YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Olahraga

Piala Dunia 2014, Chile Versus Australia 3-1

Sunday, 15 June 2014 | View : 460

siarjustisia.com-CUIABA.

The Socceroos demikian julukan tim Australia mengawali pertandingan Piala Dunia 2014 menghadapi Chile, yang merupakan kuda hitam turnamen ini dengan pelatih baru Ange Postecoglou.

Pelatih Ange Postecoglou mengatakan Australia dapat menangani harapan minimal dunia sepak bola untuk timnya, peringkat terendah di Piala Dunia di Brasil. "Saya tidak ingin selalu datang ke Piala Dunia dan orang-orang mengatakan ‘Anda tidak punya kesempatan’," ujar pelatih Ange Postecoglou pada konferensi pers pada Jumat (13/6/2014) di pertandingan venue Pantanal arena di kota barat Cuiaba, Brasil.

Pelatih Ange Postecoglou, 48, mengambil alih pada Oktober dengan kontrak lima tahun dan berada di grup neraka yaitu Grup B, bersama dengan juara bertahan Spanyol, runner up Belanda dan tim tangguh Amerika Selatan Chili.

Ange Postecoglou memiliki reputasi untuk membangun kembali tim dan membuat untuk bermain dalam sebuah petualangan, gaya menyerang. Dia suka memainkan formasi 4-3-3.

Namun, akhirnya Chile sukses curi tiga point penuh setelah berhasil mengatasi Australia dengan skor 3-1 pada babak penyisihan Grup B Piala Dunia 2014. Laga yang digelar pada Sabtu (14/6/2014) pukul 05.00 WIB dini hari pagi tadi di Arena Pantanal, Cuiaba, Brasil.

Dengan hasil kemenangan Chile atas Australia menempatkan tim besutan Jorge Sampaoli berada di posisi kedua Grup B dengan 3 poin setelah Belanda. Sedangkan Belanda berada di posisi pertama dengan 3 poin setelah mengalahkan Spanyol 5-1.

Sejak babak pertama dimulai  Chile lebih duluan bermain agresif dengan umpan-umpan cepat.

Pada menit ke-1, kick off babak pertama dilakukan oleh Chile. Chile langsung membangun serangan melalui sisi kiri yaitu Arturo Vidal.

Pada menit ke-2, Chile menusuk pertahanan Australia melalui sisi kanan pertahanan Australia, tetapi bola masih bisa dipatahkan pemain belakang.

Pada menit ke-3, Chile terus mencoba membangun serangan melalui umpan pendek.

Pada menit ke-4, bola masih dikuasai pemain Chile.

Sejumlah peluang goal sempat terjadi di depan gawang Australia yang dijaga kiper Matthew Ryan.  Tapi belum menghasilkan skor bagi Chile.

Pada menit ke-5 terjadi pelanggaran oleh Mark Bresciano terhadap pemain Chile, Isla, tendangan bebas bagi Chile.

Pada menit ke-8, Australia membangun serangan dari saya kiri mereka yaitu Oar, tetapi masih bisa dibaca oleh pemain belakang Chile.

Pada menit ke-9 terjadi pelanggaran oleh pemain Chile, Medel terhadap striker negeri Kanguru, Tim Cahill.

Pada menit ke-11, berawal dari umpan Arturo Vidal kepada Charles Aranguiz, kemudian diumpan ke Eduardo Vargas dan disundul, tetapi bola jatuh ke kaki Alexis Sanchez yang berdiri di area penalti. Alexis Sanchez  sukses menggetarkan jala gawang Australia setelah berhasil memanfaatkan bola mental dari serangan Charles Aranguiz.  Papan skor pun berubah 1-0 untuk Chile.

Kemenangan ini  membuat squad La Roja semakin termotivasi, intensitas permainan tetap pada tempo cepat.  Pada menit ke-13, giliran Jorge Valdivia mencetak gol setelah mendapat umpan dari Arturo Vidal, Jorge Valdivia langsung melakukan shooting keras dari dalam kotak penalti. Terbukti selang dua menit dari goal pertama, Jorge Valdivia  menggandakan kemenangan timnya dari tembakan terarah ke pojok atas gawang tanpa bisa ditepis kiper Matthew Ryan. Skor berubah menjadi Chili 2-0 Australia.

Kalah dua goal tak membuat squad Socceroos menyerah begitu saja.  Tim Cahill mencoba bangkit melalui serangan balik cepat dan menghandalkan bola lambung yang menjadi andalan Australia.

Pada menit ke-24,  Chile semakin menguasai jalannya pertandingan. 

Pada menit ke-25, Isla memberikan umpan panjang kepada Alexis Sanchez, tetapi bola langsung diambil alih oleh pemain belakang Australia.

Pada menit ke-27 terjadi pelanggaran oleh pemain Australia, Jedinak kepada Charles Aranguiz.

Pada menit ke-29, setiap penetrasi yang dilakukan oleh Australia mudah dipatahkan oleh pemain belakang Chile. Striker Australia, Tim Cahill yang berada di depan sendirian, tidak dapat berbuat banyak.

Pada menit ke-32, bek kiri Chile, Mena melakukan penetrasi hingga ke dalam kotak penalti Australia, tetapi hanya menghasilkan sepak pojok.

Pada menit ke-33 terjadi pelanggaran Matthew Leckie kepada pemain Chile, Medel.

Pada menit ke-35 Tim Cahill mampu mengejar ketertinggalan melalui  sundulan hasil umpan silang Matthew Leckie. Tim Cahill mampu menjebol gawang Chili melalui tandukan kepala setelah mendapat umpan lambung dari Matthew Leckie. Medel tak mampu menghalau bola, sehingga bola ditanduk oleh Tim Cahill. Papan skor pun terkoreksi menjadi 2-1.

Pada menit ke-36, Tim Cahill kembali mendapatkan peluang, tetapi tendangan kerasnya masih diblok penjaga gawang Chile.

Memasuki babak kedua permainan menjadi sengit, Ante Postecoglou masih punya peluang menyamai skor.

Pada menit ke-45, Alexis Sanchez dijatuhkan di depan kotak penalti. Tendangan bebas untuk Chile.

Kick off babak kedua.

Pada menit ke-45, Ryan McGowan masuk menggantikan Ivan Franjic (Australia), karena cidera.

Pada menit ke-46, tendangan bebas diambil oleh Jorge Valdivia.

Pada menit ke-53, Tim Cahill nyaris menyamakan kedudukan jika saja golnya Tim Cahill tak dianulir wasit karena terperangkap offside.

Pada menit ke-56, peluang Australia. Tendangan voli Mark Bresciano masih bisa ditepis penjaga gawang Chile, sehingga hanya menghasilkan tendangan pojok 

Pada menit ke-58, peluang Australia kembali diciptakan melalui Mark Bresciano, tetapi umpan silangnya tidak mampu diselesaikan dengan baik oleh Tim Cahill.

Pada menit ke-60, peluang Chile, hampir saja mengoyak gawang Australia. Eduardo Vargas mendapat umpan matang, tetapi bola yang sudah berada di garis gawang disapu oleh bek Australia. Sementara itu, di menit ke-60, Arturo Vidal keluar digantikan Felipe Gutierrez.

Pada menit ke-61, lagi-lagi, Mark Bresciano mengancam gawang Chile.

Pada menit ke-62, Australia terus membangun serangan, berupaya untuk menyamakan kedudukan.

Pada menit ke-64, serangan dari Tim Cahil dan Mark Bresciano (Australia) mulai merepotkan barisan pertahanan Chile.

Pada menit ke-67, pemain Australia, Mark Milligan dikartu kuning.

Australia semakin agresif membangun serangan dan beberapa kali mengancam gawang Chile.

Jean Beausejour menggantikan Jorge Valdivia (Chile) menit ke-68. Australia juga memasukkan striker muda Ben Halloran menggantikan Mile Jedinak.

Ancaman Chile kembali datang pada menit ke-70, kali ini serangan dari Eduardo Vargas, tapi mampu di halau oleh Alex Wilikinson dan hanya berbuah tendangan sudut bagi Chile.

Di menit ke-80, Australia masih berusaha untuk menyamakan kedudukan dengan membangun serangan. Tinggal 10 menit lagi pertandingan, Australia terus berjuang menyamakan kedudukan.

Pada menit ke-82, giliran Chile mencoba membangun serangan melalui Alexis Sanchez, tapi tendangan Alexis Sanchez masih melambung.

Pada menit ke-85, Charles Aranguiz dikartu kuning.

Pada menit ke-86, Eduardo Vargas keluar digantikan Pinilla.

Pada menit ke-87, Diaz (Chile) masih mengatur serangan dari lini tengah.

Pada menit ke-89,  pelatih Chile terlihat cemas, karena hanya menyisakan beberapa menit saja dan 3 poin bisa sirna jika Australia bisa menciptakan gol pada menit akhir.

Pertandingan yang digelar di Arena Pantanal, Cuiaba, Brasil itu berjalan ketat pada babak kedua, karena Tim Cahil dkk. ingin menyamakan kedudukan, tetapi Chile justru mampu mengambil momentum dengan menciptakan gol pada menit ke-91.

Tambahan waktu 4 menit. Masuk waktu tambahan, Australia  semakin terbenam setelah Jean Beausejour menambah keunggulan menjadi 3-1. Gol, Chili 3-1 Australia, oleh Jean Beausejour. Pudar harapan Australia untuk menyamakan kedudukan. Hingga babak kedua berakhir skor tak berubah, 3-1 untuk kemenangan Chile.

Chile adalah tim dengan gaya permainan terus menyerang. Menonton gaya permainan Chile yang terus menyerang tanpa henti merupakan pertunjukkan menarik yang enak dinikmati di dunia sepak bola.

Sejak berada di posisi 3 Piala Dunia 1962, Chile hanya menang 2 kali dalam 17 pertandingan Piala Dunia (imbang 6 kali dan kalah 9 kali) yakni melawan Honduras dan Swiss pada 2010.

Chile kalah melawan finalis selanjutnya di setiap tiga penampilan Piala Dunia terakhir mereka (Jerman Barat pada 1982, Brasil pada 1998, dan Spanyol pada 2010).

Arturo Vidal adalah gelandang top skor di kualifikasi Amerika Selatan, dengan lima gol.

Chile kebobolan lebih banyak gol (1,56 per game) di babak kualifikasi dari yang lain dari 32 peserta di Brasil.

Pelatih Jorge Sampaoli menurunkan line-up, tidak untuk bertahan tapi mengeluarkan timnya adalah untuk agresif menekan lawan mereka dengan trekanan tinggi di lapangan dan kemudian membiarkan orang-orang seperti Alexis Sanchez, Arturo Vidal, dan Eduardo Vargas memotong pertahanan.

Alexis Sanchez memiliki potensi untuk menjadi bintang di Piala Dunia kali ini. Striker Chile itu dalam bentuk menggebu-gebu setelah bermain kurang cemerlang di Barcelona.

"Alexis membutuhkan kebebasan,” ungkap Jorge Sampaoli. "Gaya Barcelona mungkin bukan yang terbaik untuknya ... Dengan Chile dia sosok pembeda," tambah dia.

Adapun Australia, banyak penggemar telah memprediksi tim itu memiliki skuat terburuk dengan dominasi pemain muda dan sedikit pengalaman di kancah internasional.

Ini adalah pertaruhan oleh pelatih Ange Postecoglou sebab Generasi Emas Australia telah hampir habis. Mengaliri darah muda sekarang akan menjadi kunci untuk keberhasilan Aussie di masa depan, bahkan jika itu berarti kekalahan berat beberapa sepanjang jalan untuk sisi peringkat terendah di Piala Dunia ini.

Australia pertama kalinya meraih poin di Piala Dunia saat imbang 0-0 lawan Chile pada Juni 1974.

Australia tidak pernah mengalahkan La Roja di segala kompetisi, imbang di Piala Dunia dan 3 kali kalah dalam pertandingan persahabatan.

Australia adalah negara dengan peringkat terendah di Piala Dunia 2014 (peringkat 62 FIFA).

The Socceroos hanya memenangi dua dari 10 pertandingannya di Piala Dunia (imbang 3 kali dan kalah 5 kali) yakni melawan Jepang pada 2006 (3-1) dan Serbia pada 2010 (2-1).

Delapan pertandingan terakhir Piala Dunia, Australia telah menghasilkan tujuh kartu merah. Rata-rata jumlah caps di skuad ketika diumumkan itu hanya 17 per pemain.

Mark Bresciano dan Tim Cahill bisa menjadi orang Australia pertama yang bermain di tiga Piala Dunia.

The Socceroos telah menyatakan dengan jelas, meskipun, bahwa Australia tidak menerapkan total bertahan dan akan menyerang pertahanan Chile. "Kami pasti akan tahu bagaimana mereka bermain," cetus asisten pelatih Socceroos Aurelio Vidmar.

Sepanjang pertandingan, Chile menguasai pertandingan hingga dengan 68% penguasaan bola, sedangkan Australia hanya 32% penguasaan bola.

Susunan pemain:

Chile (4-1-2-1-2):

Claudio Bravo, Gary Medel, Eugenio Mena, Mauricio Isla, Gonzalo Jara, Jorge Valdivia (Jean Beausejour menit ke-68), Arturo Vidal (Felipe Gutierrez menit ke-60), Marcelo Diaz, Charles Aranguiz, Alexis Sanchez, Eduardo Vargas (Pinilla menit ke-86).

Pelatih: Jorge Sampaoli.

Australia (4-2-3-1):

Matthew Ryan, Alex Wilkinson, Ivan Franjic (Ryan McGowan menit ke-45), Jason Davidson, Matthew Spiranovic, Mark Milligan, Tommy Oar, Mile Jedinak (Ben Halloran menit ke-68), Mark Bresciano, Matthew Leckie, Tim Cahill.

Pelatih: Ange Postecoglou.

Asisten pelatih: Aurelio Vidmar. (bbc/jos)

See Also

Hempaskan UEA 1-0, Indonesia U-19 Melaju Ke Perempat Final
Presiden Joko Widodo Dan Petinggi Negara Ikut Pecahkan Rekor Dunia Poco-Poco
Pemecahan Rekor Dunia Poco-Poco
Dandim 0716/Demak Ajak Danramil Beserta Perwira Staf Untuk Bertanding Bola Voli
Kodim 0716/Demak Dan Polres Siap Amankan Pengambilan Api Abadi Di Mrapen
Menko PMK Bilang Manfaatkan Asian Games 2018 Untuk Tingkatkan UKM, Ekonomi, Dan Parawisata
Muhammad Zohri Juarai Lari 100 Meter Putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20
Kalahkan Inggris 2-1, Kuda Hitam Kroasia Bikin Kejutan Maju Ke Final
Kalahkan Belgia Skor Tipis 1-0, Prancis Capai Final Piala Dunia 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Kapolres Buka Turnamen Usia Dini Se-Jateng Dan DIY
Kento Momota Rebut Gelar Indonesia Terbuka Untuk Kedua Kalinya
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo Raih Gelar Indonesia Terbuka 2018
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Juara Indonesia Terbuka 2018
Hempaskan Tuan Rumah 4-3 Lewat Adu Penalti, Kroasia Capai Semi Final
Tekuk Swedia 2-0, Inggris Melaju Ke Semi Final
Tenggelamkan Brazil 2-1, Belgia Maju Ke Semi Final
Prancis Maju Ke Semi Final Setelah Menang Telak 2-0 Atas Uruguay
Kemenpora Sosialisasikan ASIAN Games Di Kudus
TNI-Polri Bersinergi Dengan Bermain Bola Bersama Forkopimcam Dan Lurah Se-Kecamatan Demak
KONI Demak Akan Gelar Lomba Panahan Tingkat Provinsi
Singkirkan Argentina 4-3, Prancis Maju Ke Perempat Final
Belgia Menang Tipis 1-0 Atas Inggris
Tunisia Tundukkan Panama 2-1
Prajurit Kodim 0716/Demak Bina Kemampuan Dengan Lari Jalan
Senegal Takluk Dari Kolombia 0-1
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.363 Since: 07.04.14 | 0.6498 sec