YouTube Facebook Twitter RSS
21 Oct 2018, 0

Hukum

Mantan Menpora Dan Pengacaranya Yakin Bebas

Monday, 30 June 2014 | View : 378

siarjustisia.com-JAKARTA.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Andi Alfian Mallarangeng dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Andi Alfian Mallarangeng, terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Pusat Pendidikan, Pelatihan, Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, dihukum 10 tahun penjara dipotong masa tahanan.

Mendengar tuntutan tersebut, mantan staf ahli Menteri Negara Otonomi Daerah periode 1999-2000, Andi Alfian Mallarangeng dan penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan dalam sidang lanjutan yang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, pada Kamis (10/6/2014) pekan depan.

Terhadap tuntutan tersebut, alumnus Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta pada tahun 1986 ini, Andi Alfian Mallarangeng langsung meminta waktu sepuluh hari hingga dua minggu untuk menyiapkan pembelaannya kepada Majelis Hakim.

Majelis Hakim memberikan waktu sepuluh hari bagi bekas Juru Bicara kepresidenan itu untuk menyusun pledoinya bersama tim penasihat hukum. Dengan demikian, mantan Menpora, Andi Alfian Mallarangeng wajib membacakan pledoinya pekan depan.

Menanggapi tuntutan tersebut, mantan Juru Bicara kepresidenan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Alfian Mallarangeng menuding Jaksa tak memperhatikan fakta dalam persidangan. "Lama tuntutan masih seperti yang tercantum dalam dakwaan, padahal Jaksa tahu ada fakta baru dalam persidangan," cetus pria yang pernah menjabat anggota Komisi Pemilihan Umum itu seusai sidang.

Doktor Ilmu Politik baru dengan disertai tentang Contextual Analysis on Indonesian Electoral Behavior tersebut menyebut tuntutan tersebut fiktif.

Menurut alumnus Master of Science di bidang sosiologi dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS), Andi Alfian Mallarangeng, dari fakta-fakta persidangan semua saksi menyatakan dakwaan tidak terbukti, baik dakwaan atau tuntutan hanya berdasarkan asumsi. “Tuntutan Jaksa kepada saya 10 tahun penjara dan tambahan hal lain. Apa yang menjadi materi tidak berubah dari dakwaan yang dibuat sebelumnya, hanya asumsi-asumsi,” tegas mantan Chair of Policy Committee pada Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan periode 2000-2002, Andi Alfian Mallarangeng.

Usai persidangan, Andi Alfian Mallarangeng menyatakan keyakinannya bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta akan menjatuhkan vonis bebas. “Mudah-mudahan putusan Hakim nantinya adil. Mustinya bebas,” tukas Andi Alfian Mallarangeng yang pernah meraih penghargaan Man of the Year, Majalah MATRA (2002), Future Leader of Asia, Majalah Asia Week (1999), Bintang Jasa Utama RI (1999), dan Percy Buchman Prize (1995).

Namun, mantan aktivis mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Senat Mahasiswa ini, Andi Alfian Mallarangeng menyatakan siap menulis pembelaannya. "Semoga Hakim punya hati nurani dan melihat secara benar fakta-fakta persidangan yang ada, lalu memutuskan dengan benar," tukas alumnus Doctor of Philisophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1997.

Untuk diketahui pada tanggal 7 Desember 2012, Andi Alfian Mallarangeng resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek pusat olahraga Hambalang Bogor, Jawa Barat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mulai 7 Desember 2012, untuk sementara Presiden SBY menunjuk Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono untuk mengambil alih tugas Menpora. Pada tanggal 11 Januari 2013 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk Roy Suryo sebagai Menpora baru. Pada 17 Oktober, Andi Alfian Mallarangeng resmi ditahan di rumah tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pendiri Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan bersama Prof. DR. Ryaas Rasyid pada tahun 2002, namun keluar dua tahun kemudian, Andi Alfian Mallarangeng resmi ditahan setelah selama hampir setahun berstatus tersangka. (jos)

See Also

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.795.342 Since: 07.04.14 | 0.6025 sec