YouTube Facebook Twitter RSS
25 Jun 2018, 0

Hukum

Mantan Menpora Dan Pengacaranya Yakin Bebas

Monday, 30 June 2014 | View : 348

siarjustisia.com-JAKARTA.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Andi Alfian Mallarangeng dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Andi Alfian Mallarangeng, terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Pusat Pendidikan, Pelatihan, Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, dihukum 10 tahun penjara dipotong masa tahanan.

Mendengar tuntutan tersebut, mantan staf ahli Menteri Negara Otonomi Daerah periode 1999-2000, Andi Alfian Mallarangeng dan penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan dalam sidang lanjutan yang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, pada Kamis (10/6/2014) pekan depan.

Terhadap tuntutan tersebut, alumnus Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta pada tahun 1986 ini, Andi Alfian Mallarangeng langsung meminta waktu sepuluh hari hingga dua minggu untuk menyiapkan pembelaannya kepada Majelis Hakim.

Majelis Hakim memberikan waktu sepuluh hari bagi bekas Juru Bicara kepresidenan itu untuk menyusun pledoinya bersama tim penasihat hukum. Dengan demikian, mantan Menpora, Andi Alfian Mallarangeng wajib membacakan pledoinya pekan depan.

Menanggapi tuntutan tersebut, mantan Juru Bicara kepresidenan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Alfian Mallarangeng menuding Jaksa tak memperhatikan fakta dalam persidangan. "Lama tuntutan masih seperti yang tercantum dalam dakwaan, padahal Jaksa tahu ada fakta baru dalam persidangan," cetus pria yang pernah menjabat anggota Komisi Pemilihan Umum itu seusai sidang.

Doktor Ilmu Politik baru dengan disertai tentang Contextual Analysis on Indonesian Electoral Behavior tersebut menyebut tuntutan tersebut fiktif.

Menurut alumnus Master of Science di bidang sosiologi dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS), Andi Alfian Mallarangeng, dari fakta-fakta persidangan semua saksi menyatakan dakwaan tidak terbukti, baik dakwaan atau tuntutan hanya berdasarkan asumsi. “Tuntutan Jaksa kepada saya 10 tahun penjara dan tambahan hal lain. Apa yang menjadi materi tidak berubah dari dakwaan yang dibuat sebelumnya, hanya asumsi-asumsi,” tegas mantan Chair of Policy Committee pada Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan periode 2000-2002, Andi Alfian Mallarangeng.

Usai persidangan, Andi Alfian Mallarangeng menyatakan keyakinannya bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta akan menjatuhkan vonis bebas. “Mudah-mudahan putusan Hakim nantinya adil. Mustinya bebas,” tukas Andi Alfian Mallarangeng yang pernah meraih penghargaan Man of the Year, Majalah MATRA (2002), Future Leader of Asia, Majalah Asia Week (1999), Bintang Jasa Utama RI (1999), dan Percy Buchman Prize (1995).

Namun, mantan aktivis mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Senat Mahasiswa ini, Andi Alfian Mallarangeng menyatakan siap menulis pembelaannya. "Semoga Hakim punya hati nurani dan melihat secara benar fakta-fakta persidangan yang ada, lalu memutuskan dengan benar," tukas alumnus Doctor of Philisophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1997.

Untuk diketahui pada tanggal 7 Desember 2012, Andi Alfian Mallarangeng resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek pusat olahraga Hambalang Bogor, Jawa Barat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mulai 7 Desember 2012, untuk sementara Presiden SBY menunjuk Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono untuk mengambil alih tugas Menpora. Pada tanggal 11 Januari 2013 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk Roy Suryo sebagai Menpora baru. Pada 17 Oktober, Andi Alfian Mallarangeng resmi ditahan di rumah tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pendiri Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan bersama Prof. DR. Ryaas Rasyid pada tahun 2002, namun keluar dua tahun kemudian, Andi Alfian Mallarangeng resmi ditahan setelah selama hampir setahun berstatus tersangka. (jos)

See Also

Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
Mabes Polri Sebut Operasi Keselamatan Lalulintas Berhasil
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
Dokter Bimanesh Sutarjo Bantah Kesaksian Kepala IGD RS Permata Hijau
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Ketua RT Yang Telanjangi Dua Sejoli Dituntut 7 Tahun Penjara
KPK Geledah Rumah Wali Kota Malang
Peran Pelaku Skimming ATM Bank
Cara Sindikat Skimming ATM Bank Jalankan Aksinya
Pembobol Skimming ATM Bank Sudah Bobol 64 Bank Di Dunia
Polda Metro Jaya Bekuk 5 Pembobol Skimming ATM Bank
BNN Sita Sabu 51.4 Kg Dari Bandar Narkoba Di Ancol
BNN Telusuri TPPU Bandar Sabu 51,4 Kg
JD Resmi Jadi Penghuni Rutan
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.177.183 Since: 07.04.14 | 0.6121 sec