YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Olahraga

Owi/Butet Juara Hong Kong Terbuka Super Series 2016

Monday, 28 November 2016 | View : 352

siarjustisia.com-HONG KONG.

Prestasi menggembirakan berhasil dipetik pasangan ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Dalam dua minggu berturut-turut, mereka sukses menggondol gelar juara, yaitu pada China Terbuka Super Series Premier dan turnamen Yonex Sunrise Hong Kong Terbuka Super Series 2016 pada 22-27 November 2016 yang berhadiah uang total US$ 400,000.

“Kami sangat puas dengan hasil ini. Karena kami bisa merebut dua gelar dalam dua minggu. Dengan kondisi saya yang seperti ini, tentu saya mengucap syukur kepada Tuhan atas prestasi yang kami peroleh,” kata Liliyana Natsir.

Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, atau akrab disapa Owi/Butet, berhasil meraih gelar ketiga dalam turnamen tingkat superseries di Hong Kong setelah mengkandaskan harapan sesama atlet Pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

"Ini adalah hasil luar biasa. Kami masih mampu membuktikan prestasi kami dengan kemenangan ini setelah mendapatkan medali emas Olimpiade Rio 2016 dan China Terbuka 2016," kata Liliyana Natsir setelah bermain di Hong Kong Coliseum, Kowloon, Hong Kong, Minggu (27/11/2016).

Pasangan Owi/Butet meraih gelar ketiga mereka dengan menaklukkan pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto 21-19, 21-17 pada putaran final Yonex Sunrise Hong Kong Terbuka Super Series 2016 selama 42 menit di Hong Kong Coliseum, Kowloon, Hong Kong.

Gelar di Hong Kong itu merupakan gelar ketiga Owi/Butet dalam turnamen superseries setelah Malaysia Terbuka 2016 dan China Terbuka 2016.

Butet mengatakan kunci kemenangannya di Hong Kong adalah bermain fokus untuk meraih satu-demi-satu poin. "Kami juga menjaga komunikasi selama bermain di lapangan. Kami punya bekal kepercayaan diri setelah mendapatkan medali emas Olimpiade," ujar Butet.

Sementara, Owi mengaku masih haus prestasi meskipun telah meraih tiga gelar superseries dan medali emas Olimpiade. "Kami sangat bersyukur karena permainan kami dapat keluar maksimal hari ini," kata Owi.

Kemenangan di Hong Kong itu sekaligus menjadi kemenangan Owi/Butet yang keempat atas pasangan pelapisnya di sektor ganda campuran pelatnas PBSI itu. Sebelumnya, Owi/Butet mencetak kemenangan atas Praveen Jordan/Debby Susanto pada turnamen Korea Terbuka 2015, Indonesian Masters 2015, dan Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Brasil.

Pada Hong Kong Terbuka 2016, Indonesia meraih satu gelar pada nomor ganda campuran. Hasil itu lebih baik dibanding pencapaian wakil-wakil Merah-Putih pada Hong Kong Terbuka 2015.

Pemain-pemain Indonesia hanya mencapai putaran semifinal pada Hong Kong Terbuka 2015 yaitu Anthony Sinisuka Ginting, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

“Banyak fans dan pendukung Indonesia yang datang memberi semangat. Itu yang membuat kami semakin percaya diri dan semangat lagi. Walaupun kondisi kami nggak cukup baik setelah China Open kemarin,” papar Tontowi Ahmad.

Hasil ini dikatakan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sebagai suatu hal yang di luar dugaan. Pasalnya, Liliyana harus mengalami sakit di lutut kanannya, sejak semifinal China Open 2016, pekan lalu. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir bahkan sempat hampir membatalkan partisipasinya di Hong Kong Open, karena cedera Liliyana Natsir tersebut.

“Tadinya kami sempat ingin memutuskan untuk mundur setelah Ci Butet (Liliyana Natsir) agak cedera. Kami juga sempat ragu-ragu untuk main di sini. Tapi saya meyakinkan Ci Butet bahwa kami bisa main di sini. Apalagi saya lihat arah angin di lapangan cocok buat kami. Jadi coba aja, kami paksa buat main di sini. Ternyata benar, hasilnya bisa maksimal,” ujar Tontowi Ahmad.

Liliyana Natsir memang mengaku sempat merasa ragu untuk banyak bergerak di lapangan. Namun berkat komunikasi serta kerja sama yang baik ia dan Tontowi Ahmad, perjuangan mereka akhirnya berbuah hasil manis. Keduanya berhasil tampil maksimal hingga partai puncak selesai.

“Pasti kadang masih takut-takut buat main di lapangan. Tapi saya merasa lebih baik dibanding babak pertama (Hong Kong Open) setelah selesai final di China Open kemarin. Tontowi juga banyak mengcover di lapangan. Komunikasi kami berjalan baik, dan kami terus saling mendukung,” ungkap Liliyana Natsir.

Tontowi Ahamd/Liliyana Natsir menjadi kampiun di Hong Kong Coliseum, setelah mengkandaskan impian rekannya sesama Pelatnas PBSI, Praveen Jordan/Debby Susanto, 21-19 dan 21-17.

Indonesia memastikan gelar pada nomor ganda campuran turnamen bulu tangkis Hong Kong Terbuka 2016 setelah dua wakilnya berhasil menembus putaran final yang akan berlangsung, Minggu (27/11/2016).

Dua pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, seperti tercantum dalam situs Tournament Software yang dipantau di Jakarta, Sabtu (26/11/2016) malam, mengalahkan lawan-lawannya pada laga semifinal.

Pasangan muda Indonesia tersebut, Praveen Jordan/Debby Susanto menang atas pasangan ganda campuran Negeri Ginseng, Korea Selatan (Korsel), Choi Solgyu/Chae Yoo Jung 19-21, 21-18, 21-18 selama 61 menit permainan. Sedangkan, pasangan lainnya, yakni pasangan senior Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menyingkirkan pasangan tuan rumah Tang Chun Man/Tse Ying Suet 23-21, 21-14 selama 36 menit permainan.

"Kami berharap dapat mencapai final dengan sesama pasangan Indonesia. Kami hanya akan berusaha bermain maksimal pada pertandingan final nanti dan tetap optimistis," kata Debby Susanto selepas pertandingan di Kowloon, Hong Kong seperti tercantum dalam situs resmi PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia.

Sedangkan Praveen Jordan berjanji akan lebih memperbaiki fokus permainan setelah menang dalam tiga game dari ganda Korea Selatan (Korsel). (badmintonindo/ant)

Butet, sapaan akrab Liliyana Natsir, mengaku senang dengan kemenangannya bersama Tontowi Ahmad pada laga semifinal karena Indonesia memastikan satu gelar pada nomor ganda campuran.

"Ini merupakan prestasi menggembirakan untuk ganda campuran Indonesia di Hong Kong," kata Butet.

Sementara itu, Tontowi Ahmad mengatakan akan tetap bermain maksimal dan berjanji mengeluarkan seluruh kemampuan meskipun akan menghadapi sesama atlet pelatnas PBSI Praveen Jordan/Debby Susanto.

Kemenangan Praveen Jordan/Debby Susanto atas Choi Solgyu/Chae Yoo Jung berarti hasil imbang dalam catatan pertemuan kedua pasangan itu setelah turnamen China Terbuka Super Series 2016. Di Fuzhou, China, Praveen Jordan/Debby Susanto kalah dari Choi Solgyu/Chae Yoo Jung pada putaran perempat final 15-21, 13-21.

Pada putaran final turnamen tingkat superseries itu akan menjadi pertemuan keempat Praveen Jordan/Debby Susanto dengan pasangan Owi/Butet.

Owi/Butet tercatat selalu menang dalam tiga kali pertemuan kedua pasangan andalan Merah-Putih itu. Owi/Butet menang atas ganda Praveen Jordan/Debby Susanto pada turnamen Korea Selatan Terbuka 2015, Indonesian Masters 2015, dan Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Seperti diberitakan sebelumnya, atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Debby Susanto melaju ke putaran semifinal turnamen Hong Kong Terbuka Super Series 2016 selepas menyingkirkan pasangan tuan rumah pada pertandingan perempat final, Jumat (25/11/2016).

"Kami tertekan oleh lawan pada awal permainan. Kami juga cenderung mengikuti pola permainan mereka sehingga seringkali terserang," kata Debby Susanto selepas pertandingan di Kowloon, Hong Kong, seperti tercantum dalam situs PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Jumat (25/11/2016) malam.

Ganda Praveen Jordan/Debby Susanto menang atas pasangan Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah dengan skor 17-21, 22-20, dan 21-14 dalam laga perempat final selama 55 menit.

Pasangan Merah-Putih yang menempati posisi unggulan kedua itu hampir kehilangan peluang untuk menang setelah tertinggal 15-17 dan 16-18 pada game kedua. Tetapi, Praveen Jordan/Debby Susanto mampu terus menempel perolehan poin lawan 19-19, 20-20 hingga merebut game kedua 22-20.

"Kami mengubah pola permainan dan strategi itu membuahkan hasil. Lawan tidak mampu menyesuaikan pola kami," kata Ucok, sapaan akrab Praveen Jordan.

Debby Susanto mengatakan keberhasilannya merebut game kedua dilatarbelakangi perubahan ritme permainan dan lebih fokus untuk meraih satu-per-satu poin.

Ganda campuran Indonesia yang menempati peringkat lima dunia itu mengunci permainan lawan pada game ketiga dengan keunggulan 15-11, 19-12, dan menang 21-14 sehingga lolos ke putaran semifinal.

Pada putaran semifinal yang akan berlangsung pada Sabtu (26/11/2016), Praveen Jordan/Debby Susanto akan berhadapan dengan wakil Korea Selatan Choi Solgyu/Chae Yoo Jung. Pertandingan itu akan menjadi pertemuan kedua Praveen Jordan/Debby Susanto dengan Choi Solgyu/Chae Yoo Jung setelah China Terbuka Super Series 2016.

Indonesia juga menempatkan satu wakil pada semifinal nomor ganda campuran Hong Kong Terbuka 2016 yaitu Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu melaju ke semifinal setelah menaklukkan ganda campuran Negeri Tirai Bambu, China, Liu Cheng/Li Yinhui 21-13, 21-14.

See Also

Rusia Lawan Arab Saudi Awali Piala Dunia 2018
Hasil Undian Pembagian Grup Piala Dunia 2018
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
Marc Marquez Juarai MotoGP Australia
Lewis Hamilton Juara Grand Prix F1 Di AS
Hasil Lengkap Kualifikasi MotoGP Australia
Daftar Negara Sudah Lolos Ke Piala Dunia 2018
Anggota Kodim 0716/Demak Tak Lupa Olahraga
Semangat Aerobik Serdadu Demak
Semangat Ibu Persit Senam Di MaKodim 0716/Demak
UMK Kirim Dua Atlet Di Pomnas 2017
Pebulu Tangkis Putri Klaten Rebut Juara Di Malang
Tim Taekwondo Indonesia Raih Emas Di Kejuaraan Asia
Tim Jujitsu Sumbang Medali Perunggu Dari Ajang AIMAG
Wakil Rektor III UMK Sebut Bidang Olahraga Banyak Sumbang Prestasi
Praveen Jordan/Debby Susanto Juara Korea Terbuka Super Series 2017
Indonesia Pastikan Empat Wakil Di Final Korea Terbuka
Atlet Tarung Derajat Putri UMK Akan Turun Di Pomnas
Meksiko Pastikan Lolos Ke Piala Dunia 2018
Daftar Perolehan Medali Akhir SEA Games 2017
SEA Games 2017, Pebulutangkis Jonatan Christie Sumbang Emas
Koramil 09/Randublatung Gelar Senam Bersama Forkopimcam
SEA Games 2017, Tim Putra Bulu Tangkis Lolos Ke Final
SEA Games 2017, Rifda Irfanaluthfi Cetak Medali Emas Pertama Cabang Senam
SEA Games 2017 Grup B, Indonesia 0-0 Vietnam
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.007.903 Since: 07.04.14 | 0.7087 sec