YouTube Facebook Twitter RSS
21 Sep 2019, 0

Hukum

KPK Dalami Kaitan Reklamasi Tangerang-Jakarta Ke Bupati Tangerang

Saturday, 23 April 2016 | View : 708

siarjustisia.com-JAKARTA.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kaitan reklamasi Tangerang dan DKI Jakarta dari Bupati Tangerang yang mulai menjabat sejak tahun 2013, Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain, B.Bus. terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana pemberian hadiah terkait pembahasan Raperda Pantai Utara Jakarta.

"Masalah reklamasi yang berbatasan dengan Dadap di wilayah Kabupaten Tangerang, Kosambi. Saya hanya menegaskan saja bahwa Kabupaten Tangerang berbatasan dengan DKI dan daerah reklamasi itu mungkin juga apa namanya nyambung ke Kabupaten Tangerang karena batas wilayah itu," ungkap Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain seusai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Jl. HR Rasuna Said Kav C-1, Kuningan, Jakarta Selatan, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI Jakarta), Jumat (22/4/2016).

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Tangerang yang mulai menjabat sejak tahun 2013, Ahmed Zaki Iskandar, B.Bus., sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana pemberian hadiah terkait pembahasan rancangan peraturan daerah Pantai Utara Jakarta.

"Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, diperiksa terkait usulan jembatan tambahan dari Kosambi ke pulau reklamasi punya PT. KNI (Kapuk Naga Indah)," beber Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, di Plaza Gedung Jakarta, Jl. HR Rasuna Said Kav C-1, Kuningan, Jakarta Selatan, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI Jakarta), Jumat (22/4/2016).

Sepanjang pesisir Utara Tangerang dari pantai Dadap, Kosambi, hingga Kronjo, rencananya akan dibangun Kota Baru Pantura berbentuk pulau-pulau seluas 9.000 Hektare.

Kabupaten Tangerang memulai reklamasi Pantai Muara Dadap di Kecamatan Kosambi sejak 2010 yang dikerjakan PT. Agung Sedayu Group. Luas total pulau buatan itu 9.000 hektare, hampir dua kali luas gabungan 17 pulau reklamasi Jakarta.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menggandeng PT. Salim Group dan PT. Agung Sedayu Group yang merupakan induk perusahaan PT. Kapuk Naga Indah (KNI).

PT. Agung Sedayu Group merupakan satu-satunya perusahaan pengembang yang digandeng PT. Tangerang International City selaku pemegang hak pengelolaan kawasan tersebut untuk menggarap proyek reklamasi di Tangerang. Wilayah digarap berdekatan dengan enam pulau reklamasi di wilayah Provinsi DKI Jakarta yang terletak dari Kamal Muara hingga Pantai Indah Kapuk (PIK).

Kabupaten Tangerang juga mengajukan pembangunan jembatan yang menghubungkan pulau-pulau reklamasi tersebut.

"Pembangunan jembatan juga masih proposal, kita mempertanyakan ke Gubernur DKI apakah itu juga nyambung jembatannya, jangan sampai jembatan itu dibangun tapi tidak bisa untuk kepentingan umum," imbuh Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain.

Menurut Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain, pihaknya pun belum mendapatkan jawaban dari jembatan penyambung tersebut.

"Apakah jembatan yang di-propose itu menyambung atau enggak ke DKI, kalau nyambung baru kita approve, tapi belum ada jawabannya," ungkap Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain.

PT. Kapuk Naga Indah (KNI) mendapat jatah reklamasi lima pulau (pulau A, B. C, D, E) dengan luas 1.329 hektar (ha) sementara PT. Muara Wisesa Samudera mendapat jatah rekalamasi pulau G dengan luas 161 hektar (ha).

Izin pelaksanaan untuk PT. Kapuk Naga Indah diterbitkan pada 2012 pada era Gubernur DKI Jakarta (saat itu), Dr. Ing H. Fauzi Bowo, sedangkan izin pelaksanaan untuk PT. Muara Wisesa Samudera diterbitkan Gubernur DKI Jakarta (kini, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. pada Desember 2014).

Selain Ahmed Zaki Iskandar, KPK juga memeriksa Syaiful Zuhri alias Pupung dari swasta, CEO PT. Kencana Unggul Sukses (pengembang reklamasi Pluit yang juga anak perusahaan Agung Podomoro Land), Halim Kumala dan Didin Syamsudin, yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sedangkan CEO Pluit City yang juga anak perusahaan Agung Podomoro Land (APL) Halim Kumala yang juga diperiksa hari Jumat (22/4/2016) dalam kasus yang sama mengaku juga ditanya tentang proyek reklamasi.

"Ada sekitar 30 pertanyaan, saya ditanya soal proyek, ditanya luasnya berapa," tutur Halim Kumala.

Halim Kumala mengaku proyek yang dipegangnya seluas 161 hektare.

"Itu kerja sendiri dan tidak koordinasi dengan pihak lain," tambah Halim Kumala singkat.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Direktur Utama/Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land (APL), Ariesman Widjaja, dan Personal Assistant/Asisten Pribadi PT. APL, Trinanda Prihantoro, sebagai tersangka pemberi suap sebesar Rp 2 miliar kepada Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD DKI Jakarta, Ir. H. Mohamad Sanusi terkait pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinnsi DKI Jakarta Tahun 2015-2035 dan Raperda Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Pasalnya, mereka diduga terkait pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyangkakan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ir. H. Mohamad Sanusi berdasarkan sangkaan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 64 ayat (1) KUHP mengenai penyelenggara negara yang patut diduga menerima hadiah dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sedangkan kepada Ariesman Widjaja dan Trinanda Prihantoro disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan lama 5 tahun ditambah denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 250 juta. (ant)

See Also

Ipda Erwin Yudha Wildani Yang Terbakar Saat Amankan Demo Akhirnya Meninggal Dunia
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Rumah Sakit Polri Sebut Polisi Yang Terbakar Saat Kawal Demo Alami Luka Bakar 64
Anggota Polres Cianjur Alami Luka Bakar
Artis Rio Reifan Kembali Ditangkap Terkait Narkoba
Umar Kei Ditangkap, Polisi Sita 5 Plastik Sabu Dan Senpi
Jefri Nichol Ditahan Sebagai Tersangka Kasus Ganja
Jefri Nichol Ditangkap Karena Narkoba
Terjerat Narkoba, Jamal Preman Pensiun Ajukan Rehabilitasi
Kronologi Penangkapan Nunung Dan Suaminya
Komedian Nunung Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.433.462 Since: 07.04.14 | 2.8217 sec