YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2018, 0

Olahraga

Petenis Junior Indonesia Juara Wimbledon

siarjustisia.com-LONDON.

Kabar menggembirakan datang dari Grand Slam seri Wimbledon untuk PP Pelti selaku induk tenis tanah air. Salah satu petenis putri junior Indonesia akhirnya mampu melaju ke tangga juara.

Dia adalah Tami Grende kelahiran Denpasar pada 22 Juni 1997. Petenis junior Indonesia ini, Tami Grende keluar sebagai juara di pertandingan junior ganda putri Wimbledon yang berpasangan bersama dengan rekannya, petenis Qiu Yu Ye dari China.

Keduanya, Tami Grende dan Qiu Yu Ye berhasil menyabet gelar tersebut dengan melenggang ke tangga juara setelah menekuk pasangan ganda putri campuran negara Ceko-Hungaria, Marie Bouzkova/Dalma Galfi dengan skor 6-2, 7-6 (7-5) pada laga final di All England Lawn Tennis Club, Wimbledon, southwest London, Inggris.

Pertandingan berlangsung pada hari Minggu (6/7/2014) malam WIB.

Pada set pertama pasangan Tami Grende dan Qiu Yu Ye menang telak dengan skor 6-2. Set kedua dan ketiga berlangsung cukup alot. Pasangan dari Ceko dan Hungaria berusaha menyusul poin, tetapi Tami Grende dan Qiu Yu Ye berhasil menyapu bersih kemenangan dengan skor 7-6 (7-5).

Ini merupakan kemenangan pertama juga aksi pertama Tami Grende di turnamen Grand Slam. Selain di ganda putri, Tami Grende juga berpartisipasi pada nomor tunggal putri di turnamen Grand Slam Wimbledon ini. Namun, langkahnya terhenti setelah ditumbangkan oleh Gabriella Taylor, petenis tuan rumah, Inggris dengan skor 6-4, 6-4 pada babak kedua.

Pada Mei 2014, Tami Grende meraih kemenangan dalam kejuaraan Chief Ministers Cup ITF Malaysian International di Malaysia setelah menaklukkan petenis asal China, Shilin Xu.

Tami Grende, dara kelahiran Denpasar pada 22 Juni 1997 yang kini berusia 17 tahun ini lahir dari keturunan Italia. Saat ini Tami Grende berada di peringkat 72 di kategori pemain junior putri Federasi Tenis Internasional (ITF). Posisi pertama masih di pegang oleh petenis Serbia Ivana Jorovic.

Para legenda tenis Indonesia pun langsung memberikan apresiasi atas prestasi yang dibukukan Tami Grende.

Para petenis legenda Indonesia tersebut berharap, sukses Tami Grende menjadi pelecut bagi tenis Indonesia yang tengah tiarap. “Semoga dengan keberhasilan Tami Grende membuka mata pertenisan Indonesia yang sedang terpuruk,” tulis legenda tenis Indonesia, Yayuk Basuki di akun jejaring Twitter.

Meski berpasangan dengan petenis lain dari berbeda negara, hasil yang diraih Tami Grende tentu merupakan sebuah prestasi besar. Pasalnya, Indonesia sudah lama tak menempatkan petenisnya di podium juara.

Kali terakhir petenis Indonesia yang sukses melaju ke tangga juara Wimbledon ialah Angelique Widjaja pada edisi 2001 silam.

Sebelum Tami Grende, Angelique Widjaja juga pernah meraih juara di turnamen Grand Slam sebagai pemain junior. Dia menjuarai nomor tunggal putri Wimbledon tahun 2001. Saat itu, petenis yang karib disapa Angie tersebut berhasil menyudahi petenis profesional Rusia, Dinara Safina.

Petenis Rusia kelahiran Moskow pada 27 April 1986, Dinara Mubinovna Safina atau Dinara Safina akhirnya menjadi mantan petenis nomor satu dunia yang diraihnya sejak 20 April 2009 dan menikmati 26 minggu top ranking. Pada tahun 2011, Dinara Safina mengakhiri karier tenisnya di usia 25 tahun, setelah absen panjang dari tur tenis sepanjang tahun 2010-2011 dikarenakan cedera punggung yang terus menerus menderanya sejak awal tahun 2010. Dinara Safina adalah adik kandung dari mantan petenis nomor satu dunia ATP Tour asal Rusia, Marat Mubinovich Safin atau Marat Safin. Keduanya merupakan hanya satu-satunya petenis kakak dan adik bersaudara kandung dengan latar belakang etnis suku bangsa Tatar sepanjang sejarah tenis dunia yang pernah mencapai ranking satu dunia. Seperti diketahui, suku bangsa Tatar atau biasa disebut Tatars kadang-kadang dieja Tartar adalah suku bangsa yang berasal dari wilayah sekitar Timur Laut Gurun Gobi atau sekitar Danau Baikal pada abad ke-5, merupakan etnis terbesar kedua di Rusia yaitu sekitar 3,8% dari total penduduk Rusia.

Kemudian setahun berikutnya, petenis legendaris Indonesia tersebut, Angelique Widjaja, juga meraih juara ganda putri turnamen Grand Slam di pertandingan Australia Terbuka pada tahun 2002 berpasangan bersama dengan petenis putri yang berasal dari Argentina, Gisela Dulko. (jos)

See Also

Hempaskan UEA 1-0, Indonesia U-19 Melaju Ke Perempat Final
Presiden Joko Widodo Dan Petinggi Negara Ikut Pecahkan Rekor Dunia Poco-Poco
Pemecahan Rekor Dunia Poco-Poco
Dandim 0716/Demak Ajak Danramil Beserta Perwira Staf Untuk Bertanding Bola Voli
Kodim 0716/Demak Dan Polres Siap Amankan Pengambilan Api Abadi Di Mrapen
Menko PMK Bilang Manfaatkan Asian Games 2018 Untuk Tingkatkan UKM, Ekonomi, Dan Parawisata
Muhammad Zohri Juarai Lari 100 Meter Putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20
Kalahkan Inggris 2-1, Kuda Hitam Kroasia Bikin Kejutan Maju Ke Final
Kalahkan Belgia Skor Tipis 1-0, Prancis Capai Final Piala Dunia 2018
Dandim 0716/Demak Bersama Kapolres Buka Turnamen Usia Dini Se-Jateng Dan DIY
Kento Momota Rebut Gelar Indonesia Terbuka Untuk Kedua Kalinya
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo Raih Gelar Indonesia Terbuka 2018
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Juara Indonesia Terbuka 2018
Hempaskan Tuan Rumah 4-3 Lewat Adu Penalti, Kroasia Capai Semi Final
Tekuk Swedia 2-0, Inggris Melaju Ke Semi Final
Tenggelamkan Brazil 2-1, Belgia Maju Ke Semi Final
Prancis Maju Ke Semi Final Setelah Menang Telak 2-0 Atas Uruguay
Kemenpora Sosialisasikan ASIAN Games Di Kudus
TNI-Polri Bersinergi Dengan Bermain Bola Bersama Forkopimcam Dan Lurah Se-Kecamatan Demak
KONI Demak Akan Gelar Lomba Panahan Tingkat Provinsi
Singkirkan Argentina 4-3, Prancis Maju Ke Perempat Final
Belgia Menang Tipis 1-0 Atas Inggris
Tunisia Tundukkan Panama 2-1
Prajurit Kodim 0716/Demak Bina Kemampuan Dengan Lari Jalan
Senegal Takluk Dari Kolombia 0-1
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.971.321 Since: 07.04.14 | 0.6519 sec