YouTube Facebook Twitter RSS
21 Nov 2017, 0

Hot News

Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI

Monday, 29 August 2016 | View : 1954

siarjustisia.com-MATARAM.

Lama tak terdengar nama Gatot Brajamusti tiba-tiba ramai diperbincangkan. Bukan karena dirinya terpilih kembali menjadi Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), pria yang menjadi guru spiritual sejumlah artis ini  justru tengah berurusan dengan pihak aparat Kepolisian.

Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Fransiskus Paulus Gatot Brajamusti atau sering akrab disapa sebagai AA Gatot tersebut tersandung kasus penyalahgunaan narkotika serta kepemilikan narkoba jenis sabu.

Gatot Brajamusti ditangkap usai terpilih kembali sebagai Ketua Umum PARFI ‎periode 2016-2021. Ia terpilih pada kongres ke-15 yang berlangsung di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (28/8/2016) dini hari.

Terpilihnya Gatot Brajamusti berdasarkan hasil voting oleh 542 peserta kongres. Gatot Brajamusti memperoleh dukungan sebanyak 464 suara mengalahkan pesaingnya Andre Davinci dengan ‎jumlah suara 78.

Gatot Brajamusti dicokok tim satuan tugas gabungan Kepolisian Mataram di sebuah kamar hotel, Hotel Golden Tulip di Jl. Jenderal Sudirman No.40, Rembiga, Mataram, Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (28/8/2016) malam sekitar pukul 23.00 WITA. Saat ditangkap, Gatot Brajamusti diduga sedang menggelar pesta narkoba.

Ia dibekuk bersama seorang perempuan bernama Dewi Aminah, yang merupakan istri ketiganya. Saat di kamar hotel di Mataram, dari tangan Gatot Brajamusti, polisi menyita barang bukti berupa antara lain satu buah klip plastik berbentuk kristal putih diduga sabu, satu buah alat hisab sabu atau bong, satu buah pipet kaca, dua sedotan, satu korek gas untuk bakar bong, dua dompet, sejumlah uang, dan HP. Selanjutnya dari Dewi Aminah, polisi menyita barang bukti diantaranya satu buah klip plastik yang berbentuk putih diduga sabu, satu buah alat hisap sabu atau bong, dua pipet kaca, empat sedotan, lima korek gas untuk bakar bong, satu dompet, HP, satu strip obat dan dua kondom.

"Tersangka adalah Ketua Umum PARFI yang baru saja terpilih untuk kedua kalinya dalam kongres di Mataram dari tanggal 24-28 Agustus 2016," ujar Kepala Divisi (Kabid) Humas Polri Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi, Senin (29/8/2016).

"Tersangka sering melakukan pesta sabu atau narkoba," terang mantan Kapolda Banten tersebut, Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar, dalam keterangannya kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No.3, Jakarta Selatan, Senin (29/8/2016).

Masih dalam rangkaian penyelidikan kasus tersebut, polisi mendatangi rumah mewah milik Gatot Brajamusti yang berlokasi di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tim melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah Gatot Brajamusti yang berada di Jalan Niaga Hijau X No.6, RT07/RW17, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi melakukan penggeledahan Senin (29/8/2016) dini hari tadi, sekitar pukul 04.00 WIB.

“Tadi pagi pukul empat dini hari, anggota piket Res Narkoba Jakarta Selatan, mendapat informasi Reskrim Metro Jakarta Selatan, ada satu rumah yang sudah diduga memiliki barang-barang narkoba. Didatangi ke sana ternyata lokasi kediaman Gatot Brajamusti,” ungkap Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung, Senin (29/8/2016).

Dari hasil penggeledahan tersebut, polisi menemukan beberapa barang bukti berbagai macam rupa.

Dari beberapa barang bukti yang diduga berkaitan dengan narkotika, polisi juga mengamankan beberapa buah alat bantu seks perempuan. “Ada alat bantu seks untuk wanita, warna merah muda, vibrator. Biasanya digunakan oleh wanita,” beber Kompol Vivick Tjangkung.

Tak hanya penyalahgunaan narkoba, Gatot Brajamusti pun terancam tindak pidana UU darurat karena kepemilikan senjata api dan UU perlindungan satwa. Hal itu lantaran usai digerebek, aparat gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan menggeledah rumah Gatot Brajamusti di daerah Jakarta Selatan. Dari penggeledahan tersebut, polisi mengamankan satu Harimau Sumatera yang sudah diawetkan dan satu burung Elang Jawa.

Kepala Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sutarmo mengatakan, dua jenis hewan yang ditemukan di kediaman Gatot Brajamusti merupakan jenis hewan yang dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999.

"Sehingga dipertanyakan oleh rekan-rekan apakah itu ada izinnya, tidak ada. Karena memang jenis hewan yang dilarang jadi tidak ada istilah izin," beber AKBP Sutarmo di Mapolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav.55, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (29/8/2016).

Sehingga atas kepemilikan hewan yang dilindungi tersebut, Gatot Brajamusti terancam hukuman pidana perlindungan satwa yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Adapun ancaman hukumannya paling lama lima tahun penjara atau denda paling banyak Rp 100 juta.

“Kalau dari macannya dari ciri yang dijelaskan oleh saksi dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) jenis macan Sumatera. Kalau Elang berasal dari Jawa. Jadi sudah dapat dipastikan bahwa jenis hewan itu merupakan jenis hewan yang dilindungi oleh UU,” ujarnya.

AKBP Sutarmo pun menyebut, dari keterangan untuk Harimau Sumatera sudah lima tahun berada di Rumah Gatot. Sedangkan, Elang Jawa sudah ada sejak tahun 2013.

Sementara itu, Polisi Kehutanan Penyilia BKSDA, Teguh Prayitno mengatakan, pihaknya akan membawa Elang Jawa ke pusat penampungan satwa untuk menyelamatkan Elang tersebut. "Saat ini kondisi (Elang) sehat. Tapi belum mau makan. Untuk nantinya apakah akan dilepas akan ada prosesnya," katanya.

Dia pun menuturkan, dalam kasus ini Elang Jawa yang dipelihara Gatot Brajamusti diduga hanya untuk koleksi dan dipelihara. "Ya kalo soal itu (bisnis) ada aja orang istilahnya berusaha bisnis atau apa itu kan ada aja. Kalau ini koleksi aja untuk dipelihara," ucapnya.

Ia pun mengaku miris dengan adanya Harimau Sumatera yang telah diawetkan dalam penggeledahan tersebut. "Itu termasuk langka dan dilindungi. Kalau menurut penelitian udah hampir seratus itu (populasi Harimau Sumatera). Nilai bisnisnya tinggi jualnya mahalnya," tambah dia.

Nama AA Gatot sudah dikenal media sejak belasan tahun yang lalu. Kemunculan nama AA Gatot hari ini mengingatkan peristiwa Desember 2004 lalu. Saat padepokan yang dipimpinnya di Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, menampung penyanyi ternama Reza Artamevia, yang kala itu dalam "pelarian". Diva tersebut saat itu sedang mengalami konflik rumah tangga dengan mantan suaminya Adjie Massaid (kini almarhum). Saat itu, penyanyi seksi Reza Artamevia, mendadak hilang di Bandara Soekarno-Hatta sekembalinya dari usai manggung di luar kota, Surabaya. Hilangnya pelantun lagu “Pertama”, Reza Artamevia kala itu, bersamaan dengan kabar kisruh rumah tangganya dengan almarhum Adjie Massaid. Reza Artamevia pada tanggal 12 Desember 2004 lalu, tiba di Bandara Soekarno-Hatta bersama lima orang rekannya. Mereka mulanya sama-sama menunggu di ruangan bagasi. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba ibu dua anak itu, Reza Artamevia menghilang dari pandangan empat temannya. Menghilangnya Reza Artamevia sangat misterius. Beberapa hari kemudian akhirnya diketahui bahwa Reza Artamevia berada di pedepokan AA Gatot. Ternyata Reza Artamevia berada di sebuah padepokan di Sukabumi milik guru spiritualnya Gatot Brajamusti alias AA Gatot. Disebut-sebut keberadaan Reza Artamevia di sana untuk menenangkan diri, karena berbagai masalah yang mendera rumah tangga bersama Adjie Massaid. Sejak setelah peristiwa itu, nama AA Gatot mendadak sangat melejit dan nama AA Gatot mendadak jadi tenar di kalangan selebriti. Dia selalu tampil ke publik dengan dandanan khas bersorban. A A Gatot pun dekat dengan sejumlah selebritas. Beberapa di antaranya disebut-sebut pernah menjadi "murid" AA Gatot, seperti pesinetron Elma Theana dan artis lawas Irianty Erningpradja. Reza Artamevia sempat berada di padepokan itu selama beberapa saat. Penyanyi dengan suara serak-serak biasa itu pun sempat kembali ke rumahnya namun pada akhirnya kembali ke padepokan itu. Padahal saat itu Reza Artamevia telah memiliki putri.  Reza Artamevia bahkan juga sempat mengenakan jilbab sekitar tahun 2015 lalu. Reza Artamevia juga sempat menghilang dari dunia hiburan dan vakum di dunia hiburan. Namun, kini setelah kasusnya belasan tahun lalu selesai, bahkan setelah mantan suaminya menikah lagi dengan Angelina Sondakh dan meninggal karena serangan jantung, belakangan Reza Artamevia tampil sudah tidak lagi mengenakan jilbab, pelan-pelan kini dia kembali lagi ke dunia hiburan tampil memperdengarkan suara syahdunya.

Gatot Brajamusti atau kerap dipanggil AA Gatot menikah dengan Dewi Aminah yang merupakan istri ketiganya pada 13 Agustus 1995. Pernikahan mereka dikaruniai tiga anak, yakni Suci Patiah, Nuendo, dan Alfa. Sebelumnya, Gatot Brajamusti pernah menikah dua kali. Istri pertamanya bernama Dedeh Haryati dan dikaruniai tiga anak. Istri keduanya bernama Mimin dan dikaruniai anak perempuan bernama Sarah Fitaloka.

Acara peluncuran band dan album perdana Brajamusti Band yang berjudul "Subhanallah" di Villa Danau, Cianjur, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Minggu (28/7/2013). Brajamusti adalah sebuah band yang dibentuk atas dasar kekeluargaan dimana semua personelnya merupakan anggota keluarga Padepokan Brajamusti yang berdiri sejak 2008 dengan mengusung jenis musik religi Islami. Band ini dipimpin oleh AA Gatot Brajamusti yang beranggotakan, AA Gatot Brajamusti (Vokal), Adhe Brajamusti (Backing Vokal), Marbella Brajamusti (Backing Vokal), Zanattaba (Backing Vokal), Najam yardo (Gitar), Ricky Brata (Bass), Apap (Perkusi), Haris (Drum), Azis (Keyboard), Adi Ndut (Perkusi).

See Also

Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Kodim 0716/Demak Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Julia Perez Meninggal
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Kapolri Beri Penghargaan Ke 5 Kapolres Terbaik
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Marie Muhammad Berpulang
Rakerda KAI DPD DKI Jakarta: Equality Before The Law, Jangan Ada Lagi Suap Dan Pungli
38 Juta Orang Di Dunia Hidup Dengan HIV/AIDS
Penyebab Kanker
Sutan Bhatoegana Meninggal Dunia
MUI Tolak Kapolda Baru Banten
Yudi Latif Tegaskan Pancasila Harus Jadi Lifestyle
Partai Gerindra-PKS Resmi Usung Anies Baswedan-Sandiaga Uno
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.819.528 Since: 07.04.14 | 0.488 sec