YouTube Facebook Twitter RSS
17 Feb 2019, 0

Internasional

Houthi Luncurkan Rudal Balistik Ke Mekah

Monday, 31 October 2016 | View : 569

siarjustisia.com-RABAT.

Pasukan keamanan Arab Saudi menghalau rudal balistik yang ditembakan oleh pemberontak Houthi dari Yaman yang mengarah ke Tanah Suci Mekah pada hari Kamis (27/10/2016).

Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung legitimasi di Yaman pada Kamis (27/10/2016) mengumumkan pencegatan satu rudal balistik yang ditembakkan oleh anggota milisi Houthi dari Provinsi Saada ke arah Makkah.

Koalisi menyatakan rudal itu dihancurkan 65 kilometer dari Mekah/Makkah, dan tidak mengakibatkan kerusakan pada kota paling suci Muslim tersebut.

Pasukan Koalisi Arab mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa rudal balistik milik pemberontak Houthi  jatuh sekitar 65 km dari Mekkah. Pasukan Arab Saudi juga menambahkan bahwa jet tempur koalisi langsung membalasnya dengan menghancurkan peluncur roket di Saada, Yaman. Peluncur roket yang berada di provinsi Saada tersebut diduga yang telah melepaskan rudal balistik ke arah Mekah.

Juru Bicara Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Ahmed Asiri, menuduh Iran dan kelompok Hizbullah berada di balik penembakan roket oleh kelompok Houthi yang jatuh sekitar 65 kilometer dari kota suci Mekah.

Jenderal Ahmed Asiri menuding Iran mendukung pemberontak Houthi dan melatih mereka untuk menggunakan teknologi yang memungkinkan mereka melancarkan serangan. Ia pun secara tegas mengumumkan akan melakukan serangan balasan terhadap Houthi.

"Kami bersama koalisi akan terus-menerus menggempur Houthi sebagai kampanye militer di Yaman," kata Jenderal Ahmed Asiri, seperti dikutip situs Russia Today, Jumat (28/10/2016).

Iran berulang kali dituduh oleh Arab Saudi dan sekutunya sebagai penyuplai senjata bagi Houthi yang juga beraliran Sy'ah melawan pemerintah Yaman yang beraliran Sunni. Meskipun kerap membantahnya, namun beberapa kali pasokan senjata yang berasal dari Iran  ditemukan dan disita oleh pasukan koalisi.

Sejak April 2015, Angkatan Laut Amerika Serikat dan kapal perang negara-negara sekutu Arab Saudi  mencegah pengiriman senjata dari Iran sebanyak empat kali.

Arab Saudi telah berulang kali mengatakan bahwa Iran harus menghentikan pengiriman senjata kepada milisi Houthi, dan menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan terhadap Iran karena melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2216 tahun 2015 tentang larangan semua pihak untuk mendukung Houthi dan Houthi diminta untuk mengakhiri kekerasannya di Yaman.

Perdana Menteri (PM) Yaman, Ahmed Obeid bin Daghr mengatakan bahwa Iran bertanggung jawab atas keganasan yang ditimbulkan Houthi. Menurutnya, ribuan pejuang Houthi telah dilatih di Iran dan Beirut, sehingga membuka jalan bagi agresi milisi pemberontak terhadap pemerintahannya.

“Perang di Yaman tidak dimulai pada 26 Maret 2015. Pada kenyataannya, dimulai ketika Houthi mengangkat senjata melawan saingan politik dan negara dengan dukungan yang jelas dari Iran, yang melatih sekitar 6.000 Houthi di Iran atau di Beirut,” kata PM Yaman, Ahmed Obeid bin Daghr setelah pertemuan dengan Duta Besar Prancis untuk Yaman, Kristen Tisti, Kamis (27/10/2016).

Serangan oleh Houthi tersebut ditenggarai untuk membalas dendam atas peran Arab Saudi yang memimpin koalisi Timur Tengah untuk menghantam kelompok pemberontak penentang pemerintah Yaman selama ini.

Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah pesawat koalisi mengebom sebuah balai komunitas  saat sedang berlangsung upacara pemakaman. Serangan itu menewaskan 140 orang yang sebagian besarnya merupakan petinggi Houthi.

Kelompok yang mendiami Yaman itu mengkonfirmasi peluncuran rudal Scud atau dikenal sebagai Burkan-1 ke Arab Saudi. Houthi menargetkan Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pintu masuk bagi jemaah haji dunia dan bukan Mekah.

Ini bukan kali pertama Houthi dituduh menembakkan rudal ke daerah sekitar Mekah. Pada awal bulan ini, sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Yaman menargetkan Pangkalan Udara Arab Saudi di Taif, terletak di luar kota suci Mekah.

Ketegangan makin meningkat di Yaman setelah Presiden Houthi Saleh, yang beraliran syiah, digulingkan pada 2012 dan diganti oleh Presiden yang didukung Arab Saudi, Abd Rabbu Mansour Hadi.

Pendukung Houthi Saleh, dibantu oleh Iran, akhirnya merebut Ibu Kota Sana'a pada 2014, lalu merangsek ke arah selatan untuk merebut sebagian besar wilayah di sana serta mengusir Abd Rabbu Mansour Hadi ke pengasingan.

Pada Maret 2015, koalisi pimpinan Arab menanggapi dengan serangan udara untuk menghentikan kemajuan Houthi dan mengembalikan Abd Rabbu Mansour Hadi ke tampuk kekuasaan.

Saat ini, Houthi dan sekutu memegang kendali sebagian Yaman bagian Utara, sementara pasukan yang setia dengan Abd Rabbu Mansour Hadi berkoalisi dengan suku-suku lokal.

Marokko pada Sabtu (29/10/2016) menyatakan "mengutuk keras" dugaan serangan rudal kelompok Houthi yang ditujukan ke Kota Suci Makkah di Arab Saudi, dan menganggapnya sebagai "tindak kejahatan keji dan tak bisa diterima".

"Tindak kejahatan ini melanggar kesucian tempat suci Islam dan membuat marah jutaan orang Muslim di seluruh dunia, dan itu adalah upaya untuk merusak kestabilan serta merusak keamanan Kerajaan Arab Saudi," kata Kementerian Luar Negeri Maroko dalam satu pernyataan.

"Maroko menegaskan kembali solidaritas penuh bagi Kerajaan Arab Saudi untuk menghadapi apa pun yang bisa merusak ketenangan serta kedaulatannya, Maroko menyampaikan kesiapan penuh untuk mendukung Pemerintah Arab Saudi menghadapi semua kejahatan yang akan ditujukan ke Makkah,” demikian pernyataan pemerintah Maroko yang dikutip kantor berita Xinhua. (xinhua/alarabiyah/arabnews/ibtimes/russiatoday)

See Also

Pangkalan Militer Yaman Diserang Gerakan Houthi
Penutupan Pelayanan Pemerintah AS
Ketua Bank Sentral AS Ingatkan Dampak Negatif Penutupan Berkepanjangan Pemerintah
Raja Malaysia Mengundurkan Diri
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Dubes Indonesia Untuk Arab Saudi Benarkan Rilis Soal Rizieq Shihab Darinya
Dunia Kembali Dihantui Era Perang Dingin
2 Negara Eropa Kecam Rencana Amerika Serikat Keluar Dari Perjanjian INF
Rusia Tuding Amerika Serikat Bermain Kasar
Presiden AS Batalkan Perjanjian Nuklir 1987 Dengan Rusia
Terlibat Skandal Gratifikasi Seks, Pejabat Imigrasi Singapura Diadili
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
3 Kapal Perang Jepang Bersandar Di Pelabuhan Tanjung Priok
NASA Klaim Planet Proxima Centauri B Bisa Dihuni
Harun Yahya Tuduh Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris
Harun Yahya Ditangkap Kepolisian Turki
Eks Navy Seal Tewas Dalam Evakuasi Tim Sepak Bola Dari Gua Thailan
Pelaku Penembakan Brutal Staf Capital Gazette Ditangkap
Penembakan Staf Koran Capital Gazette
jQuery Slider

Comments

Archives :201920182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 7.404.859 Since: 07.04.14 | 0.6033 sec