YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Opini

Presiden Bisa Usir Kedubes Myanmar Dari Indonesia

Author : Heri Aryanto SH MH | Thursday, 24 November 2016 | View : 179

siarjustisia.com-JAKARTA.

Heri Aryanto, Pegiat Advokasi Rohingya di Indonesia, menilai Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa "Jokowi" seharusnya sudah menyatakan sikap tegasnya kepada Pemerintah Myanmar. Hal ini mengingat tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar sudah menuai kecaman dan keperihatinan dari masyarakat internasional, tak terkecuali masyarakat Indonesia.

Pria yang akrab disapa Heri ini mengatakan bahwa kejahatan yang dilakukan terhadap Rohingya telah berlangsung lama. “Rohingya telah diperlakukan tidak manusiawi selama berdekade-dekade lamanya, tetapi sengaja dibiarkan," tegasnya.

Pemerintah Myanmar dan Kelompok  Penduduk Mayoritas Myanmar dibawah kendali Gerakan 969, dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan ini. Mereka membunuh anak-anak Rohingya yang tak berdosa secara keji, begitupun perempuan dan laki-laki Rohingya dibunuh dengan cara biadab seperti hewan, rumah-rumah mereka dihancurkan, dan tempat Ibadah pun dimusnahkan.

“Ini bukan kejahatan biasa, ini kejahatan genosida yang sistematis, namun kondisi ini sengaja dibiarkan untuk berbagai kepentingan," ujar Advokat ini.

Ia pun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar bersikap tegas mendukung langkah-langkah penyelesaian dan perlindungan terhadap etnis Rohingya sebagaimana sikap tegasnya mendukung bangsa Palestina. Begitu juga diharapkan sikap tegasnya mengutuk kejahatan genosida di Myanmar seperti sikap tegasnya mengutuk kejahatan Bom Prancis.

Sikap tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Myanmar sangat ditunggu. Jika mereka (Myanmar) tidak bergeming, langkah terbaik adalah memulangkan Kedubes Myanmar kembali ke Negaranya. “Kalau Presiden Jokowi tidak didengar, usir Kedubes Myanmar dari Indonesia," pungkasnya. (ha)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Double L, Narkoba, Dan Anak Dari Keluarga Penghasilan Rendah
Pernyataan Sikap Komunitas Bulutangkis Indonesia
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Bahagia Bertemu Ibu Irawati Durban Ardjo
Radio Mercury Dan Never Ending War Against Cancer
Dari Perjalanan Ke Diri: Merekonstruksi Pola Perilaku
Agus Yudhoyono Antara Tanggung Jawab Individu Dan Keluarga
Pertempuran Sultan Agung Dan Musium Kota Jakarta
Kesehatan Masyarakat Dan Pendidikan Kesehatan
Musium Wayang Dan Pembentukan Karakter
Kebijakan Publik Perlu Proses Dan Konsensus Banyak Pihak
Berjuang Dan Bertarung Untuk Yang Benar Dan Adil
Pintu Tertutup Maka Akan Ada Pintu Lagi
Yang Penting Adalah Menemukan Tempat Yang Tepat
Perempuan Perkasa Dalam Diri Seniman
Hasil Dikusi Buku Moemie: Karakter Baik Dan Identitas
Latar Belakang Sebelum Membaca Novel Moemie
Cerita Tentang Pengarang Novel Moemie Sebelum Menulis
Ringkasan Cerita Novel Moemie
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Gus Mus, Guru Bangsa Kita
Gagal Melindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja
Melalui Resolusi DK PBB Pemerintah Myanmar Dapat Diseret Ke Mahkamah Pidana Internasional
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.796.029 Since: 07.04.14 | 0.626 sec