YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Olahraga

Tumbangkan Korea Selatan 1-0, Belgia Juara Grup H

Friday, 27 June 2014 | View : 442

siarjustisia.com-SAO PAULO.

Tim nasional Belgia memastikan diri melaju ke babak 16 besar sebagai juara Grup H usai menumbangkan Korea Selatan 1-0 pada pertandingan terakhir Grup H Piala Dunia 2014 di Arena Corinthians, de Sao Paulo, Brasil, Kamis (26/6/2014) waktu setempat atau Jumat (27/6/2014) dini hari WIB.

Padahal, Belgia sudah bertanding dengan 10 pemain sejak Steven Defour dikartu merah pada menit ke-43. Bermain dengan sepuluh orang sepanjang babak kedua setelah Steven Defour dikartumerahkan wasit usai tekel keras kepada Kim Shin Wook, tidak membuat Belgia pincang, malah sebaliknya menang 1-0 dari lawannya Korea Selatan pada pertandingan terakhir Grup H di Arena Corinthians, de Sao Paulo, Brasil.

Kemenangan Belgia tercipta berkat gol bek Jan Vertonghen yang menciptakan satu-satunya gol pada pertandingan ini dalam menit 77 usai memanfaatkan bola muntah kiper Korea Selatan Kim Seung Gyu yang mementahkan tendangan keras pemain remaja Divock Origi dari luar kotak penalti.

Gol Jan Vertonghen diawali oleh tendangan penyerang Divock Origi dari dalam kotak penalti. Tendangan pemuda 19 tahun itu sukses ditepis penjaga gawang Kim Seung Gu di pojok kiri bawah. Bola kemudian memantul dan disambut oleh Jan Vertonghen. Tanpa kawalan, bek Tottenham Hotspur itu menuntaskan bola liar dengan tendangan kaki kiri ke tiang jauh.

Kemenangan Belgia tidak diraih secara mudah. Sepanjang babak pertama skuat asuhan Marc Wilmots tidak mampu melepaskan satupun tendangan tepat sasaran ke gawang Korea Selatan.

Belgia dan Korea Selatan bermain dengan tempo lambat pada menit-menit awal pertandingan.

Belgia yang disebut-sebut sebagai tim kuda hitam membuang peluang terbaik pada menit ke-25. Belgia memperoleh peluang lebih dulu melalui aksi Dries Mertens pada menit ke-25. Tendangan Dries Mertens di mulut gawang seharusnya bisa menjadi gol. Namun pemain Napoli itu menyiakan peluang tersebut.

Bola tendangan keras kaki kanannya Dries Martens di dalam kotak penalti Korea Selatan justru masih melayang dan melambung jauh di atas mistar gawang.

Sepanjang babak pertama, Belgia terlihat lebih menguasai jalannya laga. Akan tetapi, Korea Selatan bukan tanpa serangan berbahaya di paruh ini. Taeguk Warriors juga beberapa kali mampu merepotkan barisan pertahanan Belgia.

Pada menit ke-30, saat Ki Sung-Yeung mendapatkan ruang tembak di depan kotak penalti Belgia. Beruntung bagi Belgia, kiper Thibaut Courtois mampu melakukan penyelamatan gemilang saat menepis bola tendangan keras Ki Sung Yeung tersebut.

Jelang turun minum Belgia bahkan harus bermain dengan 10 orang. Pada menit  ke-44, Belgia harus bertanding dengan 10 pemain setelah gelandang Steven Defour langsung mendapat kartu merah dari wasit setelah akibat menginjak tulang kering Kim Shin-Wook ketika memperebutkan bola. Melalui tayangan ulang, Steven Defour tampak melanggar pemain Korea Selatan dengan berusaha menekel pemain Korsel dengan dua kakinya.

Selepas turun minum, Korea Selatan berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Skuad asuhan Hong Myung-bo itu pun beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol di paruh ini.

Meski ditekan berulang kali, kiper Thibaut Courtois dan barisan belakang Belgia sukses menjaga gawang untuk tidak dibobol Korea Selatan, sebaliknya meski dengan sepuluh orang Belgia berkali-kali membahayakan gawang Korea Selatan.

Setelah bermain 0-0 pada babak pertama dan dikeluarkannya Steven Defour, pada babak kedua, dalam upaya memanfaatkan kelebihan pemain, pelatih Hong-Myung-Bo memasukkan Lee Keun Ho menggantikan Han Kook Young.

Pada sekitar 20 menit menjelang usai Korea Selatan juga memasukkan gelandang Augsburg Ji Dong Won masuk menggantikan pemain Bayer Leverkusen Son Heung Min.

Hasilnya, Korea Selatan makin eksplosif, diantaranya lewat tendangan melenceng dari gawang oleh Ki Sung Yeung.

Enam menit setelah itu Lee Chung Yong mendribel bola lalu melepaskan tembakan, namun upayanya membentur badan Mousa Dembele sehingga hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Pada menit ke-51, Korea Selatan hampir saja unggul jika bola tendangan Kim Shin-Wook dari jarak jauh tidak membentur mistar gawang Belgia. Empat menit berselang, giliran bola tendangan Lee Chung-Yong yang mampu ditepis oleh kiper Thibaut Courtois.

Pada menit ke-54, Lee Keun-Ho melepaskan tendangan hampir dari setengah lapangan, dan bola membentur tiang gawang Belgia, sebaliknya Kim Seung Gyu memblok tendangan Dries Mertens. Lima menit kemudian Dries Mertens melakukan percobaan lagi namun bolanya membentur tiang gawang Korea Selatan.

Pada menit 60, Belgia memasukkan Nacer Chadli menggantikan Andan Januzaj dan Divock Origi yang menggantikan pemain Napoli Dries Mertens.

Masuknya Divock Origi mempertajam permainan Belgia meski terus-terusan dibombardir Korea Selatan . Pemain remaja ini melancarkan tembakan keras dari luar kotak penalti yang diblok Kim Seung Gyu tapi bola segera disambut oleh Jan Vertonghen untuk diubahnya menjadi gol keempat Belgia dalam tiga pertandingan fase grup mereka.

Meski terus menekan para pemain Korea Selatan kesulitan mengembangkan permainan karena barisan pertahanan Belgia tampil cukup disiplin. Alhasil, terlalu asyik menyerang, pertahanan Korea Selatan lengah. Hal itu pun mampu dimanfaatkan oleh Belgia.

Melalui serangan balik, justru Belgia yang mampu mencetak gol lebih dulu melalui torehan Jan Vertonghen. Gol tersebut diciptakan Jan Vertonghen setelah meneruskan bola rebound hasil tepisan kiper Kim Seung-Gyu.

Skor 1-0 untuk Belgia pun tetap bertahan hingga laga usai.

Menurut catatan statistik FIFA, menunjukkan kedua tim bermain imbang dengan Korea Selatan berbalik sedikit unggul dalam penguasaan bola sepanjang pertandingan, Belgia menguasai bola sebanyak 49% melawan Korea Selatan dengan 51%. Belgia melepaskan sembilan tembakan akurat dari 14 usaha. Adapun Korea Selatan menciptakan 10 peluang emas dari 16 percobaan.

Korea Selatan melancarkan 47 serangan berbahaya, 18 percobaan mencetak gol yang 15 diantararanya on target, sedangkan Belgia melancarkan 39 serangan berbahaya dan 16 upaya gol yang 6 diantaranya on target.

Korea Selatan yang membutuhkan kemenangan besar tampil lebih agresif. Statistik yang dirilis ESPN menunjukkan mereka nyaris mengimbangi agresivitas Belgia. Taeguk Warriors melepaskan 14 tendangan, empat di antaranya tepat sasaran, sedangkan Belgia melepaskan 15 tendangan, lima tepat sasaran.

Kemenangan ini membuat untuk pertama kalinya Belgia memenangi semua dari tiga pertandingan fase grup dalam Piala Dunia dan lolos ke babak knockout keenam kalinya dalam tujuh Piala Dunia terakhirnya. Sebaliknya Korea Selatan gagal mewujudkan impian menjadi tim Asia pertama yang lolos ke fase gugur untuk ketiga kalinya.

Raihan tiga angka itu membuat Belgia kokoh di puncak klasemen akhir dengan poin sembilan dari tiga laga, unggul lima angka dari Aljazair di posisi kedua. Sementara itu, Rusia dan Korea Selatan menempati peringkat ketiga dan keempat dengan masing-masing mengemas poin satu.

Pada babak 16 besar Belgia akan menghadapi runner up Grup G, Amerika Serikat (AS). Belgia akan didampingi oleh Aljazair yang sukses menahan imbang Rusia 1-1 untuk keluar sebagai runner up Grup H.

Susunan pemain:

Korea Selatan:

21-Kim Seung-Gyu, 3-Yun Suk-Young, 5-Kim Young-Gwon, 12-Lee Yong, 20-Hong Jeong-Ho, 9-Son Heung-Min (19-Ji Dong-Won 73), 13-Koo Ja-Cheol, 14-Han Kook-Young (11-Lee Keun-Ho 45), 16-Ki Sung-Yeung, 17-Lee Chung-Yong, 18-Kim Shin-Wook (7-Kim Bo-Kyung 66).

Pelatih: Hong Myung-bo.

Belgia:

1-Thibaut Courtois, 5-Jan Vertonghen, 15-Daniel van Buyten, 18-Nicolas Lombaerts, 21-Anthony Vanden Borre, 8-Marouane Fellaini, 16-Steven Defour (kartu merah), 19-Mousa Dembele, 11-Kevin Mirallas, 14-Dries Mertens (17-Divock Origi 60), 20-Adnan Januzaj (22-Nacer Chadli 60).

Pelatih: Marc Wilmots.

Wasit: Benjamin Williams dari Australia. (espn/fifa/jos)

See Also

Hempaskan UEA 1-0, Indonesia U-19 Melaju Ke Perempat Final
Presiden Joko Widodo Dan Petinggi Negara Ikut Pecahkan Rekor Dunia Poco-Poco
Pemecahan Rekor Dunia Poco-Poco
Dandim 0716/Demak Ajak Danramil Beserta Perwira Staf Untuk Bertanding Bola Voli
Kodim 0716/Demak Dan Polres Siap Amankan Pengambilan Api Abadi Di Mrapen
Menko PMK Bilang Manfaatkan Asian Games 2018 Untuk Tingkatkan UKM, Ekonomi, Dan Parawisata
Muhammad Zohri Juarai Lari 100 Meter Putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20
Kalahkan Inggris 2-1, Kuda Hitam Kroasia Bikin Kejutan Maju Ke Final
Kalahkan Belgia Skor Tipis 1-0, Prancis Capai Final Piala Dunia 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Kapolres Buka Turnamen Usia Dini Se-Jateng Dan DIY
Kento Momota Rebut Gelar Indonesia Terbuka Untuk Kedua Kalinya
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo Raih Gelar Indonesia Terbuka 2018
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Juara Indonesia Terbuka 2018
Hempaskan Tuan Rumah 4-3 Lewat Adu Penalti, Kroasia Capai Semi Final
Tekuk Swedia 2-0, Inggris Melaju Ke Semi Final
Tenggelamkan Brazil 2-1, Belgia Maju Ke Semi Final
Prancis Maju Ke Semi Final Setelah Menang Telak 2-0 Atas Uruguay
Kemenpora Sosialisasikan ASIAN Games Di Kudus
TNI-Polri Bersinergi Dengan Bermain Bola Bersama Forkopimcam Dan Lurah Se-Kecamatan Demak
KONI Demak Akan Gelar Lomba Panahan Tingkat Provinsi
Singkirkan Argentina 4-3, Prancis Maju Ke Perempat Final
Belgia Menang Tipis 1-0 Atas Inggris
Tunisia Tundukkan Panama 2-1
Prajurit Kodim 0716/Demak Bina Kemampuan Dengan Lari Jalan
Senegal Takluk Dari Kolombia 0-1
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.324 Since: 07.04.14 | 0.6326 sec