa jabatan 1 Juni 2014-22 Juli 2014 ini, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sebagai informasi, pada 2 Juli 2004, Ancol melakukan go public dan mengganti statusnya menjadi PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. dengan status kepemilikan saham Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki saham sebesar 72 persen di PT. Pembangunan Jaya Ancol (PJA) Tbk. Sedangkan sisanya dimiliki oleh PT. Pembangunan Jaya Ancol (PJA) Tbk. sebesar 18 persen dan 10 persen oleh masyarakat/publik. Sebelumnya, sejalan dengan peningkatan kinerja, pada tahun 1992 status Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol diubah menjadi PT. Pembangunan Jaya Ancol sesuai dengan akta perubahan No.33 tanggal 10 Juli 1992, sehingga terjadi perubahan kepemilikan dan prosentase kepemilikan saham, yakni 20% dimiliki oleh PT. Pembangunan Jaya Ancol dan 80% dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta.

See Also

Menteri Kelautan Dan Perikanan Inginkan Kenaikan Gaji Pegawai KKP
Harga Minyak Dunia Turun
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Per 8 Desember 2017
KPH Harus Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Masyarakat
Indeks Hang Seng HongKong Turun
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama
Presiden Joko Widodo Resmikan Megaproyek PLTU Bernilai 5,87 Miliar Dolar
Pemerintah Akan Resmikan BBM Satu Harga Di Seram
Presiden Joko Widodo Ngopi Sore Bersama Pelaku Industri Kopi Indonesia
Presiden Joko Widodo Dorong Pengusaha Kopi Promosikan Sektor Hulu
Industri Kreatif Tas Potensial Dikembangkan
Bupati Kudus Sebut Tiga Tantangan Pembangunan Pertanian
Indeks CAC-40 Prancis Menguat
Yuan China Menguat Terhadap Dolar AS
Babinsa Koramil 05/Cepu Turun Sawah Pendampingan Petani
Pasi Ter Kodim 0721/Blora Monitoring Rastra
Opel Automobile GmbH Kembali Merugi
PLTU Jawa 4 Telan Investasi 4,2 Miliar Dolar AS
Pedagang Beras Menjual Di Atas HET Dicabut Ijin
Kodim 0721/Blora Gelar Rakor Pengendalian Harga Pangan
Peduli Warga, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Bantu Panen Jagung
Dolar AS Melemah
Petani Wilayah Kodim 0721/Blora Makmur
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.008.229 Since: 07.04.14 | 0.6615 sec