YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Olahraga

Drama Adu Penalti Loloskan Brasil Ke Perempat Final, Lawan Chile 3-2 (1-1)

Sunday, 29 June 2014 | View : 396

siarjustisia.com-BELO HORIZONTE.

Piala Dunia 2014 bisa dikatakan paling sulit ditebak siapa juaranya. Pada babak penyisihan grup, tim-tim hebat seperti Inggris, Spanyol, Italia tersingkir.

Brasil vs Chile digelar di Stadion Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, pada Sabtu (28/6/2014) pukul 23.00 waktu setempat atau Minggu (29/6/2014) dini hari WIB.

1958: 2 gol Pele membantu Brasil meraih kemenangan 5-2 melawan tuan rumah Swedia.

1962: Brasil mengalahkan Cekoslovakia 3-1 di Chile menjadi tim kedua yang berhasil mempertahankan gelar. Tim yang pertama adalah Italia pada 1938. 

1970: Kemenangan 4-1 melawan Italia memberikan Brasil berhak menyimpan trofi Jules Rimet secara permanen, seperti yang ditetapkan oleh pendiri Piala Dunia, namun kemudian dicuri. 

1994: Brazil mengalahkan Italia pada Piala Dunia di AS, kali ini, 3-2 melalui adu penalti, setelah 90 menit bermain tanpa gol.

2002: 2 gol Ronaldo melawan Jerman untuk mengamankan kelima gelar Piala Dunia Brasil, di kota Yokohama Jepang.

Brasil memiliki 4 penyerang depan yang tajam Neymar, Fred, Hulk, dan Oscar.

Brasil juga dinilai memiliki barisan belakang paling hebat, ada Thiago Silba dan David Luiz di jangkar pertahanan dan Marcello di bek kiri dan bek kanan Dani Alves.

Faktor penting lainnya adalah tuan rumah yang bakal mendapat dukungan besar dari fans dan semangat para skuat untuk mengharumkan nama bangsa.

Brasil telah memenangkan lima pertandingan terakhirnya pada putaran kedua Piala Dunia sejak kekalahan 1-0 oleh Argentina pada 1990.

Anak asuh Luiz Felipe Scolari ini telah memenangkan 11 dari 12 pertandingan terakhir mereka, kecuali imbang tanpa gol dengan Meksiko di babak penyisihan grup.

Satu-satunya kekalahan Brasil dalam 24 pertandingan terakhir saat melawan Swiss pada Agustus lalu (18 kali menang, 5 kali draw, 1 kali kalah).

Brasil kini tak terkalahkan dalam 40 pertandingan berturut-turut di kandang sendiri, dengan kekalahan terakhir Brasil melawan Paraguay pada Agustus 2002.

Kekalahan kompetitif terakhir Brasil di kandang sendiri adalah 3-1 oleh Peru pada 1975 saat semifinal Copa America.

Striker Brasil Neymar jadi faktor lain untuk kemenangan Tim Samba. Neymar dalam usia 22 tahun sudah mencetak 35 gol dalam 52 penampilan bersama Brasil, termasuk 26 gol dalam 31 caps terakhirnya. Oleh sebab itu, Neymar berpeluang cetak gol pertama dalam pertandingan Brasil vs Chile.

Neymar sekarang menjadi top skor keenam Brasil sepanjang, Bebeto (39), Zico (48), Romario (55), Ronaldo (62), dan Pele (77).

Bagi Brasil maupun Chile ini adalah bukan pertandingan yang asing. Sebab kedua tim sebelumnya sudah pernah bertemu sebanyak 68 kali termasuk tiga kali di fase gugur Piala Dunia pada tahun 1962 (semifinal), 1998 (16 besar), dan 2010 (16 besar).

Brasil & Chile telah bertemu 68 kali dengan rincian Brasil menang 48 kali dan Chile menang 7 kali dan 13 kali draw.

Tuan rumah Brasil menang secara tak meyakinkan ketika Brasil menjamu Chile di babak 16 besar Piala Dunia 2014, Sabtu (28/6/2014) waktu setempat atau Minggu (29/6/2014) dini hari WIB di Stadion Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Brasil. Brasil menghentikan langkah Chile pada babak 16 besar setelah menang melalui adu tendangan penalti.

Kedua tim sangat kuat, dengan hasil imbang 1-1. Setelah babak pertambahan waktu masih tetap sama, penentuan akhirnya harus melalui adu tendangan penalti.

Brasil hanya sanggup bermain imbang 1-1 dalam waktu normal hingga berakhirnya babak tambahan perpanjangan waktu, sebelum akhirnya Brasil lah yang keluar sebagai pemenangnya dengan skor 3-2 saat adu tendangan penalti.

Kekalahan Chile pada babak 16 besar di Stadion Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, Sabtu (28/6/2014) waktu setempat atau Minggu (29/6/2014) dini hari WIB menjadi catatan tersendiri bagi Brasil. Kekalahan tersebut membuat Brasil mempertegas status sebagai kutukan bagi Chile.

Bagi Chile, bukan baru kali ini Brasil menyingkirkan Chile di Piala Dunia. Dari sembilan kali berpartisipasi di Piala Dunia, Chile empat kali menembus babak knockout. Dari empat kesempatan itu, Brasil selalu menjadi tim yang menyingkirkan Chile.

Kegagalan Chile oleh Brasil pertama kali terjadi pada Piala Dunia 1962. Ketika itu Brasil menaklukkan Chile pada babak semifinal dengan skor 4-2.

Chile selalu kalah dalam babak 16 besar Piala Dunia sebelumnya, 2 kekalahan itu lawan Brasil dengan skor 0-3 pada 2010 dan 1-4 pada 1998.

Brasil mengulangi hal yang sama pada Piala Dunia 1998. Tim Samba menjegal Chile di babak 16 besar dengan kemenangan 4-1.

Empat tahun lalu Brasil juga mendepak Chile di babak 16 besar. Ketika itu Brasil menang 3-0 melalui gol-gol sumbangan Juan, Luis Fabiano, dan Robinho.

Chile juga telah kalah dalam Piala Dunia sebelumnya empat pertandingan Chile terhadap sesama negara Amerika Selatan, kebobolan setidaknya tiga gol setiap pertandingan, jadi total 14 gol.

Chile hanya pernah menang babak knockout Piala Dunia termasuk 1962 play off tempat ketiga, melawan Uni Soviet di perempat final.

Pertemuan terakhir Brasil melawan Chile di Toronto, Kanada pada 19 November 2013, Brasil menang dengan skor 2-1.

Tanggal

Pertandingan

Keterangan

20/11/2013

Brasil 2-1 Chile

Persahabatan

25/4/2013

Brasil 2-2 Chile

Persahabatan

29/6/2010

Brasil 3-0 Chile

Piala Dunia

10/9/2009

Brasil 4-2 Chile

kualifikasi Piala Dunia

8/9/2008

Chile 0-3 Brasil

kualifikasi Piala Dunia

Laga perdelapan final Piala Dunia 2014 yang diselenggarakan di Stadion Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, Sabtu (28/6/2014) waktu setempat atau Minggu (29/6/2014) dini hari WIB, mempertemukan duel klasik dua tim dari zona CONMEBOL, Brasil dan Chile.

Pertemuan Brasil dengan Chile di babak 16 besar menyajikan duel yang sangat menegangkan.

Laga yang digelar di Stadion Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, Sabtu (28/6/2014) tadi malam waktu setempat atau Minggu (29/6/2014) dini hari WIB, kedua tim yang sama-sama ngotot menang memperagakan permainan menyerang. Jual beli serangan dilakukan keduanya untuk terus mengincar gawang masing-masing lawan.

Babak pertama pertandingan berlangsung ketat, terbukti tak sampai lima menit dua pelanggaran keras terjadi bagi kedua tim. Namun sang tuan rumah mendapat peluang terlebih dahulu lewat tendangan keras Marcelo dari luar kotak penalti yang memanfaatkan bola muntah sepak pojok, meski tendangannya masih melebar ke samping gawang.

Brazil mendapatkan peluang pertama melalui tendangan Marcelo di menit ke-6 dan langsung dibalas oleh tendangan keras Marcelo Diaz.

Di 15 menit pertama Brasil sedikit lebih mendominasi permainan walaupun pertahanan Chile masih sulit ditembus. Sang pengadil atau wasit, Howard Webb, juga sering direpotkan dengan banyaknya pelanggaran yang terjadi di awal babak pertama ini.

Barulah pada menit ke-18 Brasil membuka keunggulan terlebih dulu lewat pemain bek Brasil, David Luiz. Memasuki menit ke-18, barulah publik Brasil bersorak kala bek David Luiz sukses menceploskan bola ke gawang Chile.

Terciptanya gol ini berawal dari tendangan bebas Hulk yang ditepis oleh Claudio Bravo sehingga menghasilkan tendangan penjuru. Neymar yang menjadi eksekutor kemudian melayangkan bola lambung ke mulut gawang.

Bermula dari menerima sepak pojok Neymar, yang ditanduk Thiago Silva di tiang dekat. Thiago Silva yang bermaksud menyundul bola ke gawang ternyata malah mengarah ke arah pemain belakang Brasil David Luiz. Thiago Silva menyambut bola dengan sundulan, namun tidak mengarah langsung ke gawang. Di tiang dekat, David Luiz membelokkan bola ke gawang dengan sentuhan pahanya dan diteruskan sontekan David Luiz di tiang jauh. Bek yang belum lama hijrah ke Paris Saint-Germain (PSG) ini langsung meneruskannya dengan mudah. Dengan begitu tuan rumah sementara unggul 1-0 atas Chile.

Brasil yang tak ingin malu di depan para pendukungnya sendiri terus melancarkan serangan. Namun di tengah asyiknya Brasil menggempur pertahanan Chile, justru Brasil harus kebobolan di menit ke-32.

Tak senang tertinggal satu gol, Chile membalas. Kiper Brasil, Julio Cesar sempat kecolongan gol Alexis Sanchez di menit ke-32 akibat kesalahan lini belakang timnya. Chile mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-32 melalui Alexis Sanchez.  Berawal dari kesalahan lemparan ke dalam yang dilakukan para pemain belakang Selecao, Marcelo membuat Alexis Sanchez mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti. Eduardo Vargas yang tak jauh berada di dekat Marcelo menerima bola dan langsung mengumpan ke kotak penalti dan langsung diteruskan penyerang Barcelona, Alexis Sanchez, dengan tendangan mendatar yang mengarah ke pojok kanan gawang Julio Cesar. Dan tembakan Alexis Sanchez pun menjebol gawang Julio Cesar.

Penyerang sayap Brasil, Hulk, turut berandil atas terciptanya gol penyerang sayap Barcelona itu. Di sisi kiri pertahanan, umpan balik Hulk menyambut lemparan ke dalam Marcelo dipotong oleh Eduardo Vargas.

Mendapat bola, Eduardo Vargas kemudian melepaskan umpan tarik mendatar ke tengah kotak penalti. Alexis Sanchez yang tidak terkawal kemudian menuntaskan umpan tersebut dengan tendangan datar kaki kanan ke tiang jauh sisi kiri. Thiago Silva tidak mampu menghalau karena telat menutup ruang tembak.

Dua menit berselang Neymar nyaris membawa Brasil unggul kembali. Namun, sundulan Neymar masih membentur Francisco Silva dan hanya tipis di samping tiang gawang.

Berhasil diimbangi, Brasil lebih intens menyerang. Brasil mendapatkan dua peluang lagi sebelum babak pertama berakhir. Pertama saat tendangan Fred masih melambung.

Selanjutnya giliran mantan rekan satu tim Neymar di Barcelona, Dani Alves, yang hampir mencetak gol. Dani Alves melakukan spekulasi tendangan jarak jauh yang hampir membuat seisi bersorak. Namun, Claudio Bravo, kiper Chile, masih sigap mengantisipasinya. Sepakan keras Daniel Alves yang bisa ditepis kiper Claudio Bravo.

Hingga babak pertama usai tak ada lagi gol yang tercipta, dengan begitu kedua tim masih sama kuat dan berakhir dengan skor 1-1.

Babak kedua anak asuh Jorge Sampaoli ini berani untuk tampil lebih keluar. Namun justru Brasil yang mampu mendapat peluang. Hulk yang menerima umpan di kotak penalti dan menembakkan bola ke gawang dengan kaki kirinya. Namun, pemain bernama asli Givanildo Vieira de Souza ini terlebih dulu handsball. Brasil gagal untuk kembali unggul.

Memasuki paruh kedua Brasil mampu menjebol gawang Chile pada menit ke-55 melalui Hulk. Namun gol tendangan voli kaki kiri Hulk di dalam kotak penalti dianulir wasit Howard Webb. Hulk dianggap terlebih dulu menyentuh bola dengan tangan ketika menyambut umpan lambung. Wasit menganulir golnya karena menganggap Hulk mengontrol bola dengan tangannya sebelum melesakkan bola ke gawang Chile.

Chile bukannya tanpa perlawanan. Chile juga mencoba menyerang. Giliran Chile sekarang.

Namun performanya kiper Brasil tersebut perlahan meningkat, termasuk mampu menyelamatkan tendangan Charles Aranguiz secara gemilang di menit 64, sebelum berpuncak di babak adu penalti. Pada menit ke-64 tersebut, Charles Aranguiz memaksa Julio Cesar melakukan penyelamatan gemilang melalui sontekannya di mulut gawang menyambut umpan tarik datar Mauricio Isla. Gol ini berawal dari Mauricio Isla yang merangsek ke sisi kiri pertahanan Brasil mengirim umpan silang mendatar ke arah Charles Aranguiz yang kemudian ditembak ke gawang.

Di menit ke-64 tersebut,  bermula dari kerjasama di sisi kanan antara Mauricio Isla dan Arturo Vidal membuat Charles Aranguiz bisa melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Namun, kiper Brasil Julio Cesar masih sigap mencegah bola masuk ke gawang dan bisa membendungnya.

Memasuki menit 65 tempo permainan menurun.

Brasil sebagai tuan rumah masih terus mencari cara untuk menembus pertahanan Chile, salah satunya dengan melakukan beberapa pergantian pemain seperti Fred yang digantikan Jo dan Ramires yang masuk menggantikan Fernandinho. Hasilnya Jo yang baru masuk hampir menghasilkan kalau saja sontekannya tak tipis menyamping ke gawang Chile.

Sebelum berakhirnya waktu normal Brasil memiliki dua peluang bagus untuk kembali unggul.

Brasil belum beruntung memang, anak asuh Felipe Scolari ini mendapatkan tiga peluang emas dalam dalam waktu yang berdekatan, yakni menit ke-74, ke-80, dan menit ke- 83.

Di awali Hulk yang memberikan umpan silang di antara dua pemain Cili dari sektor kiri. Bola mengarah pada Jo yang berada di dekat tiang jauh namun ia gagal menggapainya. Bola pun hanya keluar lapangan. Kemudian Sundulan Neymar di dalam kotak penalti masih bisa diamankan Claudio Bravo. Selanjutnya tendangan Hulk dari dalam kotak penalti lagi-lagi bisa diantisipasi kiper Chile, sekaligus sebagai kapten tim.

Pada menit ke-81 sundulan Neymar menyambut umpan lambung Dani Alves sukses dihalau Claudio Bravo di tengah gawang.

Dua menit berselang, Claudio Bravo membuat Hulk gigit jari setelah menepis tendangan keras pemain Zenit St. Petersburg itu dari dalam kotak penalti.

Brasil dan Chile berbagi angka 1-1 hingga berakhirnya waktu normal.

Hingga 90 menit waktu normal pun berakhir, skor tetap sama 1-1. Pertandingan terpaksa harus lanjutkan babak tambahan atau Silver Goal. Akhirnya kedua tim harus melakoni babak perpanjangan waktu.

Babak pertama perpanjangan waktu hampir selesai, Brasil hampir menutup pertandingan dengan kemenangan kalau saja aksi individu Hulk yang diteruskan dengan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti tak mampu ditepis kiper Claudio Bravo di menit 104.

Pengujung waktu babak kedua perpanjangan, Maurico Pinillia membuat seisi stadion bungkam. Chile nyaris mengemas kemenangan di menit akhir. Tepatnya di menit 120 saat kerjasama Alexis dan Mauricio Pinilla nyaris berbuah gol namun tendangan keras Maurico Pinilla depan kotak penalty hanya menerpa mistar gawang Brasil, Julio Cesar.

Peluit panjang pertandingan pun berakhir.

Tak ada gol hingga 120 menit berakhir, akhirnya laga harus segera diteruskan dan dilanjutkan dengan babak adu tendangan penalti. Setelah pertandingan berlangsung 120 menit, kemudian dilanjutkan drama adu penalti.

Dua penendang Brasil gagal melesakkan gawang, tendangan Willian melebar, sedangkan tendangan Hulk ditepis. Namun sial bagi Chile, tiga penendangnya harus menahan sedih ketika tendangannya gagal menembus jala Julio Cesar, salah satunya tendangan penentu dari Gonzalo Jara yang mengenai tiang gawang.

Akhirnya, pada babak adu jotos Brasil bisa menang 3-2 setelah David Luiz, Marcelo, dan Neymar berhasil melesatkan bola ke gawang. Sedangkan dari Chile hanya Charles Aranguiz dan Marcelo Diaz yang bisa memasukkan bola, sisanya gagal.

Dengan demikian Brasil berhak melenggang lolos ke babak perempat final atau babak 8 besar Piala Dunia 2014.

Laga babak 16 besar antara Timnas Brasil melawan Timnas Chile di Stadion Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, Minggu (29/6/2014) nyaris tidak perlu dilanjutkan hingga adu tendangan penalti. Jelang berakhirnya babak tambahan, Chile justru nyaris menang 2-1.

Menjelang berakhirnya babak tambahan, Brasil semakin intens menggempur pertahanan Chile. Namun demikian, tim Samba tidak mampu mencetak peluang bagus yang bisa membuahkan gol.

Situasi itu justru membuat Brasil lengah. Memasuki menit ke-119, Chile mampu memanfaatkan serangan balik mereka untuk menghadirkan peluang yang sangat berbahaya. Tendangan Mauricio Pinnila dari luar kotak penalti membentur mistar gawang.

Pada babak pertama skor 1-1. Hingga babak kedua selesai skor masih imbang 1-1. Brasil dan Chile berbagi angka 1-1 hingga berakhirnya waktu normal, sehingga dilanjutkan tambahan waktu atau extra time 2x15 menit. Perpanjangan waktu 2x15 menit, skor masih tetap imbang 1-1, sehingga dilanjutkan adu penalti.

Hingga babak tambahan tidak ada gol yang tercipta sehingga harus ditentukan melalui adu tendangan penalti.

Pahlawan di laga ini tentu saja adalah sang kiper, Julio Cesar, yang kehadirannya dalam menghadapi adu tos-tosan terbukti vital.

Kiper FC Toronto berusia 34 tahun ini melakukan dua penyelamatan terpenting dalam kariernya untuk mencegah dua penendang awal Cili, Mauricio Pinilla dan Alexis Sanchez, mencetak gol dari titik putih.

Performa kiper Julio Cesar sepanjang 120 menit sebenarnya tidak terlalu istimewa.

Kiper Chile, Claudio Bravo sebenarnya tampil lebih baik lewat lima penyelematan ketimbang Julio Cesar yang hanya melakukan satu save di waktu normal dan perpanjangan waktu.

Bahkan sebelum adu tos-tosan ini dimulai, kiper Julio Cesar sempat berurai air mata karena harapan Brasil berada sepenuhnya pada kedua tangannya.

Keraguan pun secara tersirat muncul. Namun, kiper Brasil Julio Cesar yang mengandalkan pengalaman terbukti mampu mengatasi tekanan yang ada dan tampil lebih tenang.

Bisa dibayangkan seandainya Brasil tak memiliki kiper Julio Cesar di partai ini. Brasil memang menang secara kurang meyakinkan, namun kiper tersebut setidaknya masih mampu menunjukkan kualitasnya.

Timnas Brasil juga harus berterima kasih kepada tiang gawang ketika menghadapi Timnas Chile pada babak 16 besar di Stadion Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Brasil Minggu (29/6/2014).

Tendangan penalti Gonzalo Jara yang membentur tiang gawang membuat Brasil memenangkan adu penalti kontra Chile dan melaju ke babak perempat final.

Gonzalo Jara yang menjadi eksekutor kelima Chile gagal memaksakan adu tendangan penalti keenam. Tendangan Gonzalo Jara ke arah kanan sebenarnya tidak mampu dijangkau oleh Julio Cesar, namun bola justru membentur tiang. Brasil pun memenangkan adu tendangan penalti dengan skor 3-2.

Bukan baru kali itu tiang gawang menyelamatkan Brasil. Menjelang berakhirnya babak tambahan, tendangan Mauricio Pinnila dari luar kotak penalti membentur mistar gawang.

Kemenangan ini mengantarkan Brasil memegang tiket babak perempat final, sementara itu Chile harus rela pulang lebih awal.

Atas kemenangan ini Brasil berhak melaju ke babak perempat final. Tim Samba akan menghadapi pemenang antara Kolombia melawan Uruguay.

Berikut data dan fakta Brasil melawan Chile:

Susunan pemain

Brasil (4-3-3):

12-Julio Cesar; 2-Daniel Alves, 3-Thiago Silva (k), 4-David Luiz, 6-Marcelo; 5-Fernandinho (16-Ramires 72'), 11-Oscar (19-Willian 105’), 17-Luiz Gustavo, 7-Hulk; 9-Fred (21-Jô 58’), 10-Neymar.

Cadangan:

1-Jefferson, 8-Paulinho, 13-Dante, 14-Maxwell, 15-Henrique, 18-Hernanes, 20-Bernard, 22-Victor, 23-Maicon.

Pelatih: Luiz Felipe Scolari.

Chile (5-3-2):

1-Claudio Bravo (k); 4-Mauricio Isla, 17-Gary Medel (13-Jose Rojas 106'), 18-Gonzalo Jara, 2-Eugenio Mena; 20-Charles Aranguiz, 21-Marcelo Diaz, 5-Francisco Silva, 8-Arturo Vidal (9-Mauricio Pinillia 88'); 7-Alexis Sanchez, 11-Eduardo Vargas (16-Felipe Gutierrez 57').

Cadangan:

3-Albornoz, 6-Carmona, 10-Valdívia, 12-Toselli, 14-Orellana, 15-Beausejour, 19-Fuenzalida, 22-Paredes, 23-Herrera.

Pelatih: Jorge Sampaoli.

Skor: 1-1.

Gol: David Luiz 18' (Brasil) dan Alexis Sanchez 32' (Chile).

Penalti : David Luiz, Marcelo, dan Neymar.

Charles Aranguiz, Marcelo Diaz

Tendangan ke gawang: 6-2.

Penguasaan bola: 52%-48%.

Pelanggaran: 28-23.

Offside: 2-3.

Kartu Kuning: Hulk, Luiz Gustavo, Jo, Dani Alves.

Eugenio Mena, Francisco Silva.

Stadion: Estadio Mineirao, Belo Horizonte.

Wasit: Howard Webb dari Inggris. (jos)

See Also

Hempaskan UEA 1-0, Indonesia U-19 Melaju Ke Perempat Final
Presiden Joko Widodo Dan Petinggi Negara Ikut Pecahkan Rekor Dunia Poco-Poco
Pemecahan Rekor Dunia Poco-Poco
Dandim 0716/Demak Ajak Danramil Beserta Perwira Staf Untuk Bertanding Bola Voli
Kodim 0716/Demak Dan Polres Siap Amankan Pengambilan Api Abadi Di Mrapen
Menko PMK Bilang Manfaatkan Asian Games 2018 Untuk Tingkatkan UKM, Ekonomi, Dan Parawisata
Muhammad Zohri Juarai Lari 100 Meter Putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20
Kalahkan Inggris 2-1, Kuda Hitam Kroasia Bikin Kejutan Maju Ke Final
Kalahkan Belgia Skor Tipis 1-0, Prancis Capai Final Piala Dunia 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Kapolres Buka Turnamen Usia Dini Se-Jateng Dan DIY
Kento Momota Rebut Gelar Indonesia Terbuka Untuk Kedua Kalinya
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo Raih Gelar Indonesia Terbuka 2018
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Juara Indonesia Terbuka 2018
Hempaskan Tuan Rumah 4-3 Lewat Adu Penalti, Kroasia Capai Semi Final
Tekuk Swedia 2-0, Inggris Melaju Ke Semi Final
Tenggelamkan Brazil 2-1, Belgia Maju Ke Semi Final
Prancis Maju Ke Semi Final Setelah Menang Telak 2-0 Atas Uruguay
Kemenpora Sosialisasikan ASIAN Games Di Kudus
TNI-Polri Bersinergi Dengan Bermain Bola Bersama Forkopimcam Dan Lurah Se-Kecamatan Demak
KONI Demak Akan Gelar Lomba Panahan Tingkat Provinsi
Singkirkan Argentina 4-3, Prancis Maju Ke Perempat Final
Belgia Menang Tipis 1-0 Atas Inggris
Tunisia Tundukkan Panama 2-1
Prajurit Kodim 0716/Demak Bina Kemampuan Dengan Lari Jalan
Senegal Takluk Dari Kolombia 0-1
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.970.332 Since: 07.04.14 | 0.6838 sec