YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Editorial

Menuliskan Pengamalan Ilmu Seseorang

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Monday, 31 October 2016 | View : 224

siarjustisia.com

Minggu (30/10/2016) kemarin malam, aku bertemu dengan Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof. Dr. Dra. Emy Susanti, M.A. di Ciputra World Surabaya, Jl. Mayjen Sungkono No.89, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Kami melakukan pra dialog penulisan memoar/biografi beliau. Ternyata menulis adalah satu garis tidak terputus dari perjalanan hidupku.

Aku berhadapan dengan pengalaman didiskriminasi sehingga aku peka dengan isu marginalisasi dan kelompok marginal. Aku peka dengan isu penganiayaan. Ilmu yang aku pelajari di bidang psikologi pendidikan dan sosiologi-antropologi memberi perspektif yang kuat dalam melihat konteks sesuatu. Lalu aku punya pengalaman panjang menulis sejak SMA. Sejak dulu memang aku senang menulis dan membaca cerita orang.

Ternyata semua perjalanan pengalamanku tidak sia-sia. Pengalaman pertamaku menulis memoar Pak Budi Dharmawan yang menegaskan pilihanku untuk menjadi penulis. Kacamata psikologi, sosiologi dan antropologi yang aku miliki ternyata sangat membantu aku dalam melihat sosok Pak Budi Dharmawan. Aku berhasil melihat beliau di level individu dan masyarakat. Karena beliau seorang autodidak maka aku menelusuri pemikiran yang mendominasi dengan membaca buku-buku yang terkait terutama tentang marhenisme dan pemikiran Soekarno. Aku ingin melihat bagaimana pemikiran ini berinternalisasi dan berkembang dalam diri Pak Budi Dharmawan. Jarang sekali buku tentang Marhaenisme. Untung saja aku mendapatkan buku kelas disertasi yang baru saja ditulis. Untuk beli buku ini aku harus mengurusnya melalui WhatsApp. Toko buku tidak lagi menjual buku ini. Proses ini juga memberi aku wawasan tentang bagaimana penjualan buku di Indonesia.

Menulis orang pilihan adalah juga kelanjutan dari profesi jurnalisku. Aku memilih nara sumber yang bisa memberi pelajaran pada pembaca. Cara penulisan buku justru lebih utuh menggambarkan seseorang. Dialog terjadi sehingga informasi yang disampaikan bisa mengurangi bias penulis sebanyak mungkin. Tidak ada jumlah kata yang membatasi. Refleksi mendalam dimungkinkan terjadi.

Tepatlah aku menjadi penulis memoar/biografi. Aku bisa berkembang dan cocok dengan karakterku. Pengalaman menulis biografi/memoar Pak Budi Dharmawan sungguh pengalaman penting karena dengan cepat aku menguasai liku-likunya. Melalui pengalaman itu aku tahu bagaimana membangun prosedur dan sistematika kerja. Buku-buku seperti ini menjadi penting karena kita akan mendapatkan pengalaman dari sikap, perilaku dan pengamalan ilmu pengetahuan orang pada sesamanya. Teori yang diinternalisasi atau ditemukan sendiri dan dikembangkan dalam diri seseorang adalah layak dibaca karena banyak aplikasi yang bisa dipelajari.

Setelah buku Pak Budi Dharmawan, aku akan menulis tentang Prof. Dr. Dra. Emy Susanti, M.A. Minggu (30/10/2016) kemarin kami bicara teknis. Pada diri beliau akan banyak muncul ide dan aplikasi tentang pemberdayaan perempuan. (esh)

See Also

Keluarga Besar DPP IPHI Dan DPP KAI Gelar Acara Halal Bihalal Bersama
Sugeng Tindak K. H. Mahfudz Ridwan
Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung Untuk Indonesia
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Sejarah Kota Jakarta Di Musium Kota Jakarta
Lukisan Mengisahkan Tentang Keadilan Di Depan Ruang Pengadilan
Lebih Mengenal Jakarta Melalui Kota Tua
Dialog Dengan Alam, Budaya, Dan Orang
Audiensi AHY Dengan DPD KAI DKI Jakarta
Turut Berduka Cita, Kiai Nafis Misbah Mustofa Berpulang
Silaturahmi Sowan Gus Mus
Transparansi Memberdayakan Masyarakat
Marhaenisme Dan Penutupan Sosial Dengan Pengucilan
Analisis Hubungan Partnership Bung Karno
Syafii Maarif Penerus Gus Dur
Di Tanah Rantau, Keluarga Kudus Yogyakarta Akan Gelar Makrab Bersama Bupati
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila
Tua Bersinar, Bisakah Kita Lakukan?
Batik Print Yang Murah Meriah
Plumbon Dan Film Everything Is Illuminated
Perkawinan Jangan Dikorbankan Demi Politik Pemilihan
Kekuasaan Formal Dan Informal
Soto Bokoran Dan Bangkong
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
PDIP: Ahok Dan Djarot
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.796.045 Since: 07.04.14 | 0.3615 sec