YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Opini

Ringkasan Cerita Novel Moemie

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Monday, 19 December 2016 | View : 244

siarjustisia.com

Novel ini berkisah tentang tokoh Moemie yang adalah korban perang puputan dengan Belanda. Dia adalah anak bangsawan Bali yang ibu dan keluarganya terbunuh dalam perang melawan belanda. Ia ditemukan oleh prajurit yang ikut perang tersebut. Moemie dibawa oleh prajurit ini ke panti asuhan dan diaku sebagai anaknya. Moemie ditinggal di panti asuhan sebelum prajurit bernama Van Dijk kembali ke Belanda. Karena itu catatan sejarah dirinya adalah anak dari Van Dijk.

Ia memiliki kemampuan untuk bisa melihat masa depan dan apa yang terjadi melalui mata batinnya. Ketika di panti asuhan dia bisa melihat pastur dan suster yang berhubungan seks dan kisah ini diceriterakan sebagai hiburan. Untuk ini dia dihukum lalu belajar untuk mengatakan sesuatu dengan pertimbangan.

Ia akhirnya ikut keluarga Indo Belanda yang menjadi janda. Diperlakukan sebagai anggota keluarga namun melakukan pekerjaan praktis di rumah. Dia mendapat banyak sekali nama. Namun nama yang dipilih adalah Moemie. Nama pemberian dokter yang nyawanya pernah diselamatkannya dan dia jatuh cinta padanya.

Dia jatuh cinta pada 2 laki-laki. Laki-laki pertama adalah dokter yang setelah menyelamatkannya lalu membawa dia keliling untuk menjadi terapis melalui kemampuan supernatural yang dimiliki. Lalu kedua ia jatuh cinta dengan China yatim piatu yang jadi teman dari keluarga janda tempat dia dipungut. Dia bisa melihat bagaimana kedua laki-laki ini meninggal dunia. Laki-laki China yang kemudian bersahabat dengan Moemie, meninggal karena dibunuh ketika peristiwa G30S-PKI.

Moemie hidup dalam keluarga besar janda yang memungutnya. Setelah tinggal dengan janda tersebut lalu ikut anak janda dan bergilir terus. Dia hidup bukan sebagai pembantu tetapi melakukan pekerjaan domestik. Tidak dibayar dan dia mendapatkan penghasilan dengan membuka praktek mendampingi orang-orang krisis yang datang padanya. Umurnya mencapai 100 tahun sehingga dia bisa hidup di beberapa generasi keluarga janda tersebut.

Novel ditutup dengan judul pulang. Dia pada akhirnya menemukan identitas sebenarnya sebagai anak perempuan Bali. Kemampuan supranaturalnya tidak bisa dipaksakan kemunculannya. Ia muncul dengan suatu kondisi. Karena itu ia gagal memenuhi harapan dokter yang nyawanya diselamatkan yang membawa dia keliling untuk mempraktekkan kemampuannya. Moemie adalah pribadi unik yang bisa bertahan hidup dan membawa kebaikan pada banyak orang serta dia menjalani hidup dengan cara mengalir.

Terkait dengan identitas Moemie. Pada awalnya dia berindentitas sebagai keturunan Indo Belanda yang berkulit hitam. Ketika jaman Jepang dan awal kemerdekaan dia mendapat surat sebagai orang Indonesia asli. Surat ini dibuatkan orang yang pernah ditolong. Karena itu dia tidak di penjara/dikarantina. Dia menjadi asisten perawat di rumah sakit dan menjadi perantara ke “keluarganya” yang dikarantina untuk mendapatkan keperluan kecil-kecil. Baru kemudian dia mengetahui dirinya sebagai anak bangsawan Bali. Novel ini bercerita tentang identitas yang mengalir bebas. (esh)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Double L, Narkoba, Dan Anak Dari Keluarga Penghasilan Rendah
Pernyataan Sikap Komunitas Bulutangkis Indonesia
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Bahagia Bertemu Ibu Irawati Durban Ardjo
Radio Mercury Dan Never Ending War Against Cancer
Dari Perjalanan Ke Diri: Merekonstruksi Pola Perilaku
Agus Yudhoyono Antara Tanggung Jawab Individu Dan Keluarga
Pertempuran Sultan Agung Dan Musium Kota Jakarta
Kesehatan Masyarakat Dan Pendidikan Kesehatan
Musium Wayang Dan Pembentukan Karakter
Kebijakan Publik Perlu Proses Dan Konsensus Banyak Pihak
Berjuang Dan Bertarung Untuk Yang Benar Dan Adil
Pintu Tertutup Maka Akan Ada Pintu Lagi
Yang Penting Adalah Menemukan Tempat Yang Tepat
Perempuan Perkasa Dalam Diri Seniman
Hasil Dikusi Buku Moemie: Karakter Baik Dan Identitas
Latar Belakang Sebelum Membaca Novel Moemie
Cerita Tentang Pengarang Novel Moemie Sebelum Menulis
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Gus Mus, Guru Bangsa Kita
Presiden Bisa Usir Kedubes Myanmar Dari Indonesia
Gagal Melindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja
Melalui Resolusi DK PBB Pemerintah Myanmar Dapat Diseret Ke Mahkamah Pidana Internasional
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.796.034 Since: 07.04.14 | 0.632 sec