YouTube Facebook Twitter RSS
21 Feb 2019, 0

Hukum

Wakapolda Jabar Sebut Dua Anak Letkol TNI Dibantai Biadab

siarjustisia.com-BANDUNG.

Mantan ajudan Presiden RI periode 2009-2012 yang sekarang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Jawa Barat yang aktif sejak 19 Februari 2013 menggantikan Brigjen Pol. Hengkie Kaluara, Brigjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. berang atas tewasnya Raden Mahesa Praja Pratama (17) dan Raden Aura Rivi Ilaiyah (15), serta pembantunya Acim.

Raden Mahesa Praja Pratama dan Aura adalah adik kakak yang tak lain merupakan anak dari perwira TNI berpangkat Letkol TNI Inf. Rudi Martiandi di Bandung yang saat ini tengah bertugas di Solo sebagai Kasiop Korem 074/Wirastratama Surakarta.

"Ini yang terjadi sesungguhnya adalah kejahatan biadab," cetus mantan Kanit I Dit II/Eksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Rycko Amelza Dahniel di Bandung, Senin (23/6/2014).

Pihaknya mengaku masih menyelidiki kasus tersebut. Dia juga belum bisa menyimpulkan apakah pelaku pembunuhan adalah Acim.

Pihak keluarga menurutnya masih belum bisa diperiksa lantaran kondisi psikologis yang belum memungkinkan. "Keluarga masih fokus mengurus anaknya. Sampai sekarang kita belum bisa ambil keterangan resmi. Kita harus memahami kesedihan, keprihatinan keluarga korban," tambah mantan Kepala Lembaga Kerjasama Pendidikan Dit PPITK PTIK periode 2012-2013 tersebut.

Jenderal bintang satu ini berharap kasus ini bisa segera terungkap. "Kita ingin dalam waktu dekat segera tuntas perkara ini," ungkap mantan Kapolres Metro Jakut Polda Metro Jaya, Brigjen Pol. Rycko Amelza Dahniel.

Rumah Sakit Polri Sartika Asih tidak melakukan autopsi terhadap dua korban diduga pembunuhan Praja dan Aura. Keluarga pun menolak jasad keduanya diautopsi. Namun dokter forensik telah memeriksa beberapa bagian luar tubuh korban.

"Kalau kita lihat memang ada seperti tanda-tanda kekerasan. Korban yang laki-laki ada luka kekerasan benda tumpul di kepala dan leher. Untuk korban perempuan seperti dibekap," papar Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Sartika Asih Bandung Kombes Pol. Hisbulloh Huda saat dihubungi, Senin (23/6/2014).

Adapun si pembantu Acim diakui dia pihaknya melakukan autopsi. Hasilnya bahwa Acim ini memang terdapat luka berupa jeratan di leher. "Di lehernya ada bekas jeratan," jelas Kombes Pol. Hisbulloh Huda.

Meski demikian, Satreskrim Polrestabes Bandung belum menyimpulkan Acim bunuh diri atau bukan. Begitu juga apakah Acim membunuh Praja dan Aura, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

Tak ada barang milik korban yang raib. Setiap akses berikut kunci rumah juga tak ada yang rusak.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Bandung Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Drs. Mashudi yang menggantikan Kombes Pol. Sutarno tak ingin terburu-buru menyimpulkan kasus ini.

Polisi, sambung mantan Kapolres Bandung Tengah, masih menggali keterangan saksi, menelisik hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan menunggu hasil visum dari rumah sakit. Namun ia membenarkan kabar bahwa sejauh ini tidak ada barang milik korban yang raib.

"Namun untuk memastikan ada-tidaknya barang yang hilang, kami masih menunggu keterangan orang tua korban," ujar mantan Kasat Brimob Polda Jatim tersebut di lokasi kejadian, Minggu (22/6/2014) siang.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Bandung Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Drs. Mashudi menyebut tidak menemukan jejak orang luar dalam kejadian itu. Semua pintu dan kunci rumah pun masih utuh. "Tidak ada kerusakan dan perusakan sama sekali di pintu (dan jendela). Anjing K-9 juga mencium tadi hanya menngendus di lingkungan dalam rumah," urai Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak ditemukan barang hilang yang ada di dalam rumah. "Kita masih harus menyelidiki lebih lanjut. (Pelaku) Ini diduga masih lingkungan di dalam rumah," beber Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi, di lokasi, Minggu (22/6/2014).

Mantan Analis Kebijakan Madya Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri, Kombes Pol. Drs. Mashudi juga mengatakan ada jejak cekikan di leher Aura. Sedangkan pada Praja ada jeratan tali dan luka lubang terbuka di leher dan pelipis.

Di dalam rumah ditemukan linggis yang disembunyikan pelaku di dalam lemari. Diduga linggis ini dijadikan alat untuk menghabisi nyawa korban. "Ada linggis kita temukan yang disembunyikan dalam lemari. Kita amankan untuk barang bukti," terang mantan Kapolres Bandung Tengah.

Adapun pada tubuh Acim tidak didapati jejak kekerasan oleh orang lain. Cuma, saat ditemukan, leher Acim terjerat tali. Tubuhnya menggantung.

Disinggung Acim yang tewas dengan tali menjerat di leher apakah dilakukan seorang diri atau pelaku lain? "Belum kita masih dalami dulu, itu nanti bisa kita sampaikan dari hasil dokter. Yang pasti ada air liur dan sperma. Tapi tidak ada kekerasan dalam tubuhnya," tandasnya. "Pada pembantu ada liur (keluar dari mulut) dan keluar sperma (pada kemaluan). Nanti tim forensik yang menentukan apakah dia gantung diri atau digantung (orang)," imbuhnya.

Mantan Kasat Brimob Polda Jatim, Kombes Pol. Mashudi tak menampik kemungkinan modus dan motif perkosaan seperti yang ramai digunjingkan orang. "Memang ada kabar pembantu ini suka mengganggu dia (Aura). Tapi semua (kemungkinan) itu masih kami selidiki dan dalami," kata mantan Kapolres Bandung Tengah.

Seperti diberitakan, dua kakak-beradik pemuda dan gadis serta seorang pria dewasa pengasuh mereka ditemukan tewas di sebuah rumah di kawasan perumahan tentara di Jalan Gudang Utara, Kota Bandung, Minggu (22/6/2014). Rumah tersebut lokasinya berada di kawasan perumahan TNI atau hanya berjarak sekitar 1 km dari Makodim 0618/BS Bandung.

Posisi mereka ditemukan di beberapa ruangan berbeda. Polisi hingga pukul 13.00 WIB masih melakukan olah TKP.

Ketiga jasad kini sudah dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Polri Sartika Asih Bandung guna kepentingan penyelidikan. Sedangkan, orang tua korban yang berdinas di Solo masih dalam perjalanan menuju Bandung.

Raden Mahesa Praja Pratama (17) ditemukan tak bernyawa beserta sang adik Aura di rumah dinas orang tuanya Jalan Gudang Utara, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung pada Minggu (22/6/2014) pagi.

Selain Aura dan Praja, Acim, 30-an tahun yang tak lain pembantu di rumah itu juga ditemukan tewas dalam posisi tergantung yang lehernya terjerat pada seutas tali yang menggantung pada pegangan tangga rumah menuju loteng di dapur rumah milik Letkol TNI Inf. Rudi Martiandi di Jalan Gudang Utara Bandung, Minggu (22/6/2014).

Praja, pemuda 17 tahun, dan adiknya, Aura, gadis 15 tahun, tewas dengan mengalami luka di beberapa bagian kepala dan leher yaitu leher tercekik dan pelipis luka menganga di dalam rumah yang sama.

Raden Mahesa Praja Pratama (17) ditemukan telungkup dengan cucuran darah di kepala yang ditutup selimut. Sedangkan, Aura tewas di dekat tangga dengan luka di leher.

Sementara itu, pembantunya, Acim mengalami luka jeratan di leher seperti bekas gantung diri. (tem/mer/jos)

See Also

KPK Tetapkan Bupati Mesuji Sebagai Tersangka
Bupati Mesuji Ditangkap KPK
KPK Tahan Bupati Mesuji
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Milenial Road Safety Festival
Polda Metro Jaya Bekuk Guru Penyebar Hoax Surat Suara
PT. NKE Dihukum Denda Rp 85,49 Miliar
Polda Jatim Ingatkan VA Bisa Jadi Tersangka
KPK Tahan 2 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara
Polda Jatim Sebut VA Terima 15 Kali Transfer Uang Dari Muncikari
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Usai Diperiksa Polda Jatim, VA Dan AS Minta Maaf
Polda Jatim Ringkus Muncikari Dua Artis Ibu Kota
Polda Jawa Timur Tetapkan 2 Tersangka Prostitusi Online Artis
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Polres Magelang Kota Dalami Motif Tersangka Perusakan Nisan
Perusak Nisan Di 4 TPU Kota Magelang Ditangkap
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Perusakan Nisan Di TPU Kota Magelang Masih Berlanjut
Polres Magelang Selidiki Perusakan Belasan Nisan Di Pemakaman Umum
Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Miliar Di Dinas Pendidikan Prov Jatim Perlu Diperiksa
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.424.167 Since: 07.04.14 | 0.5881 sec