YouTube Facebook Twitter RSS
25 Mar 2019, 0

Hukum

Polisi Tetapkan 17 Tersangka Kasus Pembakaran Rutan Bengkulu

Monday, 28 March 2016 | View : 825

siarjustisia.com-BENGKULU.

Polisi menetapkan 17 tersangka dalam perkara kerusuhan dan pembakaran yang menghanguskan seluruh kamar tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Malabero Bengkulu di Jl. Kol Berlian, Kelurahan Sungai Meleleh, Tlk. Segara, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Jumat (25/3/2016) malam.

"Ada tiga kelompok dalam tindak kerusuhan dan pembakaran ini," ungkap Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu Brigjen Pol. Drs. M Ghufron, M.M., M.Si. di Bengkulu, Senin (28/3/2016).

Kelompok pertama diduga melakukan pembakaran rutan. Menurut dia, pembakaran rumah tahanan dilakukan oleh dua orang dengan inisial N dan M.

"Nanti arahnya mereka melanggar Pasal 187 KUHP, kalau mengakibatkan kematian bisa disangkakan Pasal 187 ayat (2)," tandas lulusan Akpol 1983 yang berpengalaman dalam bidang lantas ini, Brigjen Pol. Drs. M Ghufron, M.M., M.Si.

Kelompok kedua, ia melanjutkan, merusak kamar tahanan dan memprovokasi penghuni lain untuk merusak rutan.

Polisi menjerat 14 tersangka dalam kelompok kedua dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Satu orang dari kelompok ketiga, dia provokator, yang teriak-teriak bakar, menyuruh yang lainnya melakukan perusakan, tersangka ini berinisial EK," beber mantan Karobinopsnal Baharkam Polri tersebut, Brigjen Pol. Drs. M Ghufron, M.M., M.Si. serta menambahkan tersangka dijerat dengan Pasal 160 KUHP.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Drs. Budi Waseso, S.H. mengatakan adanya upaya menghilangkan barang bukti terkait pembakaran dan kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Melabero Kota Bengkulu pada Jumat (25/3/2016) malam.

"Saat kita akan melakukan penggeledahan dengan bekerjasama Polres dan Polda setempat. Kita menemukan lagi beberapa pelaku di Lapas itu, para narapidana diantaranya melawan dengan maksud untuk menghilangkan barang bukti di dalam Lapas," papar mantan Kabareskrim, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso, S.H. di Jakarta, Senin (28/3/2016).

Peristiwa kerusuhan di Lapas Bengkulu tersebut bukan merupakan hal yang spontan dilakukan oleh beberapa narapidana, tapi merupakan hal yang direncanakan oleh jaringan di Lapas tersebut, kata Buwas biasa dipanggil.

"Mereka mau membakar barang bukti di kamar nomor empat, tapi api menyambar ke bagian yang lainnya. Ini bukti bahwa aturan di Lapas tidak dilaksanakan dan jangan bilang keterbatasan personelnya sebagai pembenaran dengan tidak melaksanakan protap," urai mantan Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Polri pada tahun 2014 itu, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso, S.H.

Petugas BNN apabila mau melakukan penggeledah di Lapas masuknya melalui prosedural. Dan Kepala BNN menyayangkan mengapa hal tersebut tidak diterapkan kepada keluarga narapidana yang menjenguk.

"Kenapa korek api itu bisa beredar, karena itu digunakan untuk membakar bong. Di situ korek api banyak sekali, bong juga termasuk sabu dan Lapas tidak menangani ini dengan serius," tukas mantan Widyaiswara Utama Sespim Polri pada tahun 2013 tersebut, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso, S.H.

BNN melakukan sidak sesuai perintah Presiden untuk melakukan sidak dua kali dalam sebulan di Lapas dengan demikian bisa terawasi, dimana Lapas masih terjadi peredaran narkoba, katanya.

"Perintah Presiden penanganan narkoba yang bersinergi, kita bersama TNI dan Polri telah mengamankan lebih dari 100 kilogram sabu dan hampir 200 kilogram sabu dan ratusan ribu ektasi, kokain, dan morfin. Kita terus melakukan operasi gabungan untuk berantas narkoba," tegas mantan Kepala Bidang Propam Polda Jateng pada tahun 2009 itu, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso, S.H.

Peristiwa kebakaran di Rutan Malabero Bengkulu tersebut memakan korban lima penghuninya tewas yang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu untuk identifikasi postmortem dan antemortem.

Uji identifikasi jenazah korban tersebut melibatkan pula pihak keluarga korban.

Korban yang tewas tersebut menempati kamar blok narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Nama-nama korban, yakni Agung Nugraha, Heru Biliantoro, Agus Purwanto, Hendra Nopiandi, dan Medi Satria. Posisi korban yang meninggal tersebut di dalam sel nomor tujuh.

See Also

KPK Tetapkan Direktur PT. Krakatau Steel Tersangka Suap
KPK Amankan 6 Orang Dalam OTT Krakatau Steel
KPK OTT Direktur Produksi Dan Teknologi PT. Krakatau Steel
KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.570.897 Since: 07.04.14 | 0.6015 sec