YouTube Facebook Twitter RSS
16 Jul 2018, 0

Hukum

Inilah Sosok Perempuan Calon Pengantin Bom Bunuh Diri

Sunday, 11 December 2016 | View : 759
Tags : Teroris

siarjustisia.com-CIREBON.

DYN, salah satu terduga teroris yang ditangkap di Bekasi oleh Detasemen Khusus 88 atau Densus 88, Sabtu (10/12/2016), merupakan perempuan asal Cirebon.

Berdasarkan pantauan awak media yang mendatangi kediamannya di Blok Jati Waluyo, Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, Cirebon, DYN diketahui jarang pulang ke Bakung.

DYN lebih banyak tinggal di Bandung untuk berjualan ikan. Baru pada 2011, DYN pulang ke Cirebon untuk merawat ayahnya yang sakit.

Kondisi ekonomi keluarga DYN terus merosot. Akhirnya sebagai anak pertama dari pasangan AS (50) dan DYT (48), DYN memutuskan untuk berangkat menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) pada tahun 2012.

"Dia datang ke balai desa untuk ngurus-ngurus administrasi berangkat menjadi TKW ke Taiwan. Tapi berangkat atau enggaknya saya juga tidak tahu," ujar Watma, Kuwu Bakung Lor saat ditemui awak media, Sabtu (9/12/2016).

Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) sendiri tahu kasus tersebut dari pihak kepolisian sektor Klangengan yang menanyakan tempat tinggal dari DYN di Bakung Lor.

Namun pihak Pemdes belum memberitahukan peristiwa penangkapan DYN kepada pihak keluarga.

Pihak keluarga hanya diberi tahu jika DYN terkena razia yustisi.

"Orang tuanya sedang sakit, kita khawatir jika disampaikan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," imbuh Watma.

Lebih lanjut Watma mengatakan, di mata masyarakat sekitar, DYN adalah warga yang baik dan dikenal dekat dengan keluargannya, meskipun kerapkali terlihat tertutup.

"Setahu kami, DYN memang dikenal baik oleh warga dan sering sekali membantu orang tuannya. Tapi kami tidak tahu penyebabnya apa, tiba-tiba dia (DYN) ikut dalam jaringan teroris dan ditangkap polisi," katanya.

Sementara, Kaur Kesra Desa Bakung Lor, Abdul Hamid mengatakan berdasarkan keterangan yang didapat dari keluarga, DYN merantau mengajar Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di Jakarta setelah pulang dari Taiwan.

"Keterangan dari keluarga begitu, katanya ngajar di sekolah, tapi tidak tahu sekolah apa," ujarnya.

Kondisi ekonomi keluarga DYN yang tak kunjung membaik membuat DYN akhirnyamenjadi tulang punggung keluarga. DYN yang kemudian menopang ekonomi keluarganya.

"Keluarganya tidak menjelaskan secara pasti, apakah DYN rutin mengirim uang atau tidak, tapi katanya dia lah tulang punggung keluarga," paparnya.

Dihubungi secara terpisah, salah satu keluarga DYN mengaku masih menunggu petunjuk pihak kepolisian. Namun pihaknya meminta agar proses yang dilakukan turut pula memperhatikan kondisi kesehatan orang tua DYN.

"Orang tuanya kan lagi sakit, kalau ada ramai-ramai pasti ngedrop. Kita khawatir nanti sakitnya malah nambah parah. Jadi mohon agar bisa diperhatikan juga kondisi kesehatan orang tuanya," tukasnya.

Sementara, pantauan awak media di lokasi, suasana di sekitar rumah DYN lebih ramai dari biasanya.

Sejumlah petugas kepolisian dan TNI nampak berjaga-jaga menunggu tim Densus 88 yang kabarnya akan melakukan penggeledahan di rumah DYN.

Hari sudah semakin larut, namun Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon malah semakin ramai didatangi orang, Sabtu (10/12/2016). 

Sejumlah anggota kepolisian dan TNI baik berbaju dinas maupun preman terlihat berseliweran wira-wiri.

Hal itu seiring adanya penangkapan tiga orang terduga teroris oleh Densus 88 di Bekasi sore harinya. 

Satu di antara tiga orang yang ditangkap adalah DYN, wanita asal Desa Bakung Lor.

Berdasarkan pantauan awak media, anggota kepolisian dan TNI siaga di Desa Bakung Lor. 

Aparat itu menunggu kedatangan Tim Densus 88 untuk mengeledah rumah orang tua DYN.

“Belum tahu dilakukan pengeledahannya malam ini atau besok (hari ini), kami belum mendapatkan arahan,” jelas WaKapolres Cirebon, Kompol Bonifacius Surano.

WaKapolres Cirebon, Kompol Bonifacius Surano mengaku, kedatangannya ke lokasi rumah orang tua DYN hanya untuk membantu menjaga saja. Supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Jangan sampai masyarakat itu main hakim sendiri. Karena pendapat dan pikiran mereka berbeda tidak sama semua. Kami hanya membantu Tim Densus 88, kalau untuk pengeledahan bukan ranah kami,” terang Kompol Bonafacius Surano.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Drs. Yusri Yunus, Sabtu (10/12/2016) kemarin mengatakan, DYN  merupakan “calon pengantin” yang akan meledakkan bom bunuh diri di Istana Negara. (radar/jpnn)

See Also

Masyarakat Pulau Pari Kembali Unjuk Rasa PN Jakarta Utara
Densus 88 Antiteror Tahan Satu Keluarga Di Sleman
Penjambret Yang Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih Terciduk
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Aceh
Polres Jaktim Terus Buru Penjambret Tewaskan Penumpang Ojol Di Cempaka Putih
Kronologi OTT Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah
Gubernur Aceh Ditahan KPK
Gubernur Aceh Jadi Tersangka
KPK Tetapkan Gubernur Aceh Dan Bupati Bener Meriah Sebagai Tersangka
Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Polda Metro Jaya Kerahkan 41.000 Personel Amankan Pilkada
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Dana BOS Malah Dipakai Beli Buku Yang Jauh Lebih Mahal Daripada Buku Resmi
6 Saksi Penting Kasus BLBI Kembali Dicekal
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
Dua Bos First Travel Dituntut 20 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Archives :20182017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 6.273.715 Since: 07.04.14 | 0.6008 sec