YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Opini

Gagal Melindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja

Author : Heri Aryanto SH MH | Wednesday, 23 November 2016 | View : 1163

siarjustisia.com

Kehadiran Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) sebagai penjaga kedamaian di kawasan Asia Tenggara dinilai tidak efektif. Tidak terselesaikannya persoalan kejahatan kemanusiaan dan genosida di Arakan, Myanmar menjadi bukti bahwa ASEAN tidak berdaya. Hal disampaikan oleh Heri Aryanto, Pegiat Advokasi Rohingya di Indonesia.

ASEAN dinilai tidak mampu melindungi Rohingya dari tindakan tak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh kelompok penduduk mayoritas Myanmar. Mereka (ASEAN) juga tidak mampu menekan Myanmar untuk menghentikan kezaliman atas nama kemanusian dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). "ASEAN menutup mata atas penderitaan Rohingya di Myanmar," lanjut aktivis yang pernah terjun di bumi konflik Arakan, Myanmar.

Menurut Advokat ini, ASEAN harusnya punya peran yang strategis dalam menyelesaikan tragedi ini. "Bagaimana mungkin ASEAN bisa turut menciptakan perdamaian dunia, jika melindungi masyarakatnya saja tidak bisa," ujar Heri Aryanto.

Posisi Indonesia sebagai Saudara Tertua Myanmar seharusnya dapat dimanfaat untuk dapat memaksimalkan peran ASEAN. Berbagai jalur diplomasi bisa ditempuh kalau memang serius ingin melindungi Rohingya. "Kalau dibuat hanya untuk kumpul-kumpul, lebih baik ASEAN dibubarkan saja," pungkasnya. (ha)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Double L, Narkoba, Dan Anak Dari Keluarga Penghasilan Rendah
Pernyataan Sikap Komunitas Bulutangkis Indonesia
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Bahagia Bertemu Ibu Irawati Durban Ardjo
Radio Mercury Dan Never Ending War Against Cancer
Dari Perjalanan Ke Diri: Merekonstruksi Pola Perilaku
Agus Yudhoyono Antara Tanggung Jawab Individu Dan Keluarga
Pertempuran Sultan Agung Dan Musium Kota Jakarta
Kesehatan Masyarakat Dan Pendidikan Kesehatan
Musium Wayang Dan Pembentukan Karakter
Kebijakan Publik Perlu Proses Dan Konsensus Banyak Pihak
Berjuang Dan Bertarung Untuk Yang Benar Dan Adil
Pintu Tertutup Maka Akan Ada Pintu Lagi
Yang Penting Adalah Menemukan Tempat Yang Tepat
Perempuan Perkasa Dalam Diri Seniman
Hasil Dikusi Buku Moemie: Karakter Baik Dan Identitas
Latar Belakang Sebelum Membaca Novel Moemie
Cerita Tentang Pengarang Novel Moemie Sebelum Menulis
Ringkasan Cerita Novel Moemie
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Gus Mus, Guru Bangsa Kita
Presiden Bisa Usir Kedubes Myanmar Dari Indonesia
Melalui Resolusi DK PBB Pemerintah Myanmar Dapat Diseret Ke Mahkamah Pidana Internasional
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.796.028 Since: 07.04.14 | 0.6194 sec