YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Hukum

Polisi Temukan Panah Di Rumah Pembom Gereja Oikumene Samarinda

Friday, 18 November 2016 | View : 368

siarjustisia.com-SAMARINDA.

Polisi menemukan busur dan panah di rumah terduga pelaku peledakan bom di Gereja Oikumene, Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No.32, RT03, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
"Tadi pagi saat dilaksanakan Jumat (18/11/2016) bersih, di rumah terduga pelaku bom, ditemukan busur dan panah," beber Kapolresta Samarinda Kombes Pol Setyobudi Dwiputro, Jumat (18/11/2016).
Polisi telah menetapkan lima orang tersangka pelaku ledakan bom di Gereja Oikumene.
"Kelima orang tersebut termasuk pelaku yang ditangkap sesaat setelah terjadi ledakan, sementara empat orang lainnya ditetapkan tersangka sejak kamarin malam (Kamis). Empat orang yang ditetapkan tersangka itu adalah dari 19 orang yang sebelumnya dimintai keterangan sebagai saksi," jelas Kombes Pol. Setyobudi Dwiputro.
Dari 19 orang itu, beberapa orang diantaranya telah dipulangkan.
"Ada empat atau lima orang dari 19 yang dimintai keterangan itu telah dipulangkan dan mereka adalah perempuan. Sementara, lainnya masih diperiksa intensif," ucap Kombes Pol. Setyobudi Dwiputro.
Tim penyidik gabungan masih akan melakukan gelar perkara untuk menentukan peran mereka pada peledakan bom di Gereja Oikumene.
"Kemungkinan masih bertambahnya jumlah tersangka tetap ada dan itu akan diketahui setelah dilakukan gelar perkara yang akan dilaksanakan hari ini," papar Kombes Pol. Setyobudi Dwiputro seraya mengatakan hasil gelar perkara akan dilaporkannya ke Kapolda Kaltim esok Sabtu (19/11/2016).
Bom meledak di Gereja Oikumene di Kota Samarinda, Minggu (13/11/2016) pagi sekitar pukul 10.15 WITA, menyebabkan lima orang terluka, empat diantaranya menderita luka bakar serius dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah IA Moeis Samarinda Seberang.
Salah satu korban adalah balita Intan Olivia Br. Marbun (2,5). Keesokan harinya Intan Olivia Br Marbun meninggal dunia akibat luka bakar yang membengkakkan paru-parunya setelah menghirup asap saat ledakan bom di gereja itu.
Pelaku pemboman bernama Juhanda alias Jo bin Muhammad Aceng (33 tahun), warga asal Ciniru, Kabupaten Kuningan berhasil diringkus warga saat hendak melarikan diri dengan berenang di Sungai Mahakam. (ant)

See Also

KPK Dalami Rekaman Percakapan Idrus Marham Dan Eni Maulani Saragih
Mabes Polri Selidiki Motif Penyerangan Polsek Metro Penjaringan
Sidang Lanjutan Julius Lobiua Mendengarkan 2 Keterangan Ahli
KPK Tahan Wakil Ketua DPR RI
KPK Usut Penggunaan Uang Korupsi Bupati Lampung Selatan
Kasus TPPU Bupati Lampung Selatan, KPK Sita 16 Bidang Tanah
Kronologi OTT DPRD Kalimantan Tengah
KPK OTT Anggota DPRD Kalteng
Bupati Cirebon Setelah Diperiksa Ditahan KPK
KPK Tetapkan Bupati Cirebon Tersangka
KPK Tangkap Bupati Cirebon
KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Nonaktif
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Mantan Wali Kota Depok Ke Kejaksaan
Rekayasa Lalin Di KPU Saat Pengundian Nomor Urut Capres Cawapres
KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.403 Since: 07.04.14 | 0.6045 sec