YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jan 2019, 0

Nusantara

Putri Gus Dur Kesal Nama Ayahnya Dijadikan Komoditas Politik

siarjustisia.com-JAKARTA.

Putri tertua Presiden RI Keempat Kyai Haji Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman atau Alissa Wahid menyatakan pihaknya menyayangkan langkah politikus atau elite politik yang hanya menjadikan ayahnya sebagai komoditas politik dalam setiap pemilihan umum, termasuk pemilu presiden (pilpres) kali ini.

Kyai Haji Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur merupakan tokoh ulama besar dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001 menggantikan Presiden B. J. Habibie setelah dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil Pemilihan Umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Indonesia 1999.

"Bagi saya pribadi, kalau mencintai Gus Dur, kenapa baru sekarang? Gus Dur hanya jadi semacam komoditas politik," cetus Alissa Wahid, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (27/6/2014).

Diapun mengkritik kembali maraknya penggunaan gambar Gus Dur dalam kampanye Pemilu Presiden (pilpres) 2014.

Seperti diketahui, wajah Gus Dur kembali marak digunakan untuk dijadikan bahan kampanye politik dalam pemilu presiden (pilpres). Salah satu kandidat presiden dan tim suksesnya gencar memanfaatkan Gus Dur sebagai bahan kampanye. Salah satu kandidat presiden dan tim suksesnya gencar menjual nama Gus Dur di pilpres.

Menurut Alissa Wahid, politikus atau elite politik yang hanya menjadikan Gus Dur sebagai komoditas politik tidak tulus dalam memperjuangkan rakyat, terutama kaum minoritas di Indonesia. Padahal, semasa hidupnya, Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang memiliki komitmen kuat memperjuangkan rakyat, terutama kaum minoritas.

"Kalau memang mencintai Gus Dur harus juga meneladani kepemimpinannya, terutama membela ketika ada kelompok minoritas tertindas. Kami mengharapkan muncul juga dalam juga tindakan keseharian, jangan hanya slogan. Gus Dur jangan hanya menjadi alat kampanye saja," tambah dia.

Alissa Wahid kemudian menyitir kalimat yang dikampanyekan Gusdurian, komunitas pecinta Gus Dur. Menurutnya, kalimat yang disampaikan Gusdurian tepat.

"Di Gusdurian itu ada poster tertulis begini, 'Yang mencintai Gus Dur justru tidak akan menjual Gus Dur untuk meraih suara'," tukas Alissa Wahid.

Putri Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman atau Alissa Wahid, meminta pendukung Gus Dur untuk mencopot spanduk atau setiap alat peraga kampanye calon presiden (capres) nomor urut satu yang digadang-gadang oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Bulan Bintang (PBB), serta sebagian Partai Demokrat (PD), Prabowo Subianto.

Permintaan Alissa Wahid itu disampaikan melalui akun twitter-nya, @AlissaWahid.

Alissa Wahid merespons laporan dari seorang anggota Jaringan Gusdurian, komunitas pecinta dan pendukung Gus Dur.

Anggota Gusdurian itu memotret spanduk Prabowo Subianto di Gresik, Jawa Timur, yang isinya bertuliskan Jaringan Gusdurian akan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. "Diturunkan saja, Mas. Itu mencatut," tutur Alissa Wahid dikutip wartawan dari akun twitternya, Sabtu (28/6/2014).

Ketua Gusdurian Jawa Timur Aan Anshori mengkritisi fenomena Pilpres 2014, yang banyak ditemukan kasus adanya penggunaan nama Gus Dur untuk mengeruk suara kaum Nahdliyin. Baik lewat televisi maupun baliho.

Seperti yang diduga dilakukan kubu Prabowo-Hatta, dengan menayangkan penggalan wawancara Gus Dur berupa testimoni bahwa Prabowo Subianto capres yang paling ikhlas untuk rakyat. Aan Anshori menilai hal itu belum mendapat izin dari keluarga besar Gus Dur. "Mbak Alissa Wahid ketika di Surabaya saya tanyain, katanya belum (izin)," ungkap Aan Anshori kepada wartawan, Kamis (26/6/2014).

Dia pun menyarankan kepada kubu Prabowo Subianto untuk tak lagi mendompleng nama Gus Dur untuk kepentingan politik pemilu, selama belum dapat izin dari keluarga besar Gus Dur. Selain di layar kaca, testimoni Gus Dur tersebut juga disebarluaskan lewat baliho.

Dia pun menginstruksikan struktural di bawahnya untuk mengawasi perilaku curang kampanye, yang memanfaatkan nama Gus Dur.

"Kalau belum mendapat izin segera diturunkan, karena akan melukai keluarga Ciganjur (Gus Dur). Siapa pun, tidak hanya Prabowo. Yang ingin menggunakan Gus Dur, izino rek (izin), karena Gus Dur masih punya ahli waris," beber Aan Anshori.

Dalam Pemilu Presiden 2014, Alissa Wahid menegaskan, komunitas pendukung Gus Dur di seluruh Indonesia tidak pernah mendukung Prabowo-Hatta. "Jadi kalau sekarang ada yang mengklaim Gusdurian memakai logo JGD (Jaringan Gusdurian) mendukung calon presiden nomor 1 itu bohong besar. Asal klaim," tulis Alissa Wahid.

Selain itu, Alissa Wahid menegaskan, keluarga Gus Dur juga bersikap netral atau tidak memilih kandidat mana pun termasuk tidak pernah mendukung Prabowo-Hatta seperti yang diklaim oleh sejumlah orang dalam pemilu.

Alissa Wahid menyesalkan adanya klaim bahwa pendukung Gus Dur atau Gus Dur mendukung Prabowo Subianto. Ia pun kembali menegaskan bahwa pendukung Gus Dur tidak pernah terlibat politik praktis apalagi sampai mendukung Prabowo Subianto. "Mengaku-ngaku kelompok Gusdurian cuma di momen-momen politik itu mengerikan. Mewakili berapa orang? Kerja nyatanya mana? Tidak Gus Dur banget," sindir Alissa Wahid yang merupakan koordinator sekretariat nasional Jaringan Gusdurian.

Dalam kesempatan itu, Alissa Wahid juga meminta kepada pendukung Gus Dur di seluruh Indonesia jangan mau ditipu atau diperdaya oleh slogan dan janji kampanye kandidat presiden. "Semoga tanggal 9 Juli segera tiba. Kita segera bisa melihat wajah-wajah nyata, bukan topeng-topeng penuh tipu daya," pungkas Alissa Wahid yang merupakan putri tertua Gus Dur itu. (mer/tri)

See Also

Dandim 0716/Demak Pimpin Sertijab Pasiops
Babinsa 11/Sayung Hadiri Sosialisasi Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga
Wujudkan Sinergitas, Kapolres Demak Sempatkan Diri Berkunjung Ke Koramil 04/Dempet
Piket Koramil 13/Karangawen Aktif Patroli Malam Bersama Polsek Guna Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif
Dandim 0716/Demak Hadiri Sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2019
Bermodal Tekad, Babinsa 02/Bonang Ajak Generasi Muda Binaannya Untuk Gemar Membaca
Babinsa 12/Mranggen Berikan Himbauan Kepada Siswa Yang Kedapatan Bolos Saat Jam Pelajaran
Melalui Jam Komandan, Dandim 0716/Demak Tekankan Netralitas TNI Dalam Pemilu
Gotong Royong Babinsa 12/Mranggen Dan Masyarakat Atasi Banjir Di Banyumeneng
Jumlah Korban Jiwa Tsunami Selat Sunda Capai 437 Orang
Dampingi Kegiatan Posyandu, Wujud Nyata Kepedulian Babinsa 11/Sayung Terhadap Kesehatan Masyarakat
Babinsa 12/Mranggen Bersama Warga Laksanakan Karya Bhakti Peninggian Tanggul
Babinsa 02/Bonang Kunjungi TK Di Desa Binaannya
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Jalan Gubeng Ambles Diduga Kesalahan Konstruksi Proyek
Jalan Gubeng Surabaya Ambles
Dandim 0716/Demak Serahkan Piala Dalam Rangka Peringati HUT Korpri Dan HUT PGRI
Dandim 0716/Demak Hadiri Upacara HUT PGRI Ke-73 Dan HUT Korpri Ke-47
Peran Aktif Koramil 11/Sayung Dalam Membantu Mengatasi Kesulitan Warganya
Semangat Tanpa Batas, Babinsa 01/Demak Bantu Petani Dukuh Gesik Tanam Padi
Semangat Prajurit Kodim 0716/Demak Dalam Mengisi Jadwal Minggu Militer
Kodim 0716/Demak Ikuti Apel Siaga Darurat Banjir Musim Penghujan
Bersinergi Dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Pundenarum Tangkal Banjir
Dandim 0716/Demak Bersama Forkopimda Kabupaten Demak Melepas Keberangkatan Banser Dan GP Ansor
Peringati HUT PGRI Dan KORPRI, Kodim 0716/Demak Ajak Masyarakat Bersihkan Sungai Pelayaran
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.252.744 Since: 07.04.14 | 0.6709 sec