YouTube Facebook Twitter RSS
18 Jan 2018, 0

Ekonomi

Menteri BUMN Tegaskan BUMN Fokus Investasi Infrastruktur

Wednesday, 26 October 2016 | View : 238

siarjustisia.com-JAKARTA.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia ke-7 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Rini Mariani Soemarno atau biasa dikenal Rini Soemarno mengatakan kementeriannya menggunakan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk difokuskan kepada investasi di bidang infrastruktur.
"BUMN konsentrasikan diri untuk meningkatkan investasi di bidang infrastruktur konektivitas, utamanya darat, laut dan udara," kata mantan Direktur Keuangan Astra Internasional (1990-1998), Rini Soemarno dalam konferensi pers Dua Tahun Kerja Nyata Jokowi-JK yang diselenggarakan Kementerian Kominfo bersama Kantor Staf Presiden di Gedung Bina Graha, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta pada Selasa (25/10/2016).
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia ke-29 dalam Kabinet Gotong Royong masa jabatan 10 Agustus 2001-20 Oktober 2004, Rini Soemarno menjelaskan pada 2015 BUMN mendapat alokasi PMN sekitar Rp 41 triliun dengan "capital expenditure" di tahun yang sama sebesar Rp 219 triliun.
Sementara pada 2016, mantan Presiden Direktur PT. Semesta Citra Motorindo (2000-2001) dan Presiden Direktur PT. Astra Internasional (1998-2000) tersebut Rini Soemarno mengatakan mendapat komitmen investasi sebesar Rp 410 triliun.
"Di 2016 kita dapat komitmen investasi kira-kira Rp 410 triliun. Memang PMN sampai sekarang belum turun. Kita harap harusnya bisa segera turun," ujar puteri mantan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan periode 1960-1962, Rini Soemarno.
Mantan Presiden Direktur PT. Kanzen Motor Indonesia (2001-2005) ini juga menjelaskan pada 2017, komitmen investasi yang didapat tercatat sebesar Rp 550 triliun.
Mantan Wakil Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Rini Soemarno mengatakan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dapat didorong oleh investasi infrastruktur di Indonesia.
"Ini bukan hanya infrastruktur jalan tol atau bandara, tapi juga jaringan listrik maupun gardu induk," pungkas Komisaris Aora sejak 2008 tersebut, Rini Soemarno.
Sementara itu, Menteri Keuangan Indonesia ke-26 yang mulai menjabat sejak 27 Juli 2016 ini, Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D. mengatakan dalam dua tahun terakhir belanja modal berjumlah besar dialokasikan kepada infrastruktur dan PMN untuk BUMN.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia ke-8 masa jabatan 21 Oktober 2004-7 Desember 2005 yang juga pernah sebagai Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI masa jabatan 13 Juni 2008-20 Oktober 2009 tersebut, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan dalam UU APBN 2015-2016 jumlah PMN tercatat sekitar Rp 115 triliun.
"Tentu investasi itu harus dan akan menghasilkan," jelas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia masa jabatan 1 Juni 2010-27 Juli 2016, Sri Mulyani Indrawati.
Sebelumnya, Komisi XI DPR RI pada Selasa (18/10/2016) telah menyetujui kelanjutan pembahasan pagu alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam RAPBN 2017 bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp 47,15 triliun. (ant)

See Also

Bebas Bea Masuk Belanja Dari Luar Negeri Naik
Menteri Kelautan Dan Perikanan Inginkan Kenaikan Gaji Pegawai KKP
Harga Minyak Dunia Turun
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Per 8 Desember 2017
KPH Harus Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Masyarakat
Indeks Hang Seng HongKong Turun
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama
Presiden Joko Widodo Resmikan Megaproyek PLTU Bernilai 5,87 Miliar Dolar
Pemerintah Akan Resmikan BBM Satu Harga Di Seram
Presiden Joko Widodo Ngopi Sore Bersama Pelaku Industri Kopi Indonesia
Presiden Joko Widodo Dorong Pengusaha Kopi Promosikan Sektor Hulu
Industri Kreatif Tas Potensial Dikembangkan
Bupati Kudus Sebut Tiga Tantangan Pembangunan Pertanian
Indeks CAC-40 Prancis Menguat
Yuan China Menguat Terhadap Dolar AS
Babinsa Koramil 05/Cepu Turun Sawah Pendampingan Petani
Pasi Ter Kodim 0721/Blora Monitoring Rastra
Opel Automobile GmbH Kembali Merugi
PLTU Jawa 4 Telan Investasi 4,2 Miliar Dolar AS
Pedagang Beras Menjual Di Atas HET Dicabut Ijin
Kodim 0721/Blora Gelar Rakor Pengendalian Harga Pangan
Peduli Warga, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Bantu Panen Jagung
Dolar AS Melemah
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.201.367 Since: 07.04.14 | 0.4295 sec