YouTube Facebook Twitter RSS
23 Nov 2017, 0

Hukum

Kasus Pencabulan Di Bengkulu, Tante May Divonis 12 Tahun

siarjustisia.com-JAKARTA.

Mahkamah Agung memenuhi permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menginginkan Emayartini (38 tahun) alias May (EM), istri mantan Ketua RT16 Perumnas Korpri, Kelurahan Bentiring, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu atau yang ngetop dipanggil Ibu RT dihukum 12 tahun penjara. Putusan dengan Nomor 815 K/PID.SUS/2014 itu ditetapkan pada Rabu (25/6/2014).

"Mengabulkan permohonan kasasi jaksa dan menolak permohonan kasasi terdakwa," demikian seperti dilansir dari laman Mahkamah Agung, Sabtu (28/6/2014).

Sebelumnya Emayartini atau yang biasa disapa Tante May dijatuhi hukuman penjara 8 tahun oleh Pengadilan Negeri Bengkulu pada 3 Desember 2013 karena memerkosa enam anak remaja laki-laki. Padahal Jaksa mengajukan tuntutan 12 tahun penjara.

Putusan Pengadilan Negeri diperkuat di tingkat banding oleh Pengadilan Tinggi Bengkulu pada 3 Maret 2014.

Hakim ketua Sunaryo dan hakim anggota Walfred Pardamean serta Bambang Widiyatmoko memenuhi banding terdakwa karena hukuman itu sudah setimpal dengan kesalahan Emayartini.

Namun, di tingkat kasasi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan tuntutan pidana yang sama seperti saat di Pengadilan Negeri.

Majelis hakim yang dipimpin Surya Jaya dan beranggotakan Syarifuddin serta Desnayeti ini mengabulkan permintaan tersebut.

Dikabarkan sebelumnya, EM, Ibu RT Kelurahan Bentiring, Kota Bengkulu dilaporkan ke Mapolres Kota Bengkulu karena dianggap mencabuli para ABG di lingkungan. Para ABG yang menjadi korban EM seluruhnya masih berusia belasan tahun. Kasus pencabulan yang dilakukan Ibu Rukun Tetangga (RT) EM menjadi pembicaraan di seantero warga Bengkulu. EM yang telah mempunyai anak 4 tersebut mencabuli belasan anak baru gede (ABG) di lingkungan. Wanita berusia 38 tahun ini, Emayartini memerkosa enam anak laki-laki tersebut dari 19 April 2011 sampai 25 Januari 2013. Aksinya berlangsung sejak April 2011.

Awalnya warga RT 16 Kelurahan Bentiring, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu tidak mengira bila ibu RT berbuat cabul dengan para ABG di lingkungan tersebut.

Aksi pencabulan oleh sang ibu RT yang memakai alias Maya Angely ini terbongkar setelah salah satu korbannya, DM menderita sifilis atau Syphilis. Kasus ini terbongkar setelah salah seorang ABG mengeluhkan sakit kelamin yang dialaminya kepada kedua orang tuanya. Setelah didesak, ABG tersebut kemudian mengaku bahwa dirinya telah lama berhubungan badan dengan EM. “Ada korban yang umurnya masih sekitar 14-15 tahun mengadu ke ibunya bahwa dia sakit sifilis setelah berhubungan badan dengan Ibu RT," ungkap Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Hery Wiyanto kepada wartawan, Rabu (17/4/2014).

Namun EM sendiri membantah bahwa penyakit sifilis yang diidap ABG tersebut bersumber dari dirinya.

EM juga membantah sejumlah fakta yang terjadi dalam kasus tersebut. Salah satu hal yang dia bantah adalah soal penularan penyakit sifilis. "Dia itu kerja di kafe, mungkin dari sana, kalau saya yang sakit mengapa yang lain tidak tertular," sangkal EM saat diwawancarai wartawan, Kamis (18/4/2013).

Dari tuturan korban inilah kemudian korban-korban lain turut buka suara. Setiap anak, memiliki ceritanya sendiri.

Semisal, CE, pemuda 18 tahun yang mengaku awalnya cuma diminta memijit  Emayartini alias EM, Ibu RT 16 Kelurahan Bentiring, Kota Bengkulu.

Aksi EM bukannya tanpa pemicu. EM, yang tak lain adalah Ibu Rukun Tetangga RT 16 Kelurahan Bentiring Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, nekat mencabuli para anak baru gede (ABG) anak dari tetangganya di lingkungannya lantaran sang suami, MI sudah enam tahun tak memberinya nafkah batin. Hubungan terlarang antara EM dan beberapa ABG tersebut karena sang suami sudah tidak bisa memberinya nafkah batin. Sang suami, MI sudah enam tahun menderita sakit gula atau diabetes dan penyakitnya sudah komplikatif, sedangkan di sisi lain, EM masih memerlukan nafkah batin tersebut.

EM beralasan hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bilogisnya. Sang suami, MI sudah enam tahun tak memberinya nafkah batin lantaran sakit gula. "Sudah enam tahun tidak disentuh, siapa yang tidak tergoda," beber EM di Polres Bengkulu.

Enam tahun berlalu tanpa nafkah batin dari MI, EM kemudian melirik bocah-bocah yang kebetulan sering bermain di depan rumahnya. “Memang di rumah EM itu sering anak-anak muda kumpul-kumpul, ada juga yang main gitar,” kata salah satu tetangga kepada wartawan.

Aksi bejat yang dilakukan oleh EM sungguh sangat menyayat hati. Saat sang suami tergolek sakit, perempuan 38 tahun ini justru asyik dengan para ABG, anak tetangga di rumahnya.

Sang suami sendiri bukannya tidak tahu kelakuan EM, MI pernah menegur istrinya tentang kelakuan bejatnya itu. MI minta apa yang dilakukan istrinya agar tidak diulangi, tetapi EM membandel dan terus mengulangi perbuatan mesumnya dengan beberapa ABG hingga akhirnya kasus ini terbongkar.

Wanita berumur 38 tahun yang konon suka tampil lebih glamor daripada kebanyakan ibu-ibu pada umumnya ini, mengaku tindakan asusila yang dilakukannya. Namun demikian, EM menyebut bahwa apa yang dilakukannya bukanlah pencabulan melainkan karena suka sama suka, bahkan ada yang didasari rasa cinta. “Ada yang menyatakan cinta duluan. Saya melihat dia tulus lalu saya terima,” demikian yang disampaikan wanita bernama Emayartini ini di Polres Bengkulu, Kamis (18/4/2013).

Menurut wanita 40 tahun ini, justru dirinya yang menjadi korban pelampiasan nafsu para ABG. Menurut EM, para ABG tersebut terkadang datang ke rumahnya untuk ngelem, ngerokok atau nonton video porno. Karena terangsang, para ABG tersebut kemudian melampiaskan nafsunya kepada EM. "Mereka kadang nonton video porno, terus pelampiasannya kepada saya," ujar EM.

Meski demikian EM memang lebih tertarik kepada para ABG dibanding dengan pria dewasa. Menurutnya EM, berhubungan dengan lelaki dewasa lebih beresiko. "Saya tidak ingin ada masalah dengan istrinya," ungkap EM, Kamis (18/4/2013).

Tindakan asusila itu dilakukan Emayartini di lingkungan tempat kediamannya di Jalan Kopri Raya Nomor 174, RT16/RW03, Kelurahan Bentiring, Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.

Polisi Polres Bengkulu pun sedikit banyak mengetahui tingkah polah EM. Dari hasil pengamatan, polisi menduga bahwa Ibu Rukun Tetangga (RT) ini mengalami gangguan jiwa. "Jadi dia itu seperti mengalami gangguan jiwa. Kadang-kadang kepada petugas dia bilang ingin taubat dan kembali lagi membuka Al-Quran yang sudah lama ditinggalkan, tetapi tiba-tiba bilang bahwa dia mantan entertain dan sebagainya, jadi kayak orang labil," urai Kapolres Bengkulu AKBP H. Joko Suprayitno, SST, MK., Kamis (18/4/2013).

Bila biasanya tersangka kasus asusila malu dan menunduk tidak demikian dengan EM, dia justru terlihat percaya diri. Bahkan kepada wartawan yang mewawancarainya dia pun berani buka-bukaan.

"Makanya kan aneh juga, tetapi kami belum berani menyimpulkan. Saat ini dia masih menjalani proses hukum," tambah Kapolres Bengkulu, AKBP H. Joko Suprayitno, SST., MK.

Kasus pencabulan yang dilakukan EM pernah diselesaikan secara adat oleh warga dan pemuka setempat. Atas kelakuan bejatnya, EM harus menerima sanksi adat berupa pengusiran dari kampungnya. Namun EM pun menolak hal itu. "Saya tidak punya tempat tinggal lagi. Saya sudah bangun rumah itu, saya tidak mau pergi dari rumah itu," cetus EM menanggapi pengusiran warga.

Sang suami MI, juga demikian. Meski istrinya telah berselingkuh, namun Ketua RT 16 Kelurahan Bentiring Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu itu tetap tidak mau menceraikan istrinya. Alasannya, tidak ada lagi orang yang akan merawatnya. "Sang suami juga tidak mau menceraikan karena nanti tidak ada yang mengurusnya. makanya dia minta keringanan sanksi supaya istrinya tidak diusir," terang Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Hery Wiyanto. (tem/jpnn/rb/mer)

See Also

Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
KPK Tahan Bos Peserta Lelang E-KTP
Bareskrim Polri Ungkap Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi
Gubernur Sulawesi Tenggara Nonaktif Nur Alam Segera Disidang
Bareskrim Polri Kembangkan Teknologi Identifikasi Wajah
KPK Rampungkan Berkas Gubernur Sulawesi Tenggara
Polda Metro Jaya Selidiki Orang Tua Pekerjakan Anak Di Pabrik Kembang Api
KPK Telah Periksa 40 Saksi Untuk Kasus Eddy Rumpoko
KPK Periksa Muhammad Taufik Kasus Reklamasi
Polda Metro Jaya Pastikan 48 Jasad Utuh Korban Ledakan Pabrik Kembang Api
44 Jenazah Korban Ledakan Pabrik Kembang Api Teridentifikasi
Polda Jatim Take Down 30 Akun Penyebar Hoax Girder Flyover Tol Pasuruan Ambruk
Kronologi OTT KPK Terhadap Bupati Nganjuk
KPK Belum Temukan Keterlibatan Istri Bupati Nganjuk
KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Suap Bupati Nganjuk
KPK Ciduk 20 Orang Dalam OTT Di Jakarta Dan Nganjuk
Wakil Presiden Jusuf Kalla Tegaskan Penerbitan Perppu Ormas Sesuai Konstitusi
Jaksa Tolak Pembelaan Buni Yani
9 Orang Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88/Antiteror
Densus 88 Antiteror Bekuk Terduga Teroris Di Kendal-Sukoharjo
Densus 88 Antiteror Amankan Seorang Terduga Teroris Di Ponogoro
Polda Papua Antisipasi Pergerakan KKB Di Area Kota
Kapolda Papua Sebut Tidak Ada Penambahan Personel Di Tembagapura
Satu Anggota Brimob Gugur Ditembak KKB Di Tembagapura
Isteri Tusuk Ketua DPRD Kolaka Utara Hingga Tewas Ditetapkan Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.834.358 Since: 07.04.14 | 0.6876 sec