YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Opini

Perempuan Perkasa Dalam Diri Seniman

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Tuesday, 20 December 2016 | View : 223

siarjustisia.com

Saya suka melihat Marion Bloem. Cantik, luwes dan begitu hidup. Orang yang telah menemukan keseimbangan. Dalam pengertian dia bisa mengembangkan rasio dan hatinya. Lebih suka lagi ketika melihat dia masih menjalani kehidupan cinta pribadi untuk waktu lama dan cinta masih ada di antara mereka. Ini yang menarik perhatian saya.

Ternyata suami dari Marion Bloem, saya kenal pertengahan 90-an. Dia adalah Profesor dari Belanda yang melakukan kerja sama penelitian sosiobiomedis tentang Infeksi Menular Seksual dan HIV/AIDS dengan Tim Medik AIDS RSU Dr. Soetomo. Yayasan Hotline Surabaya terlibat penelitian ini dengan membantu mengumpulkan penjaja seks yang diteliti.

Suaminya hadir di dialog buku yang saya hadiri. Cinta masih menyala dalam diri kedua orang ini. Luar biasa. Perempuan yang memilih memiliki otonomi dan identitas sendiri menurut saya tidak mudah dalam menjalani kehidupan pasangan. Biasanya salah satu dikalahkan atau kalah. Atau menurut namun dengan perasaan tidak bahagia.

Ternyata ada jalan keluar untuk perempuan kuat jika ingin sukses dalam kehidupan cinta pribadi. Jalan itu adalah jalan kesenimanan. Saya menemukan teman-teman perempuan yang jadi seniman mampu berelasi dengan indah dengan pasangan. Pribadi kuatnya tidak hilang. Demikian pula pasangannya bisa menjadi dirinya tanpa merasa terintimidasi. Saya menjadi semakin yakin dengan jalan hati yang akan memberi kekuatan dalam menghadapi ketidakjelasan dan dunia yang keras terutama untuk perempuan.

Perempuan menjadi dirinya sendiri dan menjadi kuat SAMA SEKALI TIDAK SALAH. Perempuan berhak bahagia dan menjadi dirinya sendiri seperti laki-laki. Karena itu jangan takut memiliki dan mengembangkan kompetensi diri sebagai pekerjaan termasuk memiliki identitas yang terlepas dari identitas pasangannya. Maju terus perempuan untuk dunia yang lebih indah, adil dan benar. (esh)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Double L, Narkoba, Dan Anak Dari Keluarga Penghasilan Rendah
Pernyataan Sikap Komunitas Bulutangkis Indonesia
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Bahagia Bertemu Ibu Irawati Durban Ardjo
Radio Mercury Dan Never Ending War Against Cancer
Dari Perjalanan Ke Diri: Merekonstruksi Pola Perilaku
Agus Yudhoyono Antara Tanggung Jawab Individu Dan Keluarga
Pertempuran Sultan Agung Dan Musium Kota Jakarta
Kesehatan Masyarakat Dan Pendidikan Kesehatan
Musium Wayang Dan Pembentukan Karakter
Kebijakan Publik Perlu Proses Dan Konsensus Banyak Pihak
Berjuang Dan Bertarung Untuk Yang Benar Dan Adil
Pintu Tertutup Maka Akan Ada Pintu Lagi
Yang Penting Adalah Menemukan Tempat Yang Tepat
Hasil Dikusi Buku Moemie: Karakter Baik Dan Identitas
Latar Belakang Sebelum Membaca Novel Moemie
Cerita Tentang Pengarang Novel Moemie Sebelum Menulis
Ringkasan Cerita Novel Moemie
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Gus Mus, Guru Bangsa Kita
Presiden Bisa Usir Kedubes Myanmar Dari Indonesia
Gagal Melindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja
Melalui Resolusi DK PBB Pemerintah Myanmar Dapat Diseret Ke Mahkamah Pidana Internasional
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.796.027 Since: 07.04.14 | 0.6639 sec