YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Editorial

Plumbon Dan Film Everything Is Illuminated

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Thursday, 29 September 2016 | View : 222

siarjustisia.com

Menurut seorang teman, Yunantyo Adi, kuburan massal di hutan Plumbon, Kelurahan/Desa Wonosari, Kecamatan Mangkang, Ngaliyan, hampir 1 kilometer dari Jalan Raya Mangkang, Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) akan dibuatkan jalan yang baik dan ditata. Kuburan massal korban tahun 1965. Berita yang bercahaya menuju kemanusiaan Indonesia. Ada pengakuan yang berarti yang menunjukkan penghormatan pada nyawa yang hilang.

Cerita senada kemarin saya lihat di film berjudul “Everything is Illuminated”. Kisah pembantaian Yahudi ke sebanyak 1024 orang oleh Nazi yang terjadi di desa Tramchimbrod di dekat sungai Brod. Saya nonton di tengah. Namun saya tangkap jiwa dari film ini.

Tiga orang yang terdiri 2 cucu keturunan korban dan seorang korban yang selamat, kembali ke lokasi peristiwa kelam. Bertemu dengan perempuan tua yang hidup sendiri bersama dos-dos yang berisi barang-barang orang-orang Tromchimbrod yang meninggal sebagai korban. Ceritanya tentang melawan lupa atas kejahatan kemanusiaan yang pernah terjadi. Melawan lupa dengan menyimpan barang-barang korban. Barang-barang itu adalah simbol atas kehidupan seseorang yang pernah ada di dunia dan itu harus dihormati.

Mari kita ikut membangun jalan setapak untuk pengakuan dan penghormatan pada nyawa manusia, apapun agama, etnis dan kelas sosial mereka. Atas namapun apapun seperti PKI dan Yahudi, manusia tidak bisa dibenarkan melakukan pembunuhan, melanggar hukum dan etika. Tidak ada manusia dilahirkan dengan hak istimewa. Karena saya...............lalu saya punya hak berlaku semena-mena pada yang..............................

Film kemarin membuat saya bertanya pada diri saya sendiri:”Peristiwa besar apa yang terjadi dalam diri saya yang tidak boleh saya lupakan tetapi saya ampuni?”. Saya langsung menjawab sendiri: “Diskriminasi”. Sebagai penyandang triple minoritas “China, Kristen, dan perempuan” saya mengerti benar rasanya dianiaya melalui verbal. Diskriminasi dalam pendidikan dan sedikit pekerjaan juga saya alami.

Yang menggerikan adalah diskriminasi yang dilakukan oleh diri sendiri. Wacana pelaku kekerasan saya ambil menjadi wacana milik saya. Itu berarti saya melawan diri sendiri. Untuk waktu tertentu saya pernah begitu keras kepada diri sendiri. Dipulihkan oleh kesadaran dan melawan dengan cara membela orang-orang yang mengalami kekerasan dan diskriminasi. Hidup saya akhirnya bisa dikalimatkan sebagai berikut: “Kekerasan stop sampai pada saya. Penderitaan yang saya alami saya transformasi menjadi sikap dan perilaku membela korban kekerasan dan diskriminasi yang ada”. Saya ingin Indonesia bisa bangkit menjadi bangsa bermartabat yang tidak terus menggulang pola-pola kekerasaan yang ada. (esh)

See Also

Keluarga Besar DPP IPHI Dan DPP KAI Gelar Acara Halal Bihalal Bersama
Sugeng Tindak K. H. Mahfudz Ridwan
Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Sejarah Kota Jakarta Di Musium Kota Jakarta
Lukisan Mengisahkan Tentang Keadilan Di Depan Ruang Pengadilan
Lebih Mengenal Jakarta Melalui Kota Tua
Dialog Dengan Alam, Budaya, Dan Orang
Audiensi AHY Dengan DPD KAI DKI Jakarta
Turut Berduka Cita, Kiai Nafis Misbah Mustofa Berpulang
Silaturahmi Sowan Gus Mus
Transparansi Memberdayakan Masyarakat
Marhaenisme Dan Penutupan Sosial Dengan Pengucilan
Menuliskan Pengamalan Ilmu Seseorang
Analisis Hubungan Partnership Bung Karno
Syafii Maarif Penerus Gus Dur
Di Tanah Rantau, Keluarga Kudus Yogyakarta Akan Gelar Makrab Bersama Bupati
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila
Tua Bersinar, Bisakah Kita Lakukan?
Batik Print Yang Murah Meriah
Perkawinan Jangan Dikorbankan Demi Politik Pemilihan
Kekuasaan Formal Dan Informal
Soto Bokoran Dan Bangkong
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
PDIP: Ahok Dan Djarot
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.796.043 Since: 07.04.14 | 0.6046 sec