YouTube Facebook Twitter RSS
21 Sep 2018, 0

Hukum

Fahri Hamzah Laporkan Presiden PKS Ke Bareskrim

Tuesday, 06 December 2016 | View : 521

siarjustisia.com-JAKARTA.

Mujahid A. Latief, S.H., M.Hum., Koordinator Kuasa Hukum yang tergabung dalam Tim Pembela Keadilan dan Solidaritas (PKS) melaporkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-6 yang mulai menjabat sejak 10 Agustus 2015, Dr. Mohamad Sohibul Iman yang sekaligus sebagai Anggota DPR RI Fraksi PKS ke Bareskrim Polri di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo No.3, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/12/2016).

Dr. Mohamad Sohibul Iman dilaporkan karena diduga telah melanggar Pasal 310 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP tentang pencemaran nama baik kliennya, Fahri Hamzah yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Selain itu, Dr. Mohamad Sohibul Iman diduga melanggar Undang-Undang Nomor 19/2016 tentang ITE Pasal 27 yakni mendistribusikan dan mentransmisikan konten penghinaan dan/ atau pencemaran nama baik.

Advokat Mujahid A. Latief menyampaikan bahwa konten penghinaan dan pencemaran nama baik itu bisa diakses kader PKS maupun masyarakat luas tanpa batas. "Berita bohong yang dicantumkan di situs resmi partai yaitu www.pks.or.id mencantumkan bahwa Fahri Hamzah melanggar kode etik ringan sebagaimana putusan MKD, padahal putusan itu tidak pernah ada," kata advokat Mujahid A. Latief, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (5/12/2016) sore.

Selain itu dua poin lagi yang disebut sebagai berita bohong adalah Fahri Hamzah disebutkan telah mengatasnamakan DPR RI untuk membubarkan KPK, dan dianggap “pasang badan” untuk 7 proyek DPR RI. ”Berita itu mencemarkan nama baik klien kami. Padahal klien kami tidak pernah mengatasnamakan DPR RI untuk pembubaran KPK dan tentang proyek DPR RI hal ini telah melalui proses panjang di DPR RI dan Fahri Hamzah adalah dalam konteks dirinya sebagai Ketua Tim Implementasi Modernisasi DPR,” urai advokat Mujahid A. Latief.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai pengadilan yang dilakukan Majelis Tahkim sesat.

Majelis Tahkim memutuskan Fahri Hamzah diberhentikan dari seluruh jenjang keanggotaan PKS.

Menurut Fahri Hamzah, tindakan Presiden PKS Dr. Mohamad Sohibul Iman sangat luar biasa.

Pasalnya, Dr. Mohamad Sohibul Iman bertindak sebagai pengadu, penyelidik, penyidik, penuntut dan hakim.

Ia juga melihat Sekjen PKS, Taufik Ridho tidak menandatangani surat pemecatan tersebut.

"Dia (Sohibul Iman) juga yang menandatangi surat pemecatan. Sohibul Iman menandatangani pemecatan tanpa Sekjen. Kalau dilihat dari hukum positif ini pengadilan sesat," ujar Fahri Hamzah dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen atau Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2016).

Untuk itu, Fahri Hamzah akan melakukan perlawanan melalui gugatan hukum secara perdata.

Hal itu dilakukan sebagai hak mencari kebenaran dan keadilan melalui jalur hukum negara karena tindakan pimpinan partai.

"Saya tidak memulai kasus ini, saya tidak memulai peristiwa ini dan saya tidak cari gara-gara," ujarnya.

Fahri Hamzah mengatakan dengan langkah hukum yang dilakukannya maka saat ini terjadi status quo.

Dimana, PKS tidak dapat memproses pemecatan Fahri Hamzah.

Ia juga mempertanyakan kasus yang melilitnya hingga dibawa ke Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) dan Majelis Tahkim PKS.

Apalagi bila hal itu terkait dengan kebebasan berbicara. Padahal anggota DPR RI dilindungi Undang-undang dalam berbicara.

"Jangan gaya berbicara jadi persoalan," ujarnya.

"Pertama bisa berkembang satu persidangan menjatuhkan orang. Bisa menjadi berbahaya, maaf kepada pimpinan, saya tak mengerti mastermind tindakan yang konyol ini. Saya tak mengerti," ujarnya.

Fahri Hamzah belum bisa dikonfirmasi terkait laporan ini karena sedang memimpin delegasi parlemen Indonesia ke Uzbekistan untuk lawatan dan pemantauan Pemilihan Presiden negeri itu sepeninggal mendiang Presiden Islam Karimov.

Presiden PKS dilaporkan ke Bareskrim ditengah penantian beberapa elite partai dakwah ini, termasuk di dalamnya Mohamad Sohibul Iman sendiri, atas turunnya keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (12/12/2015). Sebelumnya, petinggi PKS dinyatakan kalah karena Majelis Hakim mengabulkan seluruh gugatan Fahri Hamzah dalam putusan provisi, atas posisinya sebagai Kader PKS, Anggota DPR RI dari PKS dan Wakil Ketua DPR RI.

Atas laporan ini, Dr. Mohamad Sohibul Iman terancam pidana paling lama 9 bulan untuk pasal pencemaran nama baik Pasal 55 KUHP, dan penjara paling lama 6 tahun serta denda Rp 1 miliar untuk pelanggaran UU ITE. (sp/s/tri)

See Also

KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham
Kombes Pol. Panca Putra Simanjuntak Jadi Direktur Penyidikan KPK
Kapolda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Dari Aceh Ke Kota-kota Di Sumatera Dan Jawa
Kasus Korupsi Massal DPRD Sumut, KPK Sita Lagi Uang Suap
KPK Periksa Dirjen Minerba
KPK Cegah Bos Borneo Lumbung Energi Ke Luar Negeri
Tim Resmob Polda Kalbar Ringkus Preman Penganiaya Penjaga Toko Arloji
Kongres Advokat Indonesia Tuntut Bebaskan Julius Lobiua
Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.613.155 Since: 07.04.14 | 0.6059 sec