YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2019, 0

Hukum

12 Pemerkosa Gadis 14 Tahun Di Bengkulu Dibekuk Polisi

Tuesday, 03 May 2016 | View : 1234
Tags : Bengkulu, Yuyun

siarjustisia.com-BENGKULU.

Yuyun gadis belia ditemukan tewas secara menyedihkan pada Selasa (5/4/2016) lalu. Kejadian tragis yang menimpa siswa kelas satu SMP ini, saat diperkosa secara bergiliran oleh 14 anak lelaki.

Jasadnya ditemukan di jurang, Senin (4/4/2016) siang, dengan kondisi cukup mengenaskan.

Sebelum dibunuh, korban diduga diperkosa. Dugaan itu didukung hasil visum tim medis Puskesmas PUT. Selain didapati tanda kekerasan pada kemaluan korban, di bagian muka juga terdapat tanda lebam seperti bekas pukulan. Kondisi korban sewaktu ditemukan juga dalam keadaan tanpa busana, tertutup daun pakis.

Jajaran Polsek Padang Ulak Tanding (PUT) bergerak cepat. Polisi telah menangkap seluruh penjahat asusila dan pembunuh Yuyun.

Di bawah komando Kapolsek PUT, Inspektur Polisi Satu (Iptu Pol.) Eka Chandra, S.H. tim Reskrim Polsek PUT meringkus 12 dari 14 tersangka pembunuh dan pemerkosa Yuyun.

Bahkan 2 dari 12 tersangka itu, Fe (18) dan Sp (16), warga Dusun 4 Desa Kasie Kasubun, Kecamatan PUT masih berstatus pelajar. Dua di antaranya merupakan kakak kelas korban. Mereka adalah Fe dan Sp. Keduanya kakak kelas korban yang duduk di bangkus kelas III SMPN 5 Satu Atap PUT.

Sedangkan sepuluh tersangka lainnya adalah De (19), To (19), Da (17), Su (19), Bo (20), Fa (19), Za (23), Al (17), Su (18) dan Er (16). Sedangkan 2 pelaku lainnya ditangkap beberapa hari kemudian yaitu Be dan Ch.

Mereka juga warga Dusun 4 Desa Kasie Kasubun, Kecamatan PUT yang bersebelahan dusun dengan korban. Namun 10 tersangka ini sudah putus sekolah dengan profesi bertani.

“Semua tersangka ini ikut memperkosa korban sebelum akhirnya mereka menghabisi nyawa korban. Termasuk dua pelaku lain yang masih buron, ikut andil dalam pemerkosaan dan pembunuhan terhadap korban. Identitas keduanya sudah kami kantongi,’’ tegas Kapolres Rejang Lebong (RL), AKBP. Dirmanto, S.H., S.I.K. didampingi Kasat Reskrim, AKP. Chusnul Qomar, S.H., S.IK. dan Kapolsek PUT, Iptu. Pol. Eka Chandra, S.H. kepada awak media.

"Pemberkasan kami pisah. Tujuh orang tersangka yang masih di bawah umur dijadikan satu berkas, sementara lima lain dijadikan satu berkas karena sudah masuk kategori dewasa," ujar Kapolres saat dihubungi awak media di Rejang Lebong, Senin (2/5/2016). Sedangkan 2 tersangka lainnya belum dilakukan pemberkasan. Alasannya, kepolisian kekurangan penyidik.

Kronologis penangkapan, bermula dari diringkusnya Da, Jumat (8/4/2016) pukul 15.30 WIB di kediamannya. Berhasil meringkus Da, kembali polisi meringkus De dan To di kediamannya masing-masing di hari yang sama.

Malamnya, menyusul polisi menciduk satu-persatu 9 tersangka lainnya hingga terakhir menangkap Er dini hari pukul 03.00 WIB.

‘’Dari tangan tersangka kami tidak mengamankan barang apapun karena para tersangka ini membunuh korban dengan cara menjatuhkan korban ke jurang dalam kondisi kedua tangan terikat setelah memperkosanya. Namun kami masih mendalami keterangan 12 tersangka ini guna memastikan otak pelaku di balik kejadian ini. Dugaan sementara dalangnya adalah De,’’ terang Kapolres Rejang Lebong (RL), AKBP. Dirmanto, S.H., S.I.K.

Sikap para pelaku yakni 12 pemuda yang sudah ditahan atas tindakan melakukan pemerkosaan terhadap gadis berusia 14 tahun di Bengkulu, tidak menunjukan rasa penyesalan sekalipun mereka telah membunuh korbannya.

"Mulut saja mengatakan menyesal. Tapi kita lihat dari perangai mereka sama sekali tidak menunjukan rasa penyesalan," kata Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT) Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu, Inspektur Polisi Satu (Iptu Pol.) Eka Chandra, S.H. dalam perbincangan dengan awak media, Selasa (3/5/2016).

Iptu Pol. Eka Chandra menceritakan, selama dalam proses pemeriksaan, para pelaku malah menunjukan sikap cuek. Padahal para pelaku sudah memperkosa korban yang juga siswi SMP kelas I dan sekaligus membunuhnya.

"Mereka di tahanan malah tertawa. Diperiksa juga kelihatan santai. Sama sekali sikapnya tidak menunjukan penyesalan. Saya saja geram melihat perangi mereka," kata Iptu Pol. Eka Chandra.

Bagaimana tidak geram, sambungnya, di antara mereka juga kalau ditanya berbelit-belit. Ada yang mengaku tak ikut memperkosa.

"Memang mereka itu sama sekali seperti menganggap tak ada masalah. Ya kalau ditanya, jawabannya katanya menyesal. Tapi perangainya selama di tahanan tidak menunjukan penyesalan," tegas Iptu Pol. Eka Chandra kembali.

Kapolsek Padang Ulak Tanding Iptu Pol. Eka Chandra menerangkan, kasus perkosaan ini melibatkan 14 orang pelaku. Mereka rata-rata remaja warga Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT).

Iptu Pol. Eka Chandra menjelaskan, sesuai dengan pengakuan para tersangka, awalnya DE, FE, AL dan SU berpesta minuman keras jenis tuak yang dibeli di salah satu warung di Desa Kasie Kasubun. Dalam kondisi mabuk, mereka pergi ke pinggir jalan dan bertemu 10 tersangka lain.

Saat itulah melintas korban Yuyun yang baru pulang dan masih mengenakan seragam SMP. Mereka melakukan perkosaan pada Senin (4/4/2016) lalu. Mereka memerkosa dan membunuh Yuyun serta membuang jasadnya ke jurang sedalam 5 meter.

"Saat itu mereka lagi mabuk minum tuak. Korban melintas di depan mereka. Lantas digodain. Setelah itu mereka perkosa dan mereka bunuh," papar Iptu Pol. Eka Chandra.

"Secara bersama-sama mereka menyekap, memperkosa secara bergiliran, memukuli, mengikat dan membuang tubuh korban ke dalam jurang," tambah Iptu Pol. Eka Chandra.

Menurut Iptu Pol. Eka Chandra, lima orang tersangka tercatat sebagai pelajar dan sisanya merupakan remaja putus sekolah. Kepada polisi, mereka mengaku sering menonton film porno yang diputar melalui DVD di rumah yang sering ditinggal orangtua ke kebun dan menonton adegan porno melalui telepon genggam.

Total ada 14 pelaku pemerkosaan, dan dua pelaku masih diburu.

Para tersangka, tandas Kapolres Rejang Lebong (RL), AKBP. Dirmanto, S.H., S.I.K., dijerat Pasal 76 D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Selain itu, kelima tersangka juga akan dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara. Juga dijerat Pasal 536 KUHP tentang Mabuk-mabukan di Tempat Umum dengan ancaman kurungan 3 hari.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Dirmanto, S.H., S.IK. mengatakan, tersangka dijerat Pasal 76 D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara dan Pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang, dengan ancaman 15 tahun penjara serta Pasal 536 KUHP tentang mabuk-mabukan di tempat umum dengan ancaman tiga hari kurungan.  

Sebanyak tujuh dari 12 tersangka pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun disidang di Pengadilan Negeri Curup, Bengkulu dengan Hakim Ketua Heny Farida. Para pelaku pemerkosaan dan pembunuhan tersebut dituntut hukuman 10 tahun penjara. Persidangan dengan agenda tuntutan itu berlangsung dalam penjagaan petugas dari Polres Rejanglebong.

Kepala Kejari Curup Eko Hening Wardhono usai persidangan mengatakan, ketujuh tersangka pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun dituntut dengan atas pelanggaran Pasal 80 ayat (3) dan Pasal 81 ayat (1) juncto Pasal 76D UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

"Agenda persidangan kali ini ialah tuntutan di mana para tersangka pelakunya ada tujuh orang dengan status anak di bawah umur. Itu dibuktikan dari keterangan orangtua tersangka dan juga dibuktikan akta kelahiran masing-masing," ucap Jaksa Eko Hening Wardhono, Selasa (3/5/2016).

See Also

Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Artis Kembali Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Polres Metro Jakarta Selatan Gali Motif Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.247.793 Since: 07.04.14 | 0.6319 sec