YouTube Facebook Twitter RSS
26 Mar 2019, 0

Nusantara

Putri Gus Dur Kesal Nama Ayahnya Dijadikan Komoditas Politik

siarjustisia.com-JAKARTA.

Putri tertua Presiden RI Keempat Kyai Haji Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman atau Alissa Wahid menyatakan pihaknya menyayangkan langkah politikus atau elite politik yang hanya menjadikan ayahnya sebagai komoditas politik dalam setiap pemilihan umum, termasuk pemilu presiden (pilpres) kali ini.

Kyai Haji Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur merupakan tokoh ulama besar dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001 menggantikan Presiden B. J. Habibie setelah dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil Pemilihan Umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Indonesia 1999.

"Bagi saya pribadi, kalau mencintai Gus Dur, kenapa baru sekarang? Gus Dur hanya jadi semacam komoditas politik," cetus Alissa Wahid, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (27/6/2014).

Diapun mengkritik kembali maraknya penggunaan gambar Gus Dur dalam kampanye Pemilu Presiden (pilpres) 2014.

Seperti diketahui, wajah Gus Dur kembali marak digunakan untuk dijadikan bahan kampanye politik dalam pemilu presiden (pilpres). Salah satu kandidat presiden dan tim suksesnya gencar memanfaatkan Gus Dur sebagai bahan kampanye. Salah satu kandidat presiden dan tim suksesnya gencar menjual nama Gus Dur di pilpres.

Menurut Alissa Wahid, politikus atau elite politik yang hanya menjadikan Gus Dur sebagai komoditas politik tidak tulus dalam memperjuangkan rakyat, terutama kaum minoritas di Indonesia. Padahal, semasa hidupnya, Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang memiliki komitmen kuat memperjuangkan rakyat, terutama kaum minoritas.

"Kalau memang mencintai Gus Dur harus juga meneladani kepemimpinannya, terutama membela ketika ada kelompok minoritas tertindas. Kami mengharapkan muncul juga dalam juga tindakan keseharian, jangan hanya slogan. Gus Dur jangan hanya menjadi alat kampanye saja," tambah dia.

Alissa Wahid kemudian menyitir kalimat yang dikampanyekan Gusdurian, komunitas pecinta Gus Dur. Menurutnya, kalimat yang disampaikan Gusdurian tepat.

"Di Gusdurian itu ada poster tertulis begini, 'Yang mencintai Gus Dur justru tidak akan menjual Gus Dur untuk meraih suara'," tukas Alissa Wahid.

Putri Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman atau Alissa Wahid, meminta pendukung Gus Dur untuk mencopot spanduk atau setiap alat peraga kampanye calon presiden (capres) nomor urut satu yang digadang-gadang oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Bulan Bintang (PBB), serta sebagian Partai Demokrat (PD), Prabowo Subianto.

Permintaan Alissa Wahid itu disampaikan melalui akun twitter-nya, @AlissaWahid.

Alissa Wahid merespons laporan dari seorang anggota Jaringan Gusdurian, komunitas pecinta dan pendukung Gus Dur.

Anggota Gusdurian itu memotret spanduk Prabowo Subianto di Gresik, Jawa Timur, yang isinya bertuliskan Jaringan Gusdurian akan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. "Diturunkan saja, Mas. Itu mencatut," tutur Alissa Wahid dikutip wartawan dari akun twitternya, Sabtu (28/6/2014).

Ketua Gusdurian Jawa Timur Aan Anshori mengkritisi fenomena Pilpres 2014, yang banyak ditemukan kasus adanya penggunaan nama Gus Dur untuk mengeruk suara kaum Nahdliyin. Baik lewat televisi maupun baliho.

Seperti yang diduga dilakukan kubu Prabowo-Hatta, dengan menayangkan penggalan wawancara Gus Dur berupa testimoni bahwa Prabowo Subianto capres yang paling ikhlas untuk rakyat. Aan Anshori menilai hal itu belum mendapat izin dari keluarga besar Gus Dur. "Mbak Alissa Wahid ketika di Surabaya saya tanyain, katanya belum (izin)," ungkap Aan Anshori kepada wartawan, Kamis (26/6/2014).

Dia pun menyarankan kepada kubu Prabowo Subianto untuk tak lagi mendompleng nama Gus Dur untuk kepentingan politik pemilu, selama belum dapat izin dari keluarga besar Gus Dur. Selain di layar kaca, testimoni Gus Dur tersebut juga disebarluaskan lewat baliho.

Dia pun menginstruksikan struktural di bawahnya untuk mengawasi perilaku curang kampanye, yang memanfaatkan nama Gus Dur.

"Kalau belum mendapat izin segera diturunkan, karena akan melukai keluarga Ciganjur (Gus Dur). Siapa pun, tidak hanya Prabowo. Yang ingin menggunakan Gus Dur, izino rek (izin), karena Gus Dur masih punya ahli waris," beber Aan Anshori.

Dalam Pemilu Presiden 2014, Alissa Wahid menegaskan, komunitas pendukung Gus Dur di seluruh Indonesia tidak pernah mendukung Prabowo-Hatta. "Jadi kalau sekarang ada yang mengklaim Gusdurian memakai logo JGD (Jaringan Gusdurian) mendukung calon presiden nomor 1 itu bohong besar. Asal klaim," tulis Alissa Wahid.

Selain itu, Alissa Wahid menegaskan, keluarga Gus Dur juga bersikap netral atau tidak memilih kandidat mana pun termasuk tidak pernah mendukung Prabowo-Hatta seperti yang diklaim oleh sejumlah orang dalam pemilu.

Alissa Wahid menyesalkan adanya klaim bahwa pendukung Gus Dur atau Gus Dur mendukung Prabowo Subianto. Ia pun kembali menegaskan bahwa pendukung Gus Dur tidak pernah terlibat politik praktis apalagi sampai mendukung Prabowo Subianto. "Mengaku-ngaku kelompok Gusdurian cuma di momen-momen politik itu mengerikan. Mewakili berapa orang? Kerja nyatanya mana? Tidak Gus Dur banget," sindir Alissa Wahid yang merupakan koordinator sekretariat nasional Jaringan Gusdurian.

Dalam kesempatan itu, Alissa Wahid juga meminta kepada pendukung Gus Dur di seluruh Indonesia jangan mau ditipu atau diperdaya oleh slogan dan janji kampanye kandidat presiden. "Semoga tanggal 9 Juli segera tiba. Kita segera bisa melihat wajah-wajah nyata, bukan topeng-topeng penuh tipu daya," pungkas Alissa Wahid yang merupakan putri tertua Gus Dur itu. (mer/tri)

See Also

Peringati Harlah Ke-96 NU, MA NU TBS Gelar Upacara Dan Istighasah
Bupati Demak Resmi Buka TMMD Sengkuyung I TA 2019
SMP Kanisius Kudus Bermain Besama Di Ruang Baca Pengilon
Gunung Karangetang Semburkan Lava
Peringatan Hari Lahir Ke-93 Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus
Babinsa 12/Mranggen Bersama Bhabinkamtibmas Dan Masyarakat Berjibaku Memadamkan Api
Mengingat Masa Kecil, Kapolres Demak Bernostalgia Di Koramil 09/Karangtengah
Hilangkan Penat, Dandim 0716/Demak Ajak Para Perwira Jajaran Rekreasi Mancing Mania
Koramil 06/Wedung Bersama Polsek Bersinergi Dengan DPUPPE Berikan Rasa Aman Pengguna Jalan
Kodim 0716/Demak Terima Kunjungan Tim Dalwas Binsat Kodam IV/Diponegoro
Bawaslu Gelar Bawaslu Goes To School Di MA NU TBS
Dandim 0716/Demak Apresiasi Kesigapan Babinsa 01/Kota Bersihkan Pohon Tumbang
Dengan Cepat Babinsa 13/Karangawen Bantu Evakuasi Orang Yang Meninggal
Angin Puting Beliung Rusak Beberapa Rumah, Babinsa 11/Sayung Siap Bantu Warga
Prajurit Kodim 0716/Demak Bersama Polri Ciptakan Sinergitas Dalam Segala Hal
Bahagianya Kapolres Demak Saat Mendapat Jaket Doreng
Babinsa 12/Mranggen Himbau Para Pemuda Untuk Tidak Balap Liar
Bersama Perangkat Desa, Babinsa 11/Sayung Bantu Evakuasi Rumah Warga Yang Dihempas Angin
Jelang Pesta Demokrasi, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Tingkatkan Disiplin Linmas
Danramil 06/Wedung Hadiri Rapat Penerimaan Mahasiswa KKN Dari Unisnu Jepara
Dekat Dengan Rakyat, Babinsa 11/Sayung Hadiri Lelayu Warga Yang Meninggal Di Desa Binaan
Babinsa 13/Karangawen Gandeng Dinas Pengairan Monitoring Debit Air Sungai
Antisipasi Bencana Alam, Babinsa 02/Bonang Rutin Pantau Tanggul Dan Sungai
Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Kodim 0716/Demak Laksanakan Latihan Bongkar Pasang Senjata
Babinsa 12/Mranggen Hadiri Silaturahmi Bersama Perangkat Desa Dan Pimpinan Ponpes Girikusumo
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.578.354 Since: 07.04.14 | 0.6675 sec