YouTube Facebook Twitter RSS
18 Dec 2017, 0

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Naik

Saturday, 03 December 2016 | View : 187

siarjustisia.com-NEW YORK.

Harga minyak dunia naik untuk hari ketiga berturut-turut pada Jumat (2/12/2016) atau Sabtu (3/12/2016) pagi WIB, setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memutuskan untuk memangkas produksi dan dolar AS lebih lemah.
OPEC memutuskan pada Rabu (30/11/2016) untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari menjadi 32,5 juta barel untuk semester pertama 2017, yang segera mendorong hiruk-pikuk perdagangan di pasar. Kesepakatan tersebut merupakan yang pertama kali sejak 2008.
Namun, kenaikan harga minyak mentah agak tertahan oleh data yang menunjukkan jumlah rig minyak AS meningkat dan sentimen aksi ambil untung.
Perusahaan jasa ladang minyak AS, Baker Hughes, melaporkan pada Jumat (2/12/2016) bahwa jumlah rig negara itu naik tiga rig menjadi total 477 rig pada minggu ini.
Di sisi lain, melemahnya dolar AS membantu mengimbangi beberapa tekanan. Dolar tergelincir terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat (2/12/2016) setelah rilis laporan data penggajian (payroll) non pertanian dari negara itu.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, meningkat 0,62 dolar AS menjadi menetap di 51,68 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, bertambah 0,52 dolar AS menjadi ditutup pada 54,46 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, demikian Xinhua.
Sebelumnya, harga minyak dunia berakhir melonjak pada Rabu (30/11/2016) atau Kamis (1/12/2016) pagi WIB, setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) meraih kesepakatan memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir.
Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa kartel minyak OPEC sepakat untuk menurunkan produksi sebesar 1,2 juta barel per hari menjadi 32,5 juta barel per hari, efektif mulai 1 Januari selama enam bulan.
Pemangkasan produksi seperti ini terakhir kali terjadi 2008. OPEC ini akan bertemu lagi pada Mei 2017 untuk membahas kemungkinan kesepakatan perpanjangan selama enam bulan lagi.
Penurunan ini juga sedang berkoordinasi dengan negara produsen non-OPEC, Rusia, yang berkomitmen akan mengurangi produksi sebesar 300.000 barel per hari.
Ini adalah pertama kalinya sejak 2001 bahwa Rusia bergabung dengan OPEC dalam upaya pengurangan produksi. Negara ini telah lama menolak memotong produksinya dan mendorong produksi ke rekor tertinggi baru dalam beberapa bulan terakhir.
Pasar terangkat oleh rilis rincian kesepakatan OPEC.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari meningkat 4,21 dolar AS menjadi menetap di 49,44 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah berjangka naik sekitar sepuluh persen dalam perdagangan intraday, merupakan pergerakan terbesar satu hari sejak Februari.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari, bertambah 4,09 dolar AS menjadi ditutup pada 50,47 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Terangkat oleh harga minyak yang melonjak, sektor energi melonjak 4,82 persen sebagai pencetak keuntungan terbesar dalam 10 sektor S&P 500.
Saham raksasa energi Chevron Corporation dan Exxon Mobil Corporation, masing-masing menguat 2,03 persen dan 1,63 persen.
Harga minyak yang melonjak juga memberikan kontribusi terhadap meningkatnya dolar. Greenback menguat terhadap mata uang utama lainnya karena memicu pandangan investor inflasi yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.
Harga minyak mentah dunia naik sekitar 8 persen pada perdagangan Rabu (30/11/2016) waktu AS atau Kamis (1/12/2016) WIB, setelah para produsen besar minyak dunia yang tergabung dalam OPEC untuk pertama kali sejak 2008 sepakat memangkas produksi minyak mentah mereka demi menaikkan lagi harga minyak yang terus-terusan turun belakangan ini.
Pemangkasan produksi ini akan membuat produksi minyak OPEC berada di bawah tingkat produksi sekarang 33,64 juta barel per hari.
Negara non OPEC, Rusia, juga sepakat memangkas produksi minyak sampai 300.000 barel per hari. OPEC akan bertemu dengan produsen-produsen minyak non OPEC pada 9 Desember.
Harga minyak patokan West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari naik 3,93 dolar AS menjadi 49,16 dolar AS per barel.
Sedangkan, harga minyak Brent untuk pengapalan Januari naik 3,73 dolar AS menjadi 50,11 dolar AS per barel, atau menguat 8 persen. Untuk pengapalan Februari naik 8,8 persen menjadi 51.48 dolar AS per barel.
Kuwait, Venezuela, dan Aljazair sepakat memonitor kepatuhan atas kesepakatan OPEC itu, demikian Reuters. (xinhua/reuters)

See Also

Menteri Kelautan Dan Perikanan Inginkan Kenaikan Gaji Pegawai KKP
Harga Minyak Dunia Turun
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Per 8 Desember 2017
KPH Harus Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Masyarakat
Indeks Hang Seng HongKong Turun
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Era Global Buka Peluang Usaha Baru
Presiden Joko Widodo Sebut Indonesia-Laos Perkuat Kerja Sama
Presiden Joko Widodo Resmikan Megaproyek PLTU Bernilai 5,87 Miliar Dolar
Pemerintah Akan Resmikan BBM Satu Harga Di Seram
Presiden Joko Widodo Ngopi Sore Bersama Pelaku Industri Kopi Indonesia
Presiden Joko Widodo Dorong Pengusaha Kopi Promosikan Sektor Hulu
Industri Kreatif Tas Potensial Dikembangkan
Bupati Kudus Sebut Tiga Tantangan Pembangunan Pertanian
Indeks CAC-40 Prancis Menguat
Yuan China Menguat Terhadap Dolar AS
Babinsa Koramil 05/Cepu Turun Sawah Pendampingan Petani
Pasi Ter Kodim 0721/Blora Monitoring Rastra
Opel Automobile GmbH Kembali Merugi
PLTU Jawa 4 Telan Investasi 4,2 Miliar Dolar AS
Pedagang Beras Menjual Di Atas HET Dicabut Ijin
Kodim 0721/Blora Gelar Rakor Pengendalian Harga Pangan
Peduli Warga, Babinsa Koramil 03/Banjarejo Bantu Panen Jagung
Dolar AS Melemah
Petani Wilayah Kodim 0721/Blora Makmur
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 5.008.012 Since: 07.04.14 | 0.4395 sec