YouTube Facebook Twitter RSS
23 Apr 2018, 0

Hukum

KPK Kembali Periksa Mohamad Taufik Terkait Kasus Suap Reklamasi

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Senin (18/4/2016) mengincar keterangan Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD Jakarta Haji Mohamad Taufik dan Wakil Ketua Balegda dijabat oleh anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Merry Hotma, S.H. terkait Rancangan Perda Reklamasi. Keduanya diperiksa untuk tersangka penerima suap pembahasan raperda reklamasi, Ir. H. Mohamad Sanusi.

"Taufik dan Merry Hotma diperiksa untuk MSN (M Sanusi, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta)," beber Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati ketika dihubungi, Senin (18/4/2016).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga adalah Ketua Balegda DPRD DKI dijabat oleh Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Haji Mohamad Taufik dari Fraksi Partai Gerindra yang tak lain kakak kandung dari Ir. H. Mohamad Sanusi kembali datang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), plaza Gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI Jakarta), Senin (18/4/2016).

Kedatangannya kali ini untuk menjalani pemeriksaan dalam penyidikan KPK terhadap kasus dugaan suap anggota DPRD DKI Jakarta terkait Peraturan Daerah tentang Reklamasi.

Politisi Partai Gerindra itu, Haji Mohamad Taufik tiba di kantor atau Gedung KPK, Jakarta sekitar pukul 9.25 WIB. Sementara itu, Merry Hotma, S.H. belum diketahui kehadirannya.

Namun, Haji Mohamad Taufik belum dapat memastikan apakah pemeriksaan kali ini sebagai saksi untuk tersangka Ketua Komisi D DPRD DKI,  Ir. H. Mohamad Sanusi atau Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land (APL), Ariesman Widjaja.

"Kemarin (pekan lalu) kan (pemeriksaan) untuk Trinanda, mungkin ini untuk dua yang lainnya, Sanusi atau Ariesman," jelas Haji Mohamad Taufik singkat sambil bergegas masuk ke loby Gedung KPK.

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Harian (plh) Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati menjelaskan bahwa Haji Mohamad Taufik diperiksa sebagai saksi atas tersangka Ir. H. Mohamad Sanusi dalam penyidikan kasus dugaan suap dalam pembahasan raperda reklamasi Teluk Jakarta.

"Dia (Taufik) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MSN (Mohamad Sanusi)," ungkap Yuyuk Andriati.

Sebelumnya, Haji Mohamad Taufik juga pernah dimintai keterangan pada Senin (11/4/2016) lalu. Haji Mohamad Taufik juga telah menjalani pemeriksaan pada Senin (11/4/2016) untuk kasus yang sama. Saat itu ia diperiksa bersama dengan Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, S.H.

Selain kedua orang tersebut, lembaga antirasuah juga meminta keterangan anggota DPD RI Nono Sampono, Kasubag Raperda DPRD DKI Jakarta Dameria Hutagalung, ajudan Haji Mohamad Taufik yakni Riki Sudani dan karyawan PT. Agung Podomoro Land (APL) Trinanda Prihantoro.

Pemeriksaan ini digunakan untuk melengkapi berkas penyidikan kasus yang menjerat Ir. H. Mohamad Sanusi di KPK.

Dalam kasus ini, KPK menangkap tangan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ir. H. Mohamad Sanusi, di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta seusai menerima uang pemberian dari Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja. Dia diduga menerima suap secara bertahap yang jumlahnya mencapai Rp 2 miliar. Suap tersebut diduga terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Ir. H. Mohamad Sanusi ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah lantaran diduga menerima duit suap Rp 2 miliar dari Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja dan Trinanda Prihantoro. Ir. H. Mohamad Sanusi disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain Ir. H. Mohamad Sanusi, KPK juga telah menetapkan Ariesman Widjaja sebagai tersangka. Sementara itu, Ariesman Widjaja dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Ketiga orang yang diduga terlibat suap ini kini mendekam di rumah tahanan.

Objek suap diduga yaitu Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di DKI tahun 2015-2035 dan Raperda tentang Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta. Dalam Raperda Tata Ruang, pemerintah DKI Jakarta meminta pungutan berupa kontribusi tambahan dari pengembang sebanyak 15 persen. Pihak DPRD DKI Jakarta tak sepakat lantatan dinilai memberatkan pengembang.

Selama penyidikan, KPK mengumpulkan bukti lain yang menguatkan rumusan pidana. Jika sudah terpenuhi, maka berkas akan dilimpahkan ke tahap penuntutan untuk diadili di meja hijau. (cnn/kom/jos)

See Also

Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
BNN Sergap 3 Bandar Narkoba Di Ancol
Hakim Senior Terjaring OTT Rp 30 Juta
Polres Kudus Ciduk 5 Orang Pengedar Uang Palsu
KPK Jerat Cagub Maluku Utara
KPK Periksa Isteri Bos PT. MRA
Hacker Surabaya Black Hat Telah Retas 600 Situs
Kapolri Pastikan Kapolsek Selingkuhi Isteri Bawahan Dicopot
KPU Akan Gelar Pleno Bahas Putusan Bawaslu
PBB Tunggu Sikap KPU Untuk Banding Putusan Bawaslu
PBNU Desak Presiden Joko Widodo Beri Grasi Untuk KH Nur Aziz
Kapolri Takut Pidatonya Dipelintir Dan Diviralkan
Kapolri Sebut Isu Ulama Di Medsos Ada 3 Yang Benar
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.797.308 Since: 07.04.14 | 0.6097 sec