YouTube Facebook Twitter RSS
19 Nov 2017, 0

Hot News

MUI Tolak Kapolda Baru Banten

Wednesday, 12 October 2016 | View : 612

siarjustisia.com-JAKARTA.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan mutasi dan promosi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke-23 yang mulai menjabat sejak 13 Juli 2016, Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. melantik sejumlah perwira yang menduduki jabatan baru. Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) masa jabatan 16 Maret 2016-20 Juli 2016 tersebut melantik sejumlah Kapolda dan perwira tinggi Mabes Polri. Upacara pelantikan dilakukan di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No.3, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/10/2016).

Pelantikan tersebut berlandas pada Surat Telegram Rahasia bernomor ST/2434/X/2016 tertanggal Rabu 5 Oktober 2016 yang mencantumkan mutasi para perwira polisi. Salah seorang yang dilantik yakni mantan ajudan Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi), Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Drs. Listyo Sigit Prabowo.

Kebijakan yang dituangkan dalam Surat Telegram Kapolri No.ST/2434/X/2016 itu juga memasukkan ajudan Presiden Joko Widodo, Kombes Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, ke dalam gerbong mutasi tersebut. Kombes Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo yang menjabat ajudan Presiden Joko Widodo sejak 2014 itu, dipromosikan dengan dilantik menjadi Kapolda Banten, menggantikan Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Drs. H. Ahmad Dofiri, M.Si. Dengan promosi tersebut, mantan Kapolres Solo saat Joko Widodo (Jokowi) menjabat Wali Kota itu, menjadi Jenderal pertama di antara lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1991.

Mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara pada tahun 2013 tersebut, Kombes Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo sebelumnya merupakan ajudan Presiden Jokowi. Dua tahun jadi ajudan Presiden Joko Widodo, mantan Asubdit II Dit Tipdum Bareskrim Polri, Kombes Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo dimutasi jadi Kapolda Banten. Mantan WaKapoltabes Semarang ini akhirnya diangkat sebagai Kepala Polda Banten pada 5 Oktober 2016. Ajudan Presiden Joko Widodo, Kombes Pol. Drs Listyo Sigit Prabowo, berdasarkan TR Kapolri per 5 Oktober 2016, dipromosikan menjadi Kapolda Banten dan akan mendapat kenaikan pangkat menjadi Brigjen Pol. Mantan Kapolres Solo ini menggantikan Kapolda Banten sebelumnya, Brigjen. Pol. Drs. H. Ahmad Dofiri, M.Si. yang menempati jabatan baru sebagai Kepala Biro Penyusunan dan Penyuluhan Hukum Divisi Hukum Markas Besar Kepolisian RI.

Mutasi ini sendiri meliputi 25 orang perwira mulai dari Komisaris Jenderal (Komjen) hingga Komisaris Besar (Kombes). Adapun mutasi dan promosi itu di antaranya adalah sebagai berikut:

No.

Nama

Jabatan Sebelumnya

Jabatan Baru

1.

Komjen Pol. Drs. Noer Ali, S.H.

Kepala Badan Intelkam

Pati Baintelkam Polri 

2. 

Irjen Pol. Drs. Lutfi Lubihanto

Waka Badan Intelkam

Kepala Badan Intelkam

3. 

Irjen Pol. Drs. Setyo Wasisto, S.H.

Kadivkum

Waka Badan Intelkam

4. 

Brigjen Pol. Drs. Raja Erizman

Kasespima Sespim Polri

Kadivkum

5. 

Brigjen Pol. Drs. H. Ike Edwin, S.H., M.H., M.M.

Kapolda Lampung

Kasespima Sespim Polri

6. 

Brigjen Pol. Drs. Sudjarno, S.H.

Karobinopsnal Baharkam

Kapolda Lampung

7.

Irjen Pol. Drs. Raden Budi Winarso

Kapolda Sumatera Utara

Widyaiswara Utama Sespim Polri

8.

Irjen Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.

Ketua STIK Lemdikpol

Kapolda Sumatera Utara

9.

Brigjen Pol. Drs. H. Ahmad Dofiri, M.Si.

Kapolda Banten

Karosunluhkum Divkum Polri

10.

Kombes Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo

Ajudan Presiden RI

Kapolda Lampung

11.

Brigjen Pol. Drs. Yovianes Mahar

Kapolda Bangka Belitung

Kapolda Bengkulu

12.

Brigjen Pol. Drs. Anton Wahono Sudarminto

Karo Paminal Divpropam

Kapolda Bangka Belitung

Acara pelantikan dihadiri sejumlah pejabat menengah dan pejabat tinggi Polri. Turut hadir antara lain Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Suhardi Alius, M.H., Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Waseso dan tampak pula komisioner Komisi Kepolisian Nasional.

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Banten menolak pelantikan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk menggantikan Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Drs. H. Ahmad Dofiri, M.Si.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Banten beralasan mantan Kapolres Pati tersebut, Kombes Pol. Listyo Sigit Prabowo adalah seorang Non Muslim atau Kafir sehingga tidak cocok jadi Kapolda di wilayah yang berpenduduk Muslim.

“Penolakan ini merupakan aksi yang sangat wajar kita lakukan karena pengganti Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dofiri memiliki perbedaan agama dan bukan seorang Muslim,” kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Tangerang, K.H. Jasmaryadi, di Tangerang pada Rabu (12/10/2016).

Penolakan terhadap Kalpolda Banten yang Kafir telah ditandatangani sejumlah ulama dalam sebuah petisi. Langkah yang dilakukan selanjutnya adalah menemui Kapolri, Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D., untuk meminta penjelasan kenapa seorang Non Muslim menjadi Kapolda Banten.

Ia menyatakan Banten adalah wilayah kesultanan dan sebagian besar penduduknya beragama Islam. “Kita ingin sampaikan kepada Kapolri, Banten merupakan wilayah kesultanan dan banyak kerajaan Islam berdiri di Banten serta penduduknya mayoritas beragama Islam,” tegasnya.

Tokoh Islam Banten Tubagus Saptani menyatakan pihaknya menolak kehadiran Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolda. “Sejarah dan budaya Banten berbeda dengan provinsi lain dan Banten adalah wilayah kesultanan,” tukas Tubagus Saptani.

Ulama Islam sekaligus Ketua Umum Dzurriyat Kesultanan Banten, Tubagus Imamudin menyatakan penunjukkan Kapolda Banten yang beragama non Islam atau Kafir, tidak sesuai dengan semangat Provinsi Banten yang Islami. “Sebagai tanah para Wali, Kapolda Banten sejatinya harus dekat dengan para Ulama dan para tokoh. Kami khawatir dengan latar belakang Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo, tidak mampu mengurai dinamika keadaan masyarakat Banten yang Islami,” ketus Tubagus Imamudin.

Sebuah alasan yang mengada-ada jika menolak Kapolda Banten hanya gara-gara alasan Kafir. Sejarah telah mencatat bahwa Kapolri Jend. Pol. Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. pernah menjadi Kapolda Papua yang mayoritas non Muslim. Namun, masyarakat Papua, pemuka agama dan pemangku adat tidak ada yang protes. Padahal kalau berbicara masalah adat, Papua sangat kental. Tapi kenyataan tugas Tito Karnavian sampai selesai tidak ada penolakan dari masyarakat Papua.

Sejarah pun mencatat Irjen Pol (Purn.) Drs. Logan Siagian, M.H. yang non Muslim pernah menjabat Kapolda Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Lalu apa bedanya Banten dengan  DI Yogyakarta? Justru lebih Istimewa Yogyakarta namun masyarakat Yogyakarta "welcome" dengan kehadiran Kapolda yang non Muslim.

Jangan sampai isu Kafir hanya sebagai tameng untuk menutup-nutupi alasan tertentu untuk kepentingan kelompok tertentu. Pada akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) kemudian ikut berpolitik.

See Also

Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jabar Meninggal Dunia
Perdana Menteri Jepang Bubarkan Majelis Rendah Parlemen
Press Release MESANIH Pelayanan Jasa Online Berbasis Budaya Lokal
Kodim 0721/Blora Gelar Doa Bersama 171717
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Doa Bersama 171717 Demi Keutuhan NKRI
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Rektor UMK Tegaskan Tolak Narkoba Dan Paham Radikal
Dandim 0716/Demak Tangkal Radikalisme Lewat Mujahadah
Rotasi Sejumlah Perwira Tinggi Dan Perwira Menengah Di Tubuh Polri
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Kodim 0716/Demak Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Julia Perez Meninggal
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Kapolri Beri Penghargaan Ke 5 Kapolres Terbaik
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Marie Muhammad Berpulang
Rakerda KAI DPD DKI Jakarta: Equality Before The Law, Jangan Ada Lagi Suap Dan Pungli
38 Juta Orang Di Dunia Hidup Dengan HIV/AIDS
Penyebab Kanker
Sutan Bhatoegana Meninggal Dunia
Yudi Latif Tegaskan Pancasila Harus Jadi Lifestyle
Partai Gerindra-PKS Resmi Usung Anies Baswedan-Sandiaga Uno
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.803.327 Since: 07.04.14 | 0.4388 sec