YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Nusantara

Ahok Resmi Didukung Partai Hanura

Saturday, 26 March 2016 | View : 370

siarjustisia.com-JAKARTA.

Gubernur DKI Jakarta ke-17 yang mulai menjabat sejak 19 November 2014, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. atau akrab disapa 'Ahok' mengunjungi kantor DPP Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jakarta Pusat untuk menghadiri deklarasi dukungan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dalam pencalonan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

"Saya kira tagline-nya sangat baik 'Hanura dan Ahok untuk Rakyat', sesuai dengan hati nurani rakyat," tukas calon petahana Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok usai acara deklarasi di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura, Jakarta, Sabtu (26/3/2016).

Mantan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar masa jabatan 1 Oktober 2009-26 April 2012 ini, Basuki Tjahaja Purnama menilai bahwa negara tidak mungkin meniadakan partai politik, karena hal itu ibarat hidup tanpa oksigen.

"Tidak mungkin negara bisa berdiri sendiri meniadakan partai politik. Itu hidup tanpa oksigen, tidak mungkin," ujar Ahok saat deklarasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura DKI Jakarta mendukung Ahok di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Hati Nurani Rakyat (DPP Hanura), Jakarta, Sabtu (26/3/2016).

Mantan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta masa jabatan 1 Juni 2014-22 Juli 2014 ini mengemukakan, soal jalur perseorangan yang dia tempuh, bukan berarti ingin mengerdilkan partai politik. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, keputusannya maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta 2017 melalui jalur perseorangan bukan lah upaya mengerdilkan partai.

"Bukan berarti ingin mengerdilkan partai politik. Saya kira tidak mungkin sebuah negara bisa berdiri dimana kita sudah memutuskan sebagai negara demokrasi untuk meniadakan partai politik, itu sama dengan hidup tanpa oksigen, itu tidak mungkin," papar calon petahana Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta masa jabatan 15 Oktober 2012-16 Oktober 2014 ini mengaku, hanya mengikuti aspirasi rakyat dalam hal ini Teman Ahok yang mau bersusah payah mengumpulkan tanda tangan bagi dirinya untuk bisa maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

"Jadi bukan mengerdilkan partai. Sebetulnya saya bisa maju langsung dengan partai politik, tidak ada risiko. Tapi, ada Teman Ahok yang datang. Mereka rupanya hampir memenuhi satu juta tandatangan, dan saya meyakini jika partai politik melihat hal ini mereka akan banyak bergabung," jelas mantan anggota DPRD Belitung Timur Fraksi PPIB periode 2004-2005, Basuki Tjahaja Purnama.

Mantan Bupati Belitung Timur ke-1 masa jabatan 3 Agustus 2005-22 Desember 2006, Basuki Tjahaja Purnama  melanjutkan "Tetapi ketika terjadi sebuah proses 'rakyat mulai meragukan orang-orang politik' (Ahok menyebut tanda kutip) tentu kita butuh kepercayaan kembali, saya kira apa yang kita lakukan hari ini adalah sebuah proses mempertontonkan bahwa betul-betul masih ada partai politik yang berjalan sesuai dengan hati nurani rakyat."

Ia pun mengapresiasi dukungan yang ditujukan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kepada dirinya. Di saat orang mulai meragukan partai politik, Ahok menegaskan, nyatanya masih ada partai yang sesuai dengan hati nurani rakyat.

"Saya tidak mungkin melakukan sesuatu hal yang melukai hati nurani rakyat. Saya kira hari ini kita betul-betul 'Hanura dan Ahok untuk Rakyat'," katanya.

Hanura merupakan partai kedua yang resmi mendeklarasikan diri mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada 2017, setelah Partai Nasional Demokrat (NasDem) di bawah kepemimpinan Surya Paloh menyatakan hal serupa.

Terkait isu bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat (PD), dan Partai Demokrasi Inodnesia Perjuangan (PDI Perjuangan) akan turut mendukungnya, mantan Bupati Belitung Timur ke-1 masa jabatan 3 Agustus 2005-22 Desember 2006, Basuki Tjahaja Purnama menyiratkan bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan seluruh partai tersebut.

"Pengalaman saya dengan PKB dulu Gus Dur menjadi juru kampanye waktu saya maju sebagai calon Gubernur Bangka Belitung. Di sana Gus Dur menyatakan harapannya agar ada satu provinsi yang menjadi model melaksanakan sistem jaminan sosial nasional, dan kini DKI Jakarta menjadi model," tuturnya.

Untuk PAN, mantan anggota DPRD Belitung Timur Fraksi PPIB periode 2004-2005, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku mengenal baik Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. PAN juga telah menyatakan akan mendukung calon yang diinginkan rakyat.

"Kalau Demokrat, saya sudah ditelepon Pak Ruhut (Sitompul). Saya juga kenal dengan Mas Ibas, tapi saya tidak tahu. Untuk PDIP juga hubungan saya dengan Ibu Mega bisa dibilang seperti kakak beradik, atau seperti orang tua, hubungan saya dengan keluarga Pak Taufik Kiemas baik dari dulu," beber mantan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar masa jabatan 1 Oktober 2009-26 April 2012 ini, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) hari Sabtu (26/3/2016) ini mendeklarasikan dukungan terhadap calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilkada serentak 2017.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura, Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Wiranto, S.H., M.M. mengungkapkan beberapa alasan Parta Hanura mendukung Basuki Tjahaja Purnama untuk maju sebagai Gubernur dalam Pilkada DKI 2017 dengan salah satunya karena partai ini mendengarkan suara hati rakyat.

"Saya singkat saja mengatakan bahwa ini urusan Partai Hanura DPD DKI Jakarta, Pak Ongen Sangaji. Saya hanya berpesan bahwa kita ini partai hati nurani rakyat selalu mendengarkan suara hatinya rakyat," kata mantan ajudan Presiden Republik Indonesia (1989-1993) tersebut, dalam deklarasi dukungan Hanura untuk Ahok di Kantor DPP Hanura, Jakarta, Sabtu (26/3/2016).

Menurut Ketua Umum DPP Hanura, Wiranto, keputusan dukungan itu diambil setelah melalui proses menyerap aspirasi dari tingkatan bawah.

Alumnus Universitas Negeri Jakarta, Doktor bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) pada tahun 2013 tersebut, Wiranto menjelaskan Partai Hanura mendengarkan suara hati dari bawah, lewat kepengurusan dari tingkat yang paling rendah, tingkat Kecamatan, Kota, dan Provinsi.

"Dan, ternyata suara rakyat dari hasil itu semua menghendaki gubernur sekarang Ahok untuk tetap memimpin ke depan nanti. Sebagai Partai Hati Nurani Rakyat tentu kami tidak mengingkari itu, maka kita dengarkan bahwa suara rakyat ternyata mendukung Ahok sebagai gubernur yang akan datang," terang mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) (1997), Wiranto.

Alumnus STIE IPWIJA, Magister Manajemen (M.M.) pada tahun 2006 itu, Wiranto mengungkapkan bahwa cara memilih Partai Hanura bukan dari atas ke bawah (top down).

"Bukan keinginan Pak Wiranto, bukan keinginan DPP, tetapi sekali lagi kami jaring dari bawah," tegas mantan Kadep Milnik Pussenif pada tahun 1984 itu, Wiranto.

"Dari bawah menyampaikan aspirasinya kepada para ketua DPJ, ketua kota, begitu suara dikumpulkan oleh Pak Ongen Sangaji, begitu provinsi lapor ke saya, saya putuskan bahwa kami mendukung Ahok sebagai calon Gubernur yang akan datang," sambung dia.

Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) (1996), Wiranto juga menyampaikan bahwa orientasi Partai Hanura untuk memilih Ahok tidak mudah, tidak serampangan, dan tidak asal-asalan karena DKI Jakarta adalah daerah khusus Ibu Kota Indonesia yang istimewa.

"Negara mana pun berlomba-lomba untuk membuat Ibu Kotanya bagus, negara mana pun selalu menempatkan Ibu Kota negaranya merupakan cermin dan etalase dari negara yang bersangkutan, harus bagus, harus tertib, harus bersih. Indonesia juga sama bahwa Indonesia ingin DKI ini tidak kalah dengan Ibu Kota negara lain," ujar mantan Kasbrigif-9 Kostrad pada tahun 1985 ini, Wiranto.

Sebagai daerah yang istimewa dan khusus, Jakarta memiliki penduduk, etnik, agama, bahkan ras juga pekerjaan yang sangat beragam. Oleh karena itu, menurut Wiranto, dibutuhkan Gubernur dengan kriteria yang berbeda untuk memimpin DKI Jakarta.

"Belum tentu Gubernur yang lain dari provinsi yang lain sukses dan bisa berhasil di Jakarta, belum tentu, karena di sini khusus," ucap mantan Waasops Kaskostrad (1987), Wiranto.

"Oleh karena itu, orientasi kami, Partai Hanura, bukan melihat siapa orangnya, dari suku apa, dari agama apa, tapi orientasi kami adalah kinerjanya bagaimana, kompetensinya untuk memimpin Jakarta pas atau tidak, tepat atau tidak," jelas mantan Karoteknik Ditbang Pussenif pada tahun 1983 itu, Wiranto.

Mantan Asops Kasdivif-2 Kostrad pada tahun 1988 ini, Wiranto melanjutkan, "Kemampuannya untuk bisa berdiri sebagai sahabat dari semua suku bisa atau tidak. Kreativitasnya yang terkadang out the box, di luar aturan yang berlaku itu punya atau tidak, dari penilaian itu, maka apa yang telah dilakukan oleh gubernur sekarang, Pak Ahok, selama ini sudah masuk kriteria itu."

Hanura menganggap pemilihan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah tepat karena bukti dan bakti Ahok yang dinilai cukup membuat rakyat di Jakarta aman dan nyaman sehingga Hanura memastikan untuk menentukan figur yang sudah berhasil dan terbukti melaksanakan bakti di Jakarta, dan memilih untuk tidak mengambil alternatif lain yang belum terbukti keberhasilannya.

Mantan Pangdam Jaya pada tahun 1994 itu, Wiranto juga menegaskan bahwa Hanura tidak mendapatkan apapun atas dukungannya ini.

Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu menekankan bahwa atas dukungannya ini Hanura mengharapkan masyarakat DKI Jakarta ke masa depan bisa mendapatkan sebuah kelebihan berupa kenyamanan dan keamanan hidup.

"Dengan sikap dan pilihan Hanura, mudah-mudahan harapan kami rakyat DKI Jakarta dan sekitarnya akan mendapat satu kelebihan berupa kenyamanan dan keamanan hidup di sini, juga kesempatan mencari pekerjaan di sini, dan lain sebagainya yang tentunya sesuai dengan harapan rakyat DKI Jakarta," tutup mantan Kasdam Jaya pada tahun 1993 tersebut, Wiranto.

See Also

Alasan Partai Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil
Partai Golkar Cabut Dukungan Untuk Ridwan Kamil Sebagai Cagub Jabar 2018
Isi SK Pencabutan Dukungan DPP Partai Golkar Untuk Ridwan Kamil
UMK Timba Ilmu Tata Kelola Administrasi Akademik Di UMS
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Sempatkan Salat Dzuhur Di Masjid Agung Demak Bersama Dandim
Mahasiswa UMK Dimotivasi Cari Pengalaman Global
Pengasuh Ponpes Giri Kusumo Mengapresiasi Kunjungan Dandim 0716/Demak
Dandim 0716/Demak Buka Apel Danramil-Babinsa Kodim 0716/Demak
Babinsa 10/Guntur Melepas Warganya Yang Dipasung
Babinsa 03/Wonosalam Bantu Warga Buat Tanggul
Dandim 0716/Demak Yang Baru Hadiri Acara Lepas Sambut Kapolres Demak
Dandim 0716/Demak Kulonuwun Bersama Tokoh Ulama Demak
Mapala Arga Dahana Tanam Mangrove Di Pulau Panjang
Tes Urine Dilaksanakan Secara Mendadak Oleh Staf Intel Kodim 0716/Demak Dan Sub Denpom IV/3-2 Pati
Dandim 0716/Demak Sebut Tradisi Ini Merupakan Perjalanan Awal
Dandim 0716/Demak Memberikan Motivasi Lewat Jam Komandan
Sertijab Panglima TNI Berlangsung Di Mabes TNI Cilangkap
Akademisi Dari Berbagai PT Kolaborasi Tulis Paper Untuk MECnIT 2017
Pernyataan Lengkap Presiden Joko Widodo Kecam Sikap Donald Trump Soal Yerusalem
Indonesia Kecam Langkah Donald Trump Soal Jerusalem
Banjir Dan Longsor Di Pacitan
Survei Capres Indo Barometer
Survei Cawapres Indo Barometer
Banjir Rendam Pacitan Mulai Surut
Banjir Landa Kota Tebing Tinggi Surut
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.007.945 Since: 07.04.14 | 0.4528 sec