YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Hukum

Polisi Periksa 30 Saksi Pembakaran Rutan Bengkulu

Monday, 28 March 2016 | View : 345
Tags : Bengkulu

siarjustisia.com-BENGKULU.

Kepolisian Daerah Bengkulu memeriksa 30 tahanan Rumah Tahanan Negara Malabero Kota Bengkulu sebagai saksi tindak kriminal pembakaran rutan yang terjadi pada Jumat (25/3/2016).

Sebanyak 14 dari 17 orang yang ditetapkan sebagai tersangka pembakaran dan pelaku kerusuhan di Rumah Tahanan Negara Malabero Kota Bengkulu merupakan tahanan tindak pidana narkotika dan obat-obatan terlarang.

Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu, Brigjen Pol M Ghufron, di Bengkulu, Senin (28/3/2016), mengatakan pemeriksaan akan terus dikembangkan sampai seluruh pelaku dapat dijerat dengan hukum yang berlaku karena telah menyebabkan seluruh ruang tahanan rutan hangus terbakar dan lima tahanan tewas akibat kejadian tersebut.

"Selain saksi dari tahanan, kita juga lihat dari gambar CCTV yang ada di rutan," kata dia.

Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV yang ada di rutan, kepolisian telah menetapkan 17 orang tersangka baik provokator, pelaku pembakaran dan pelaku kerusuhan.

Dari keterangan saksi, dan rekaman televisi sirkuit atau CCTV yang ada di rutan, kepolisian menetapkan 17 orang tersangka dengan pengelompokan yakni sebagai provokator, pelaku pembakaran dan pelaku kerusuhan.

"Kita akan terus kembangkan, jika ada tahanan yang terekam CCTV, kita akan ambil keterangan dari dia," kata Kapolda.

Dari 17 tersangka tersebut, tiga orang di antaranya memiliki peran penting terkait peristiwa tersebut, yakni EK yang diduga sebagai provokator. Dua tahanan lainnya yakni, N dan M diduga melakukan perusakan rutan.

"Tersangka pelaku pembakaran berinisial M dan N, sedangkan provokator berinisial EK," kata Kapolda Bengkulu tersebut.

Latar belakang aksi pembakaran, kata dia, sedang didalami oleh penyidik kepolisian, yakni adanya solidaritas sesama tahanan terkait penangkapan salah seorang tahanan saat tim Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu menggeledah rutan.

Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu, Brigjen Pol M Ghufron, di Bengkulu, Senin, mengatakan tersangka tersebut terlibat karena adanya solidaritas sesama tahanan terkait penangkapan salah seorang tahanan usai tim Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu menggeledah rutan.

"Lazimnya penyelidikan, kalau dari fakta yang ada, bisa bertambah atau tidak," kata dia.

Akibat pembakaran rutan tersebut, lima penghuni rutan tewas terbakar di dalam ruang tahanan nomor tujuh blok tahanan narkoba.

Kebakaran yang menghanguskan seluruh ruang tahanan di Rutan Malabero yang berlokasi di Kelurahan Sumur Meleleh, Kota Bengkulu, itu terjadi pada Jumat (25/3/2016), sekitar pukul 21.30 WIB. Kebakaran Rumah Tahanan Negara Malabero Kota Bengkulu yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu, mengakibatkan lima korban tewas terbakar, dan sejumlah orang terluka.

Akibat kejadian tersebut lima penghuni rutan tewas terbakar di dalam ruang tahanan nomor tujuh blok tahanan narkoba.

Keluarga korban tewas terbakar saat kebakaran Rumah Tahanan Negara Malabero Kota Bengkulu Jumat (25/3/2016) malam lalu memadati Rumah Sakit M. Yunus yang menjadi tempat jenazah-jenazah itu dievakuasi.

Beberapa keluarga korban juga mendatangi Posko Tim DVI antemortem dan postmortem Polda Bengkulu yang berada di RS Bhayangkara Kota Bengkulu.

Salah seorang keluarga korban, Feri Azami, bersama keluarga korban lainnya, mendatangi rumah sakit untuk memastikan apakah jasad korban adalah anggota keluarga mereka sebelum dibawa ke rumah duka.

"Kami ingin melihat adik yang menjadi korban tewas, makanya ke sini," kata Feri Azami.

Feri Azami menjelaskan adik iparnya yang bernama Medi Satria menjalani hukuman di Rutan Malabero akibat terlibat kasus narkoba dan sudah mendekam di penjara sekitar dua tahun.

Medi adalah warga RT14 Kelurahan Lempuing, Kota Bengkulu. Dia meninggalkan seorang istri dan tiga anak.

"Tiga orang sudah diidentifikasi oleh TIM DVI Polri, dan pagi ini jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga," katanya.

Korban yang tewas adalah Agung Nugraha, Heru Biliantoro, Agus Purwanto, Hendra Nopiandi, dan Medi Satria. Tiga korban tersebut atas nama Agung Nugraha, Agus Purwanto, dan Heru Biliantoro. Agus Purwanto diserahkan ke pihak keluarga pada Minggu (27/3/2016), sementara Agung Nugraha dan Heru Biliantoro diserahkan pada Senin (28/3/2016) pagi.

Jumlah seluruh narapidana dan tahanan di Rutan Malabero adalah 259 orang. Selain lima orang tewas, satu orang dibawa ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu, dan satu lagi dirawat di RS M Yunus. Sedangkan 252 tahanan lainnya dievakuasi ke Lembaga Permasyarkatan Kelas 1A Bentiring, Kota Bengkulu.

Rutan Malabero baru saja berganti status dari Lembaga Permasyarakatan setelah pemerintah membangun LP Bentiring dan memindahkan lebih 500 narapidana dari Rutan itu awal bulan ini. (ant/jos)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.367 Since: 07.04.14 | 0.6042 sec