YouTube Facebook Twitter RSS
17 Nov 2018, 0

Nusantara

Putri Gus Dur Kesal Nama Ayahnya Dijadikan Komoditas Politik

siarjustisia.com-JAKARTA.

Putri tertua Presiden RI Keempat Kyai Haji Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman atau Alissa Wahid menyatakan pihaknya menyayangkan langkah politikus atau elite politik yang hanya menjadikan ayahnya sebagai komoditas politik dalam setiap pemilihan umum, termasuk pemilu presiden (pilpres) kali ini.

Kyai Haji Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur merupakan tokoh ulama besar dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001 menggantikan Presiden B. J. Habibie setelah dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil Pemilihan Umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Indonesia 1999.

"Bagi saya pribadi, kalau mencintai Gus Dur, kenapa baru sekarang? Gus Dur hanya jadi semacam komoditas politik," cetus Alissa Wahid, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (27/6/2014).

Diapun mengkritik kembali maraknya penggunaan gambar Gus Dur dalam kampanye Pemilu Presiden (pilpres) 2014.

Seperti diketahui, wajah Gus Dur kembali marak digunakan untuk dijadikan bahan kampanye politik dalam pemilu presiden (pilpres). Salah satu kandidat presiden dan tim suksesnya gencar memanfaatkan Gus Dur sebagai bahan kampanye. Salah satu kandidat presiden dan tim suksesnya gencar menjual nama Gus Dur di pilpres.

Menurut Alissa Wahid, politikus atau elite politik yang hanya menjadikan Gus Dur sebagai komoditas politik tidak tulus dalam memperjuangkan rakyat, terutama kaum minoritas di Indonesia. Padahal, semasa hidupnya, Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang memiliki komitmen kuat memperjuangkan rakyat, terutama kaum minoritas.

"Kalau memang mencintai Gus Dur harus juga meneladani kepemimpinannya, terutama membela ketika ada kelompok minoritas tertindas. Kami mengharapkan muncul juga dalam juga tindakan keseharian, jangan hanya slogan. Gus Dur jangan hanya menjadi alat kampanye saja," tambah dia.

Alissa Wahid kemudian menyitir kalimat yang dikampanyekan Gusdurian, komunitas pecinta Gus Dur. Menurutnya, kalimat yang disampaikan Gusdurian tepat.

"Di Gusdurian itu ada poster tertulis begini, 'Yang mencintai Gus Dur justru tidak akan menjual Gus Dur untuk meraih suara'," tukas Alissa Wahid.

Putri Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman atau Alissa Wahid, meminta pendukung Gus Dur untuk mencopot spanduk atau setiap alat peraga kampanye calon presiden (capres) nomor urut satu yang digadang-gadang oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Bulan Bintang (PBB), serta sebagian Partai Demokrat (PD), Prabowo Subianto.

Permintaan Alissa Wahid itu disampaikan melalui akun twitter-nya, @AlissaWahid.

Alissa Wahid merespons laporan dari seorang anggota Jaringan Gusdurian, komunitas pecinta dan pendukung Gus Dur.

Anggota Gusdurian itu memotret spanduk Prabowo Subianto di Gresik, Jawa Timur, yang isinya bertuliskan Jaringan Gusdurian akan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. "Diturunkan saja, Mas. Itu mencatut," tutur Alissa Wahid dikutip wartawan dari akun twitternya, Sabtu (28/6/2014).

Ketua Gusdurian Jawa Timur Aan Anshori mengkritisi fenomena Pilpres 2014, yang banyak ditemukan kasus adanya penggunaan nama Gus Dur untuk mengeruk suara kaum Nahdliyin. Baik lewat televisi maupun baliho.

Seperti yang diduga dilakukan kubu Prabowo-Hatta, dengan menayangkan penggalan wawancara Gus Dur berupa testimoni bahwa Prabowo Subianto capres yang paling ikhlas untuk rakyat. Aan Anshori menilai hal itu belum mendapat izin dari keluarga besar Gus Dur. "Mbak Alissa Wahid ketika di Surabaya saya tanyain, katanya belum (izin)," ungkap Aan Anshori kepada wartawan, Kamis (26/6/2014).

Dia pun menyarankan kepada kubu Prabowo Subianto untuk tak lagi mendompleng nama Gus Dur untuk kepentingan politik pemilu, selama belum dapat izin dari keluarga besar Gus Dur. Selain di layar kaca, testimoni Gus Dur tersebut juga disebarluaskan lewat baliho.

Dia pun menginstruksikan struktural di bawahnya untuk mengawasi perilaku curang kampanye, yang memanfaatkan nama Gus Dur.

"Kalau belum mendapat izin segera diturunkan, karena akan melukai keluarga Ciganjur (Gus Dur). Siapa pun, tidak hanya Prabowo. Yang ingin menggunakan Gus Dur, izino rek (izin), karena Gus Dur masih punya ahli waris," beber Aan Anshori.

Dalam Pemilu Presiden 2014, Alissa Wahid menegaskan, komunitas pendukung Gus Dur di seluruh Indonesia tidak pernah mendukung Prabowo-Hatta. "Jadi kalau sekarang ada yang mengklaim Gusdurian memakai logo JGD (Jaringan Gusdurian) mendukung calon presiden nomor 1 itu bohong besar. Asal klaim," tulis Alissa Wahid.

Selain itu, Alissa Wahid menegaskan, keluarga Gus Dur juga bersikap netral atau tidak memilih kandidat mana pun termasuk tidak pernah mendukung Prabowo-Hatta seperti yang diklaim oleh sejumlah orang dalam pemilu.

Alissa Wahid menyesalkan adanya klaim bahwa pendukung Gus Dur atau Gus Dur mendukung Prabowo Subianto. Ia pun kembali menegaskan bahwa pendukung Gus Dur tidak pernah terlibat politik praktis apalagi sampai mendukung Prabowo Subianto. "Mengaku-ngaku kelompok Gusdurian cuma di momen-momen politik itu mengerikan. Mewakili berapa orang? Kerja nyatanya mana? Tidak Gus Dur banget," sindir Alissa Wahid yang merupakan koordinator sekretariat nasional Jaringan Gusdurian.

Dalam kesempatan itu, Alissa Wahid juga meminta kepada pendukung Gus Dur di seluruh Indonesia jangan mau ditipu atau diperdaya oleh slogan dan janji kampanye kandidat presiden. "Semoga tanggal 9 Juli segera tiba. Kita segera bisa melihat wajah-wajah nyata, bukan topeng-topeng penuh tipu daya," pungkas Alissa Wahid yang merupakan putri tertua Gus Dur itu. (mer/tri)

See Also

Dandim 0716/Demak Ajak Peserta Sarasehan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI
Batuud Koramil 13/Karangawen Hadiri Mujahadah Al Aurodul Jamiah Di Desa Bumirejo
Babinsa 09/Karangtengah Pererat Sinergitas Dengan Perangkat Desa
Kepedulian Babinsa 12/Mranggen Terhadap Generasi Penerus Bangsa
Ratusan Saka Wira Kartika Dikukuhkan Dandim 0716/Demak
Bupati Demak Buka Secara Resmi Apel Akbar Pengukuhan Saka Wira Kartika
Babinsa 05/Mijen Ajak Warga Binaannya Laksanakan Jumat Bersih
Babinsa 06/Wedung Ajak Para Santri Untuk Berdisiplin Dan Berjiwa Nasionalisme
Sasaran Non Fisik TMMD Tingkatkan Rasa Nasionalisme
Tim Kopaska AL Temukan Benda Diduga Mesin Lion Air JT 610
Danramil 07/Gajah Sambangi Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air JT 610
Kegiatan Rutin Apel Pagi Kodim 0716/Demak Dilanjutkan Pemeliharaan Pangkalan
Dandim 0716/Demak Pimpin Upacara Sertijab Danramil 02/Bonang
Babinsa Kodim 0716/Demak Peringati Hari Sumpah Pemuda Berikan Wawasan Kebangsaan
Presiden Joko Widodo Resmi Gratiskan Tarif Tol Suramadu
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Gerbang Tol Pejompongan Terbakar
Isi Lengkap Deklarasi Dukungan Jaringan Gusdurian Kepada Joko Widodo-Maruf Amin
Anies Baswedan Resmi Cabut Izin Prinsip Pembangunan Pulau Reklamasi
Polisi Sebut Mobilnya Berhenti Mendadak Soal Al Ghazali Pingsan
TNI AL Bentuk Tim Selidiki Kebakaran KRI Rencong 622
Kronologi Terbakar Dan Tenggelamnya KRI Rencong 622
TNI AL Sebut Seluruh Awak KRI Rencong 622 Selamat
Mahasiswa Diminta Tumbuhkan Budaya Menulis
Tim Mahad Aly TBS Lakukan Pengukuran Arah Kiblat
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.962.613 Since: 07.04.14 | 0.668 sec