YouTube Facebook Twitter RSS
17 Jul 2019, 0

Hukum

12 Pemerkosa Gadis 14 Tahun Di Bengkulu Dibekuk Polisi

Tuesday, 03 May 2016 | View : 1318
Tags : Bengkulu, Yuyun

siarjustisia.com-BENGKULU.

Yuyun gadis belia ditemukan tewas secara menyedihkan pada Selasa (5/4/2016) lalu. Kejadian tragis yang menimpa siswa kelas satu SMP ini, saat diperkosa secara bergiliran oleh 14 anak lelaki.

Jasadnya ditemukan di jurang, Senin (4/4/2016) siang, dengan kondisi cukup mengenaskan.

Sebelum dibunuh, korban diduga diperkosa. Dugaan itu didukung hasil visum tim medis Puskesmas PUT. Selain didapati tanda kekerasan pada kemaluan korban, di bagian muka juga terdapat tanda lebam seperti bekas pukulan. Kondisi korban sewaktu ditemukan juga dalam keadaan tanpa busana, tertutup daun pakis.

Jajaran Polsek Padang Ulak Tanding (PUT) bergerak cepat. Polisi telah menangkap seluruh penjahat asusila dan pembunuh Yuyun.

Di bawah komando Kapolsek PUT, Inspektur Polisi Satu (Iptu Pol.) Eka Chandra, S.H. tim Reskrim Polsek PUT meringkus 12 dari 14 tersangka pembunuh dan pemerkosa Yuyun.

Bahkan 2 dari 12 tersangka itu, Fe (18) dan Sp (16), warga Dusun 4 Desa Kasie Kasubun, Kecamatan PUT masih berstatus pelajar. Dua di antaranya merupakan kakak kelas korban. Mereka adalah Fe dan Sp. Keduanya kakak kelas korban yang duduk di bangkus kelas III SMPN 5 Satu Atap PUT.

Sedangkan sepuluh tersangka lainnya adalah De (19), To (19), Da (17), Su (19), Bo (20), Fa (19), Za (23), Al (17), Su (18) dan Er (16). Sedangkan 2 pelaku lainnya ditangkap beberapa hari kemudian yaitu Be dan Ch.

Mereka juga warga Dusun 4 Desa Kasie Kasubun, Kecamatan PUT yang bersebelahan dusun dengan korban. Namun 10 tersangka ini sudah putus sekolah dengan profesi bertani.

“Semua tersangka ini ikut memperkosa korban sebelum akhirnya mereka menghabisi nyawa korban. Termasuk dua pelaku lain yang masih buron, ikut andil dalam pemerkosaan dan pembunuhan terhadap korban. Identitas keduanya sudah kami kantongi,’’ tegas Kapolres Rejang Lebong (RL), AKBP. Dirmanto, S.H., S.I.K. didampingi Kasat Reskrim, AKP. Chusnul Qomar, S.H., S.IK. dan Kapolsek PUT, Iptu. Pol. Eka Chandra, S.H. kepada awak media.

"Pemberkasan kami pisah. Tujuh orang tersangka yang masih di bawah umur dijadikan satu berkas, sementara lima lain dijadikan satu berkas karena sudah masuk kategori dewasa," ujar Kapolres saat dihubungi awak media di Rejang Lebong, Senin (2/5/2016). Sedangkan 2 tersangka lainnya belum dilakukan pemberkasan. Alasannya, kepolisian kekurangan penyidik.

Kronologis penangkapan, bermula dari diringkusnya Da, Jumat (8/4/2016) pukul 15.30 WIB di kediamannya. Berhasil meringkus Da, kembali polisi meringkus De dan To di kediamannya masing-masing di hari yang sama.

Malamnya, menyusul polisi menciduk satu-persatu 9 tersangka lainnya hingga terakhir menangkap Er dini hari pukul 03.00 WIB.

‘’Dari tangan tersangka kami tidak mengamankan barang apapun karena para tersangka ini membunuh korban dengan cara menjatuhkan korban ke jurang dalam kondisi kedua tangan terikat setelah memperkosanya. Namun kami masih mendalami keterangan 12 tersangka ini guna memastikan otak pelaku di balik kejadian ini. Dugaan sementara dalangnya adalah De,’’ terang Kapolres Rejang Lebong (RL), AKBP. Dirmanto, S.H., S.I.K.

Sikap para pelaku yakni 12 pemuda yang sudah ditahan atas tindakan melakukan pemerkosaan terhadap gadis berusia 14 tahun di Bengkulu, tidak menunjukan rasa penyesalan sekalipun mereka telah membunuh korbannya.

"Mulut saja mengatakan menyesal. Tapi kita lihat dari perangai mereka sama sekali tidak menunjukan rasa penyesalan," kata Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT) Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu, Inspektur Polisi Satu (Iptu Pol.) Eka Chandra, S.H. dalam perbincangan dengan awak media, Selasa (3/5/2016).

Iptu Pol. Eka Chandra menceritakan, selama dalam proses pemeriksaan, para pelaku malah menunjukan sikap cuek. Padahal para pelaku sudah memperkosa korban yang juga siswi SMP kelas I dan sekaligus membunuhnya.

"Mereka di tahanan malah tertawa. Diperiksa juga kelihatan santai. Sama sekali sikapnya tidak menunjukan penyesalan. Saya saja geram melihat perangi mereka," kata Iptu Pol. Eka Chandra.

Bagaimana tidak geram, sambungnya, di antara mereka juga kalau ditanya berbelit-belit. Ada yang mengaku tak ikut memperkosa.

"Memang mereka itu sama sekali seperti menganggap tak ada masalah. Ya kalau ditanya, jawabannya katanya menyesal. Tapi perangainya selama di tahanan tidak menunjukan penyesalan," tegas Iptu Pol. Eka Chandra kembali.

Kapolsek Padang Ulak Tanding Iptu Pol. Eka Chandra menerangkan, kasus perkosaan ini melibatkan 14 orang pelaku. Mereka rata-rata remaja warga Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT).

Iptu Pol. Eka Chandra menjelaskan, sesuai dengan pengakuan para tersangka, awalnya DE, FE, AL dan SU berpesta minuman keras jenis tuak yang dibeli di salah satu warung di Desa Kasie Kasubun. Dalam kondisi mabuk, mereka pergi ke pinggir jalan dan bertemu 10 tersangka lain.

Saat itulah melintas korban Yuyun yang baru pulang dan masih mengenakan seragam SMP. Mereka melakukan perkosaan pada Senin (4/4/2016) lalu. Mereka memerkosa dan membunuh Yuyun serta membuang jasadnya ke jurang sedalam 5 meter.

"Saat itu mereka lagi mabuk minum tuak. Korban melintas di depan mereka. Lantas digodain. Setelah itu mereka perkosa dan mereka bunuh," papar Iptu Pol. Eka Chandra.

"Secara bersama-sama mereka menyekap, memperkosa secara bergiliran, memukuli, mengikat dan membuang tubuh korban ke dalam jurang," tambah Iptu Pol. Eka Chandra.

Menurut Iptu Pol. Eka Chandra, lima orang tersangka tercatat sebagai pelajar dan sisanya merupakan remaja putus sekolah. Kepada polisi, mereka mengaku sering menonton film porno yang diputar melalui DVD di rumah yang sering ditinggal orangtua ke kebun dan menonton adegan porno melalui telepon genggam.

Total ada 14 pelaku pemerkosaan, dan dua pelaku masih diburu.

Para tersangka, tandas Kapolres Rejang Lebong (RL), AKBP. Dirmanto, S.H., S.I.K., dijerat Pasal 76 D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Selain itu, kelima tersangka juga akan dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara. Juga dijerat Pasal 536 KUHP tentang Mabuk-mabukan di Tempat Umum dengan ancaman kurungan 3 hari.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Dirmanto, S.H., S.IK. mengatakan, tersangka dijerat Pasal 76 D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara dan Pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang, dengan ancaman 15 tahun penjara serta Pasal 536 KUHP tentang mabuk-mabukan di tempat umum dengan ancaman tiga hari kurungan.  

Sebanyak tujuh dari 12 tersangka pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun disidang di Pengadilan Negeri Curup, Bengkulu dengan Hakim Ketua Heny Farida. Para pelaku pemerkosaan dan pembunuhan tersebut dituntut hukuman 10 tahun penjara. Persidangan dengan agenda tuntutan itu berlangsung dalam penjagaan petugas dari Polres Rejanglebong.

Kepala Kejari Curup Eko Hening Wardhono usai persidangan mengatakan, ketujuh tersangka pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun dituntut dengan atas pelanggaran Pasal 80 ayat (3) dan Pasal 81 ayat (1) juncto Pasal 76D UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

"Agenda persidangan kali ini ialah tuntutan di mana para tersangka pelakunya ada tujuh orang dengan status anak di bawah umur. Itu dibuktikan dari keterangan orangtua tersangka dan juga dibuktikan akta kelahiran masing-masing," ucap Jaksa Eko Hening Wardhono, Selasa (3/5/2016).

See Also

Hasil Rapat MK Soal Penerimaan Gugatan Pilpres Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Susunan Tim Kuasa Hukum Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Hashim Djojohadikusumo Penanggung Jawab Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ke MK
Anggota Brimob Sipit Yang Dituduh Dari China Tegaskan Asli Indonesia
BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Daftarkan Gugatan Hasil Pilpres Ke MK Malam Nanti
MK Putuskan Gugatan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Maksimum 14 Hari
Densus 88 Antiteror Tangkap 29 Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom
Sepanjang Tahun 2019, Polri Tangkap 68 Terduga Teroris Jaringan JAD
KPK Geledah Kantor Ditjen PSDKP
KPK Geledah Kantor PT. Daya Radar Utama
KPK Lelang Rumah Mewah Mantan Ketua DPRD Dan Bupati Bangkalan
Dukun Cabul Di Garut Diancam 15 Tahun Bui
Kalapas Dan 13 Petugas Lapas Nusakambangan Dicopot
Ketua Umum AKKMI Pertanyakan KSOP Mengutip PNBP
Keberadaan Lembaga KSOP Dinilai Masih Perlu Payung Hukum
AKKMI Soroti Legalitas Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan
AKKMI Dan APDHI Selenggarakan Seminar Nasional Pertanyakan Keamanan & Keselamatan Pelayaran
Syahbandar Miliki Peran Penting Dalam Mendukung Keamanan Dan Keselamatan Pelayaran
Pembentukan Syahbandar Utama & KSOP Disoroti
Legalitas KSOP Di Seluruh Pelabuhan Dipertanyakan
KPK Panggil Setya Novanto Sebagai Saksi
KPK Periksa Staf Khusus Menteri Agama
KPK Periksa Direktur SDM Adhi Karya
KPK Tetapkan Mantan Sekda Malang Sebagai Tersangka
Mantan Sekda Malang Ditahan KPK
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 8.097.472 Since: 07.04.14 | 0.6041 sec