YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jun 2019, 0

Hukum

Polisi Tetapkan 17 Tersangka Kasus Pembakaran Rutan Bengkulu

Monday, 28 March 2016 | View : 850

siarjustisia.com-BENGKULU.

Polisi menetapkan 17 tersangka dalam perkara kerusuhan dan pembakaran yang menghanguskan seluruh kamar tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Malabero Bengkulu di Jl. Kol Berlian, Kelurahan Sungai Meleleh, Tlk. Segara, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Jumat (25/3/2016) malam.

"Ada tiga kelompok dalam tindak kerusuhan dan pembakaran ini," ungkap Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu Brigjen Pol. Drs. M Ghufron, M.M., M.Si. di Bengkulu, Senin (28/3/2016).

Kelompok pertama diduga melakukan pembakaran rutan. Menurut dia, pembakaran rumah tahanan dilakukan oleh dua orang dengan inisial N dan M.

"Nanti arahnya mereka melanggar Pasal 187 KUHP, kalau mengakibatkan kematian bisa disangkakan Pasal 187 ayat (2)," tandas lulusan Akpol 1983 yang berpengalaman dalam bidang lantas ini, Brigjen Pol. Drs. M Ghufron, M.M., M.Si.

Kelompok kedua, ia melanjutkan, merusak kamar tahanan dan memprovokasi penghuni lain untuk merusak rutan.

Polisi menjerat 14 tersangka dalam kelompok kedua dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Satu orang dari kelompok ketiga, dia provokator, yang teriak-teriak bakar, menyuruh yang lainnya melakukan perusakan, tersangka ini berinisial EK," beber mantan Karobinopsnal Baharkam Polri tersebut, Brigjen Pol. Drs. M Ghufron, M.M., M.Si. serta menambahkan tersangka dijerat dengan Pasal 160 KUHP.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Drs. Budi Waseso, S.H. mengatakan adanya upaya menghilangkan barang bukti terkait pembakaran dan kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Melabero Kota Bengkulu pada Jumat (25/3/2016) malam.

"Saat kita akan melakukan penggeledahan dengan bekerjasama Polres dan Polda setempat. Kita menemukan lagi beberapa pelaku di Lapas itu, para narapidana diantaranya melawan dengan maksud untuk menghilangkan barang bukti di dalam Lapas," papar mantan Kabareskrim, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso, S.H. di Jakarta, Senin (28/3/2016).

Peristiwa kerusuhan di Lapas Bengkulu tersebut bukan merupakan hal yang spontan dilakukan oleh beberapa narapidana, tapi merupakan hal yang direncanakan oleh jaringan di Lapas tersebut, kata Buwas biasa dipanggil.

"Mereka mau membakar barang bukti di kamar nomor empat, tapi api menyambar ke bagian yang lainnya. Ini bukti bahwa aturan di Lapas tidak dilaksanakan dan jangan bilang keterbatasan personelnya sebagai pembenaran dengan tidak melaksanakan protap," urai mantan Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Polri pada tahun 2014 itu, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso, S.H.

Petugas BNN apabila mau melakukan penggeledah di Lapas masuknya melalui prosedural. Dan Kepala BNN menyayangkan mengapa hal tersebut tidak diterapkan kepada keluarga narapidana yang menjenguk.

"Kenapa korek api itu bisa beredar, karena itu digunakan untuk membakar bong. Di situ korek api banyak sekali, bong juga termasuk sabu dan Lapas tidak menangani ini dengan serius," tukas mantan Widyaiswara Utama Sespim Polri pada tahun 2013 tersebut, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso, S.H.

BNN melakukan sidak sesuai perintah Presiden untuk melakukan sidak dua kali dalam sebulan di Lapas dengan demikian bisa terawasi, dimana Lapas masih terjadi peredaran narkoba, katanya.

"Perintah Presiden penanganan narkoba yang bersinergi, kita bersama TNI dan Polri telah mengamankan lebih dari 100 kilogram sabu dan hampir 200 kilogram sabu dan ratusan ribu ektasi, kokain, dan morfin. Kita terus melakukan operasi gabungan untuk berantas narkoba," tegas mantan Kepala Bidang Propam Polda Jateng pada tahun 2009 itu, Komjen Pol. Drs. Budi Waseso, S.H.

Peristiwa kebakaran di Rutan Malabero Bengkulu tersebut memakan korban lima penghuninya tewas yang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu untuk identifikasi postmortem dan antemortem.

Uji identifikasi jenazah korban tersebut melibatkan pula pihak keluarga korban.

Korban yang tewas tersebut menempati kamar blok narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Nama-nama korban, yakni Agung Nugraha, Heru Biliantoro, Agus Purwanto, Hendra Nopiandi, dan Medi Satria. Posisi korban yang meninggal tersebut di dalam sel nomor tujuh.

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.991.951 Since: 07.04.14 | 0.5873 sec