YouTube Facebook Twitter RSS
19 Dec 2018, 0

Hukum

Mantan Menpora Dan Pengacaranya Yakin Bebas

Monday, 30 June 2014 | View : 391

siarjustisia.com-JAKARTA.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Andi Alfian Mallarangeng dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Andi Alfian Mallarangeng, terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Pusat Pendidikan, Pelatihan, Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, dihukum 10 tahun penjara dipotong masa tahanan.

Mendengar tuntutan tersebut, mantan staf ahli Menteri Negara Otonomi Daerah periode 1999-2000, Andi Alfian Mallarangeng dan penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan dalam sidang lanjutan yang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, pada Kamis (10/6/2014) pekan depan.

Terhadap tuntutan tersebut, alumnus Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta pada tahun 1986 ini, Andi Alfian Mallarangeng langsung meminta waktu sepuluh hari hingga dua minggu untuk menyiapkan pembelaannya kepada Majelis Hakim.

Majelis Hakim memberikan waktu sepuluh hari bagi bekas Juru Bicara kepresidenan itu untuk menyusun pledoinya bersama tim penasihat hukum. Dengan demikian, mantan Menpora, Andi Alfian Mallarangeng wajib membacakan pledoinya pekan depan.

Menanggapi tuntutan tersebut, mantan Juru Bicara kepresidenan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Alfian Mallarangeng menuding Jaksa tak memperhatikan fakta dalam persidangan. "Lama tuntutan masih seperti yang tercantum dalam dakwaan, padahal Jaksa tahu ada fakta baru dalam persidangan," cetus pria yang pernah menjabat anggota Komisi Pemilihan Umum itu seusai sidang.

Doktor Ilmu Politik baru dengan disertai tentang Contextual Analysis on Indonesian Electoral Behavior tersebut menyebut tuntutan tersebut fiktif.

Menurut alumnus Master of Science di bidang sosiologi dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS), Andi Alfian Mallarangeng, dari fakta-fakta persidangan semua saksi menyatakan dakwaan tidak terbukti, baik dakwaan atau tuntutan hanya berdasarkan asumsi. “Tuntutan Jaksa kepada saya 10 tahun penjara dan tambahan hal lain. Apa yang menjadi materi tidak berubah dari dakwaan yang dibuat sebelumnya, hanya asumsi-asumsi,” tegas mantan Chair of Policy Committee pada Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan periode 2000-2002, Andi Alfian Mallarangeng.

Usai persidangan, Andi Alfian Mallarangeng menyatakan keyakinannya bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta akan menjatuhkan vonis bebas. “Mudah-mudahan putusan Hakim nantinya adil. Mustinya bebas,” tukas Andi Alfian Mallarangeng yang pernah meraih penghargaan Man of the Year, Majalah MATRA (2002), Future Leader of Asia, Majalah Asia Week (1999), Bintang Jasa Utama RI (1999), dan Percy Buchman Prize (1995).

Namun, mantan aktivis mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Senat Mahasiswa ini, Andi Alfian Mallarangeng menyatakan siap menulis pembelaannya. "Semoga Hakim punya hati nurani dan melihat secara benar fakta-fakta persidangan yang ada, lalu memutuskan dengan benar," tukas alumnus Doctor of Philisophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1997.

Untuk diketahui pada tanggal 7 Desember 2012, Andi Alfian Mallarangeng resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek pusat olahraga Hambalang Bogor, Jawa Barat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mulai 7 Desember 2012, untuk sementara Presiden SBY menunjuk Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono untuk mengambil alih tugas Menpora. Pada tanggal 11 Januari 2013 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk Roy Suryo sebagai Menpora baru. Pada 17 Oktober, Andi Alfian Mallarangeng resmi ditahan di rumah tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pendiri Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan bersama Prof. DR. Ryaas Rasyid pada tahun 2002, namun keluar dua tahun kemudian, Andi Alfian Mallarangeng resmi ditahan setelah selama hampir setahun berstatus tersangka. (jos)

See Also

Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
KPK Tetapkan Mantan Pejabat Kemendagri Tersangka Korupsi 2 Gedung IPDN
KPK Pelajari Pengajuan JC Budi Mulya
Kemendes Didorong Bentuk Sekretariat Bersama Penanganan Masalah Dana Desa
Kapolri Kukuhkan Polda DIY Jadi Tipe A
KPK Periksa Petinggi Anak Usaha PT. PLN (Persero)
KPK Periksa Corporate Communication PT. PLN (Persero)
KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.119.918 Since: 07.04.14 | 0.5886 sec