YouTube Facebook Twitter RSS
18 Nov 2017, 0

Opini

Latar Belakang Sebelum Membaca Novel Moemie

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Monday, 19 December 2016 | View : 207

siarjustisia.com

Magnit novel Moemie muncul dengan cara aneh. Pertama dari sahabat masa kecil yang meminta saya membeli novel ini di Semarang. Dia sekarang jadi warga negara Belanda. Kedua melihat posting dari Irwan Julianto dan Manuel Kaisiepo. Posting dari 2 teman sesama jurnalis yang saya kenal baik ini memberi kesan kuat kalau ini sebuah novel yang serius dan layak dibaca. Lalu saya membeli dan membaca serta bertekat ikut diskusi buku yang dijadwalkan. Dari sekian diskusi buku yang dijadwalkan, saya bisa ikut di Solo tanggal 15 Desember 2016.

Saya telah baca tuntas buku ini sebelum ketemu pengarangnya. Buku yang ditulis ringan namun dengan makna yang berat. Terkait dengan identitas dan karakter manusia yang menjadi korban perang bernama Moemie dalam konteks Indonesia dan Belanda. Perlu waktu untuk masuk ke dalam dunia pengarang ketika awal membaca. Pada awalnya saya bertanya-tanya:”Ini mau cerita tentang apa?”. Setelah membaca sebagian baru saya bisa masuk sepenuhnya ke dalam cerita sebanyak 619 halaman.

Jenis buku ini memang akan lengkap memberi inspirasi kalau bertemu dan berdialog tentang bagaimana pengarang menuliskan buku ini. Meskipun kemarin saya terlambat namun sungguh saya beruntung mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang muncul ketika membaca novel ini. Lucunya buku ini melengkapi studi tentang kehidupan yang sedang saya geluti sekarang ini. Tidak salah kalau saya mengikuti intuisi saya ketika membeli dan membaca novel ini. (esh)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Double L, Narkoba, Dan Anak Dari Keluarga Penghasilan Rendah
Pernyataan Sikap Komunitas Bulutangkis Indonesia
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Bahagia Bertemu Ibu Irawati Durban Ardjo
Radio Mercury Dan Never Ending War Against Cancer
Dari Perjalanan Ke Diri: Merekonstruksi Pola Perilaku
Agus Yudhoyono Antara Tanggung Jawab Individu Dan Keluarga
Pertempuran Sultan Agung Dan Musium Kota Jakarta
Kesehatan Masyarakat Dan Pendidikan Kesehatan
Musium Wayang Dan Pembentukan Karakter
Kebijakan Publik Perlu Proses Dan Konsensus Banyak Pihak
Berjuang Dan Bertarung Untuk Yang Benar Dan Adil
Pintu Tertutup Maka Akan Ada Pintu Lagi
Yang Penting Adalah Menemukan Tempat Yang Tepat
Perempuan Perkasa Dalam Diri Seniman
Hasil Dikusi Buku Moemie: Karakter Baik Dan Identitas
Cerita Tentang Pengarang Novel Moemie Sebelum Menulis
Ringkasan Cerita Novel Moemie
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Gus Mus, Guru Bangsa Kita
Presiden Bisa Usir Kedubes Myanmar Dari Indonesia
Gagal Melindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja
Melalui Resolusi DK PBB Pemerintah Myanmar Dapat Diseret Ke Mahkamah Pidana Internasional
jQuery Slider

Comments

Archives :2017201620152014
  •    •    •    •    •    •    •    •    •  
Copyright © 2014 Siar Justisia. All rights reserved. Visit: 4.796.011 Since: 07.04.14 | 0.6558 sec