YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Hot News

Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) meminta semua perwakilan Indonesia di luar negeri, dalam hal ini Duta Besar RI untuk Jepang, Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. agar fokus menjalankan tugasnya. Hal itu disampaikan terkait cuitan dari akun Twitter Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. yang bernada rasis kepada Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab disapa "Ahok".

Arrmanatha Nasir mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Retno Lestari Prianasari Marsudi telah mengingatkan kepada Kepala Perwakilan Indonesia di luar negeri agar tidak mengurusi persoalan di luar tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan Pemerintah.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir ketika diminta tanggapan soal pernyataan Duta Besar RI untuk Jepang, Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M., yang dinilai berbau SARA di akun Twitter-nya, beberapa waktu lalu.

"Yang kita harapkan agar semua Perwakilan dalam menjalankan tugasnya di luar negeri fokus untuk menjalankan tugas-tugas diplomatik yang telah diberikan oleh Pemerintah RI," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, di Gedung Kemlu, Jl. Taman Pejambon No.6,  Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Kamis (31/3/2016).

"Yang kita harapkan kepala perwakilan dalam menjalankan tugasnya harus fokus pada tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan oleh pemerintah," imbuh Arrmanatha Nasir saat ditemui di kantor Kementerian Luar Negeri, Jl. Taman Pejambon No.6,  Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Saat ditanyakan apakah sudah berkomunikasi dengan Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. terkait persoalan itu, Arrmanatha Nasir mengatakan Kemlu secara reguler menyampaikan kepada seluruh perwakilan RI, termasuk Duta Besar (Dubes) dan Konsulat Jenderal, mengenai kebijakan Pemerintah. Menurutnya, perwakilan RI diminta fokus kepada tugas-tugasnya.

Arrmanatha Nasir menjelaskan, Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi secara rutin mengingatkan kepada Kepala Perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk Duta Besar dan Konsul Jenderal, untuk fokus pada tugas.

"Mereka seharusnya fokus kepada isu-isu yang telah diberikan oleh Pemerintah di posnya tersebut," tegas Arrmanatha Nasir atau biasa disapa Tata.

Namun, ia enggan berkomentar mengenai keluhan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait tweet Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M.

Arrmanatha Nasir hanya mengulangi pernyataannya.

"Saya tekankan sekali lagi, kami selalu mengingatkan mereka agar fokus pada masalah, isu-isu, dan tugas-tugas yang diberikan," tandas dia.

Anggota Komisi I DPR RI yang juga Politikus Partai Golongan Karya (Golkar), Tantowi Yahya, menilai ada nuansa keberpihakan dan membawa isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dalam pernyataan Dubes RI untuk Jepang, Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M., terhadap Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. atau akrab disapa Ahok.

Pernyataan Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. yang dikeluarkan lewat cuitan di media sosial Twitter itu dianggap tak bisa dibenarkan.

"Dubes tidak boleh bermain di arena politik praktis, tidak boleh menunjukkan keberpihakan ke satu calon dalam kontestasi politik," kata Tantowi Yahya, Kamis (31/3/2016).

"Dubes bisa disebut cacat jika melakukan sesuatu yang tercela dan berpotensi membuat pelaksanaan tugas-tugas diplomatiknya terhambat," lanjutnya.

Menurut Tantowi Yahya, di satu sisi ada ketakutan dari Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang merasa rentan dengan komentar seperti dikeluarkan Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. itu. Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok adalah sosok yang biasanya kebal dengan berbagai sindiran. Tapi kali ini, dia tak bisa menerima ungkapan Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. yang rasis.

Di sisi lain, Tantowi Yahya menilai bahwa apa yang diungkapkan oleh Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. memang cenderung rasis, walau hanya mengulangi pernyataan mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal/Letjen TNI  (Purn) Johannes Suryo Prabowo.

Terkait sikap Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi harus menanggapi masalah ini. "Itu wewenang Menlu setelah berkomunikasi dengan Presiden tentunya," jawab Tantowi Yahya.

Anggota Komisi I DPR RI, Charles Honoris, mengirimkan pesan kepada Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi memprotes pernyataan Dubes RI untuk Jepang, Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. di Twitter terhadap Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Bu Menlu Yang Terhormat, saya bukan pendukung Ahok dalam Pilgub DKI Jakarta. Saya hanya ingin menyampaikan kekecewaan statement Dubes Yusron dalam Twitter yang bersangkutan terkait Ahok yang cuitannya cenderung rasis dan tidak etis," ungkap Charles Honoris dalam pesannya itu, Kamis (31/3/2016).

Kata Charles Honoris, seorang Dubes adalah perwakilan negara di negara sahabat. Bahkan sebagai simbol NKRI di negara tersebut. Sementara di dalam cuitannya, menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, Dubes Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. tidak mencerminkan kebhinekaan yang merupakan salah satu pilar dari bangsa ini.

"Dubes Yusron sudah melecehkan wajah negara dengan pernyataan yang cenderung provokatif dan dapat menebar kebencian SARA," tegasnya.‎

Untuk itu, Charles Honoris berharap Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi bisa merekomendasikan pencopotan Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. sebagai Dubes RI di Jepang karena sudah tidak layak untuk menyandang predikat Duta Besar.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M., yang merupakan adik kandung dari Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. membuat cuitan bernuansa rasis di akun Twitter. Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. adalah adik dari Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., tokoh dari Belitung yang berniat mengalahkan petahana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama jika sama-sama maju di Pilgub DKI Jakarta mendatang. Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. bahkan sudah berikrar menyatukan dukungan semua parpol untuk bertanding melawan Basuki Tjahaja Purnama.

Diketahui, pada Selasa (29/3/2016), Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. sempat berkicau melalui akun Twitter miliknya, @YusronIhza_Mhd. Dalam kicauannya, Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. menyoroti kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama yang dianggapnya arogan. Dalam akunnya, Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. mengutip perkataan dari mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal/Letjen TNI  (Purn) Johannes Suryo Prabowo yang menyatakan jika Basuki Tjahaja Purnama sayang etnis China maka diminta untuk tidak sok jago saat berkuasa.

Sikap Basuki Tjahaja Purnama dinilai dapat membawa petaka bagi masyarakat China yang tak dapat kabur ke luar negeri jika terjadi kerusuhan. Menurut Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M., kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama yang arogan berpotensi membahayakan masyarakat kecil yang beretnis sama (China) dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Pernyataannya itu menambahkan pernyataan mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal/Letjen TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo yang juga sempat melontarkan hal senada.

"Nasehat jenderal bintang tiga ini pantas direnungkan. Jika sayang dengan etnis Cina yang baik, miskin, dan tidak bisa lari ke luar negeri jika ada kerusuhan etnik. Maka mohon Ahok tidak arogan dalam memerintah. Kasihan dengan Cina-Cina lainnya yang miskin, baik, dan tidak salah jika mereka jadi korban," cuit Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. yang memakai kata "Cina", bukan Tionghoa.

See Also

Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Kodim 0716/Demak Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Julia Perez Meninggal
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Kapolri Beri Penghargaan Ke 5 Kapolres Terbaik
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Marie Muhammad Berpulang
Rakerda KAI DPD DKI Jakarta: Equality Before The Law, Jangan Ada Lagi Suap Dan Pungli
38 Juta Orang Di Dunia Hidup Dengan HIV/AIDS
Penyebab Kanker
Sutan Bhatoegana Meninggal Dunia
MUI Tolak Kapolda Baru Banten
Yudi Latif Tegaskan Pancasila Harus Jadi Lifestyle
Partai Gerindra-PKS Resmi Usung Anies Baswedan-Sandiaga Uno
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.008.226 Since: 07.04.14 | 0.7156 sec