YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Editorial

Batik Print Yang Murah Meriah

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Friday, 30 September 2016 | View : 382

siarjustisia.com

“Batik” begitu murah. Masuk toko dengan suasana batik dengan label harga yang begitu murah. Rata-rata lima puluh rupiah. Kebanyakan “batik” print”. Oleh pecinta batik, print tidak masuk golongan batik. Namun masyarakat luas menamakannya batik.

27 Oktober 2016 saya menemani kakak, istri, dan keponakan ke toko Batik Benang Ratu di Semarang. Lalu diteruskan ke toko yang sama di Salatiga bernama Toko Batik Benang Raja. Suasana toko seperti toko batik pada umumnya hanya label yang tercantum begitu murah. Nyaris semuanya di bawah harga seratus ribu. Baik untuk harga kain maupun baju. Bahkan kaos dengan corak batik harganya di bawah lima puluh ribu rupiah. Tidak masuk akal untuk harga baju, pembuatnya diupahi berapa?

Saya termasuk yang mengharapkan batik mendunia dengan bisa memenuhi kriteria praktis dalam pemeliharaan dan kemasan serta harga terjangkau. Namun saya tidak membayangkan batik print sebagai jalan keluarnya. Bagaimana Mas Embran atas fenomena ini? Saya tunggu karyanya.

Di kedua toko ini juga jual baju kebaya. Saya pernah membeli baju kebaya di pasar beringharjo Yogya setahun lalu seharga Rp 75.000,-. Kemarin saya lihat baju yang sama harganya Rp 45.000,- Inilah yang membuat orang senang dengan harga yang pasti. Harga tawar menawar adalah satu cara masyarakat kecil mendapatkan rejekinya. Nilai lebih ditentukan oleh tawar menawar dan hubungan emosi yang terjalin. Sepertinya sistem ini akan menjauh dan jarang dipakai. Kalaupun masih ada, tidak perlu ngotot dapat harga murah. Biarkan mereka menikmati nilai lebih atas kerja keras mereka.

Bisnis dengan barang semurah mungkin dengan mutu yang baik sepertinya jadi penting. Juga gerak yang begitu cepat yang mendukung barang yang berorientasi praktis. Lalu ke mana hasil budaya batik yang sarat makna dan simbol? Batik tetap dalam perkembangan dan pergulatan. Identitas bangsa yang perlu dipelihara. (esh)

See Also

Keluarga Besar DPP IPHI Dan DPP KAI Gelar Acara Halal Bihalal Bersama
Sugeng Tindak K. H. Mahfudz Ridwan
Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Sejarah Kota Jakarta Di Musium Kota Jakarta
Lukisan Mengisahkan Tentang Keadilan Di Depan Ruang Pengadilan
Lebih Mengenal Jakarta Melalui Kota Tua
Dialog Dengan Alam, Budaya, Dan Orang
Audiensi AHY Dengan DPD KAI DKI Jakarta
Turut Berduka Cita, Kiai Nafis Misbah Mustofa Berpulang
Silaturahmi Sowan Gus Mus
Transparansi Memberdayakan Masyarakat
Marhaenisme Dan Penutupan Sosial Dengan Pengucilan
Menuliskan Pengamalan Ilmu Seseorang
Analisis Hubungan Partnership Bung Karno
Syafii Maarif Penerus Gus Dur
Di Tanah Rantau, Keluarga Kudus Yogyakarta Akan Gelar Makrab Bersama Bupati
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila
Tua Bersinar, Bisakah Kita Lakukan?
Plumbon Dan Film Everything Is Illuminated
Perkawinan Jangan Dikorbankan Demi Politik Pemilihan
Kekuasaan Formal Dan Informal
Soto Bokoran Dan Bangkong
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
PDIP: Ahok Dan Djarot
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.796.053 Since: 07.04.14 | 0.412 sec