YouTube Facebook Twitter RSS
19 Jun 2018, 0

Nusantara

Menteri Susi Pudjiastuti Menangis Terharu Terima Gelar Doktor Honoris Causa

Saturday, 03 December 2016 | View : 426

siarjustisia.com-SEMARANG.

Menteri Kelautan dan Perikanan ke-6 Kabinet Kerja 2014-2019 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014, Susi Pudjiastuti sempat beberapa kali menyeka air mata saat penganugerahan doktor honoris causa dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Saat menyaksikan video mengenai profilnya di sela pengukuhan doktor kehormatan yang berlangsung di Auditorium Undip, Jalan Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (3/12/2016), Susi Pudjiastuti terlihat mengusap air matanya karena terharu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tak kuasa menahan haru. Air matanya menetes, suaranya parau. Pidatonya yang berapi-api dan mengalir dengan intonasi yang tegas, beberapa saat terhenti. Ia beberapa kali menyeka air mata dan hidungnya dengan tisu.

"Saya terharu dan bangga. Terima kasih untuk Undip yang telah menganugerahkan gelar doktor honoris causa ini buat menteri yang tidak berpendidikan ini," kata Susi Pudjiastuti penuh keharuan, Sabtu (3/12/2016).

Ketika hampir selesai menyampaikan pidato pengukuhannya, perempuan kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 itu pun beberapa kali menitikkan air mata saat menyampaikan ucapan terima kasihnya.

Pada kesempatan itu, Menteri Susi Pudjiastuti menyampaikan pidato tentang "Pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing: Menegakkan Kedaulatan dan Menjaga Keberlanjutan Untuk Kesejahteraan Bangsa".

Dalam pidato berjudul "Pemberantasan Illegal, Unreported and Unregulated Fishing: Menegakkan Kedaulatan dan Menjaga Keberlanjutan untuk Kesejahteraan Bangsa Indonesia", Susi Pudjiastuti mengatakan, para mafia illegal fishing telah juga menjalin kongsi dengan para agen dan tokoh-tokoh terhormat di negeri ini, mulai dari tokoh partai politik, oknum pejabat pemerintah, hingga aparat penegak hukum.

Kebijakan keras tentang pemberantasan illegal fishing, penenggelaman kapal-kapal asing yang terbukti melanggar mencuri ikan dan lain-lain, ujar Susi Pudjiastuti, mendapat dukungan penuh dari Presiden dan membawa dampak positif luar biasa saat ini. Kalau dulunya Indonesia nomor 3 sebagai negara penghasil produk kelautan dan perikanan di ASEAN, sekarang menjadi nomor satu.

Karena illegal fishing, dalam 10 tahun terakhir jumlah nelayan menurun dari 1,6 juta menjadi 800 ribu, sekarang ini sudah mulai bertambah, begitu pula devisa yang dihasilkan dari sektor kelautan dan pajak hasil laut sangat meningkat signifikan.

Praktis, pidato Susi Pudjiastuti yang sarat dengan pemberantasan IUU fishing itu sontak dibanjiri dengan decak kagum dan tepukan meriah dari mereka yang hadir di gedung tersebut.

Pidato pengukuhannya itu pun disampaikannya lugas tanpa teks meski sebenarnya sudah menyiapkan materi yang ternyata hanya dijadikannya sekadar sebagai panduan menyampaikan pidatonya.

Menteri Susi Pudjiastuti mengakui hanya bersekolah sampai kelas 2 SMA, yakni SMA Negeri 1 Yogyakarta sehingga terkadang berpikir masih belum pantas mendapatkan penghargaan sebagai doktor kehormatan.

"Universitas lain sebelumnya juga pernah meminta (memberikan gelar kehormatan), namun saya bilang akan pikir-pikir dulu. Karena saya menteri yang paling tidak berpendidikan tinggi," katanya.

Bahkan, saat mau diberikan gelar kehormatan oleh Undip, Susi Pudjiastuti meminta untuk diuji terlebih dulu kompetensinya agar yakin bahwa dirinya pantas untuk mendapatkan gelar doktor kehormatan.

"Tim uji kompetensi kemudian datang ke rumah, tanya jawab, dan sebagainya. Ternyata hasilnya (skor) cukup tinggi yang membuat saya sebenarnya juga surprise," ungkapnya.

Mengenai kondisi kemaritiman di Indonesia, ia mengakui permasalahan yang ada di laut Indonesia banyak sekali yang harus diinventarisasi satu persatu untuk diselesaikan secara komprehensif.

"Seperti illegal fishing. Yang terlibat itu (illegal fishing) kita semua tahu bukan orang-orang kecil. Namun, ikan dan laut itu adalah kedaulatan bangsa sendiri," tegas Susi Pudjiastuti.

Di hadapan para guru besar anggota Senat Universitas Diponegoro dan ratusan tamu undangan yang memenuhi Gedung Prof. Soedarto Kampus Undip Tembalang, Susi Pudjiastuti banyak berkisah tentang perjuangannya memberantas illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing.

"Itu semua berkat diplomasi makan siang dengan para duta besar negara sahabat, yang negaranya terlibat dalam illegal fishing. Diantaranya Thailand, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan China. Saya tegaskan kepada mereka, saya akan ambil tindakan tegas dengan menangkap dan menenggelamkan kapal-kapal nelayan yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Saya yakinkan, illegal fishing adalah global enemy, bukan hanya musuh bagi Indonesia. Akhirnya, mereka setuju, dan bersama-sama menggelar konferensi pers," tegasnya.

Susi Pudjiastuti menceritakan bagaimana dia selalu menelepon para Dubes tersebut, sehabis bersama Satgas 115 menenggelamkan kapal-kapal nelayan asing. "Saya telepon mereka. Saya bilang, 'Apoligize Your Excellency. But I'll shoot and sink them again', jika mereka mencuri ikan lagi," tukasnya yang disambut tepukan meriah.

Menurut Susi Pudjiastuti, gelar doktor kehormatan itu akan dijadikannya pemacu semangat untuk terus bekerja keras dan mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa dan negara, utamanya di sektor kelautan dan perikanan.

Di akhir pidatonya, Susi Pudjiastuti tak kuat menahan tangis, saat menyampaikan terima kasih pada berbagai pihak yang telah mendukungnya dan bekerja sama dengannya selama ini. Suaranya parau dan lama terdiam saat menyampaikan terima kasihnya untuk kedua orangtuanya, almarhum bapaknya, Ahmad Karlan dan Ibunya Suwuh Lasminah.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberikan kepercayaan bagi saya untuk menjadi Menteri, meski saya hanyalah lulusan SMP. Saya sadar, betapa besar tekanan banyak pihak yang mempertanyakan Presiden atas keputusannya memilih saya," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. mengatakan, proses pemberian gelar DR HC melalui serangkaian tahapan panjang dengan meneliti karya-karya serta kebijakan-kebijakan yang diterapkan dan dilakukan Susi Pudjiastuti saat mulai memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tim guru besar Undip yang meneliti akhirnya pada kesimpulan kalau Menteri Kelautan dan Perikanan ini layak mendapatkan gelar DR HC karena kebijakannya sangat bernuansa ilmiah, runtut dan berkesinambungan.

"Kebijakannya dimulai dari kedaulatan, kemudian keadilan, sustainable dan kesejahteraan. Lalu dilengkapi dengan tindakan berupa penenggelaman kapal asing ilegal. Tak ketinggalan pula Susi Pudjiastuti diuji oleh tim KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) dan hasilnya sangat tinggi nilai 9 atau setara dengan kualifikasi seorang doktor,” ujar Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum.

Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. menilai Susi Pudjiastuti layak untuk mendapatkan gelar doktor kehormatan karena prestasi dan jasanya terhadap kemajuan dunia kemaritiman di Indonesia.

"Bahkan, level (skor) yang didapatkannya dari hasil uji kompetensi BSNP adalah 9. Ini menunjukkan bahwa orang pandai dan hebat tidak harus selalu muncul di perguruan tinggi," katanya.

Hadir dalam kesempatan itu, antara lain Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., Menteri Kesehatan (Menkes) Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M.(K)., dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP.

Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP. yang didapuk memberi sambutan mengakui, meski tak tamat SMA, Susi layak mendapat gelar tersebut. "Dia tak jago teori seperti para pakar perikanan dan kelautan, tapi dia memiliki kejujuran dan keberanian," tegasnya.

Sementara itu, Menristek Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. memuji Undip yang memberikan gelar doktor kehormatan buat Susi Pudjiastuti. "Ini peristiwa kedua dalam dunia pendidikan tinggi kita. Pertama, saat Universitas Padjajaran memberikan doktor HC bagi Megawati Soekarnoputri yang tidak sarjana. Sekarang, Undip yang memberikannya kepada Ibu Susi yang tidak tamat SMA. Ini menjadi terobosan baru dalam sistem pendidikan kita, bagaimana tak melulu hanya berkutat pada teori, namun juga pada praktik dan kompetensi," tegasnya.

See Also

Danramil 11/Sayung Hadiri Gebyar Pasar Murah
Warga Brakas Dapat Kado Jamban Dari Koramil 04/Dempet
Dosen Dimotivasi Untuk Giat Penelitian Dan Pengabdian
Kodim 0716/Demak Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110
Dandim 0716/Demak Berikan Motivasi Lewat Jam Komandan
Kepedulian Para Babinsa Dengan Kebersihan Di Lingkungan Sekolah
Babinsa 12/Mranggen Dan Warga Berjibaku Bersihkan Pohon Timpa Rumah Warga
Babinsa Desa Jali Masih Sempat Luangkan Waktu Dan Tenaga Di Sela-sela Kesibukannya
Jadikan Generasi Penerus Bangsa Yang Berwawasan Nusantara
Babinsa 11/Sayung Bangun Jembatan Menuju Makam Jelang Puasa Ramadhan
Dandim 0716/Demak Hadiri Haul Akbar Demak Ke-20
Jurnal Di Semua Prodi Ditargetkan Terakreditasi
Penandatanganan Kerja Sama UMKSTTR
Koramil 09/Karang Tengah Tanamkan Jiwa Cinta Tanah Air Lewat Kirab
Serah Terima Jabatan Danramil Dan Perwira Kodim 0716/Demak
Persit Kodim 0716/Demak Selenggarakan Ceramah Narkoba Dan Parenting PAUD
SEMAI Kaji Linguistik Forensik
Prodi PBI UMK Raih Akreditasi A BAN-PT
Dandim 0716/Demak Bersama Seluruh Jajaran Melaksanakan Peringatan Isra Mi Raj 1439/2018 M
Rapat Koordinasi Digelar Guna Kelancaran Pelaksanaan Garjas Periodik
Presiden Joko Widodo Terima Driver Ojek Online Di Istana
Babinsa 06/Wedung Dampingi Pembagian Kartu Penerima PKH
Patroli Bersama Babinsa Dan Babinkamtibmas Wonosalam Ciptakan Kondusifitas Wilayah
Peran Babinsa Dalam Menyambut Asa Menerangi Penglihatan Para Penderita Katarak
Apartemen Wesling Kedoya Terbakar
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.151.291 Since: 07.04.14 | 0.6315 sec