YouTube Facebook Twitter RSS
17 Nov 2018, 0

Internasional

Penembak Jitu Tewaskan Lima Polisi Di Dallas

Friday, 08 July 2016 | View : 783

siarjustisia.com-DALLAS.

Kepolisian Dallas, Negara Bagian Texas sebelah Utara, Amerika Serikat (AS), pada Jumat (8/7/2016) tengah memburu salah satu dari beberapa penembak jitu yang menewaskan lima polisi dan melukai enam lainnya.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (7/7/2016) malam saat para korban bertugas menjaga kerumunan demonstran yang memprotes pembunuhan terhadap dua pria kulit hitam oleh anggota kepolisian pada pekan ini.

Petugas keamanan telah menangkap tiga orang usai serangan yang disebut polisi sangat terencana tersebut. Namun demikian, perburuan terhadap tersangka lain masih terus dilakukan sampai Jumat (8/7/2016) pagi waktu setempat.

Polisi sempat terlibat saling tembak dengan seorang terduga pelaku di tengah kota, demikian keterangan pihak keamanan.

Sejumlah pejabat Gedung Putih sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Dallas, Mike Rawlings, mengenai peristiwa penembakan yang mengubah salah satu kota paling besar di Amerika Serikat tersebut menjadi medan perburuan yang sangat luas.

Sampai saat ini motif penembakan yang terjadi di tengah demonstrasi massal tersebut yang juga digelar di beberapa kota Amerika Serikat lain belum diketahui.

Menurut keterangan Kepala Kepolisian Dallas David Brown, beberapa di antara penembak jitu tersebut sengaja mencari tempat yang tinggi. Mereka menggunakan senapan laras panjang untuk menyasar petugas keamanan dengan cara yang terkoordinasi.

"Mereka bekerja sama dengan menggunakan senapan laras panjang, kemudian mengepung lokasi demonstrasi dari tempat yang tinggi," kata David Brown dalam konferensi pers sambil menambahkan bahwa satu orang warga sipil juga terluka.

"Ini adalah malam yang sangat menyedihkan. Kami dengan prihatin melaporkan bahwa lima anggota polisi telah meninggal," kata kepolisian Dallas dalam akun Twitter resminya.

Wali Kota Dallas, Mike Rawlings menyerukan agar para warga tetap berada di dalam rumah pada Jumat (8/7/2016) pagi saat polisi menyisir kota. Saat ini sejumlah wilayah sudah ditutup sementara transportasi massal dihentikan sementara.

"Kami baru saja mengalami malam terburuk. Ini adalah peristiwa yang menyayat hati bagi warga Dallas," kata Mike Rawlings.

Area metropolitan Dallas-Forth Worth adalah salah satu wilayah di Amerika Serikat dengan penduduk terbanyak dengan populasi sekitar tujuh juta orang.

Dalam dua tahun terakhir, sebagian warga Amerika Serikat membentuk gerakan Black Lives Matter, sebagai respon atas perlakuan diskriminatif terhadap warga kulit hitam di beberapa kota seperti Ferguson, New York, dan Baltimore.

Diskriminasi itu kemudian memicu demonstrasi yang beberapa kali berakhir dengan kericuhan.

Arus kemarahan warga semakin besar tatkala pelaku diskriminasi dari pihak kepolisian dibebaskan atau bahkan tidak diadili sama sekali.

Demonstrasi di Dallas, Texas pada Kamis (7/7/2016) adalah salah satu bentuk dari protes akan perlakuan buruk polisi terhadap warga kulit hitam, khususnya penembakan terhadap Philando Castille oleh kepolisian Minnesota pada Rabu (6/7/2016) malam lalu.

Demonstrasi masih berjalan damai saat penembakan terjadi.

Salah satu di antara pelaku sempat mengatakan kepada polisi bahwa akan lebih banyak lagi petugas keamanan yang terluka dan bahkan tewas. Mereka juga mengancam bahwa "banyak bom yang telah ditanam di pusat kota." Demikian laporan Reuters. (reuters)

See Also

Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
Seorang Ayah Tendang Dan Tinju Anak Sendiri Ditangkap
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Inggris Permudah Pengajuan Visa Bagi Pelajar Indonesia
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
PM Malaysia Mahathir Mohamad Umumkan Gaji Menteri Dipangkas 10 Persen
Suriah Berhasil Usir ISIS
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.962.584 Since: 07.04.14 | 0.6116 sec